NovelToon NovelToon
Rugi 1 Perampok Budiman

Rugi 1 Perampok Budiman

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Pemain Terhebat / Pusaka Ajaib / Tamat
Popularitas:61.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Rugi Sabuntel, anak lelaki gendut dan cengeng. Dia selalu diejek dan ditindas oleh anak-anak lain, sampai-sampai nyaris tewas. Hingga muncullah orang sakti bernama Ki Robek yang menolong Rugi.

Rugi yang diangkat murid oleh Ki Robek tumbuh menjadi pendekar sakti yang tetap gendut. Meski seorang pendekar, dia tetap rendah hati dan memilih jalan jujur dengan menjadi kuli di gudang jagung milik Demang Segara Gara.

Namun, tawaran menjadi seorang perampok budiman demi menolong rakyat miskin yang tertindas oleh penguasa, membuat Rugi mengubah jalan hidupnya. Dia pun akhirnya menjadi seorang perampok budiman yang merampok rumah-rumah pejabat dan orang kaya zalim. Hasil rampokannya dia bagi-bagikan kepada rakyat yang telah hidup sengsara karena dizalimi penguasa dan pengusaha.

Lalu akan berakhir seperti apa Rugi Sabuntel ketika dia menjadi buronan nomor satu para penguasa yang punya kekuatan pasukan? Dan siapakah wanita yang akan hinggap di hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PB 24: Berani Ambil Dua

*Perampok Budiman (PB)* 

Benar-benar acara makan yang bernuansa penuh kekeluargaan. Acara makan itu berlangsung cair dan menyatu dalam canda, meski ada majikan, pendekar, gadis cantik, pengawal, rampok, hingga pelakor.

Mau tidak mau, Blikik harus tambah porsi demi menemani Nyai Demang, Campani dan Ageng yang bergabung agak telat. Jika Rugi Sabuntel memang porsinya bisa tiga.

Hanya Bendong dan Citayam yang tidak tambah porsi. Sepertinya mereka jodoh. Namun, sebagai calon suami Citayam, Blikik tidak pernah berpikir itu.

“Rugi, Blikik saja berani ambil dua. Kau sendiri kapan mau menikah?” tanya Bendong sengaja membuat ulah.

Terkejut Blikik mendengar perkataan Bendong yang tiba-tiba. Terkejut pula Rugi Sabuntel ditanya seperti itu ketika tiga wanita cantik yang menggoda hatinya sedang berkumpul satu meja. Rugi dan Blikik kompak mendelik kepada Bendong yang hanya tersenyum pelit.

“Iya, Rugi. Bendong benar. Apakah kau sudah punya calon untuk kau nikahi?” kata Nyai Demang antusias. Dia sangat penasaran ingin tahu. Jiwa keponya selalu tidak tenang jika rasa penasarannya sudah muncul.

Campani dan Ageng tetap tenang dengan makanannya, reaksinya kalem, kontras dengan Nyai Demang. Namun, di dalam hati Campani dan Ageng sangat ingin tahu juga siapa wanita bakal calon istri Rugi.

Blikik untuk sementara merasa tenang, karena tidak ada yang menanyakan tentang “ambil dua”.

“Mungkin aku sudah pantas menikah. Namun, aku harus menyempurnakan berguruku dengan Ki Robek lebih dulu. Jadi, aku belum memikirkan untuk menikah, apalagi mencari calon pengantinnya. Hehehe!” jawab Rugi Sabuntel malu-malu lalu tertawa cengengesan.

Jawaban itu melegakan Nyai Demang, Campani dan Ageng.

“Setidaknya kau sudah bisa memilih siapa yang nanti ketika bergurumu sudah sempurna, bisa langsung kau nikahi. Sebab, menjalin kedekatan itu diperlukan waktu yang panjang,” kata Bendong lagi. Dia menjadi penyulut.

“Benar kata Bendong. Pasti kau sudah menyukai seorang wanita,” kata Nyai Demang.

“Aku sangat mengenal watak Rugi, Nyai. Dia itu sangat mengerti tentang wanita cantik. Aku sangat yakin, wanita yang akan dinikahinya nanti adalah wanita yang sangat cantik. Setidak-tidaknya dia akan membandingkan dengan kecantikan Nyai Demang, atau kecantikan Campani. Setidak-tidaknya sebanding dengan Pendekar Ageng,” kata Blikik pula, ikut menyudutkan Rugi di depan ketiga wanita cantik itu, kecuali Citayam.

Rugi Sabuntel hanya melirik jutek kepada Blikik.

“Apakah kau malu untuk mengungkapkannya, Rugi?” tanya Nyai Demang.

