Adeeba Putri Emril gadis berusia 16 tahun yang tak pernah dianggap oleh sang ayah, beruntung ia memiliki seorang ibu dan adik laki yang menyayanginya.
Apa yang terjadi setelah sang ibu meninggal dan apakah ia menemukan Kebahagiaannya sendiri?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mutia al khairat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Carlos tak ingin membuang waktu ia segera memerintahkan anak buahnya untuk menangkap musuh yang bersembunyi.
Tak lama terdengar suara tembakan antara dua sisi.
dor dor dor
" Cepat tangkap mereka jangan biarkan ada yang lolos kita harus menangkap tanpa tersisa" teriak Carlos.
" Baik bos" seru anak buah Carlos.
' Sial mereka berhasil menemukan kita, kalian halangi mereka jangan sampai menemukan tempat ini" seru bos, anak buah menghalangi Carlos yang menuju lokasi tempat bos mereka.
Tak membutuhkan waktu yang lama Carlos dan lainnya berhasil menangkap mereka dan membawa mereka ke markas.
" Kalian urus mereka jangan sampai kabur terserah kalian berbuat apa aku harus ke tempat tuan besar" kata Carlos, menuju kamar dan bersiap ke tempat tuan Hakim.
Anak buah Carlos memberi mereka pelajaran dan sampai tewas, matat mereka di lempar kolam dimana buaya peliharaan Carlos berada.
Carlos pamit pada anak buahnya karena harus ke tempat tuan Hakim dan tidak lupa mengingat mereka untuk menjaga markas, Carlos pergi bersama asistennya.
Adeeba dan lainnya sedang sibuk menjalani perkuliahan yang disampaikan oleh dosen, walau banyak mahasiswa yang berbicara tak menghilangkan konsentrasinya.
" Mereka itu mau belajar atau bergosip" bisik Dita, Adeeba hanya senyum.
Karena Afril dan kedua temannya diskors mereka di sibukan dengan toko pakaian milik Afril.
" Afril, kak Adeeba tak marah kalau kita di diskors? " Ali.
" Aku sudah menceritakan semuanya dan kak Adeeba marah sedikit" kata Afril, diangguk oleh lainnya.
" Padahal ini bukan salah kita ini salah anak itu lihat nanti jika disekolah aku takkan memberi ampunan jika masih menanggu" seru Ali, dengan kesal.
Sedangkan Rofdolf dan keluarga barunya merasa bahagia karena tak ada Adeeba dan Afril yang menanggu.
" Mami aku ada kabar terbaru" kata Siska, mereka duduk di ruang tengah.
" Apa? " Mia. Siska menceritakan kejadian yang dialami Afril dan mendapat diskors.
" Baguslah anak itu harus mendapat pelajaran, daddy tak mengkhawatirkannya? " Mia, senyum pura-pura.
" Untuk apa aku mengurus anak tak tahu diri itu dia sudah keluar dari rumah ini dan bukan urusanku lagi diakan ada anak wanita sialan itu" kata Rofdolf, Mia dan Siska merasa bahagia Rofdolf semakin tak peduli pada Afril dan Adeeba.
" Mom, dadd aku pergi dulu" kata Saka.
" Kamu mau kemana, Saka" seru Rofdolf, menatap tajam ke arah putranya.
" Aku ada janji sama teman, dah aku pergi dulu" kata Saka, pamit pada orangtuanya.
" Hati-hati di jalan" seru Mia, Saka menanggukan kepalanya dan mengambil kunci motor di meja.
" Anak itusering keluar sampai malam mau jadi apa dia, Mia nasehati dia jangan bermain terus" kata Rifdolf, diangguk oleh Mia. Rofdolf pergi ke ruang kerja menyelesaikan pekerjaannya.
Saka tiba di jalanan ternyata di sana sudah banyak anak muda berkumpul.
" Saka akhirnya kamu datang lihat Miko sudah menunggu untuk menantangmu" kata Zio, teman Saka di arena.
" Kali ini dia akan kembali kalah dan imbalannya apa? " Saka.
" Uang 100 juta" kata Zio, Saka tersenyum dia takkan membiarkan Miko kalah.
Miko tersenyum sinis terhadap Saka kemudian mereka bersiap untuk balapan.
" Saka kali ini aku akan menang dan uang itu menjadi miliku" Miko, tersenyum sinis.
" Kita lihat saja nanti jika kamu kalah jangan sampai menangis" kata Saka, senyum.
Taklama gadis muda meniup terompet tanda balapan di mulai.
Saka dan Miko bersiap menghidupan motornya dan.
Mereka saling kejar mengejar tak ada yang saling mengalah para penonton bertepuk tangan.
Prok prok prok.