NovelToon NovelToon
Taurus Di Antariksa

Taurus Di Antariksa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:101.4k
Nilai: 5
Nama Author: bung Kus

Dyah Alfah Antariksa.
Menemukan dirinya terjebak dalam kehidupan fresh graduate yang penuh tekanan. orangtua yang menuntut untuk segera mendapat pekerjaan mapan, juga soal perjodohan. rasanya kehidupan sesak, oleh tuntutan lingkungan.
Taurus Eka Pradipta cowok ganteng, yang konyol dan sembrono. Menjadi tulang punggung keluarga setelah ditinggalkan Sang Ayah. Jalan hidupnya terjal, namun dia selalu ceria.

Bagaimana jika mereka berdua ditemukan oleh takdir??

Tulisan pertama genre Romance
Nggak tahu bakalan asyik atau nggak
coba saja dulu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bung Kus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duapuluh Tiga

Cinta terdiri atas lima huruf, tapi efeknya bisa lima jam, lima hari, lima pekan, lima bulan, bahkan lima tahun. Tergantung seberapa kuat perasaan itu menyengat. Ketika orang jatuh cinta, dia akan merasa kuat dan lemah di waktu yang sama. Kuat ketika bersamanya, seolah rintangan dunia tidak akan ada yang bisa menjatuhkannya. Lemah ketika orang yang dicinta tidak memberikan respons yang diharapkan.

Mas Ta sedang berbunga-bunga hatinya. Meskipun motor Tarjo macet karena kehabisan bensin dan SPBU terdekat berjarak 1 kilometer, Mas Ta mendorongnya sambil tersenyum riang. Bahkan sesekali terdengar dia melantunkan lagu India berjudul Tum Hi ho.

Manusia memang dianugerahi akal dan logika. Namun semua itu kalah oleh rasa cinta. Saat ada orang random di jalan yang menawarkan bantuan untuk membantu mendorong motor, Mas Ta menolaknya sambil tersenyum.

"Nggak pa pa, aku lagi olahraga. Nyari keringat," ucap Mas Ta pada setiap orang yang berusaha membantunya.

Bukankah Mas Ta sudah kehilangan logikanya karena rasa cinta?

Sampai di SPBU, Mas Ta mengantre di bagian pertamax turbo. Dia menepati janjinya pada motor Tarjo. Bahan bakar berwarna merah itu, masuk ke dalam tangki motor Tarjo yang nampak usang.

"Jarang-jarang kan kamu minum enak. Jangan mogok-mogok lho kalau dipakai majikanmu untuk kerja," ucap Mas Ta menepuk-nepuk jok motor. Pegawai SPBU yang melihat tingkah Mas Ta hanya geleng-geleng kepala.

Jam tujuh lebih sepuluh menit dua detik, Mas Ta sampai di kantor Keong Express. Tarjo nampak duduk di teras depan dengan sebatang rokok kretek terjepit di antara jari tengah dan telunjuknya. Asap putih mengepul beraroma tembakau yang terbakar.

"Gimana Mas?" tanya Tarjo. Pertanyaannya terasa ambigu.

"Aman kok. Hanya sedikit kesalahpahaman saja. Tapi aku bersyukur, dengan kejadian tadi aku jadi tahu Dyah suka sama aku Jooo. Dia cemburu. Cemburu tandanya suka Jooo," jawab Mas Ta menggebu-gebu, seperti habis menang lotere.

"Dunia ini memang hanya memihak pada orang-orang gud luking. Kalau nggak gud luking setidaknya gud rekening. Lha aku nggak dua-duanya," sahut Tarjo manyun.

"Kamu good job Joo. Tengkiyu motornya. Sudah kukasih minum pertamax turbo full tank. Siap mbok bawa keliling trenggalek madiun 10 kali pulang pergi." Mas Ta menepuk-nepuk pundak Tarjo. Dia benar-benar berterimakasih pada rekan kerjanya itu. Tanpa Tarjo yang menyadari kepergian Dyah, mungkin saja saat ini Dyah sedang ngambek dan Mas Ta tidak tahu letak kesalahannya. Tarjo dan motornya adalah superhero bagi Mas Ta, seperti Gundala dan petirnya. Sri Asih dan selendangnya, atau Boboy boy dan Papa Zola.

