Berawal dari menyelamatkan pria tampan yang tidak sadarkan diri di depan rumahnya, Adifa malah terjerat dalam hubungan pernikahan dengan pria nakal karena sebuah kesalahpahaman warga kampung terhadapnya.
Ia dan pria asing itu terikat dalam ikatan suci. Namun, Adifa tidak menyangka jika pria yang menjadi suaminya adalah seorang pria nakal yang suka bermain wanita.
"Dasar pria nakal!" ~Adifa Rahma
"Aku menyukai setiap lekuk tubuh wanita yang indah!" ~Raja Shaga
Bagaimana kisah selanjutnya? Mampukah Adifa menjalani pernikahannya dengan seorang pria nakal yang suka main wanita?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ranjang Panas
...•Pada bab ini terdapat sedikit bumbu asemelehot, jadi yang tidak suka skip saja. Harap tahan emosi dan tetaplah bernapas•...
"Ahh," d e s a h wanita berbaju ketat dan kurang bahan itu dengan dibuat-buat. Tiada rasa malu, ia mengeluarkan suara serak-serak keringnya saat tangan Raja m e r e mas bongkahan padat yang ia miliki.
Raja menyeringai, Huga yang melihat itu langsung membuang muka dan memilih untuk pergi dari arena balapan karena ia merasa malu telah kalah dari Raja. Padahal rencana awalnya, ia ingin membuat harga diri Raja terinjak-injak dengan cara membuat pria itu kalah dan ia bisa menghina Raja habis-habisan di depan semua orang.
"Kau ikutlah bersamaku!" seru Raja dengan gayanya yang angkuh.
Wanita yang masih berstatus sebagai pacar Huga itu tersenyum nakal seraya mengedipkan sebelah matanya. Jari-jari lentik wanita itu menggerayangi wajah tampan Raja.
"Bawalah aku kemana pun kau mau, malam ini aku milikmu," ucap wanita itu dengan suara yang bercampur d e s a h a n.
Sudut bibir Raja terangkat, ia tidak mau menunda lagi. Pria itu segera membawa hadiah taruhannya ke sebuah hotel bintang 5, demi untuk memakai apa yang sudah ia dapatkan.
Tidak terpikir oleh pria itu jika ada sang istri yang tengah menunggu kepulanggannya di apartemen dengan sejuta rasa bersalah yang membuatnya tidak tenang.
Wanita berbaju super s e x y itu tengah duduk di lobi hotel, ia menunggu Raja yang memesan kamar untuk mereka tempati malam ini. Ia sudah tidak sabar untuk merasakan tubuhnya dilahap oleh Raja dengan penuh g a i r a h.
Sebuah ide gila dan jahat terlintas di kepala wanita itu. Ia tersenyum senang di dalam hati. Kali ini dirinya akan membuat Raja tidak sadar akan sentuhan mautnya, dengan begitu ia bisa membuat Raja memasukinya.
Rumor soal Raja yang tidak pernah mau memasukkan miliknya pada wanita yang menjadi patner di atas ranjangnya menyebar memalui mulut wanita yang pernah memberikannya kehangatan. Maka dari itu, ia yakin bisa membuat Raja terlena dengan kelihaiaannya dalam bermain.
Wanita itu berdiri dari duduknya saat melihat Raja berjalan ke arahnya dengan santai. Ia tersenyum menggoda saat Raja menarik pinggangnya dengan kasar.
Keduanya berjalan menuju kamar yang sudah dipesan oleh Raja. Begitu mereka sampai di kamar hotel, wanita itu langsung bertindak agresif dengan mengalungkan tangannya di leher Raja.
Raja tersenyum ala devil, ia diam saja saat tangan lentik wanita itu mulai menari-nari di atas dada bidangnya.
"Siapa namamu?" tanya Raja, membuat gerakkan tangan wanita itu terhenti sejenak.
Kepala wanita itu sejajar dengan Raja, ia tersenyum sebelum menjawab pertanyaan dari pria yang dirinya incar. "Call me Rachel," ucap wanita itu seraya menggigit sudut bibirnya sendiri.
Suara kekehan kecil keluar dari mulut Raja, pria itu menganggukkan kepala. "Kau wanita yang nakal," kata Raja saat merasakan tangan wanita yang bernama Rachel itu mulai merambat ke bawah dan semakin ke bawah.
"Apa kau suka?" Rachel mengeluarkan suara yang terdengar berat.
"Kita lihat saja nanti," sahut Raja degan seringai di bibirnya.
"Apa aku boleh memesan minuman untuk malam ini?" Jari-jari Rachel membentuk pola abstrak di atas dada Raja.
Alis tebal Raja menjungkit. Namun, kemudian ia meganggukkan kepalanya mempersilahkan. Melihat persetujuan dari Raja, dengan semangat wanita itu langsung berjalan menuju telepon yang tersedia di kamar hotelnya untuk menghubungi room service order taker.
