Nadia adalah seorang wanita berstatus ibu, suaminya bernama bisma , meninggal akibat kecelakaan kerja 3 tahun yang lalu saat putrinya yang bernama vega berusia 2 tahun. kehidupan sehari hari nadia dan anaknya setelah sang suami meninggal di tanggung oleh kakak ipar bernama yamka. istri yamka meninggal usai melahirkan secara prematur, dan karena yamka bekerja, anak anak yamka di asuh oleh nadia.
untuk menghindari fitnah, keluarga sepakat menikahkan nadia dan yamka.
" aku hanya mencintai istriku, jadi jangan berharap lebih dari pernikahan ini". ucap yamka tepat setelah sah menikah.
mampukan mereka mempertahankan rumah tangga yang berdiri tanpa cinta?, apakah cinta bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu??
"MENIKAH DENGAN MAS IPAR" ,mohon follow, like dan komen. selamat membaca dan... Terimakasih🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTEMUAN 2
#Pikiran kamu bisa jadi senjata terkuat… atau justru musuh terbesar dalam perjalanan hidupmu#
Hari ini Lala meminta ijin pada Nadia untuk membawa adik adik nya ke wahana permainan. Lala, Vega dan Putra mengendarai mobil Raka setelah mendapatkan ijin dari Nadia.
Hari ini hari minggu, warung di tutup untuk memberi kesempatan pada semua karyawannya beristirahat atau pulang ke rumah masing2.
Tepat pukul 10 pagi, Nadia sudah selesai memasak dan bersih beraih rumah. Dan seperti biasa, setelah selesai melakukan aktifitas, nadia duduk bersantai di teras belakang sambil memandangi hamparan perkebunan sayur milik penduduk yang ada di belakang rumah.
Tiba tiba... Terdengar suara mobil berhenti tepat di depan warungnya, Nadia berpikir mungkin ada orang parkir sementara, mengingat rumah sekaligus warungnya, terletak di pinggir jalan raya.
Tok tok...
"ha?? Siapa??" gumam nadia.
Tok tok...
Nadia berdiri dati duduknya, lalu berdiri untuk membuka pintu.
Deg!!!! Pintu terbuka. Dua pasang mata saling menatap. Dan dua pasang kaki sama sama gemetar.
"Mas Yamka...." Nadia terpaku... Melihat mantan suaminya, ups... Masih suami ya guys... berdiri tepat di hadapannya.
Yamka berdiri tanpa berucap apapun, setiap kalimat yang sudah dia rancang seketika hilang dari ingatan...
Sedetik dua detik bahkan lima menit berlalu... Mereka berdua masih sama sama terpaku dalam keheningan... Hingga akhirnya Nadia bisa menguasai keterkejutannya saat mendengar suara klakson mobil yang berjalan di jalan raya depan rumahnya.
"emmm masuk mas." Nadia mempersilahkan Yamka masuk rumah, meski tubuhnya gemetar.
"maaf mas, ruang tamunya sempit, silahkan duduk." nadia melanjutkan perkataannya.
Yamka masuk ke dalam rumah, dia memperhatikan setiap sudut rumah itu, dua kamar dan 1 kamar mandi. Setidaknya itu yang dia lihat.
Nadia kembali dengan meletakkan minuman serta cemilan ringan dengan tangan yang masih gemetar, entah kebetulan atau tidak, nadia baru saja membuat cake kesukaan Putra, bahkan dia baru ingat, jika cake itu juga kesukaan dari Lala dan Yamka.
Grep!!! Setelah Nadia meletakkan minuman dan cemilan, tiba tiba Yamka berdiri dan memeluknya dengan sangat erat.
"apa kabar sayang?, kenapa kamu pergi tanpa menoleh kembali? Aku sangat tersiksa dengan kepergianmu, maafkan aku sayang... Maaf... Kembalilah padaku..." Yamka yang tipe orang tanpa bisa basa basi, langsung berbicara dan mengutarakan apa yang ada di hati dalam niatannya.
( naaah tidak romantis banget kan dia nih, kita getok sama sama gimana? Setuju nggak?? )
"Lepas mas... kita sudah bercerai, tidak pantas berpelukan seperti ini." Nadia berusaha melepaskan diri dari pelukan yamka.
