NovelToon NovelToon
Pengorbanan Nayara

Pengorbanan Nayara

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Angst / Tamat
Popularitas:118.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Lalalati

Novel ketiga🍂

Akhirnya Nayara siuman setelah ia mengalami koma pasca melahirkan. Sebagai suami, Deon tentu merasa sangat lega dan bahagia, istri tercintanya telah sadarkan diri dan bisa kembali bertemu dengannya dan juga putranya yang baru saja lahir.

Namun bagi Nayara terbangun dari koma, seperti kembali menghadapi mimpi buruk. Meskipun ia sangat bersyukur karena bisa bertemu dengan buah hatinya, tapi ia harus kembali menerima kenyataan bahwa ia terpaksa menerima kakak tirinya sendiri sebagai suaminya dan memutuskan hubungannya bersama Giandra, pria yang dicintainya sekaligus ayah kandung dari putra yang baru dilahirkannya.

Giandra dikenal sebagai satu-satunya atlet Basket yang dimiliki Indonesia yang berhasil tembus bermain di NBA dan dikontrak oleh klub ternama.

Siapakah Giandra di masa lalu? Akankah Giandra mengetahui tentang putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Ganjaran

Kedua tangan Gian masih saja memelukku.

"Gian, udah. Sekarang kamu keluar." Aku berusaha melepaskan tubuhnya yang mendekapku.

Aku memintanya untuk segera pergi sebelum ada orang yang melihat kami. Tapi sejak aku memintanya pergi, ia malah seperti ini, menempel padaku seperti sticky note.

"Aku mau sembunyi di dalam kamar kamu aja, Nay."

"Ya, gak boleh dong! Kamu harus pulang. Nanti Sandra nyariin." Aku terus mendorong tubuh Gian ke arah pintu.

"Kamu kok malah khawatirin Sandra? Sandra sama aku gak ada apa-apa, Yang. Pokoknya abis ini aku bakal jauhin dia. Aku janji. Cuma kamu cewek yang aku suka, gak ada yang lain. Aku cuma pura-pura aja deketin Sandra biar kamu cemburu."

Manis sekali sih. Padahal aku tidak mengatakan apa pun, tapi Gian menjelaskan seakan aku marah padanya.

"Iya, aku percaya. Udah sana kamu pergi." Aku terus mendorong tubuhnya sekuat tenaga.

"Sebentar, Nay." Gian menatapku. "Terakhir ya." Kemudian dia mencium bibirku lembut. Seketika aku seperti merasa melayang di angkasa.

Dasar anak kecil seperti dirinya bisa-bisanya membuat aku seperti ini.

Gian menjauhkan bibirku dan mengecup keningku. "Udah ini aku bakal pulang ke Bandung. Nanti kamu juga cepet pulang ya. Nanti kita ketemu. Kita ngedate."

"Ngedate?!" Rasanya horror sekali mendengar ide Gian itu.

"Iya, kamu tenang aja. Bakal aku siapin semuanya, serapi mungkin." Ia pun membuka pintu kamar dan melambai padaku. "Dah, cantik."

Aku balas melambai padanya dengan senyum gemas, ia pun menutup kembali pintu kamar.

Aku masih tidak menyangka akhirnya malah jadi seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, aku tak bisa lagi berpura-pura. Aku terlalu sayang pada Gian. Terlalu cinta padanya. Aku butuh energiku untuk menjalani hari-hariku, dan energi itu adalah Gian.

Waktu setahun sudah cukup 'kan?

Hatiku terasa begitu ringan sekarang. Tak ada lagi gundah, hampa, sakit, dan tersiksa. Semuanya karena Gian. Aku mencintainya.

Sangat, sangat cinta.

Aku tidak tahu seperti apa rintangan yang akan menghadang kami di depan sana. Biarlah semua mengalir apa adanya mengikuti arus yang sudah ditentukan oleh takdir. Apa pun yang akan terjadi ke depannya, aku akan siap.

