anjani perempuan berparas cantik, nan cerdas menjadi rebutan para pria disekitar nya, namun gaga lah yang menjadi pelabuhan terakhir anjani
sayang bisikan dari keluarga gaga yang parasit menjadikan gaga seorang pria yang bodoh dan dan tak bertanggung jawab, bahkan dia mulai jarang memberi nafkah lahir
bahkan semua kebutuhan keluarga ibu dan adik nya anjani lah yang memenuhi karna alasan pendapatn anjani lah yang lebih besar
akahkah anjani meninggalkan keluarga toxic nya dan memulai hidup yang baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Citra Khalifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Anjani sampai rumah terlebih dahulu dan ternyata Gaga malam ini juga pulang ke rumah, Gaga membatalkan untuk bertemu Putri karena Putri meminta tas tersebut sedangkan tadi Gaga mempunyai banyak pekerjaan jadi Gaga memutuskan untuk tidak bertemu Putri dulu sebelum mendapatkan tas tersebut.
didalam kamar Anjani merencanakan agar dia mendapatkan tanda tangan Gaga dengan mudah.
****
dilain tempat Caca menerima beberapa pesan untuk dia bisa mendapatkan uang agar dapat melunasi hutang di aplikasi pinjaman online nya.
Caca akhir nya menerima tarif yang tak seberapa menurut dia dan dia harus melayani laki-laki hidung belang sesuai janji nya sekarang Caca berada di depan hotel melati untuk menepati janji nya bertemu laki-laki tersebut
"halo ini saya sudah di depan hotel"
"masuk aja langsung ke nomer 705"
"ok" ucap Caca sedikit gugup tetapi dia tak mempunyai pilihan lain, Caca memasuki hotel tersebut dan menuju nomer yang telah di sebutkan tadi setelah menemukan Caca mengetuk pintu nya
tok... tok... tok.,..
"masuk"
Caca masuk kedalam dan mendapati laki-laki yang tubuh nya gendut dan hitam serta aroma yang tak sedap.
"om maaf bisakah om mandi dulu sebelum melakukannya" ucap Caca dengan hati-hati karena takut jika om-om yang ada di hadapannya tersinggung.
diluar dugaan Caca ternyata om-om tersebut tertawa terbahak-bahak
"hahahahaha kenapa? saya bau ya? saya memang belum mandi dari tempat saya bekerja dan langsung kesini"
"iy... iya om" sedikit menunduk Caca memberanikan diri menjawab nya
"baiklah tunggu saya sebentar"
setelah menunggu beberapa menit akhir nya om tadi menyelesaikan mandi nya.
"sudah sekarang kerjakan tugas mu dan saya akan memberikan mu sesuai kesepakatan kita tadi"
"baik om" Caca mulai membuka baju nya dan mulai melayani om tersebut.
beberapa jam setelah nya Caca pun selesai dengan pekerjaan nya
"ini uang yang saya janjikan lima ratus ribu, dan kalau kamu mau pergi jangan lupa tutup pintunya dan jangan berisik saya mau istirahat"
"baik om Terima kasih"
setelah beres-beres Caca meninggalkan om-om tersebut dan mengomel di luar, Caca tidak berani ngomel didepan im-om tersebut.
"iiiih cuma segini badan cape.... harus mikir yang lebih niiiih agar bisa cepat dapat lebih gede tapi juga cepet!! "
Caca menelpon Ines, dia berharap Ines mempunyai ide yang lebih baik dari yang sekarang karena menurut Caca ide ini lama untuk mendapatkan uang nya.
(halo nes)
(iya ca...)
(nes lo ada ide lain ga sih selain b.o ini? yang ini lama nes dapet duit nya. dan gue cape kalau kaya gini)
(ya terus lo mau yang gimana ca...?!! kalau ga lo cari om-om berduit aja cari sugar dady gitu biar cepet, gimana?!)
(wah ide bagus tu nes lo bisa bantu gue lagi gak buat cari sugar dady gitu?)
(hem..... loe cari sendiri aja ca...)
(cari nya dimana nes gue kan gak tahu? loe ini ya kadang-kadang!)
(ya loe cari di diskotik-diskotik yang menurut loe isi nya orang kaya lah ca masa gue mulu yang harus loe susahin cari sendiri lah!!!) Ines mulai kesal dengan tingkah Caca yang selalu membuat dia dalam kesulitan.
(iya.... ya baik lah kalau kaya gitu makasih sarannya!!) Caca menutup telponnya dengan sepihak tanpa mendengarkan Ines.
