TAHAP REVISI!!!
Viola Larasati Adiwijaya seorang gadis dari keluarga ningrat , tapi entah kenapa dia justru malah memyembunyikan identitas aslinya
memilih menjadi gadis biasa dan mengurusi cafe serta kedai bersama kedua sahabatnya Mona dan juga Cindy
Rayhan Dirgantara terkenal dengan sikap dingin serta cuek , tapi mempunyai masalalu yang cukup kelam hingga membuatnya menjadi lelaki berhati dingin
Akan kah sikap Rayhan berubah ketika keluarga menjodohkan dengan seorang gadis yang baru pertama kali ia temui?
Bagaimana kisah selanjutnya , Mari kita simak di novel ku ini . Pikiran halu ku sepanjang hari akan aku tuangkan di dalam novel ini , apabila ada perkataan yang kurang baik dan tidak nyambung mohon di maaf karna author ini adalah penulis gadungan , hanya untuk mengisi waktu senggang dari pada ngelamun terus ngehayal lebih baik nulis biar gak setreess
Salam sayang dari author Cantik seperti aku ❤ jangan lupa like serta Komen tapi yang positive aja yah , terus kalo berkenan klik Vote 😘
Trimakasih❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Ribet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
Seperti hari-hari biasanya, Stella tampil dengan anggun dan juga sangat sexi. Lekuk tubuhnya ia perlihatkan dari pakaian yang ia pakai dengan ketat
Bokong yang besar juga payudara yang terlihat menggoda membuat siapapun yang melihat akan melongo, tapi berbeda dengan Ervan serta para kawan-kawannya. Mereka tidak sama sekali tergoda apalagi tergiur. Justru mereka sangat jijik melihat penampilan Stella yang sudah seperti wanita penggoda yang kerap kali mereka temui jika datang ke bar
"Selamat pagi kak Ervan, kak Dimas dan juga babang Bagas" Sapa Stella dengan senyum menggoda
Ervan dan yang lainnya hanya memasang wajah datar, tidak tertarik dengan sapaan Stella
Seolah sudah tidak punya urat malu, Stella masih berdiri di depan ketiga laki-laki tampan tersebut dan celingak-celinguk mencari sosok Rayhan
"Temannya mana lagi nih, kok cuman bertiga" sambungnya dengan gaya yang cukup centil
Ervan yang melihat bergidik ngeri, kemudian kembali memainkan ponselnya
"Aku tanya kok di anggurin sih" ucapnya dengan wajah so sedih
"Ch, lho mau apa sih sebenarnya" tanya Bagas dengan kesal
"Aku gak mau apa-apa cuman mau sapa aja, masa gak boleh"
"Tapi lho itu ganggu, udah sih ah sono pergi" usir nya tapi tidak di hirau kan oleh Stella
"Wih pagi-pagi udah lihat bidadari, di anggurin lagi" ucap segerombolan pria yang lewat
Stella yang mendengar hanya senyum-senyum tidak jelas
"Em kalian cuman bertiga" lanjutnya lagi dengan sedikit membenarkan rambutnya
"Lho buta apa merem, kita setiap hari juga bertiga" jawab Bagas dengan sewot
"Ih kak Bagas ganteng-ganteng sewot aja, masih pagi juga" jawab Stella dengan tangan terjulur
"Mau ngapain lho, gak usah genit yah bukan muhrim" ucapnya kemudian menjauh
Stella memanyunkan bibirnya, cukup ia akui jika mendekati Ervan dan kawan-kawannya memang lumayan susah apalagi jika mengulik kehidupannya sangat amat susah
Tapi hal itu justru sangat di sukai oleh Stella, membuat Stella benar-benar tertantang
"Aku pegang dikit doang gak bakal ilang ini" ucap Stella kemudian sedikit maju
"Stop Stella" bentak Dimas yang sedari tadi diam "Gue gak pernah yah kasar sama cewek, tapi kalo lo keterlaluan sorry gue juga bisa kasar" sambungnya menatap tajam pada Stella
Stella mengerjap gugup Dimas yang terkenal pendiam dengan berani membentak seorang Stella
"Mending lho minggir, gue sama yang lain mau cabut" lanjutnya kemudian dan benar-benar meninggalkan Stella yang masih berdiri seperti orang bodoh
"Bener-bener ****** tuh si Stella" ucap Bagas yang sudah berjalan cukup jauh
"Iiiiiiiiihh awas lho yah, gue pasti bakal taklukin kalian" ucap Stella menghentakkan kakinya tidak terima
**
Violla menopang dagunya, merasa lelah karena belum beranjak dari duduknya. Sedangkan dua wanita paruh baya yang menjabat sebagai Ibu mereka berdua tidak ada lelahnya membolak-balik buku yang mereka pegang
"Ah Sis lihat ini bagus, interior nya juga bagus aah ini bener elegan" ucap nya dengan mata berbinar
"Laras lihat ini juga bagus, ya ampun ini lucu lampion, bunga. Ah ini bagus banget" ucap Siska yang tak kalah berbinar
"Sayang lihat deh, gimana menurut kamu" tanya Laras menunjukan dekorasi pelaminan pada Violla
"Iyah Vio lihat, ini juga bagus ayok kamu pilih yang mana" tanya Siska memperlihatkan gambar dekorasi pelaminan yang lain
Violla menatap malas pada setiap gambar yang di tunjukkan oleh kedua ibu tersebut
"Vio ayo, kamu pilih nak malah diem aja" ucap Laras menarik-narik tangan Violla
"Ah mama, aku males itu gambar yang ke berapa coba. Semakin kalian lihat terus pilih nantinya akan bingung sendiri buat nentuin" jawab Violla yang sudah merasa lelah
"Ih kamu, makanya ayok pilih biar nanti kita gak pusing" ucap Siska
"Aku harus pilih berapa, tadi aja udah pilih 5 sekarang pilih lagi. Yang nikah itu cuman aku sama kak Ray kalo kebanyakan pilih nanti bingung"
Laras dan Siska hanya terkikik, memang benar mereka sudah memilih 5 gambar contoh dekorasi dan sekarang mereka memilih lagi
Sedangkan Rayhan pria tersebut hanya bersandar pada sofa dan tangannya sibuk mengetikkan sesuatu pada laptopnya
"Ray sekarang kamu yang pilih dong, masa Violla terus" ucap Siska melihat ke arah Rayhan
"Mamah aja sama ini kok" jawab nya tanpa melihat ke arah Siska
Violla yang mendengar hanya memutar bola mata dengan jengah
"Udah lah mamLa sama Mamsis aja yang pilih, dari kemaren aku sendiri terus yang nentuin berasa mau nikah sendirian tahu gak" ucap Violla dengan wajah kesal "Aku siap-siap dulu mau kuliah" sambungnya kemudian beranjak dari tempat duduknya
Rayhan yang mendengar hanya menghela nafas, dia akui memang tidak sama sekali dia ikut memilih bahkan dia lebih menyerahkan semuanya pada Violla
Karena menurut pemikirannya mungkin wanita akan lebih merasa senang apabila dia tidak terlalu ikut campur
"Yah dia ngambek" ucap Laras menatap kepergian Violla
"Sebel deh gue, kawin sama manusia es gak punya pikiran malesin banget" gerutu Violla setiap kali menginjak anak tangga
Wah Dima gak sabaran ya..😂😜