"Kenapa?, kamu takut suami kamu pulang dan melihat pelukan kita?, biar dia lihat agar dia tahu pernikahan kalian tidak sah!! Meskipun ada anak di antara kalian, kita masih sah sebagai suami istri, kamu adalah istriku., hanya istriku." Jawab Yamka.
"Menikah??." Nadia bingung kenapa Yamka berkata dia sudah menikah. Jangankan menikah, untuk bergaul saja dia membatasi karena saking traumanya.
Selama tinggal di kota apel ini, dia hanya mau bergaul dengan ibu2 tetangga, keluar jika pas ada acara rutin yasinan, dia selalu menundukkan kepala saat berjalan, tidak pernah tersenyum apa lagi bertegur sapa dengan laki laki. Nadia hanya beramah tamah dengan wanita, ibu2 di lingkungan sekitar.
Di warung dia hanya membantu memasak atau menyiapkan makanan, tanpa mau ikut menyajikan di depan pelanggan.
Jadi... Mana bisa dia di katakan sudah menikah bahkan sudah punya anak??.
"Dek... Aku tahu aku sudah menyakitimu... Maafkan aku sayang... Kembalilah padaku Nadia... Aku membutuhkanmu... " Yamka kembali meyakinkan Nadia.
Nadia bergeming... Setelah pelukan yamka mengendur... Dengan cepat Nadia melepaskan pelukan Yamka.
"maaf mas... Hubungan kita tidak bisa di lanjutkan. Aku tidak akan membatasimu untuk bertemu dengan anak kita, tetapi untuk kembali.... Aku tidak bisa. Kita sudah bercerai mas, dan lima tahun lebih aku sudah menjalani kehidupanku dengan nyaman." Nadia yang masih gemetar karena kedatangan Yamka, menjawab dengan tegas.
" Karena suami kamu?? Tidak sayang, jangan di lanjutkan, pernikahan kalian tidak sah!! Kamu masih sah menjadi istriku!!" yamka tidak kalah tegas berkata pada istrinya.
Nadia sedikit frustasi dengan setiap kalimat yamka, suami suami dan suami!!!
"Tidak mas!! Kita sudah bercerai dari lima tahun yang lalu, kita tidak perlu saling menyakiti. Aku... Sudah berdamai dengan semua perjalanan ku, tetapi... Aku tidak mau mengulang kepahitan yang sama. Aku sudah berdiri bersama anak anakku, aku tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun, tetapi.... Soal anak... Aku tidak akan memisahkan kalian, mas tetap bisa bertemu dengan anak, tetapi... Jangan coba coba mengambilnya. Sebab hanya kematian yang bisa memisahkan aku dan anak anakku". Nadia berkata panjang lebar seolah meluapkan segala emosi yang terpendam.
Yamka mendekati nadia, lalu membalikan badan wanita yang masih cantik dengan kulit khas asia itu.
" Dengarkan aku baik baik dek... Kita... Tidak pernah bercerai, dulu sekarang ataupun nanti. kapan aku pernah berucap talak?, tidak pernah!! sekalipun aku tidak pernah berucap talak padamu!. Bahkan tiap bulan aku masih memberikan nafkah rutin melalui rekeningmu, apa kamu tidak tahu?. Lalu... Bagaimana busa kamu bisa menyimpulkan kita sudah bercerai?, dan kamu memutuskan menikah dengan pria lain bahkan sudah memiliki seorang anak??, tidak nadia!!! Pernikahan kalian tidak sah!! Bahkan kalian sudah berzina, dan anak yang kamu lahirkan adalah anak di luar nikah!!!" Yamka menjelaskan dan meraih tangan nadia.
Nadia menatap Yamka penuh kecewa karena dia dikatakan zina. Dan anaknya terlahir di luar pernikahan.
Nadia kembali terluka oleh setiap ucapan Yamka. Nadia menatap Yamka dengan tatapan kecewa dan lelehan air mata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hahyoooo Lala... Tanggung jawab yaaa
ku kirim☕☕... biar semangat upnya..