Caca meninggalkan hotel tersebut dan menuju club yang menurut dia hanya untuk kalangan menengah ke atas, dia akan memulai mencari target untuk mendapatkan apa yang dia mau.
****
diruang kamar Anjani mulai melakukan rencana nya agar lancar dan ketika Gaga masuk kamar dia menatap Anjani dengan tatapan mendamba seorang laki-laki yang menginginkan Anjani.
"Anjani? kamu sedang apa?"
"aku sedang menunggu suami aku pulang" dengan mendekati Gaga secara perlahan
Gaga yang didekati pun merasakan hal yang mendebarkan.Anjani semakin dekat kepada Gaga dan memainkan jari nya di dada sang suami.
"malam ini adalah malam aku dan kamu, mas. apa kamu mau?"
Gaga pun tak menyia-nyiakan hal tersebut dan mulai memeluk pinggang Anjani dengan erat. Anjani yang sebenarnya muak dengan sikap Gaga tak ada pilihan lain agar rencana nya berhasil dan mendapati tanda tangan Gaga.
Gaga yang semakin memburu dibuat oleh Anjani pun tak ingin lama-lama untuk menuntas kan hasrat nya tapi lain hal nya dengan Anjani dia memulai aksinya
"mas.... sebentar dulu ada hal yang ingin aku sampai kan sama kamu"
"apa itu anjani? nanti saja setelah ini ya?" ucap Gaga denga suara serak nya
"gak bisa mas ini hanya sebentar ko"
Gaga yang sedang mencium tengkuk Anjani pun tak ingin ambil pusing.
"ya apa itu katakan"
"aku ingin menjual mobilku mas tapi harus ada tanda tangan kamu"
tanpa pikir panjang Gaga pun meminta dokumen nya
"mana sini cepat aku tanda tangani biar cepat"
Anjani pun melonjak gembira dengan apa yang dia harapkan, dia segera mengeluarkan dokumen-dokumen yang telah Anjani persiapkan bersama Alan tadi.
"ini mas dokumennya, kamu setuju kan aku jual mobil biar dapat membantu keuangan kita?"
"iya... cepat sini" denga cepat Gaga menandatangani Dokumen-dokumen tersebut tanpa membaca nya.
"sudah kan ayo kita mulai Anjani, aku sudah tak tahan" ucap Gagal dengan tak sabaran.
"sebentar mas aku haus"
"hemmm baik cepat lah!! " Gagal mulai kesal dengan tingkah Anjani, Anjani pun mengambil air yang telah dia campur dengan obat tidur untuk Gaga.
"mas ini kamu juga harus minum aku gak mau kalau nanti di tengah-tengah kamu kehausan"
"tapi aku gak haus Anjani!"
"sedikit saja mas..... ayo laaah"dengan nada manja Anjani merayu Gaga untuk meminum air tersebut, Anjani sebenarnya mulai jijik di sentuh Gaga tetapi malam ini adalah pengecualian dan untuk seterusnya nya Anjani tak ingin di sentuh oleh Gaga kembali.
Gaga pun mulai meminumnya tanpa Anjani minta Gaga menghabiskan minuman tersebut dan itu membuat Anjani tersenyum lebar.
" nah gini kan lebih enak mas"Anjani sambil berhitung mundur didalam hati.
"yuk kita mulai Anjani aku sudah tak sabar" tapi di detik-detik Gaga akan memasuki Anjani, dia mulai di serang kantuk yang luar biasa dan tertidur dengan lelap nya. Anjani pun bersorak senang dibuat nya.
"akhirnya tidur juga kamu mas, aku tak sudi lagi untuk melayani mu mas setelah apa yang kamu lakukan untuk aku!"
tetapi Anjani berfikir kalau dia harus melakukan satu hal lagi agar nanti Gaga tak curiga. dia melucuti semua baju yang dikenakan Gaga dan menyelimuti nya setelah itu dia mandi untuk membersihkan diri karena disentuh oleh Gaga. setelah mandi Anjani menuju dapur dengan rambut basah nya dan tak sengaja bertemu dengan mamah mertua nya.
"sedang apa kamu anjani?"
"eh mamah, aku sedang mengambil makanan, mah"
"trus kenapa rambut kamu basah begitu?"
"mamah mau aku jelas kan apa? mamah juga pasti tahu lah kenapa rambut aku basah gak perlu aku kasih tahu lagi!" ucap anjani dengan cuek nya.