NovelToon NovelToon
GARA-GARA 3 MILLIAR

GARA-GARA 3 MILLIAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Gadis itu dijadikan jaminan oleh ayahnya. Bukan sekali dua kali saja. Tapi terlalu sering, bahkan ia hampir kehilangan nyawa. Namun tidak ada kebencian yang terlihat. Membuat Qret, sang ketua gengster penasaran. Terbuat dari apa hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Pembubaran

Hari ini aku benar-benar tegang. Sejak semalam tidak bisa memejamkan mata. Untuk makan dan minum pun rasanya tidak berselera. Sejak tadi, entah sudah berapa kali aku bolak-balik di ruang kerja.

Hari ini adalah waktu untuk memberikan keputusan untuk lama. Rudi, Jack dan teman-teman di rules.

Ini tidak mudah untukku. Melepas orang-orang yang sudah begitu loyal bekerja keras padaku. Tetapi, akupun tidak bisa mengingkari, kalau hatiku memberontak untuk mengakhiri segala bisnis di dunia hitam ini.

Bukan aku ingin sok suci atau berlebihan. Tetapi, aku tidak sanggup bisa Allah memanggil dalam keadaan berlumuran dosa.

Tak lama, terdengar suara pintu diketuk. Pembantu mengatakan kedatangan orang-orang yang sudah kutunggu. Ada paman Rudi, Jack, beberapa orang perwakilan rules, dan tentunya Deni.

"Apa kabarmu, Qret?" tanya paman Rudi. Ia berusaha bersikap biasa meski di kedua matanya terlihat betul paman sedang resah.

Ahhhh paman, maafkan aku ... hanya itu yang bisa kulakukan saat ini. Andai Paman tahu, akupun ingin memberikan yang terbaik untuknya.

"Deni, duduklah!" aku mengajak lelaki yang sudah lama menjadi tangan kananku itu untuk duduk bersama. Toh, ia sudah tidak bekerja denganku lagi. Kedudukan kamu sudah sama.

"Biar saya berdiri saja. Mungkin ada ini terakhir kalinya saya berdiri sambil menemani anda," ucap Deni.

Sedih sekali rasanya. Tetapi aku tidak bisa memaksakan kehendak padanya. Deni sudah dewasa, ia berhak menentukan pilihan.

"Baiklah, sebelumnya aku mengucapkan terima kasih pada kalian semua, sudah membantuku hingga sampai ke titik ini.

Kalian harus tahu, bagiku, kalian semua, terutama paman Rudi, Jack dan Deni adalah orang-orang yang sangat berarti di hidupku.

Andai, yang dihadapkan padaku bukan bertentangan dengan apa yang ditetapkan Allah. Aku lebih memilih terus bersama dengan kalian.

Meski begitu, aku masih tetap berharap agar kita bisa bersama selalu. Hari ini, esok dan seterusnya." aku mulai menjelaskan.

"Paman, Jack, Deni, teman-teman ... maafkan aku. Mulai sekarang, aku membubarkan kembali rules, menutup bar dan diskotik untuk selama-lamanya!" ucapku, tegas. Meskipun berat sekali rasanya, tetapi aku berusaha untuk mengikhlaskan.

Tidak semua orang beruntung mendapatkan hidayah ....

"Kau serius, Qret?" tanya Jack.

"Iya Jack." aku menganggukkan kepala dengan mantab.

"Baiklah kalau begitu. Berarti urusan kita selesai. Terimakasih untuk bayaran terakhir yang cukup besar, Qret. Aku pamit!" Jack bangkit dari duduknya, diikuti anggota geng rules. "Semoga kau bahagia dengan pilihanmu!" Jack langsung pergi bersama rules.

"Saya juga pamit!" Deni menundukkan kepalanya ke hadapanku.

"Deni," panggilku.

"Semoga anda bahagia selalu tuan Qret!" ia memberikan penghormatan terakhir.

"Paman, tolong jangan tinggalkan aku!" kali ini, sebelum paman pergi, aku langsung berlutut di hadapannya.

"Qret, kau harus janji padaku, akan baik-baik saja." paman Rudi memelukku.

"Paman, tolong jangan," aku mulai menangis. "Aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ayah sebelumnya.. tetapi sejak ada paman, rasanya sudah lebih dari cukup. Tolong paman, jangan pergi!"

"Kau tetap putraku!"

Paman Rudi pergi meninggalkan ku seorang diri. Sungguh, hijrah ini sangatlah berat, apakah aku akan mampu?

Semua orang yang paling berjasa di hidupku telah pergi. Lalu sekarang aku harus bagaimana?

***

"Ingat mas Qret harus Istiqomah!" begitu pesan Heri saat ku ceritakan bagaimana sedihnya aku kehilangan orang-orang yang sangat berarti di hidupku. Mereka adalah puzzle pelengkap hidupku.

"Apa aku menyerah saja?" tanyaku.

"Menyerah bagaimana, mas?"

"Kembali bersama mereka,"

"Astagfirullah, jangan mas. Allah sudah memilih mas di jalan hijrah ini. Jangan sia-siakan hijrah mas. Betapa banyak orang-orang yang menginginkannya, tetapi tidak semua bisa mendapatkan."