Apa yang diinginkan oleh Rachel akhirnya datang juga. Ia mempersilahkan pria berbaju hitam putih itu untuk keluar, dengan lihai Rachel menuangkan wine ke dalam gelas miliknya dan juga milik Raja. Ia bergerak tanpa canggung.
"Bersulang!" Rachel mengangkat gelas miliknya.
Ting!
Bunyi gelas beradu pelan pun terdengar, mereka meminun wine-nya dengan sekali teguk. Benar-benar terlihat jika mereka seorang pemain.
Keduanya terus meneguk wine hingga satu botol itu tandas tak bersisa untuk dituang lagi ke dalam gelas.
Rachel berdiri dengan sedikit sempoyongan, ia menarik tubuh tubuh Raja menuju ke tempat tidur. Wanita itu menjatuhkan dirinya sendiri ke tempat yang empuk untuk dijadikan arena berolahraga malam.
Tanpa tahu malu, Rachel membuka pahanya lebar-lebar. Raja tersenyum nakal melihat hal itu, baginya apa yang dilakukan oleh Rachel saat ini adalah sebuah undangan untuk melakukannya sesegera mungkin.
"Touch me, please," pinta Rachel dengan menggeliatkan badan bak cacing kepanasan.
Raja yang berdiri tepat di depan wanita yang tengah membuka kakinya lebar-lebar itu menyeringai. Ia merangkak ke atas tubuh si wanita dengan gerakkan melambat.
Pria itu sangat ahli dalam membuat wanita terbakar oleh api g a i r a h tanpa menyentuh. Rachel sangat tidak sabar dengan gerakkan Raja yang lambat.
"Kau tidak sabaran rupanya." Raja mengeluarkan smirk-nya.
"Aku milikmu sepenuhnya malam ini," rancau wanita itu dengan mata sayu.
"Ya, kau memang milikku malam ini karena kau adalah bayaran untuk kemenanganku!" kata Raja sinis.
Wanita yang sudah mabuk itu tidak memperdulikan apa yang diucapkan oleh mulut pedas Raja. Yang diinginkannya saat ini adalah disentuh oleh pria itu dengan penuh g a i r a h.
Raja menindih tubuh Rachel, tidak ingin menyia-nyiakan apa yang sudah tersaji di depannya. Wanita itu langsung menarik kepala Raja dan meraup bibir patnernya dengan ganas.
Ia mencecap bibir pria itu seakan sedang mencari kenikmatan dalam setiap peraduan benda tak bertulang yang tengah mereka arungi.
Raja lihai membalas keganasan wanita yang kini berada di bawah kungkungannya. Ia bukan seorang pemula dalam kegiatan seperti ini.
Tangan Raja mulai memainkan titik-titik sensitif wanita itu dengan tangannya. Begitupun Rachel, jari jemarinya menari di atas dada Raja.
Rachel mulai menyelusupkan tangannya dari bawah kaus yang dikenakan oleh Raja. Ia menyentuh dan meraba perut pria yang menindihnya.
Masih dengan bibir yang saling bertaut, Raja menurunkan gaun ketat tanpa lengan milik Rachel hingga terpampanglah dua gundukkan besar wanita itu.
Tubuh Rachel menggelinjang saat tangan Raja m e r e m a s dua gundukkan miliknya. Ia semakin menggerak-gerakkan tubuhnya agar Raja semakin terpancing untuk menyentuh setiap lekuk tubuhnya yang sudah pernah berurusan dengan pisau bedah dokter.
"Are you ready, B i t c h?!" tanya Raja saat peraduan bibir mereka terlepas.
Kepala Rachel mengangguk, tangannya turun ke pinggang Raja untuk melepaskan sabuk yang dikenakan oleh pria itu. Raja menarik kaus yang melekat ditubuhnya dan mencampakkan kaus itu dengan sembarang.
Rachel menurunkan pengait celana Raja, dan dengan mudah ia bisa menggapai apa yang ingin dirinya sentuh.
"Engh ...."
Suara d e s a h a n memenuhi kamar hotel yang dua insan itu tempati. Peluh membanjiri tubuh keduanya. Terdengar suara di penghujung kegiatan panas mereka.
Rachel terlentang lemas di atas ranjang, ia merasa seperti terbang ke atas langit padahal dirinya belum merasakan milik Raja.
Pria itu berdiri, ia melenggang pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dari bekas kegiatannya malam ini.
`
`
`
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana dengan Adifa yang masih menunggu sang suami pulang?
Memang minta digetok kepala si babang Raja. Othor gedek sendiri lihatnya.
Hai zeyeng, terima kasih masih mantengi cerita ini. lope lope sekebon.