Arum mencintai sepupunya sendiri yang bernama Angga. Gadis itu tahu jika cinta itu salah dan tidak seharusnya terjadi.
Meskipun Angga sudah memiliki kekasih, tetapi Arum tetap tidak bisa menghilangkan rasa cinta itu dari hatinya.
Bagaimana caranya Arum menghilangkan perasaan nya terhadap Angga jika mereka saja berada satu atap yang sama?
Apakah Angga akhirnya tahu jika sepupunya itu memiliki perasaan terhadapnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman Pertama
London, Inggris.
Angga menatap layar ponselnya sejak tadi, dia masih belum bisa tidur karena memikirkan seorang gadis, ya gadis itu adalah Arum. Angga tahu kalau dia sudah melewati batas dengan mencintai adik sepupu nya sendiri, tapi perasaan yang tumbuh tidak bisa di pangkas dengan mudah.
"Rum, apa aku benar-benar jatuh cinta sama kamu!!" gumam pria itu.
Angga mengusap wajahnya kasar, dia memilih menarik selimutnya dan segera istirahat. Mungkin kalau memang rindu nya semakin menggebu, Angga akan pulang ke Jakarta jika ada waktu luang.
Musim dingin mulai datang, sepertinya Angga harus membeli jaket tebal untuk persiapan menyambut musim dingin di London.
****
Pagi hari itu begitu dingin dan menurut Angga semakin dingin, pada saat seperti ini dia ingin membuat mie instan saja, tapi sayangnya dia tidak memiliki stok di apartemennya.
"Mungkin aku harus belanja, juga makanan musim dingin," Angga mengambil gelas dan menuang kan coklat bubuk ke dalam gelas itu.
Kemudian dia menuangkan air panas setengah, mengadukannya perlahan dan kemudian menuangkan yang air dingin, coklat hangat sudah siap untuk dia minum.
Ponsel Angga di atas meja bergetar, dia ingin melihat siapa yang menelponnya.
'Jena!'
Untuk apa Jena malam-malam nelpon, ya? di Indonesia ini sudah malam, dan sudah 2 bulan ini dia tidak pernah saling mengirim kabar dengan Jena, kenapa tiba tiba wanita itu meneleponnya.
Dengan terpaksa Angga mengangkat telepon dari wanita itu.
"Halo?"
"Halo Angga, apa kabar?"
"Baik, apa kamu nggak tidur?"
Angga menyeruput coklat hangatnya lagi sambil mendengarkan Jena.
"Belum, Ngga! gue kangen sama lo!"
Angga terdiam cukup lama dia tidak langsung menjawab pertanyaan dari Jena.
"Ngga, sorry, tapi gue bener nggak bisa ngelupain elo barang sedetik pun!"
Angga hanya bisa menghela nafas, keputusannya untuk dekat dengan Jena ketika masih SMA waktu itu mungkin membuahkan hasil seperti ini.
Niat awalnya hanya ingin menghindari Arum dan dia juga ingin memastikan perasaannya terhadap adik sepupunya itu. Angga berani dekat dengan Jena karena dia juga tidak mau perasaannya terhadap harum terus berkembang.
"Sorry Jen, gue udah ada cewek yang gue suka, jadi please hilangin perasaan lo buat gue, lo cewek baik, berhak dapat cowok yang lebih baik juga, jangan berharap sama gue, karena gue nggak bisa jadi cowok yang baik buat lo!"
Setelah mengucapkan itu, Angga menutup teleponnya. Dia harus segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kampus.
...****************...
"Kabarnya hari ini Kak Angga pulang, gue sudah tidak sabar bertemu dengannya!" ujar Della.
"Iya, gue juga, kangen banget!" jawab Arum tersenyum.
Dia dan Angga sudah lama tidak mengobrol via chat maupun telepon, Arum ingin fokus pada ujiannya, dan akhirnya dia bisa mendapatkan nilai sempurna dari hampir semua mata pelajaran.
"Ehm, gue mandi dulu aja deh!" Gumam Arum kemudian beranjak masuk ke dalam kamar mandi nya.
Sedang di luar rumah, Angga yang sudah sampai di kediaman keluarga nya dan ia merasa sangat senang sekali. Sudah setengah tahun dia tidak pulang, tapi entah karena rindu pada adik perempuan nya atau pada keluarga besarnya itu. Yang pasti dia ingin segera berkumpul dengan keluarganya.
Della yang memang sudah menyambut Angga langsung berlari ke arah sang kakak.
"Kak Angga!! kami semua merindukanmu," seru Della kepada kakak laki-lakinya itu.
Dia berhambur ke pelukan Angga dengan erat, meskipun Angga selalu tengil padanya, tapi Della juga sangat menyayangi nya.
"Lala, aku tidak bisa bernafas," ucap Angga.
