Awal pernikahan ku dengan suamiku,aku sangat bahagia karena suamiku sangat memanjakan ku,apalagi dia tergolong pria yang sukses.Walaupun ada terkadang kerikil kecil di rumah tanggaku kami bisa melewatinya dengan baik.
Setahun pernikahan ku,suamiku mulai berubah,dia mulia egois dan selalu membela ibunya yang kebetulan tinggal bersama kami dan semakin hari aku melihat hubungan ibu mertua dan suamiku semakin janggal.hingga suatu saat aku menemukan mereka berduaan dan aku sangat syok.
Apa rahasia suami dan mertua ku bagaimana bisa mereka begitu dekat sementara mereka anak dan ibu? ikuti kisah cerita ini.
Jangan lupa dukung ya kak 🙏🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 ~ Tega sekali mereka ~
Tasya segera duduk di sangat ketakutan,bagaimana tidak takut bangun-bangun dia sudah ada di perkebunan jagung yang sangat gelap dia baru ingat tadi kalau Hanna telah memukul kepalanya dengan keras hingga dia tidak sadarkan diri.
Setelah sadar seratus persen dia bangun lalu mencari Handoko yang lumayan jauh darinya dia meraba-raba tempat hingga akhirnya dia menyentuh kaki mertuanya itu.
"Papa...Bangun lah papa kita pergi dari sini aku takut disini ada ular atau binatang buas."Ucap Tasya.
"Tubuhku tidak bisa ku gerakkan Tasya tolong bantu aku keluar dari tempat ini agar kita bisa ke rumah sakit kepalaku pusing terus sepertinya darah di kepalaku masih mengalir." Ucap Handoko.
Tasya tanpa pikir panjang dan membuang rasa segan di hatinya dia langsung membantu Handoko dia sangat kesulitan untuk menolong Handoko apa lagi karena tubuh mertuanya yang lumayan besar hingga dia kesulitan.
Dengan susah payah akhirnya Tasya berhasil membawa Handoko keluar dari perkebunan jagung dia sangat kesulitan tubuhnya di basahi keringat dia langsung meletakkan tubuh Handoko di pinggir jalan lalu dia istrahat sambil berdoa dalam hati ada yang sudi membantu mereka.
"Maafkan aku Tasya aku sudah membuatmu kesulitan seperti ini terima kasih sudah membantuku." Ujar Handoko dia sadar tubuhnya tidak sebanding dengan Tasya tapi karena kegigihan Tasya akhirnya mereka bisa keluar dari kebun jagung hingga berada di pinggir jalan.
"Tidak papa,sudah seharusnya kita saling membantu papa,semoga papa bisa pulih seperti sedia kala dan bisa kembali beraktifitas." Jawab Tasya dia mulai duduk karena perasaanya sudah mulai tenang.
Handoko menghela napas berat dia membayangkan senyum jahat di bibir anaknya dia seakan puas melihat dirinya yang terkulai lemas saat mereka bisa menumbangkan dirinya setelah selama ini dia gagal meracuninya.
"Mereka pikir setelah mereka menyingkirkan ku,mereka bisa menikmati hartaku sayangnya harapan mereka sia-sia saja dasar iblis memang."Ucap Handoko walaupun seluruh tubuhnya tidak bisa di gerakkan tapi dia lancar berbicara.
Di dalam gelapnya malam dari kejauhan Tasya melihat cahaya lampu yang sangat terang dia sangat bersyukur dia siap-siap untuk mencegat mobil itu.
Tasya melambai-lambai ke arah mobil hingga pemilik mobil yang berisi tiga orang pria berhenti di depan Tasya.
"Ada apa nona apa yang anda lakukan di tengah perkebunan seperti ini?"
"Maafkan aku paman sudah menganggu perjalanan kalian bisakah kalian membantuku papaku sedang sekarat seseorang telah membuang kami kesini aku mau membawanya kembali ke kota agar dia bisa di bawa ke rumah sakit."Ucap Tasya sambil mengiba membuat ketiga pria itu saling menatap lalu memutuskan membantu mereka.
Mereka mengangkat tubuh handoko lalu memasukkan ke bak mobil Tasya memanjat mengikuti ketiga pria itu mereka di belakang karena dia sedikit takut kepada ketiga pria itu.
Tidak lama kemudian mereka sampai di kota kebetulan ketiga pria itu sangat baik membantu Tasya mereka langsung membawa Tasya menuju rumah sakit yang ada di pusat kota.
"Terima kasih banyak ya paman sekali lagi terima kasih." Tasya beberapa kali menunduk di hadapan ketiga pria itu karena dia merasa sudah di bantu para malaikat hingga mereka bisa kembali ke kota dan membawa mertuanya ke rumah sakit.
Ketiga pria itu langsung pamit meninggalkan Tasya yang sedang sibuk mengurusi mertuanya setelah di periksa sedikit mertuanya langsung di bawa ke ruang perawatan.
"Nona Tasya apa hubungan anda dengan pasien?" Tanya seorang dokter saat dia mengajak Tasya untuk mengobrol.
"Dia mertua ku dokter,suamiku menikah lagi jadi aku yang mengurusnya apa yang terjadi kepada mertua ku dokter apa dia masih bisa sembuh?" Tanya Tasya ketakutan.
"Dia masih bisa sembuh tapi butuh waktu yang lama untuk mengobatinya dan butuh biaya yang besar,kepalanya kena benturan keras hingga urat syarafnya terganggu." Ucap sang dokter menjelaskan.
"Lakukan yang terbaik dokter,semoga mertua ku bisa kembali pulih seperti sedia kala." Ucap Tasya penuh harap.
Sementara itu di rumah mewah milik Andre keduanya sedang berpesta merayakan keberhasilan mereka menyingkirkan dua orang yang sudah lama ingin mereka buang.
"Sayang kapan kita kembali ke surabaya kita harus segera menjual tokonya agar kita bisa buka usaha di kota ini,satu lagi papamu punya uang yang sangat banyak di dalam brangkas nya kita harus segera kembali ke sana dan mengambil semuanya." Ucap Tasya.
" Tenang sayang jangan buru-buru tenang saja mereka pasti sudah mati di makan binatang buas sekarang kita tinggal menikmati semua milik papaku yang sangat pelit hahahah..." Andre tertawa lepas membayangkan uang yang cukup banyak sudah menantinya.
🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