NovelToon NovelToon
Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Nikah Kontrak / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ridz

Prequel Story Of [SELEPAS KATA TALAK]

Menjadi istri kontrak yang harus menerima perselingkuhan suaminya tidak membuat Agnes pasrah.

Dia memilih menjadi wanita kuat dan menjadi istri kontrak yang mendominasi suaminya bukan istri yang harus ditindas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24. Bukan Suami Pilihan

Agnes kini sedang memainkan ponselnya di ruangan rawat Halim, dia duduk di sofa yang tersedia untuk pendamping pasien disana.

"Nes, kamu ngapain?" tanya Halim yang baru saja terbangun dari tidurnya.

Agnes menutup ponselnya dan berjalan ke arah Halim, menatap Halim sekilas kemudian menghembuskan napas panjang. "Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya?"

Halim mendelik, entah apa yang terjadi pada istrinya itu Halim sendiri hanya bisa menghela napas panjang. "Saya lapar."

"Yah Makan ajalah, ngapain laporan Mas," jawab Agnes menatap Halim dalam.

"Saya gak bisa sendiri," jawab Halim yang membuat Agnes tersenyum kemudian meraih sebuah piring makanan di atas meja dimana itu adalah makan siang yang sudah di siapkan oleh pihak rumah sakit. "Nih."

Agnes menyuapi Halim tapi Halim segera menjauhkan wajahnya saat sendok Agnes hendak menyentuhnya bibirnya.

"Gamau."

"Lah, kok, katanya lapar?" tanya Agnes yang membuat Halim kembali menggelengkan kepalanya.

"Bubur disini rasa air, saya mau makan yang lain," jawab Halim yang membuat Agnes menatapnya malas.

"Gini nih kalau kebanyakan bucin sama cewek matre." Agnes mengaduk bubur polos itu sesaat setelah mengucapkan kalimatnya.

"Maksud kamu, Glenda?" tanya Halim, Agnes hanya menahan tawa.

"Bukan aku yang bilang loh yah," jawab Agnes kembali menyuapi bubur itu kepada Halim. "Mas mau dengar satu cerita gak?"

"Apa?" tanya Halim tanpa sadar memakan bubur itu.

"Dulu sewaktu aku nolongin Mas Halim, aku kan gagal sidang alhasil aku ngulang semester lagi dan pas banget ayah meninggal, aku yah hidup sendiri, kerja sendiri, kadang tuh di rumah cuma ada beras segenggam dijadiin bubur polos gak ada rasa yang penting bisa makan," jawab Agnes mulai bercerita sembari menyuapi Halim. "Kalau ada garam sedikit dikasih biar ada rasa, sukur-sukur kalau bisa makan nasi, kalau gaada beras yah cuma air putih aja sambil nunggu gajian."

Mendengar cerita itu membuat Halim semakin merasa bersalah kepada Agnes, dia menundukkan kepalanya.

"Jadi Mas jangan ngeluh sama makanan, apalagi ngeluh sama Allah, kita tidur pas bangun masih bisa bernapas aja itu udah Alhamdulillah," jelas Agnes.

Halim menatap Agnes dalam. "Saya menghancurkan hidup kamu yah, kenapa kamu tidak marah ataupun balas dendam?"

"Ngapain, ini semua tuh skenario Allah, sudah ada jalannya, jadi ngapain aku menyalahi takdir dan mengeluh terhadap jalan yang sudah Allah tentukan buat aku, jauh sebelum aku di ciptakan," jawab Agnes yang membuat Halim semakin malu pada dirinya sendiri.

"Andaikan saya tahu-"

"Apa? Mas mau bilang nanti andaikan Mas tahu akhirnya aku yang ada diposisi Mbak Glenda selama ini di cintai Mas Halim? Udahlah aku maunya Mas mencintai aku karena Allah bukan karena aku malaikat penolong Mas."

Ditengah situasi mereka berdua, tiba-tiba saja sosok Glenda masuk ke dalam ruangan Halim dan langsung memeluk Halim.

Sontak Agnes terlonjak dan menyingkir sejenak dari hadapan Halim, Agnes hanya diam saja melihat Glenda.

Harusnya Glenda berada di kantor polisi tapi setelah penyelidikan kasus awal, Glenda murni hanya pemberi saran dan bukan pelaku dalam rencana pembunuhan ini.

Sehingga Glenda bisa menjamin dirinya untuk keluar dari kantor polisi sampai adanya penyelidikan lebih lanjut.

"Sayang, kamu gapapa? Aku kangen banget sama kamu, aku gak tahu bakal bisa hidup atau gak kalau gak ada kamu," ujar Glenda memeluk erat Halim.

Halim sendiri sama sekali belum mengetahui bahwa Glenda adalah bagian dari otak rencana pembunuhan ini.

Halim melepaskan pelukan Glenda kemudian mendorongnya pelan.

"Pergi kamu, saya tidak ingin melihat wajah kamu!" ujar Halim dengan nada pelan.

Glenda terdiam atas reaksi Halim kepadanya.

Assalamualaikum

Jangan Lupa Like

1
Siti Masripah
banyak typo
Mardiana
cucok jadi hadi 👍
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Mardiana
halim nih .... jangan terlambat sadar dirinya dong ... si glenda penipu 🤦
Mardiana
halim emang harus di kasih pencerahan sama Agnes biar mata hatinya terbuka 😀
Nurlaila Hasan
haliiiiim jgn lemmmmot donk
Nurlaila Hasan
mantul ceritanya, suka bangeeeet
Nurlaila Hasan
cerita awalnya bagus nih, tpi jgan alurnya jgn bnyak drama yah thor😄,,, sat set biar bacanya ga bosanin🙏🙏
Hasanah Purwokerto
Pait mana sm pas kamu sm glenda lim..? 🤣🤣🤣🤣🤣
Hasanah Purwokerto
Jahat bgt ternyata bu Sinta
Selvy Anton
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Lita Pujiastuti
saya suka kisah yg gk terlalu panjang dan berbelit-belit...
ya ky karya autor ini....
ikan patin ikan lele....sukses selalu le...😊👍
Ridz 🔹: ikan patin ikan lele
makasih udah maraton lee
total 1 replies
Lita Pujiastuti
kejebak kamu, Ca ....
Lita Pujiastuti
ceroboh....
Lita Pujiastuti
itu karya baru autor....kok nyeseg, pdhl br baca awalnya sj....😁
Lita Pujiastuti
gak pny malu ...sdh ditolak mentah², masih nekat....
Lita Pujiastuti
wahh ...kaya'y sdh mulai muncul Halim junior nih......
Lita Pujiastuti
nggoda orang itu ya lihat² lah...
klo yg digoda hatinya kuat.....tiwas malu sendiri.....
Lita Pujiastuti
skak mat
Lita Pujiastuti
lagi sakit isirahat dulu, Thor...
Lita Pujiastuti
siapa itu mantan Halim?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!