"Beehh, motorku minum Pertamax turbo bagaikan di gurah lho Mas. Bisa-bisa besok keluar lendir dari mesinnya," sambung Tarjo. Mas Ta tertawa kecil.

"Jo, yuk ke belakang yuk," ucap Mas Ta kemudian.

"Ngapain Mas?" tanya Tarjo dengan dahi berkerut.

"Temenin aku mandi. Udah gelap banget nih, aku nggak berani e. Kalau nggak mandi, badan lengket kayak dilumuri madu tapi aroma jeruk. Kecut," pinta Mas Ta. Matanya nyalang mengawasi sekitar yang memang kurang pencahayaan.

"Ihhh, nemenin Mas bos mandi? Sorry yaw, memangnya aku lelaki apaan?" ejek Tarjo.

"Wooooo, tak sumpel mulutmu pakai sandal. Belum pernah kan nyoba makan kolak sandal, cendol dari karet?" sahut Mas Ta kesal.

"Kalau mau nyumpal mulut, pakai nasi jotos di angkringan depan dong Mas. Itung-itung traktiran karena dapat lampau hijau dari mbak penyiar," tukas Tarjo cengengesan. Mas Ta mendengus.

"Iya, gampanglah itu. Sehabis mandi kutraktir makan." Mas Ta menarik lengan Tarjo, mengajaknya ke ruang belakang.

"Lepaskan aku Mas, jangan Mas. Aku jijik sama Mas. Jangan, ooohh," teriak Tarjo berpura-pura seperti perempuan.

Sementara itu Dyah sampai di rumahnya. Di depan rumah terparkir mobil berwarna biru dongker yang mengkilap. Dyah mengamatinya sekilas, dan kemudian menyadari siapa pemilik kendaraan beroda empat itu.

"Sukito," gumam Dyah. Firasatnya langsung tidak enak. Mood berubah buruk, badan meriang, rambut kusut, dan telinganya berdenging. Dyah sepertinya terjangkit Sukitophobia, sejenis alergi pada Bapak-bapak bernama Sukito.

Benar dugaan Dyah, saat masuk ke dalam rumah dia disambut oleh Bapak dan Bunda serta dua orang tamu dengan ekspresi senyum menyebalkan. Ingin rasanya Dyah mempraktekkan pelajaran baris berbarisnya dulu sewaktu di sekolah. Tanpa penghormatan balik kanan bubar barisan. Namun pada akhirnya, dia hanya tersenyum masam di ambang pintu.

"Nduk, ini ada tamu. Pak Sukito," ucap Bu Ngaimah kalem.

"Sudaahhh tahuuuuu. Itu jelas Pak Sukito, bukan Park Seo Joon!" bentak Dyah dalam hati. Tidak seperti biasa Sang Bunda terlihat sangat sabar dan kalem pada Dyah. Padahal akhir-akhir ini mereka seperti Tom dan Jerry.

"Nggeh, selamat malam Pak. Dipun sekecakne, saya mau ke kamar," ucap Dyah membungkuk.

"Lhoh, duduk sini dulu Nduk," pinta Bu Ngaimah menepuk-nepuk kursi di sebelahnya. Dyah mendengus kesal, namun tak kuasa menolak. Dia duduk di sebelah Bundanya.

"Sopan dan cantik ya Bu." Tiba-tiba laki-laki di sebelah Pak Sukito menyahut. Laki-laki berbadan gempal dengan poni lempar yang dibiarkan menutupi dahi yang lebar.

"Kerja di radio ya Dik, Dyah?" tanya laki-laki berponi mencoba akrab dengan Dyah.

"Iya," jawab Dyah singkat.

