NovelToon NovelToon
Dikira Janda

Dikira Janda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nia masykur

🔥🔥🔥 21+🔥🔥🔥mohon bijak mencari bacaan

Spin of Novel NISSA

Reina Dzuhairi Sucipto sampai saat ini belum juga menikah di usianya yang sudah menginjak 27 tahun.

Pelecehan yang pernah ia terima dari mantan kekasihnya membuat ayahnya sangat overprotektif terhadapnya.

Dulu, Reina pernah jatuh cinta lagi dengan lelaki yang bernama Arya. Lelaki yang pernah menolongnya saat mendapat perlakuan tidak baik dari mantan pacarnya.

Namun cintanya bertepuk sebelah tangan karena Arya jatuh cinta pada ibu sambungnya, Nissa.

Beberapa kali ayahnya menjodohkan dengan anak teman bisnisnya namun Reina menolak begitu saja karena ia lebih memilih fokus ke pekerjaan.

Kini Reina terjebak dengan perasaannya sendiri. Siapakah yang akan memenangkan hati Reina.

cusss... baca...👉👉👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia masykur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 URING-URINGAN

Hubungan yang masih bau kencur dan akan segera melangsungkan pernikahan itu nampak sangat mesra padahal sedang di area umum.

Bayu juga tak sungkan menyuapi Reina menu makan siang milik mereka. Antara mau dan tidak mau Reina tetap berusaha senang menerima perlakuan Bayu padanya. Karena sejak tadi pikirannya sudah terbagi.

"Mereka sedang membicarakan apa sih. Kenapa sedekat itu?" Batin Reina. Tanpa sepengetahuan Bayu, sejak tadi Reina mencuri waktu untuk melirik aktifitas Hendri dan Tasya.

Reina semakin dibuat tidak karuan saat melihat Hendri dan Tasya sesekali tertawa. Entah pembicaraan apa yang bisa membuat mereka nampak sangat bahagia.

"Sudah lama mas Hen nggak tertawa seperti itu lagi dengan ku." Batin Reina yang semakin sedih saja.

"Yang. Aku ke toilet dulu ya." Ucap Reina yang langsung beranjak.

"Kebelet banget kali ya, sampek buru-buru gitu." Gumam Bayu sambil melihat langkah cepat Reina.

Reina terus berdiri di depan lorong toilet laki-laki. Kakinya ia hentak-hentakkan sambil menunggu seseorang yang tak kunjung keluar dari sana.

Sudah hampir 15 menit, Hendri langsung keluar dari sana. Ia menatap sejenak perempuan yang berdiri mematung saat melihatnya.

"Mas Hen." Panggil Reina sambil mencekal pergelangan tangan Hendri agar berhenti pergi dari nya.

"Sepertinya aku nggak salah toilet." Ucap Hendri sambil melihat tulisan 'Toilet Laki-laki" yang tercetak jelas di dinding. "Aku rasa kamu salah toilet." Ucap Hendri sambil melepaskan tangannya dari cekalan Reina.

"Zen mana mas?" Tanya Reina kebingungan mau bilang apa.

"Apa kamu menunggu lelaki hanya untuk menanyakan ini?"

"Mas kenapa nggak ajak Zen kesini?"

"Apa mungkin aku tidak mengajak anak bos ku saat dia bersama ku, sebelum aku pergi kesini? Aku pikir kamu sangat mengenal baik saudara mu ini." Sindir Hendri.

Reina menunduk dalam. "Mas jangan seperti ini mas."

"Lalu aku harus seperti apa?"

"Mas nyiksa aku tahu nggak. Dimana tempat mas cuekin aku, padahal aku masih tetap ingin berkomunikasi seperti biasanya." Ucap Reina pelan.

"Aku ataukah kamu yang egois Re." Batin Hendri.

"Ini lebih baik untuk semua orang Re. seperti ucapan mu, kalau Bayu tidak menyukai jika kamu dekat dengan ku. Maka aku membantu mu." Hendri menghela nafasnya. "Aku duluan, nggak enak kalau Tasya dan Nabila menunggu ku terlalu lama."

