Alex patah hati karena wanita yang ia incar ternyata lebih memilih rival bisnisnya. Membuat pria ini putus asa dan memilih melampiaskan kesedihannya dengan minum minuman keras.
Dalam keadaan terpuruk, tak sengaja Alex bertemu dengan seorang gadis yang sangat mirip dengan wanita yang ia sukai.
Sayangnya kesalahpahaman sering terjadi di antara mereka. Meski begitu, tak dipungkiri bahwa Alex sebenarnya juga menyukai gadis itu.
Akankah Alex mampu merebut hati si gadis penolong? Ataukah malah menghindarinya gara-gara gadis itu berwajah mirip dengan wanita yang dia suka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Vs Kelicikan
Jangan tertipu oleh sebuah cerita! Tanpa mencari tahu kebenarannya. Orang tuamu tidak mati karena sebuah kecelakaan, tetapi karena sebuah rencana pembunuh yang sangat keji. Jika tidak percaya, tanyakan pada orang yang membesarkanmu!
Tulis seseorang dalam pesan yang ia tulis di dalam kertas berwarna putih itu.
Alex meremas kasar kertas itu. Bersumpah akan membumihanguskan orang yang berani menyakiti kedua orang tuanya, bahkan sampai membuat mereka mati.
Alex tak terima, sangat tidak terima. Penasaran dengan kebenaran tentang surat itu, Alex kembali membongkar kardus itu, hingga ia menemukan sebuah flashdisk.
Tak menunggu waktu lagi, Alex pun segera mencari apa yang tersimpan di dalam flashdisk tersebut.
Tak berapa lama, apa yang ada yang tersimpan di dalam flashdisk itu pun menyela dan menunjukkan sebuah rekaman yang kembali membuat Alex tercengang.
(Aku mohon, Kak Asri... beri kami waktu) ucap seorang perempuan yang Alex tahu, itu adalah ibu kandungnya.
(Tidak, aku mau kalian kembalikan semuanya, sekarang! Jika tidak, jangan panggil aku Asri!) jawab lawan bicara perempuan muda itu. Yang Alex ketahui itu adalah Oma Asri.
(Ayolah, Kak... beri kami waktu. Pasti kami akan mengembalikan uang Kakak) saut seorang pria, ayah Alex.
(Aku tidak mau menerima alasan apapun, kembalikan uangku besok. Jika tidak, maka nyawa kalian taruhannya) ucap Oma Asri.
Rekaman video berakhir. Alex menatap marah pada laptopnya. Tanpa banyak bicara, pria ini pun langsung mengemasi bukti-bukti yang dia punya. Dan berniat meminta penjelasan pada Oma Asri.
"Jadi selama ini wanita tua itu berbohong padaku? Jadi aku bukan cucu kandungnya? aku sengaja dia besarkan agar kejahatannya tidak terbaca? dasar wanita tua jahat, lihat saja kamu. Kamu harus mempertanggung jawabkan atas apa yang telah kamu perbuat, lihat saja nanti!" ancam Alex marah.
Tak menunggu waktu lagi, Alex pun memutuskan untuk pulang dan berniat meminta penjelasan atas apa yang ia pegang kepada Oma Asri.
***
Di sisi lain, Erika terseyum senang. Karena permainannya berhasil dengan sempurna.
Dari dalam mobil, Erika melihat sang target keluar dari area sembari menenteng tas yang berisi barang bukti yang telah ia kirimkan.
Erika tahu, jika Alex saat ini pasti sedang di kepung rasa marah. Dan ini sangat membanggakan untuk seorang Erika, karena misi balas dendamnnya akan segera menjadi kenyataan.
"Selamat datang di dunia gelap bodoh! aku akan menghancurkan hati ibumu, sama seperti dia menghancurkan harga diriku!" ucap Erika marah.
Tak ingin kehilangan tontonan menyenangkan, Erika pun mengikuti mobil Alex.
Betapa senangnya Erika saat tahu bahwa mobil Alex pulang ke rumah kakak kandungnya. Erika sudah bisa membaca bahwa Alex pasti akan menghujat kakaknya dan meminta wanita itu mempertanggung jawabkan perbuatan seperti yang dia ucapkan di dalam rekaman video tersebut.
Erika memang punya otak yang sangat licik. Sebelum ia menyerahkan apa yang harus ia berikan pada Alex, terlebih dahulu dia menyuruh orang kepercayaannya untuk bekerja di rumah Oma Asri. Agar dia bisa mendapatkan info apapun yang terjadi di rumah itu.
"Minah, Siap-siap pasang alat penyadap. Aku ingin melihat pertengkaran mereka!" pinta Erika pada orang yang telah ia suruh stay di dalam rumah itu.
"Baik, Nyonya. Semua sudah aman terkendali!" jawab gadis muda komplotan Erika.
"Bagus! ingat, aku tidak mau tahu, aku tidak mau ketinggalan sepatah katapun percakapan mereka. Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan kan?" tanya Erika.
"Siap, Nyonya. Semua sudah saya persiapkan!" jawab Minah sembari memerhatikan sekeliling.
"Bagus, lakukan tugasmu dengan baik, maka aku akan memberimu hadiah tambahan!" ucap Erika lagi.
"Siap, Nyonya. Laksanakan!" jawab Minah lagi, kemudian percakapan pun berakhir. Dan Minah sendiri langsung menjalankan tugasnya agar orang yang menyewa jasanya tidak kecewa.
***
Di lain pihak, Emma masih merapikan semua bukti-bukti itu dan memasukkannya kembali ke dalam kotak penyimpanan itu.
Emma berharap suatu hari nanti bisa menunjukkan apa yang baru saja ia lihat kepada Alex. Agar Alex paham bagaimana kedua orang tuanya meninggal. Bukan hanya itu, Emma juga berharap tidak akan ada kesalahan pahaman antara Oma Asri dengan Alex. Meskipun nanti sanggup pemfitnah hadir di antara mereka.
Bersambung..
kog malah muncul masalah baru,...
lanjut crazy up gtu kak😊