Mampukah Oregon mengalahkan naga yang sedang marah di puncak gunung berapi?
Padahal Oregon hanyalah seorang anak laki-laki berumur tujuh tahun.
Siapa sebenarnya Oregon?
Yuk ikut petualangan Oregon, yang berusaha untuk menaklukkan para naga yang terkenal sangat kuat dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Pelakunya
Di dapur istana, Oregon yang sedang mencari makanan untuk ibunya terlihat celingak-celinguk mencari keberadaan pelayan koki yang biasa melayani dirinya dan juga ibunya di kamar.
"Tuan. Tuan muda sedang mencari apa?" Tanya seorang pelayan, yang melihat keberadaan Oregon yang sedang bingung.
"Aku... Aku sedang mencari makanan. Apakah ada sesuatu yang bisa Aku makan?"
"Tuan mau makan?" tanya pelayan tersebut, dengan cara bertanya yang seperti orang yang sedang terkejut.
"Ya. Sebenarnya Aku belum makan. Begitu juga dengan ibuku."
Oregon memberitahu pada pelayan tersebut, bahwa dia ingin meminta makanan untuk dirinya sendiri dan juga untuk ibunya.
"Baiklah.. Tunggu sebentar. Aku akan memasakkan makanan untuk Tuan dan ibunya Tuan." Terang orang tersebut, yang kebetulan sedang berada di dapur sendirian.
"Duduklah di situ Tuan!"
Pelayan tersebut meminta Oregon untuk menunggui dirinya, di sebuah kursi, yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri.
Oregon tersenyum dan menganggukkan kepalanya, mengiyakan tawaran dari pelayan tersebut, kemudian berjalan menuju ke kursi yang tadi ditujukkan.
Tanpa disadari oleh Oregon, ternyata tempat duduknya itu sudah diberikan bubuk racun, yang bisa membuat dirinya lemas dan tidak berdaya. Sehingga pingsan tak sadarkan diri.
Brukkk!
Oregon terjatuh, dari tempat duduknya, dengan posisi mata terpejam. Karena pengaruh racun, yang efeknya sama seperti obat bius.
Pelayan tersebut tersenyum menyeringai, melihat keadaan Oregon yang sudah masuk ke dalam perangkap.
"Kamu pikir Kamu bisa dengan mudah mengalahkan kami. Apalagi bermimpi untuk menjadi seorang raja. Hahaha..."
Tawa pelayan tersebut langsung tak terdengar, di saat dia sadar bahwa, saat ini sedang berada di dapur umum kerajaan. Karena bisa saja, para pelayan yang lain akan melihat bagaimana aksinya ini.
Dengan cepat, dia membereskan Oregon, sehingga dapat dia bawa ke suatu tempat.
"Kamu tidak akan bisa mengalahkan ku. Apalagi jika Aku didukung oleh semua pangeran naga. Hahaha..."
Tak lama kemudian, dapur kerajaan kembali sunyi senyap, sama seperti tidak pernah ada orang yang masuk ke dalam melakukan kekacauan, atau mencelakai Oregon.
*****
Di dalam kamar, Ellie masih terus menatap ke arah naga Zeero dengan marah.
Dia tidak terima, karena naga Zeero seakan-akan memanfaatkan kesempatan, untuk bisa menyentuhnya, tanpa ijin darinya.
"Bagaimana caranya Aku bisa meminta ijin padamu Ellie? Sedangkan kondisimu saja sangat kritis. Bahkan aliran darah dalam tubuhmu, tidak lagi bisa mengalir dengan lancar ke seluruh tubuh."
Sebenarnya, di dalam hatinya Ellie sendiri tidak menyalahkan naga Zeero. Dia hanya merasa malu, jika nyatanya, naga Zeero telah menyentuhnya lagi.
Meskipun sebenarnya dia juga merasa sangat senang, karena apa yang dilakukan oleh naga Zeero, telah menyelamatkan dirinya dari sebuah kematian.
Ellie hanya tidak terima, karena naga Zeero melakukannya tanpa ijinnya, padahal dia sangat sadar bahwa, tidak mungkin naga Zeero meminta ijin kepadanya juga, karena pada saat itu, dia sedang tidak sadarkan diri.
"Hhh..."
Terdengar suara helaan nafas kasar dari mulut naga Zeero. Melihat bagaimana sikap Ellie yang masih tidak bisa memaafkannya.
"Aku harus bagaimana lagi, agar Kamu memaafkan diriku?" tanya naga Zeero, dengan nada frustasi.
Ellie masih diam saja, dan tidak mau menjawab pertanyaan tersebut.
