kisah seorang ceo yang terkenal jutek jatuh cinta kepada sektetarisnya yang imut. Namun secara tiba-tiba wanita yang iya cintai menjadi adik tirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Permata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 24
H****ai radius. Author berterima kasih buat kalian, karna udah ikutin cerita author dari awal, Author mohon maaf kalau cerita Author berbelit-belit. Author kesulitan bikin cerita, mengarang sebuah cerita itu tidak gampang.
Maka dari itu Author mintak saran dan dukungan dari kalian agar cerita author tidak berbelit-belit.
****
MALAM HARI DIRUMAH ILHAM
Ring.. Ring.. Ring📲📲
Hp Alika berbunyi, terlihat panggilan video call dari sang mama karna sudah beberapa hari Alika ditinggal pergi oleh sang mama, dan tidak bisa lihat sang mama.
" Assalamualaikum mama"
" Waalaikumsalam" jawab Nadin di seberang sana. "mama kangen sekali sama Alika, anak kesayangan mama. Bagaimana keadaan kamu sayang? semuanya baik-baik saja kan?
" Alhamdulillah sehat. Dan semuanya juga baik-baik saja."
" Alhamdulillah syukurlah."
" Ma cepat pulang mama. Alika kangen sama mama. Alika rindu sama masakan mama. Apa mama ngak kasian sama Alika?Slika kesepian ngak ada temen"
ucap Alika dengan manjanya
" Kan ada abang, dan juga disitukan ada bi inah pula" jawab Nadin, bi inah adalah orang yang di suruh oleh papa Ilham, bi inah sudah lama bekerja dengan keluarga Ilham, jauh sebelum Ilham lahir. Namun setelah Ilham besar bi inah pulang kampung untuk ada keperluan mendadak dan tidak lagi bekerja di rumah Ilham, namun sekarang bi inah kembali karna di mintak oleh Rizal untuk menjaga Alika dan Ilham.
" Abang nyebelin, cuma bi inah aja yang ada untuk Alika."
" Oiya mama mau titip pesan baut kamu. Alika mama mintak, apapun yang terjadi nanti kamu harus jaga diri baik-baik ya. Jaga kesehatan, dan jangan pernah tinggalkan sholat ya. Sampai kapan pun kamu akan slalu jadi anak mama."
" Ma kok mama bilang begitu? emang ada apa ma? " tanya Alika karena dia merasa ada yang janggal dari perkataan mamanya.
" Ngak ada apa-apa? kan mama mau kasih nasehat untuk anak mama, mama tidak mau kamu kenapa-kenapa, karna mama sayang sama kamu. O iya nanti kita lanjutin lagi ya, mama juga mau pergi sama papa .
Dada. Assalamualaikum. "
" Waalaikumsalam. "
Setelah selesai video call nya. Alika lansung tidur karna kecapek an seharian beraktifitas.
****
Di tempat kerja Alika tiba-tiba melihat Lisa, Alika berusaha menghindar dari Lisa. Supaya tidak terjadi masalah. Namun ternyata Lisa melihat dan malah mendekati Alika dan menarik tangan Alika dengan kasar.
" Lepaskan tangan aku, " Lisa kemudian menghempaskan tangan Alika dengan kuat.
" Mau kemana kamu?
" Bukan urusan kamu, lagian ngapain kamu tarik-tarik tangan aku, sakit tau.
" Aku mau nanya sama kamu?ngapain saja kamu sama Ilham?
" Apa maksud kamu?
Sambil memegang wajah Alika" dengar baik-baik ya, selama om pergi aku berharap kamu tidak macam-macam dengan Ilham dan aku tidak mau kamu sampai kegagalan, menggoda Ilham. Dan awas saja kalau aku tau, kamu dengan Ilham punya hubungan sesuatu tau lihat aja akibatnya" ucap Lisa sambil menghempaskan wajahnya yang membuat Alika kesakitan.
Setelah memberi peringatan kepada Alika, Lisa kemudian pergi meninggalkan Alika yang masih berdiri memegangi wajah dan tangannya yang kesakitan.
" Aduh sakit sekali, dasar perempuan gila. Segitu amat sih terobsesinya. Aku kan adik tirinya dan ngak mungkin pula aku macam-macam" oceh Alika yang masih menahan sakitnya.
*****
Malah hari dirumah Ilham
Alika, Ilham dan bi inah tengah asik duduk makan bersama, meskipun bi inah bukan keluarga di keluarga Ilham, namun karna kesetian dan kepatuahan bi inah pada Rizal dan keluarganya pun telah percaya kepada bi inah dan telah menjadi bagian dari keluarganya maka dari itu, bi inah bisa makan bersama dengan Alika dan Ilham.
" Enak sekali masakan bi Inah, Alika suka sekali."
" Alah jangan terlalu memuji, masakan bibi biasa aja kok.
" Ya makanya kamu belajar sama bi Inah, biar bisa masak ."sabar Ilham
"Bi harus bantu dia. Supaya bisa jadi wanita yang rajin. Bukan wanita yang pemalas lagi."
" Hei jangan sok menjelekan orang ya, aku ini orang rajin ngerti."ucap Alika kesal
" Aduh kalian ini. Bagaimana sih, setiap hari. bertengkar terus. Kata orang tua-tua dulu. Kalau sering bertengkar itu, nanti nya akan jadi jodoh."