“Se-sebenarnya ... me-memang seperti itu, Nyai,” jawab Rugi Sabuntel mendadak gagap.

“Tapi, kapan-kapan kau harus membisiki aku siapa wanita itu, Rugi,” kata Nyai Demang dengan senyum dan tatapan menggoda.

“Iya, Nyai,” ucap Rugi Sabuntel patuh sembari balas tersenyum kikuk.

“Kakang, maksud dari Kakang berani ambil dua itu apa?” tanya Citayam tiba-tiba kepada Blikik.

“Hahaha!” tawa terbahak Rugi Sbuntel dan Bendong tiba-tiba, membuat yang lainnya jadi kerutkan kening.

Keempat wanita cantik itu jadi penasaran dan ingin tahu apa yang dimaksud “berani ambil dua” oleh Blikik.

Seketika Blikik jadi salah tingkah dan agak tidak tenang. Kini dia tersudut gegara Bendong.

“Anu, Citayam. Hehehe! Kalau Rugi berani tiga kali tambah, kalau aku berani dua kali tambah. Hahaha!” kata Blikik kak kik kuk cengengesan, lalu tertawa lebih kencang untuk menyamarkan kebohongan dan ketersudutannya.

“Hahaha!” tawa datar Bendong mendengar jawaban Blikik, seolah-olah dia puas membuat sahabatnya itu panik di depan selingkuhannya.

“Rugi, Rugi!” panggil Blikik seperti ada hal penting yang ingin ia sampaikan. Lalu tanyanya untuk mengalihkan topik utama, “Nanti pada putaran kedua, kau akan melawan siapa lagi?”

“Aku tidak tahu,” jawab Rugi Sabuntel.

“Kau tahu, Ageng?” Nyai Demang bertanya kepada Ageng sebagai petugas yang mencatat hasil pertandingan.

“I-iya, Nyai,” jawab Ageng agak tergagap karena terkejut. Sebab, sejak tadi dia makan dengan kusyuk dan tenggelam dalam penyimakan saja. “Pendekar Rugi akan berhadapan dengan Ki Kumis.”

“Hmm!” gumam Rugi Sabuntel sambil manggut-manggut mendengar nama calon lawannya.

“Kau bisa mengalahkannya, Rugi?” tanya Nyai Demang.

“Tenang saja, Nyai. Kalau Nyai Demang yang minta aku menang, pasti aku akan menang. Hahaha!” jawab Rugi Sabuntel seperempat menggombal.

“Ehhem!” dehem Bendong tiba-tiba, membuat yang lain beralih memandang kepadanya, terutama Rugi dan Nyai Demang.

Dengan cueknya Bendong meneguk minumannya, terkesan bahwa dia benar-benar memiliki masalah tenggorokan.

“Tapi, Rugi ... dari semua peserta, apakah ada lawan yang kau anggap akan sulit kau kalahkan?” tanya Nyai Demang lagi.

“Banyak lawan berat, Nyai. Aku tidak boleh meremehkan mereka, sebab beberapa dari mereka aku tidak ketahui kesaktiannya seperti apa,” jawab Rugi Sabuntel bijak.

“Kau tahu, aku dan Campani sangat menjagokanmu untuk menang,” ujar Nyai Demang sembari tersenyum, tanpa sadar bahwa ada beberapa kulit cabai merah di giginya.

Perkataan sang ibu membuat Campani tersenyum malu-malu. Sementara Ageng hanya mencuri-curi pandang melihat reaksi kedua majikan perempuannya itu.

“Terima kasih, Nyai. Sebagai tukang panggul jagung Nyai Demang, tentunya aku tidak akan mau membuat Nyai Demang kecewa,” kata Rugi Sabuntel. Lalu katanya kepada Ageng, “Bukankah demikian, Ageng?”

“Uhhuk uhhuk!” Terbatuk Ageng ditanya demikian oleh Rugi Sabuntel. Dia buru-buru membekap mulutnya dan menghadapkan wajahnya ke samping.

“Hahaha!” tawa Blikik melihat reaksi Ageng.

“Kalau makan jangan melamun, Ageng,” kata Nyai Demang.

“I-iya, Nyai,” ucap Ageng.

“Atau jangan-jangan kau jatuh hati kepada seseorang?” tukas Nyai Demang, lalu memandang kepada Bendong.

“Ti-ti-tidak, Nyai. Tidaaaak!” jawab Ageng jadi gelagapan, tapi wajahnya menyemu merah.

“Kenapa Nyai memandangku?” tanya Bendong kepada Nyai Demang. Sebagai orang yang tidak memiliki ikatan antara majikan dan buruh, dia lebih berani bicara kepada Nyai Demang.