Aku akan terima semua konsekuensinya asalkan bisa terus bahagia bersama Gian.

Aku kembali menatap diriku di depan cermin. Ku perbaiki riasan wajahku dan berniat menghampiri Kak Deon. Aku tidak enak sekali padanya karena sudah pergi di saat aku seharusnya menemaninya.

Namun tiba-tiba pintuku digedor dengan sangat keras.

"Siapa sih? Gedor pintunya keras banget?"

Kemudian terdengar. "Buka, Nay!" Suara Kak Deon.

Segera saja aku membuka pintu dan mendapati Kak Deon berdiri dengan wajah marah. Ia menerobos masuk ke dalam kamarku begitu saja.

"Kak? Baru aja aku lagi siap-siap mau nyusulin kakak," ujarku.

Kak Deon malah terus berjalan lebih dalam. Aku mengekornya, sedikit heran juga kenapa dia marah.

Kak Deon membalikkan tubuhnya dan menatapku dengan wajah yang memerah karena marah, sontak aku begitu ngeri saat melihatnya. Ia kini berdiri dekat denganku dan...

PLAKK!!

Tangan kanan Kak Deon menampar pipi kiriku dengan sangat keras hingga tubuhku terjatuh ke ranjang yang masih berantakan itu.

Seketika aku menyentuh pipiku yang terasa berdenyut dan menatap tak percaya. Kakak sambungku yang selama ini selalu lembut dan menghargaiku telah menamparku.

"Kamu pura-pura sakit dan ketemuan sama anak ingusan itu?" teriak kak Deon. "Kamu udah gila? Kamu ngapain aja barusan?! Bukannya dia murid kamu?! Kakak gak nyangka kamu bisa jadi perempuan murahan kayak gitu, Nay!"

Apa ini, Tuhan?

Mengapa semua terjadi dengan begitu cepatnya? Pembalasan dari perbuatanku barusan seakan dibayar kontan dengan secepat ini, tidak ada kata menunggu. semua perbuatanku langsung diikuti oleh ganjaran yang sepatutnya aku terima.

Aku menggeleng, "A-aku gak ngapa-ngapain, Kak, aku..."

Aku kehilangan kata-kata. Apalagi yang bisa aku katakan? Aku terlanjur tertangkap basah berduaan dengan Gian di kamar ini. Walaupun kami tidak melakukan lebih dari berciuman, tapi tetap saja itu salah. Sangat salah.

"JAHAT KAMU, NAY!" Kak Deon berteriak murka. Aku tidak mengerti kenapa dia harus semarah itu.

Maksudku, aku tahu aku salah. Sebagai kakak dia patut marah, tapi mengapa dia harus semarah ini? Bahkan sampai menamparku?

"Maaf, Kak..." lirihku merasa sangat bersalah.

"Bagus kalau kamu tahu kamu salah. Selama ini Kakak berusaha keras buat nahan semuanya karena akal sehat Kakak selalu ngomong semuanya gak mungkin terjadi. Tapi apa yang Kakak lihat sekarang? Kamu malah bareng seseorang yang gak seharusnya."

Air mataku berjatuhan. Sakit sekali mendengar kata-kata itu. Terutama saat kak Deon mengatakan bahwa aku murahan.

Apakah aku sesalah itu hingga harus menerima kata-kata itu darinya?

Kak Deon meraih daguku agar wajahku mengarah kepadanya. "Denger, Nay. Gak ada cowok lain yang bisa milikin kamu selain kakak! Denger itu?!"

"Apa...maksud Kak Deon?" tanyaku tercekat, dalam hati aku terus berdoa semoga pikiranku salah.

"Kakak yakin kamu udah tahu. Kamu sering memperingatkan Kakak secara tersirat. Denger baik-baik, Nay, Kakak cinta sama kamu. Kakak gak pernah menganggap kamu itu adik kakak! Kamu selalu jadi perempuan yang kakak cintai selama ini, Nay!"

