Anastasya Vallensia (19 tahun), putri dari Firdaus Vallensia dan Maryam Sihad. Ibunya sudah lama meninggal dan setelah ibunya meninggal Ayahnya menikah lagi dengan Laura vatalia yang beralih nama menjadi Laura Vallensia dan memiliki putri bernama Sabrina Vallensia (18 tahun).
Awalnya hari-harinya berjalan dengan baik, Anastasya sangat bahagia karena dia selalu bersama dengan kekasihnya Satria kusmojo (22 tahun) sampai sebuah kecelakaan mobil menimpa dirinya, bukannya hanya penglihatannya yang hilang tapi kekasihnya juga meninggalkannya dan malah berselingkuh dengan adik tirinya.
Akankah Anastasya menemukan kebahagiaannya?
Jangan lupa like dan Votenya 😊
ig:@KismiBebby
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CSGB-24
Sudah 3 hari sejak Anastasya mengamuk dan pak firdaus hari ini langsung pulang karena simbok memberitahunya tentang keadaan Anastasya.
Sementara itu Laura dan Sabrina nampak tengah menonton TV, mereka tak tahu tentang kepulangan pak firdaus karena dia sengaja tak memberitahu pada Sabrina dan Laura
Kini pak firdaus sudah berada di depan pintu rumahnya, dengan perlahan dia membuka pintu lalu dia mendengar obrolan antara Laura dan sabrina.
"Gimana keadaan si buta itu mah." Tanya Sabrina sambil memakan cemilannya.
"Mamah juga gak tahu, mau dia kaya gimana juga sih mamah mah bodo amat." Ucap Laura sambil terus memainkan handphonenya.
"Bagaimana kalau dia mati?" Tanya Sabrina.
"Iya bagus dong, kalau dia mati harta ayahnya kan jadi milik kita berdua." Ucap Laura.
"Bener banget mah. Aku gak sabar banget lihat di buta itu mati dan di kubur di dalem tanah." Jawab Sabrina senang.
"Mamah juga gak sabar sayang." Ucap Laura.
"Oh, jadi selama ini kalian mendoakan putriku mati dengan cepat agar kalian bisa mendapatkan hartaku." Ucap pak firdaus dengan nada marah. Dan hal itu membuat Laura dan juga Sabrina langsung kaget.
"Su..suamiku kenapa kamu udah pulang, bukannya kamu pulangnya Minggu depan." Ucap Laura mengalihkan pembicaraan.
"Aku mau pulang sekarang atau Minggu depan juga itu hak ku." Ucap pak firduas.
"Tapi seenggaknya kita bisa nyambut kamu." Ucap Laura.
"Jika aku tak pulang dengan sembunyi-sembunyi kaya gini, kalian bakal terus dengan leluasa menyiksa putri kandungku." Ucap pak firdaus. Lalu dia langsung berjalan menuju kamar Anastasya.
Terlihat Laura dan Sabrina berusaha menghentikannya tapi tak bisa, dan saat pak firdaus membuka pintu kamar Anastasya betapa terkejutnya saat dia melihat kamar Anastasya yang berantakan.
Lalu matanya langsung mencari keberadaan putrinya itu, dan ternyata Anastasya berada di pojok kamar sambil memeluk kedua lututnya.
Dengan penuh rasa khawatirn, pak firdaus langsung berlari menghampiri putrinya itu. "Ada apa denganmu sayang, kenapa kamu bisa menjadi seperti ini." Ucap pak firdaus sedih. Tapi tak ada respon dari Anastasya.
Lalu matanya langsung menatap ke arah Laura dan juga Sabrina. "Kalian berdua memang tidak punya hati, kalian tega menyakiti Anastasya sampai seperti ini." Ucap pak firdaus marah.
"Kami tak menyakitinya tapi dianya saja yang menyakiti dirinya sendiri." Bela Sabrina.
"Kalian tak perlu lagi mengelak, apa salah Anastasya hingga kalian tega menyakitinya sampai seperti ini." Ucap pak firdaus marah.
Dan Laura tak kuat untuk menahan emosi milinya. "Salah Anastasya adalah karena dia lahir dari rahim wanita j*lang yang selalu merebut kebahagiaanku." Ucap Laura.
"Jaga ucapanmu tentang mendiang istri ku." Bela pak firdaus dia tak terima jika istrinya di sebuta wanita j*lang.
"Untuk apa aku menjaga ucapan ku, lagi pula dia juga sudah mati. Jika bukan karena wanita j*lang itu kau pasti sudah menjadi milikku sejak dulu, tapi dia menggodamu dan merebutmu dariku." Ucap Laura.
Plakk...
Satu tamparan terdengar keras di pipi kanan Laura, dan Laura menatap tak percaya jika orang yang selama ini di cintanya berani menampar dirinya.
"Aku selama ini selalu bersabar dan berprilaku baik kepadamu Laura, tapi sekarang kesabaranku sudah habis. Dari dulu aku tak pernah mencintaimu tapi jika bukan karena pesan terakhir istriku untuk menikahi mu, aku tak sudi menikahi wanita licik sepertimu." Ucap pak firdaus marah.
Dan laura hanya bisa menutup mulutnya tak percaya. "Jadi selama ini kau..." Ucapnya sambil menggantungkan kata-katanya.
"Iya, aku tak pernah mencintaimu dan aku tak pernah menginginkan pernikahan ini. Dan mulai sekarang aku ceraikan kamu dan kamu bukanlah istriku lagi." Ucap pak firdaus.
Dan Laura hanya bisa menangis sambil memohon agar suaminya tak menceraikannya tapi keputusan pak firdaus sudah bulat.
Kemudian pak firdaus menyuruh simbok dan supirnya untuk mengusir Sabrina dan juga Laura dari rumahnya, dia sudah tak ingin melihat mereka berdua lagi.
datang pelakor baru.... siap" ditampar tasya kamu faniaaa awas sajaaaa