Slow update..
Athifah Farihan cantik dan periang, dua kata yang pertama kali orang lihat dari gadis tersebut, terlahir dari keluarga sederhana, membuatnya harus putus sekolah dan membantu perekonomian keluarga demi kedua orang tuanya
Muhamad Ahnaf Baqir tampan dan shalih, berasal dari keluarga yang cukup berada tak membuatnya sombong, di tambah dirinya sebagai lulusan salah satu pesantren membuatnya tidak pernah membedakan orang dari derajatnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flasback
Thifah menjerit saat Chandra mendaratkan tinjuan tepat di samping wajahnya, air matanya satu persatu menetes, tubuhnya gemetar ketakutan
Saat Chandra kembali mendekat kan wajahnya, Thifah mendorong dengan sekuat tenaga tubuh laki laki itu hingga jatuh terjungkal ke belakang. Melihat Chandra jatuh Thifah segera bangkit, dia berlari menuju ke kamar tapi langkahnya kalah cepat oleh Chandra yang secepat kilat sudah menyambar pergelangan kaki Thifah hingga terjatuh dengan kepala terbentur ujung meja membuat darah segar mengalir dari dahinya
Thifah linglung, dia meringis sambil memegangi kepalanya pandangannya mulai kabur, tapi dia masih berusaha untuk melepaskan diri dari laki laki jahat yang kini sudah berdiri di hadapannya sambil bertolak pinggang dengan senyum iblisnya
"Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa la fis samaa'i wahuwas sami'ul alim." Thifah berdoa dalam hati memohon perlindungan pada sang Khaliq
Saat dia masih berusaha bangkit Chandra menarik kerudung yang di kenakan Thifah dan membuangnya ke sembarang arah
"Astagfirullahhaladzim" jerit Thifah sambil membenarkan rambutnya yang sudah tergerai begitu saja
"Hahaha ternyata kamu memang sangat canti, pantas si brengsek Ahnaf tergila gila sama kamu" tawa Chandra menggelegar
"Kamu siapa? Apa yang kamu lakukan disini" Sezha muncul dari belakang Chandra, menatap laki laki itu tajam
"Thifah kamu gak papa? Pergi kamu atau saya panggil security" bentak Sezha dengan tangan menunjuk ke arah pintu
Tadi saat dia di apartemennya teringat kalo ponsel nya tertinggal di apartemen Thifah maka ia memutuskan untuk mengambilnya sebelum suaminya menghubunginya nanti, tapi saat sampai di depan apartemen Thifah ia heran kenapa pinti tidak tertutup rapat, saat dia masuk ia melihat Thifah sedang duduk dengan darah mengucur dari keningnya dan wajahnya pucat pasi
"Silahkan panggil, tapi jangan harap kalian selamat, aku saranin lebih baik kamu pergi dan tidak ikut campur kalo masih sayang dengan nyawamu" ancam Chandra pada Sezha
Sezha tidak takut akan ancaman Chandra dia malah mendekat dan memegangi tangan Chandra erat
"Apa yang kamu lakukan," Chandra menepis tangan Sezha tapi tidak berhasil lepas
"Thifah masuk ke kamar, kunci pintunya dan segera hubungi mas Ahnaf" ucap Sezha cepat
"Tapi mbak... "
"Cepat dek, jangan pikirin mbak, mbak akan baik baik saja"
Tanpa berpikir dua kali Thifah lari ke dalam kamarnya dan mengambil ponselnya, sambil berdiri di belakang pintu menahan supaya orang itu tidak masuk
"Assalamualaikum mas cepat pulang, adek takut... "
"Waalaikum salam adek kenapa? Ada apa?" Naf mulai panik
"Thifah buka pintunya atau aku dobrak" teriak orang di balik pintu sambil terus menggedor pintu, setelah ia lepas dari cengkraman tangan Sezha dan mendorong nya hingga jatuh ke lantai
"Dek suara apa itu? Ada siapa di rumah?"
"Mas, cepat pulang adek mohon..... "
Brakk
Pintu berhasil di dobrak bersamaan dengan ponsel Thifah yang jatuh berserakan ke lantai, Thifah kembali tersungkur ke lantai
Dia bangkit meraih apa saja yang berada di sekitarnya untuk ia jadikan senjata melawan laku laki laki jahat tersebut, Thifah melempar pas bunga tepat mengenai bahu Chandra. Mendapat lemparan yang lumayan menyakitkan amarah Chandra semakin memuncak dia menjambak rambut Thifah dan menampar pipinya sampai darah keluar dari sudut bibir mungil Thifah. Thifah terlempar jatuh di tempat tidur
Thifah menangis dan menjerit keras dari luar kamar Sezha mendengar teriakan Thifah dia ikut menagis tapi tidak dapat berbuat apa apa karena saat ini ia sendiri tengah kesakitan di perut nya
Melihat Thifah jatuh terlentang di tempat tidur, darah laki laki Chandra mulai mendidih, dia mencengkram kuat dagu Thifah. Thifah meringis tapi dia masih kuat membalas tamparan Chandra tepat di pipinya. Chandra semakin geram dia merobek paksa baju Thifah hingga bahu Thifah mulai terlihat
"Ya Allah tolong selamatkanlah hamba yang lemah ini, mas cepat lah datang" batin Thifah menjerit
Thifah menendang perut Chandra saat melihat laki laki itu mulai mendekati dirinya lagi, Chandra mundur beberapa langkah dia mulai geram melihat gadis yang sangat sulit ia taklukan itu, sebelum Chandra kembali ke hadapan Thifah, dia sudah berlari ke sudut kamar duduk memeluk lutut dengan bibir yang tidak henti hentinya berdoa