"Mas benar-benar menjalin hubungan dengan mbak Tasya." Tanya Reina menatap Hendri serius.

"Iya." Singkat tapi sangat meyakinkan.

"Apa tidak bisa dipikirkan baik-baik lagi?"

Hendri dan Reina seolah tidak menyadari beberapa orang yang sejak tadi lalu lalang melewati mereka berdua.

Reina melangkah mundur sampai kakinya terhenti saat punggungnya mentok pada dinding. Menatap Hendri dalam yang kini sudah mengunci pergerakannya dengan kedua tangannya yang berada di sebalah kiri dan kanan.

"Mas mau apa?" Tanya Reina menantang saat jarak wajah mereka sudah sangat dekat.

"Apa yang terjadi padamu Re? aku bahkan tidak pernah meminta mu untuk berfikir ulang saat kamu memutuskan untuk menerima Bayu menjadi kekasih mu. Atau bahkan meminta mu berfikir dengan benar saat kamu setuju, Bayu datang kerumah mu untuk melamar." Ucap Hendri pelan.

Reina membuang muka saat Hendri semakin mendekatkan wajahnya lagi. "Mari bergerak menjadi saudara yang baik dan kita bisa saling mendukung pilihan kita masing-masing." Bisik Hendri tepat, dekat dengan telinga Reina.

"Ada apa dengan perasaan ku ini?" Batin Reina sambil melihat Hendri yang sudah pergi meninggalkannya lebih dulu.

.

.

.

Seharian ini, Reina hanya mengikuti saja kemana pun Bayu mengajaknya. Berbeda dengan hari-hari biasanya, entah kenapa hari ini Reina tidak begitun antusias saat Bayu terus menggenggam tangannya dan menikmati kebersaam mereka yang tidak setiap hari bisa mereka luangkan.

Mobil yang di kemudikan Bayu, sudah berhenti tepat di depan rumah Reina.

"Mampir sebentar yuk, ketemu ayah sama nda." Ajak Reina sambil melepas savety beltnya.

"Aku nitip salam buat mereka saja ya. Sudah malam, aku langsung pulang saja."

"Ok." Jujur Reina selalu kecewa dengan sifat Bayu yang ini. Sangat jarang sekali Bayu mampir kerumah untuk sekedar basa basi setelah membawanya pergi.

"Yang." Bayu menghentikan Reina yang akan membuka pintu mobil.

"Kenapa?" Tanya Reina menatap Bayu juga.

"Sekali saja, aku ingin berpelukan atau sekedar ciuman, sekali saja." Pinta Bayu dengan suara memohon.

Semenjak mereka pacaran sampai sekarang, Reina memang tidak menunjukkan sinyal kalau ia mau di ajak berpelukan atau sampai berciuman. Menurut Reina hanya cukup bergandengan tangan saja. Reina masih harus membatasi sentuhan dengan Bayu walau mereka sebentar lagi akan menikah.

"Kita lakukan nanti setelah menikah yang."

"Hanya sesekali apa salahnya. Toh kita bukannya tidur bersama membuat anak. Mau ya?"

Reina bingung harus menjawab apa. Agar Bayu mengerti apa maksudnya. Ia terus memundurkan kepalanya saat Bayu mendekatkan wajahnya. Sampai kepala Reina membentur kaca pintu mobil.

Dengan cepat Reina menutup bibirnya dengan telapak tangan saat Bayu sudah mau menempel padanya.

"Kita lakukan nanti." Ucap Reina mempertahankan komitmennya. Kedua tangannya mendorong tubuh Bayu agar memberi jarak lagi.

"Payah kamu yang." Gumam Bayu kecewa.

Reina langsung membuka pintu mobil agar ia cepat keluar. "Mas hen." Gumam Reina saat melihat Hendri berdiri di ambang pintu. "Hati-hati ya." Ucap Reina sebelum kembali menutup pintu mobil.

Karena Bayu tidak menanggapi ucapannya. Reina langsung menutup pintu mobil dan saat itu juga, Bayu langsung mengemudikan mobilnya untuk keluar dari sana.