“Karena aku curiga kepadamu sebagai orang yang ditaksir oleh Ageng. Hihihi!” jawab Nyai Demang lalu tertawa.

“Aku tahu, Nyai. Aku tahu siapa lelaki pujaan Ageng,” kata Blikik ingin bikin rusuh, karena perkataannya sukses membuat Rugi Sabuntel dan Ageng mendelik samar kepadanya .

“Siapa, Kakang Blikik?” justru Campani yang terlihat sangat ingin tahu.

“Hahaha!” tawa Blikik dengan wajah menengok kepada Rugi yang ada di sampingnya. Namun, tiba-tiba.... “Ak!”

Blikik menjerit tertahan karena kakinya tiba-tiba merasakan panas sebentar, seperti disenggol bara rokok. Rupanya Rugi Sabuntel menyenggol kaki Blikik di bawah meja makan berkaki pendek itu dengan colekan jarinya. Itu bukan senggolan biasa, tapi senggolan yang sedikit menggunakan ilmu Telapak Lahar.

“Kenapa, Kakang?” tanya Citayam terkejut, khawatir calon suaminya kenapa-napa.

“Ti-tidak. Urat kakiku tiba-tiba tertarik,” jawab Blikik berdusta.

“Sepertinya kau butuh bantuanku, Blikik,” kata Rugi Sabuntel sambil bergerak hendak bangkit.

“Tidak usah, Rugi!” pekik Blikik cepat. “Aku tahu kau bisa mengatasi masalahku, tetapi aku ngeri jika kau yang mengurut, tenagamu lebih kuat dari kaki kerbau. Nanti biar Citayam saja yang memijat-mijatku.”

“Hihihi!” Tertawalah kaum wanita itu.

Rugi pun kembali duduk.

Seorang prajurit kademangan muncul mendatangi tempat mereka makan.

“Maaf, Gusti Nyai!” ucap prajurit itu sembari menghormat kepada Nyai Demang.

“Ada apa, Prajurit?” tanya Nyai Demang.

“Gusti Demang mencari Gusti Nyai,” jawab si prajurit.

“Sampaikan kepada Gusti Demang, sebentar lagi aku kembali,” kata Nyai Demang.

“Baik, Gusti Nyai.” (RH)

1
Idrus Salam
Cempani juga harus diperjuangkan oleh Rugi, karena termasuk cinta pertamanya...
Idrus Salam
Alamat makan gratis ini
Wahyu Ni
terlalu banyak iklan .
Wahyu Ni
ki demang......?
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
semangat ya Rugi agar kau bisa membalas anak" itu
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
baik bgt Ki robek ngajari rugi sabuntel berenang
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
namanya rugi sabuntel..itu kalau bahasa Jawa artinya sungguh membagongkan 😂
༄༅⃟𝐐 ˢ⍣⃟ₛ Mikha🏡s⃝ᴿ 🇮🇩
Kukira ingusnya udah hanyut di sungai🤦
༄༅⃟𝐐 ˢ⍣⃟ₛ Mikha🏡s⃝ᴿ 🇮🇩
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
༄༅⃟𝐐 ˢ⍣⃟ₛ Mikha🏡s⃝ᴿ 🇮🇩
berarti lembut banget ya megangngya🤣
༄༅⃟𝐐 ˢ⍣⃟ₛ Mikha🏡s⃝ᴿ 🇮🇩
Astaga namanya seyem amet😂
༄༅⃟𝐐 ˢ⍣⃟ₛ Mikha🏡s⃝ᴿ 🇮🇩
Istilah dari mana itu🙄
༄༅⃟𝐐 ˢ⍣⃟ₛ Mikha🏡s⃝ᴿ 🇮🇩
wah body shaming tuh🤣
༄༅⃟𝐐 ˢ⍣⃟ₛ Mikha🏡s⃝ᴿ 🇮🇩
Seencer apa om, ingusnya😂😂😂😂😂
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wajahnya lucu ya om
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wkwkwk bokong nya pengen menghirup udara segar🤣🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ 🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
ya elaah teryata Ki Robek itu seorang pendekar sakti , tapi pernah di fitnah ,hingga di di hukum penjara
ˢ⍣⃟ₛ 🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
yang semangat kamu Rugi berlatih Ama Ki Robek , biar ngga di ejek Mulu Ama Geng Bendong
ˢ⍣⃟ₛ 🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
untung ya di kakek , membantu si Rugi
ˢ⍣⃟ₛ 🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
wkwkwkwk 🤣
akhirnya si ikan hamil bisa berenang .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!