"Bunda aku mau ke kamar. Aku capek Bun, mau membasuh badan juga. Bau debu nih," pinta Dyah pada Bu Ngaimah. Namun Sang Bunda tidak menggubrisnya.

"Tenang Dik. Kamu tetap wangi kok. Tercium dari sini," sambung laki-laki berponi sambil tersenyum. Menampakkan deretan gigi yang kurang terawat. Ada biji cabe nyempil di antara gigi seri dan taringnya.

Dyah melotot ke arah laki-laki berponi. Matanya seolah mengatakan agar laki-laki itu menutup mulutnya.

"Dik Dyah luar biasa, jam segini baru pulang. Tipe pekerja keras dan mementingkan karir. Mas salut," lanjut laki-laki berponi memuji.

"Tapi Dik, kurang baik lho cewek jam segini baru pulang. Lebih baik kita tukeran nomor deh, biar nanti bisa Mas antar jemput." Laki-laki berponi terus melancarkan aksinya, berusaha memikat Dyah.

"Apa Njenengan ndak kerja?" tanya Dyah mulai kesal.

"Kan aku ngajar di sekolah yang Bapakku pimpin. Jadi bisalah ijin telat bentar datangnya," jawab laki-laki berponi menyombongkan diri.

"Itu tidak perlu," sahut Dyah cepat.

"Jangan terlalu memforsir diri untuk bekerja Dik. Berapa sih gaji di radio?" tanya laki-laki berponi dengan wajah tak berdosa. Padahal Dyah tersinggung kali ini. Untuk apa menanyakan gaji orang lain yang tidak saling mengenal? Bagi Dyah laki-laki di hadapannya itu benar-benar menyebalkan dan hanya berlindung di bawah ketiak Bapaknya.

"Maaf, bukan urusan Panjenengan. Aku mau mandi." Dyah melotot dan langsung berdiri dari duduknya. Tanpa dapat dicegah Sang Bunda, Dyah berjalan pergi ke kamarnya. Membanting pintu sekuat tenaga, kemudian menguncinya dengan mata berkaca-kaca.

Bersambung___

1
kurnia widiastuti
Toooooppp... keren. lucu, haru, bikin baper.
MR mae
hmmmm/Shy/
Rika Iftakul
kapan lanjut lagi
Silma Fitria
kata kata Bapak/Sob/
Andriani
yg ini lanjut gak yaa
Rommy Wasini Khumaidi
ceritanya bagus
Rommy Wasini Khumaidi
aku kalau baca novelnya bung Engkus mesti gk mau direm,sayang banyak novel yang gk tamat...padahal novelnya bagus semua dari yang horor maupun yang romantis
Rommy Wasini Khumaidi: gk tamat,masih bersambung tp gk ada kelanjutane
total 3 replies
Na'imah, SKM
mantappp ihh author nya /Grin/
gasss.. utk semua novelnya /Good/
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
Dan kabarnya sampai sekarang mas Ta dan mbak Dyah masih belum beranjak dari tempat yang dipakai untuk akad nikah tersebut 😅😅😅
Andriani
bung mana lanjutan mas Ta nya... tolong ya up lagiii
Andriani: di NT juga kan?? semoga rilis ya thoor
total 2 replies
Andriani
bung... mana upnya nih...
Andriani
loh gak dilanjut lagi??? ini udah 2024,maret bung.... ayok di lanjut
Andriani
semua cerita udah di baca... buat cerita baru lagi ya thoor...
Andriani
🤣🤣🤣🤣🤣, begitu kalo penakut ya.... sama deh....
Netty Herawaty
kpn update ny nih thor???
Covana_Nana
pertama baca karya Bang Kus " Narsih "..jadi ketagihan sampai di karya yang ini.

karya sangat bagus
Siti Dede: jadi ini nggak akan dilanjut?
total 2 replies
Covana_Nana
Luar biasa
Wahyu Puji
keren bgt 😍
Rose_Ni
woah Amel, parah parah
Rose_Ni
The Great Of CCTV Kampung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!