"Alah apa lah bi Inah ini. Smit-amit deh, ngak mau ah."
Setelah mereka selesai makan, Alika lansung pergi ke kamar ingin istirahat.
*****
Siang hari Alika tengah bersiap-siap ingin pergi.
" Mau pergi kemana kamu?
" Aku mau pergi makan sama tante Dita dan yola," dan seketika terdengar klakson mobil Dita yang sedang menjemput Alika.
" Aaa itu dia udah datang, aku pergi dulu ya,
Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam"
*****
Tak berapa lama Alika, Yola dan Dita sampai di mall. Mereka ingin berencana pergi shopping. Namun sebelum mereka pergi shopping. Mereka memutuskan untuk makan dulu.
" Hei bagaimana hubungan kamu dengan Alex ex? tanya Dita
" Hubungan apa? kami ngak pacaran kok. "
" Tapi kamu suka sama dia kan? tanya Yola menggoda Alika, seketika wajah Alika memerah.
" Apaan sih" ucap Alika malu-malu
" Tunggu-tunggu kayaknya itu Alex deh" ucap Yola yang melihat seorang cowok yang sedang mencari tempat kosong.
" Iya kayak nya. Alex."panggil Dita
kamu ngapain disini ?
" T ta tadi aku lagi... "ucapan Alex seketika tergantung karna seketika seorang cewek yang datang dan lansung memegangi tangannya.
" Kamu ngapain disini?"tanya si cewek
" Ini aku... " ucap Alex dengan gugup."
ini semua teman-teman kerja aku o iya perkenalkan ini t... " belum sampai alex melanjutkan bicara perempuan itu lansung memperkanal kan dirinya.
"Perkenalkan aku Lia, tunangan Alex" Dita, Yola, dan Alika terkejut mendengar ucapan dari perempuan itu.
" Owh jadi Alex sudah tunangan ya, cantik sekali ya " ucap Yola dengan wajah yang tidak suka.
"Owh tidak disangka ya, ternyata Alex sudah TUNANGAN ternya, Alex kenapa ngak bilang ya" ucap Dita dengan penuh penekanan.
Alika yang melihat kenyataan tersebut, lansung pergi, karna dia tidak menyangka Alex yang selama ini cowok yang dia sukai dan dia anggap juga menyukainya, ternyata sudah tunangan.
" Alika" panggil Dita
"Ya udah kami pamit dulunya " ucap Dita sambil menyusul Alika yang berlari keparkiran meninggalkan Alex dan Lia.
" Kamu tadi kenapa gugup begitu? apa kamu ada hubungan khusus dari salah satu dari mereka?
" Ti ti tidak kok, mana mungkin aku punya hubungan khusus dengan mereka. Aku hanya mencintai kamu aja kok, percaya lah, aku setia sama kamu. "ucap Alex meyakinkan Lia
" Yakin?" selidik Lia
" Yakin. Aku berani sumpah deh."
" Oke lah kalau begitu. Aku pegang kata-kata mu, tapi awas saja kalau nanti aku tau, kamu punya hubungan dari salah satu diantara mereka. Kamu liat aja nanti akibatnya. " ancaman Lia
****
Sesampai dirumah, Alika slalu saja menagis dan tidak bisa menahan air matanya untuk tidak keluar, seketika Ilham yang melihat Alika yang sedang menangis terlihat khawatir.
"Dia kenapa? apa yang terjadi sama dia pulang-pulang nangis gitu" bathin Ilham yang melihat Alika menangis.
Dikamar, Alika terus menangis hatinya terasa sakit, dia slalu terbayang akan perkataan yang dikatakan perempuan yang bersama Alex tadi. Alika sampai tidak mau makan, karna mengingat hal tadi Alika hanya mengurung diri kamar, karna nafsu makannya sudah hilang.
" Alika kenapa? cerita lah sama bibik. Bibik cemas liat kamu kayak gini. Sampai tidak mau makan, nanti kalau Alika sakit gimana?
" Alika kangen mama bik. Kapan mama mau pulang? " tanya Alika dengan sedih
" Iya bibik tau mama pasti pulang kok, Alika doa kan saja mama, sama papa supaya baik-baik disana. Udah Alika jangan nangis lagi, sini ada bibik yang akan jaga Alika. Udah Alika jangan nangis lagi ya, nanti kalau Alika mau cerita, Alika cerita aja sama bibik.
Sekarang Alika mau makan ngak? biar bibik ambilin."
" Ngak Alika lagi ngak nafsu bik. Aku mau tidur aja."
" Ya udah, Alika istirahat , nanti kalau ada perlu apa, panggil bibi ya."
" Makasih ya bi." ucap Alika
" Bibik keluar dulu ya" ucap bi Inah dan lansung keluar dari kamar Alika.
" Mama Alika rindu mama, Alika ingin cerita-cerita sama mama. Mama kapan pulang? hiks...hiks...hiksss" isak tangis Alika karna kelamaan nangis Alika lansung tertidur sambil memeluk foto mamanya.
Lucu, thor...
Q bisa bayangin gimana kagetx Ilham saat mukax dipoles make up ma alika...
lanjut lg thor, gpl y thor...