Demi membalaskan dendam sahabatnya, Axela rela merubah penampilannya menjadi wanita culun yang sangat jelek. Menggunakan kaca mata tebal dan tompel di pipinya. Rencana yang ia susun berjalan dengan lancar awalnya. Namum, ketika semua hampir berhasil tiba-tiba identitas aslinya ketahuan. Semua orang tahu kalau dia bukan Alsha yang asli. Melainkan Axela.
Apa selanjutnya yang akan dilakukan Axela? Akankah ia berhasil membalaskan sakit hati Alsha terhadap semua orang yang pernah menyakitinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kisah Lalu Part. 2
Seperti apa yang dikatakan Deon. Setelah beberapa menit menunggu dan Alsha tidak juga keluar. Pria itu memutuskan masuk ke kamar untuk memeriksa ke dalam. Pemandangan yang menggoda kini terpampang di depan mata.
Alsha berbaring di atas ranjang dengan tubuh tidak karuan. Kancing kemejanya terbuka semua hingga benar memamerkan tubuhnya yang berkulit kecokelatan.
Deon meletakkan camera yang sudah aktif di meja dan mengarahkan camera itu ke ranjang. Aksinya di mulai ketika baju yang ia kenakan di buka.
"Deon, apa yang terjadi? Kenapa tubuhku seperti ini!" Alsha berusaha mengembalikan kesadarannya. Sayangnya ada Deon di sana membuat tubuhnya menjadi semakin aneh.
"Kau baik-baik saja?" Walau sudah jelas-jelas dialah penyebab semua masalah ini. Tetapi, di depan camera Deon bersikap seolah dia pria baik.
"Deon ...." Alsha menarik tubuh Deon dan memaksa pria itu agar mau menciumnya. Deon tersenyum puas karena rencananya berhasil sebelum akhirnya ia melakukan tahap yang lebih jauh lagi.
Pagi harinya Deon terbangun saat mendengar suara tangisan Alsha. Pria itu duduk dan memandang Alsha dengan alis saling bertaut. Dari punggung wanita itu saja sudah terlihat berapa banyak jejak kepemilikan yang diberikan Deon tadi malam.
"Alsha ...."
"Kenapa kau jahat, Deon? Kenapa kau tega melakukan semua ini? Kita sudah putus," ucap Alsha.
"Maafkan aku ya. Aku sama sekali tidak tahu kenapa ini semua bisa terjadi. Aku juga tidak sadar. Sepertinya ada yang ingin menjebak kita," ujar Deon dengan wajah sungguh-sungguh. "Alsha ... maafkan aku ya?"
"Bagaimana kalau aku hamil?"
"Aku akan bertanggung jawab," ucap Deon lagi. "Semua akan baik-baik saja. Oke?"
Alsha memandang wajah Deon dan menghapus air matanya. "Kalau begitu kita tidak jadi putus?"
"Terserah kau saja. Aku tidak mau kau bersedih," bujuk Deon agar selamanya ia dipandang sebagai pria baik.
Alsha masuk ke dalam pelukan Deon. Wanita itu sudah tidak menangis lagi karena ternyata ia baru sadar kalau Deon adalah pria yang bertanggung jawab.
Sayangnya semua tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan Alsha. Setiap kali Deon menginginkan untuk berhubungan dengan Alsha dan Alsha menolak. Pria itu menggunakan video malam pertama mereka sebagai ancaman. Alsha yang memang wanita polos dan penakut hanya bisa menurut saja. Walau sebenarnya dia tidak rela menjadi budak nafsu seorang Deon.
Hingga pada suatu hari, Alsha ingin mendatangi Deon untuk mengatakan kalau dia hamil. Detik itu ternyata Deon sudah membayar dua pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa Alsha. Ia takut Alsha akan muncul di publik dan membuat karirnya hancur.
Deon yang berpikiran kalau Alsha telah tewas pada malam itu berpesta di sebuah cafe. Betapa terkejutnya dia ketika beberapa hari kemudian ia iseng menelepon nomor Alsha dan masih ada yang angkat telepon tersebut. Deon merasa marah karena anak buahnya gagal membunuh Alsha. Lalu, dia meminta dua pria yang sama itu untuk membunuh Alsha lagi.
...***...
Deon tersadar dari lamunannya ketika ponselnya berdering. Pria itu mengeryitkan dahinya ketika nomor itu berasal dari nomor dua pria yang kini di tahan oleh Due.
"Aku tidak tahu siapa mereka. Tetapi sepertinya mereka ada di pihak Alsha," umpat Deon. Ia melempar ponselnya begitu saja sebelum berjalan ke jendela.
Malam itu Deon mengikuti dua pembunuh bayaran untuk memastikan apakah kali ini mereka berhasil. Sungguh siap ketika dia ada di sana, kejadian tidak terduga terjadi. Sosok wanita yang selama ini ia pandang lemah kini bertingkah seperti wanita jagoan. Bahkan yang lebih mengejudkan lagi, ketika Axela berteriak dan berkata kalau dia hidup kembali dan berubah menjadi wanita kuat.
Di sana Deon berpikir dua kali untuk menghabisi nyawa seorang Alsha. Ia takut jika nanti Alsha tahu kalau yang menyuruh dua pembunuh bayaran itu adalah dia. Maka dari itu, kini Deon mati-matian mencari cara agar Alsha mau tinggal di rumahnya. Dengan begitu, dia bisa mengawasi setiap gerak gerik Alsha agar rahasia yang ia simpan selama ini tidak terbongkar.
"Alsha ... kenapa Alsha yang sekarang menjadi jauh lebih menarik. Sepertinya aku harus mengurungkan niatku untuk menghabisi nyawanya. Alsha yang sekarang jauh lebih hebat dari Alsha yang dulu. Sepertinya tidak lama lagi seluruh harta keluarga Andra akan kembali ke tangan Alsha. Dengan begitu, Youra dan juga yang Nyonya Nasa akan keluar dari rumah itu," gumam Deon di dalam hati.
Pria itu pergi menuju ke kamar mandi untuk berendam sebelum akhirnya ia tidur untuk istirahat.
Surprise
Kapan ?
Dimana?