Reina melangkah takut untuk memasuki rumah karena Hendri memang masih ada disana. "Kenapa aku jadi merasa sedang kepergok padahal aku dengan calon suami aku sendiri." Batin Reina sambil menguatkan kakinya untuk melangkah cepat menuju pintu masuk. Lebih tepatnya Hendri.

"Mas. Itu tadi..."

"Wajar kok dan nggak perlu di jelaskan."

"Mas tapi tadi itu nggak terjadi apa-apa mas." Tutur Reina tidak mau Hendri salah menilainya.

"Mau terjadi atau tidak, lalu untuk apa kamu jelaskan pada ku Reina?"

Kicep sudah mulut Reina karena sudah tidak bisa untuk berkata-kata apa.

"Dua manusia yang tidak dewasa padahal sudah padu cukup usia." Batin Nissa yang sudah mendapatkan tontonan gratis sejak tadi.

Nissa langsung melangkah cepat saat Hendri meninggalkan Reina yang masih terdiam.

"Maaasss... tungguuu..." Teriak Nissa menghentikan Hendri yang akan memasuki mobil.

"Kenapa Bu?"

"Apa?" Nissa tidak terima jika tidak ada Yusuf masih tetap di pamggil Ibu. Ya meskipun memang sudah ibu-ibu sih.

"Ehm... Kenapa Niss?"

"Ini kue buat ibu sama bapak." Nissa memberikan kantong plastik yang terdapat toples berisi berbagai macam kue kering.

"Kok jadi ngerepotin gini sih, coba sekalian yang banyak gitu."

"Bilang apa kalau sudah di kasih sesuatu?"

"Matur suwon mak. (Terimakasih bu.)" Ucap Hendri sopan.

"Makannya gerak cepat. Sekarang yang satu sudah di lamar orang kalian berdua pada uring-uringan nggak jelas. Ih cemen." Cibir Nissa yang langsung meninggalkan Hendri begitu saja.

"Ini orang kalau bukan istri bos sudah tak solasi itu mulut biar nggak gregetin orang." Ucap Hendri yang merasa tersindir telak.

Bersambung...

Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

1
Susanto Dhanie
Luar biasa
Eliyanti
Kecewa
Eliyanti
Buruk
sweetpurple
Luar biasa
Widi Astuti
cemunguuut Othoor....🌹🌹🌹
Widi Astuti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lucu bgt ini Pak Yuduf n Mas Hendri... bisa kompek bgt panggil istri2nya....
Widi Astuti
Luar biasa
Widi Astuti
Lumayan
Widi Astuti
rasa nyaman yg tercipta Krn selalu bersama Reina.... perlahan pasti jd jatuh cinta.... 😃😃😃
Eliyani Elieboy
belum juga sunat si kecebong eh adknya udh mulai otw tu
Eliyani Elieboy
ratu bekicot LG akting Lo Zen
masak gtu ajha gak paham sih
Eliyani Elieboy
pengantin lawas LBH hot ternyata /Smirk//Smirk//Smirk/
Eliyani Elieboy
sayang Thor klw di buat melipir
bagusan ikutan tersesat sama2
ikoooot thorr pegangan tangannya
Eliyani Elieboy
ilih muncul LG si Arya setelah sekian purnama
Eliyani Elieboy
kocak parah gara2 kecebong 1 ne
/Grin//Grin//Grin//Smirk/
Eliyani Elieboy
jng ad crita mewek thor
sedih tau
Eliyani Elieboy
Andi /Heart/ Gita
keren Thor
kasian blm ad jodohnya
Eliyani Elieboy
kapok kan ketahuan om Yusuf
/Grin//Facepalm/
Eliyani Elieboy
td Masi baca part yg hareudang
ehhh ne malah JD melow plus nyesek
authornya /Good/....
smngat thor
love love sekebon la pokonya
Eliyani Elieboy
ya ampun Thor hareudang bner looo
JD bayangin ntah kmn2 JD nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!