Lala adalah panggilan kesayangan Della sejak kecil, dia tidak suka jika di panggil dengan sebutan 'Del' dan makanya Della lebih suka di panggil Lala.
"Hehe, maafkan aku," jawab Della melepas pelukannya. "Abisnya aku kangen banget sama kakak! mana oleh-oleh nya?" Della menyodorkan tangan nya, meminta oleh-oleh.
"Tadi udah di bawa sama Mas Ucup, sana minta mas ucup!" Mas Ucup adalah sopir keluarga Pratama.
Arum yang sudah selesai mandi dan berdandan langsung keluar dari dalam kamar ketika mendengar suara yang sangat tidak asing.
Arum bisa melihat punggung lebar itu dan rasanya ingin memeluknya dari belakang, menumpahkan segala rasa rindu yang membunuh di hatinya untuk cowok yang berdiri di hadapannya saat ini.
"Hai kak Angga, apa kamu tidak mau memeluk ku juga," ucap gadis di belakang Angga yang membuat Angga langsung membalikkan badannya.
Angga tersenyum melihat Arum, kemudian dia merentangkan kedua tangannya, sontak Arum langsung berhambur ke pelukan Angga.
Deg, deg, deg!
Ya Tuhan kenapa dengan jantungku, rasanya berdebar debar saat memeluk Arum seperti ini! Berbeda sekali dengan Della. Batin Angga.
Arum juga merasakan hal yang sama, keduanya terlalu larut adalah pelukan, seakan menyalurkan rasa rindu yang sudah bercokol di hati mereka masing-masing.
'Kak Angga, rasanya benar-benar lega bisa memelukmu seperti ini!' batin Arum.
Seolah Dunia milik mereka berdua, tidak menyadari dengan tatapan yang berada di sekeliling mereka.
Mommy Alya merasakan sesuatu ketika menatap Angga dan Arum yang berpelukan seperti itu, mereka menggambarkan seakan pertemuan sepasang kekasih yang tidak bertemu cukup lama.
"Hei, kenapa kalian pelukannya lama sekali, Mommy juga merindukan anak yang paling tampan ini," seru Alya menyadarkan Angga dan Arum.
Semua orang disitu tertawa, mereka senang karena Angga pulang karena libur semester. Tetapi berbeda dengan Mommy Alya, yang merasa ada sesuatu dengan keduanya.
Malam harinya ...
Greep ...
Angga datang ke kamar Arum dan tiba-tiba memeluk gadis itu dari belakang.
Jantung Arum berdebar sangat kencang ketika Angga membisikan sesuatu.
"Arum, aku sangat merindukanmu. Apa aku boleh memelukmu sebentar?" bisik Angga.
Arum hanya mengangguk, dia berbalik badan dan langsung memeluk Angga erat. Rasanya sungguh nyaman. Dia ingin melakukan ini setiap hari dengan Angga. Rasanya tidak bisa lepas begitu saja karena perasaan yang hadir di dalam hati mereka masing-masing.
Tiba-tiba sesuatu dari tubuh Angga bereaksi. Tentu saja hal tersebut membuat Arum begitu terkejut.
Deg, deg, deg!
Jantung mereka berdua berdebar kencang, hingga saling bisa merasakan satu sama lain. Angga merasakan perasaan yang aneh dengan miliknya yang bangun ketika bersentuhan dengan Arum di tempat sepi seperti ini.
Keinginan untuk menyentuh lebih adik sepupu nya itu tiba-tiba timbul di hatinya. Arum yang merasa resah langsung melepaskan pelukannya.
"Kak, Angga, aku ... " belum sempat selesai berbicara tiba-tiba Angga menangkup wajahnya dan ...
Cup ...
Angga mencium bibir Arum. Bukan hanya sekedar ciuman, dia bahkan melumatt bibir mungil itu. Ar memejamkan matanya, dia yang sama sekali belum pernah berciuman tentu saja tidak bisa membalas dan hanya diam saja.
"Arum!!" seru Della dari luar kamar.
Sontak membuat Ar menjadi terkejut, lalu dia mendorong Angga begitu kuat, sehingga membuat pria itu terhuyung ke belakang dan hampir terjatuh.
Ya tuhan, apa yang telah aku lakukan!!! Teriak Angga dalam hati.
Seketika dia tersadar dan pergi keluar dari kamar Arum dengan menahan wajah yang sudah memerah.
Bersambung.
DAN TERLALU BANYAK MEMBATIN..JADI KESANNYA TERLALU BANYAK DRAMA..
MAAF YA THOR,KENAPA NAMA PERAN SELALAU SALAH?? Tadi DIAH JADI BIANCA, SEKARANG RIAN JADI STEVEN..🤦🤦🤦🙇🙇
MAMPIR THOR 🙋🙋😃