Dan dia baru saja sadar, di saat naga Zeero mengambil gelas kosong, kemudian mengisinya dengan air putih.
Krocokkk... krocokkk...
Suara air yang keluar dari teko, kemudian di tuang ke dalam gelas, menyadarkan Ellie dari rasa marahnya.
Dia melihat sekilas ke arah naga Zeero, yang sedang meminum air putih dari gelas tersebut. Padahal, gelas itu adalah gelas yang sama, yang tadi dia gunakan untuk minum.
"Dia tidak jijik, meminum air dari gelas yang sama, yang sudah Aku gunakan untuk minum juga." Batin Ellie melihat bagaimana naga Zeero yang kembali meletakkan gelas tersebut di atas meja.
Krucuk...
Ellie terkejut dengan suara perutnya yang sedang merasa lapar.
Begitu juga dengan naga Zeero, yang ikut mendengar suara perutnya Ellie.
"Kamu lapar?" tanya naga Zeero, yang melihat Ellie dalam keadaan menunduk malu.
"Oregon," gumam Ellie menyebutkan nama anaknya, yang tadi pamit untuk pergi ke dapur kerajaan.
"Oh iya. Kenapa Oregon lama sekali?" tanya naga Zeero bingung.
"Aku akan menyusul Oregon. Tetaplah berada di kamar, dan kunci pintunya. Jangan buka pintu, jika yang datang bukan Aku ataupun Oregon sendiri."
Meskipun sebenarnya Ellie bingung dengan perkataan naga Zeero, tapi dia menganggukkan kepalanya, mengiyakan permintaan dari naga Zeero.
"Berjanjilah untuk tetap berada di dalam kamar Ellie!" teriak naga Zeero, di saat dia keluar dari dalam kamar. Kemudian segera pergi, setelah melihat Ellie mengangguk dan segera menutup pintu kamarnya.
"Kenapa naga Zeero berpesan seperti itu? Apa yang terjadi?" tanya Ellie, yang tidak tahu bagaimana keadaan kerajaan klan naga yang sebenarnya saat ini.
*****
Di suatu tempat.
Kruakkk!
Kruakkk!
Suara memekakkan telinga siapa saja yang mendengarnya, membuat dinding-dinding sekitarnya ikut bergetar.
Padahal itu adalah suara seekor naga yang masih sangat muda. Belum punya kemampuan apa-apa, di bandingkan dengan naga yang ada di luar tempat tersebut.
"Ternyata, kekuatannya jika sedang berubah wujud sangat kuat juga. Dia tidak bisa diremehkan begitu saja, sama seperti saat dia menjadi manusia biasa."
"Benar Kakak. Aku juga tidak menyangka jika dia bisa berubah secepat itu."
"Tapi kenapa kemarin-kemarin dia tidak bisa langsung berubah? Apa itu adalah taktik yang dia miliki untuk mengecoh kita?"
"Aku juga tidak tahu. Tapi sebaiknya kita harus segera meninggalkan tempat ini. Aku tidak mau jika ada naga atau orang lain, yang melihat keberadaan kita di sini."
"Iya Kakak. Sebaiknya kita memang harus segera pergi dari sini."
Keplak... keplak...
Suara kepakan sayap naga yang sangat besar, terdengar mengitari tempat tersebut beberapa kali, baru kemudian terbang tinggi. Menjauh dari tempat tersebut.
Sedangkan di dalam sana, seekor naga baru saja sadar dari pingsannya. Kemudian berusahalah untuk bisa membebaskan diri. Bahkan dia juga sudah merubah wujudnya, untuk mendapatkan kekuatannya.
Tapi ternyata semua yang dia lakukan sia-sia. Kekuatannya tidak sebanding dengan rantai naga yang sangat kuat mengikat kedua kakinya secara berbeda.
Jadi, meskipun kakinya itu dalam keadaan terikat, dia masih bisa berjalan ke sana ke mari, tapi dalam keadaan yang tentunya tidak sebebas biasanya.
"Siapa yang berani melakukan semua ini padaku?" gumam naga muda tersebut, setelah lelah melakukan usahanya untuk bisa membebaskan diri.
Dia tidak bisa mengingat apapun, yang terjadi pada dirinya tadi. Karena begitu dia membuka matanya, dia sudah ada di dalam ruangan yang sangat besar, dengan dinding-dinding batu yang tentu saja sangat keras ini.
Apalagi, kedua kakinya juga terikat dengan sebuah rantai naga. Dan dia juga tahu jika, rantai tersebut bukan rantai sembarangan.
kalo tetua itu kerjaannya apa aja....
hubungannya dgn oregon apa. ???
bukannya se EKOR THOR????
kalau gak ada...bakalan bikin bosen