Aku terhenyak mendengar pengakuan itu. "Kakak itu kakak aku!" jeritku menyadarkannya.

"Kita gak punya hubungan darah! Kita masih bisa menjalin hubungan," sanggahnya, melakukan pembenaran.

Aku menggeleng. "Enggak. Aku gak pernah punya perasaan itu sama Kakak! Sadar Kak, kita ini saudara! Aku sama Kakak gak mungkin punya hubungan kayak gitu!"

"Terus kamu sama anak itu apa? Kamu juga seharusnya gak boleh punya perasaan itu! Apalagi sampai berduaan aja di kamar!" murkanya lagi.

"Aku gak ngapa-ngapain! Aku sama Gian cuma..." Aku tak mampu menjelaskan apa pun karena aku tahu aku salah. Tak sepantasnya aku membela diri. Tapi aku tetap harus membuatnya mengerti. Lalu lanjutku, "dan aku cinta sama dia, Kak. Aku juga gak tahu gimana berhentinya. Aku terlanjur cinta sama Gian."

Kak Deon mendengus kesal. "Cinta? Kamu sadar gak perasaan kamu, seorang guru yang menjalin hubungan dengan muridnya, itu tuh lebih melanggar norma dibanding hubungan dari saudara sambung! Kakak udah merelakan perasaan kakak selama 9 tahun, Nay. Kakak terus berusaha agar gak melewati batas, tapi apa yang Kakak lihat sekarang? Udah cukup, Nay. Kalau kamu melewati batas, Kakak juga akan melewati batas yang selama ini Kakak jaga. Kakak akan memperjuangkan cinta Kakak pada kamu."

"Tapi Kak..."

"Kamu harus mengakhiri hubungan kamu dengan anak itu!" potongnya.

Aku hanya bisa termangu. Kak Deon benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya.

1
justFlio
👍👍👍👍👍👍
lalalati: makasih bintang limanya kak😍
total 1 replies
Dedeh Dian
pokoknya AQ seneng banget ceritanya..bagus keren banget.. makasih author
lalalati: makasih banyak kakak bintang limanya 😍
total 1 replies
Dedeh Dian
wow ajaib cerita nya super keren... makasih author
Siti Nina
Slalu keren ceritanya sukses selalu buat kak lala 👍💪
Siti Nina
Si naya keras kepala banget sih jadi orang gedek banget 😏
Siti Nina
Good job gian 👍
Siti Nina
mewek aku bacanya 😭😭😭
Siti Nina
pen nonjok tuh muka si dion 👊
Siti Nina
wo'oo kamu ketauan lagi pacaran 😄
Siti Nina
Selalu oke ceritanya 👍👍👍
Atikah'na Anggit
Luar biasa
lalalati: makasih kak bintang limanya 🤩
total 1 replies
Nurina Ningrum
Lumayan
Nurina Ningrum
Kecewa
Nur Azizah
sikap nay sangat menyebalkan
Nur Azizah
segerakan di persatukannya andra bersama Gian dan ibunya kak author
kasihan andranyaa
Nur Azizah
sikapnya nayara jd nyebelin gitu si kak aithor sok jual mahal bngt ,,
Nur Azizah
iya karna ikatan bathin seorang anak dan ayah kandung pasti terasa
Nur Azizah
semoga kamu berjodoh sama Gian naraya agar merasakan kebahagiaan yg utuh atas pengorbananmu
Nur Azizah
pertemukan kembali Nayara sama gian dlm satu keluarga yg utuh kak author
Nur Azizah
maaf baru komen kak authorr saking asyik baca ceeitanya yg sngt bagus inii lanjutiinnn kakak autthoorrr
lalalati: makasih kak. jangan lupa like dan ulasannya ya kak. biar bintangnya naik 😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!