"Aku tidak tahu bisa atau tidak,"

"Jangan mengeluh, mas. Pasrah sama Allah. Kalau ada apa-apa, minta tolong sama Allah. Teman-teman mas Qret tidak akan bisa menolong di akhirat nanti!"

"Tapi merekalah yang membuatku seperti sekarang. Kalau tidak ada mereka, mungkin aku sudah tidak ada,"

"Astagfirullah mas, bukan karena mereka tapi karena Allah. Mas, yang punya semua ini Allah. Semua yang terjadi pada kita adalah karena kehendak Allah. Jangan lupakan itu, mas!"

Aku menghempaskan tubuh di atas sofa, menutup wajah dengan kedua telapak tangan. Mengapa, begini sulit? Banyak sekali rintangan yang harus ku hadapi. Sungguh, tidak mudah bagiku berperang dengan batin sendiri.

***

Lembar demi lembar catatan tentang bar milikku dari awal dibuka hingga akhir kembali ku buka. Ada banyak goresan tanganku di sana. Berisi cerita bagaimana usaha ini juga buka. Penuh perjuangan.

Bermodal nekat, aku mengumpulkan uang dari hasil bekerja keras serabutan. Karena keterbatasan, aku sampai ikut terlibat dalam pembangunan. Melepoh sendiri batu bata, ikut ngecat, dan mendekor tiap ruangan hingga bangunan tiga lantai itu selesai.

Di awal buka, bar milikku sepi. Nyaris bangkrut karena anggota rules hampir tiap malam datang berbondong-bondong untuk minum-minum gratis.

Untung ada paman Rudi, entah apa strategi yang ia gunakan saat itu hingga anak-anak rules tidak berani lagi datang. Kalaupun mau minum mereka membayar, hingga perlahan, aku mulai bisa menggaji karyawan. Merekrut Deni dan anak buah lainnya. Sejak itu aku, paman Deni dan Riana tidak lagi ikut terlibat, kami bekerja di balik meja.

Sungguh perjuangan yang tidak mudah. Seorang owner harus turun tangan langsung. Aku sampai menyingkirkan rasa malu itu.

Tanganku terhenti pada lembar berisi tempelan foto. Ada banyak gambar hasil jepretan tanganku di sana. Sengaja kuabadadikan momen-momen yang sangat bersejarah menurutku agar nanti dapat ku kenang.

Kini aku mengambil sebuah foto, tampak di sana ada paman Rudi, Riana, Deni dan anak buahku yang lain. Mereka tersenyum ke arah kamera. Foto ini diambil di bulan keenam setelah bar beroperasi. Titik di mana usahaku mulai bangkit setelah aku menghabiskan banyak dana sebab ternyata untuk membangun usaha butuh bekingan dana dan saat itu aku tidak punya. Menatap senyuman mereka, akupun ikut tersenyum.

Lalu beralih ke foto yang kedua, ada gambarkan sendiri tersenyum bangga memamerkan mesin judi pertama milikku. Mesin ini yang menjadi penghasil pundi-pundi terbanyak untukku. Mesin pertama yang akhirnya menghadirkan mesin-mesin berikutnya.

Tiba-tiba teringat, entah sudah berapa banyak dosa yang tercipta dari mesin ini. Berimbas pada dosa-dosa lainnya yang tidak kalah besarnya.

Ya Tuhan, aku tidak ingin kembali dalam keadaan penuh dosa, kemudian dibangkitkan kembali dalam kondisi penuh penyesalan sebab hari-hariku diisi dengan maksiat. Astagfirullah.

Satu-persatu air mata mulai menetes membasahi netraku. Aku sudah mantab untuk hijrah. Benar kata Heri, begitu banyak orang-orang baik tetapi tidak mendapatkan kesempatan sepertiku. Kini, diusia menginjak tiga puluh tahun, kuputuskan kembali padaNya.

Catatan itu mulai ku bakar, lembar demi lembar mulai hangus dimakan oleh api hingga tidak ada lagi yang tersisa. Mulai sekarang, aku akan menata ulang segalanya. Memulai kembali semuanya dari nol

1
Surtinah ana
maa syaa allah sukaaa sekali baca ceritanya, banyak pesan penting juga didalamnya 😍😍 loveee bangett..
Rere Nuraeni
smangat bang den
Rere Nuraeni
lanjut
Rere Nuraeni
bang kalian unyu
Rere Nuraeni
rumit bang cinta
Rere Nuraeni
uhhhhh😭
Rere Nuraeni
smangat bang
Rere Nuraeni
uhhhhhh sabar bang
Rere Nuraeni
,smngat bang
Rere Nuraeni
swiiitttt bang kalian 👍
Rere Nuraeni
lanjut
Rere Nuraeni
lov lov vvvvvvv😘
Rere Nuraeni
lanjut
Rere Nuraeni
lanjutkan
Rere Nuraeni
duh bang jimmmmm
Rere Nuraeni
👍unyu kalian bang
Rere Nuraeni
👍
Rere Nuraeni
😭😭👍👍
Rere Nuraeni
lov love deh
Rere Nuraeni
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!