NovelToon NovelToon
Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Pembunuhan / Gotcha ! Hati Boss Mafia / Menikah dengan Musuhku / Persaingan Mafia / Gangster / Enemy to Lovers / Romantis / Tamat
Popularitas:20.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sonata 85

Synopsis.

Leon Wardana sudah lama pensiun dari dunia gelap, dulu ia dijuluki Naga Asia .Bos Mafia yang paling ditakutin, setelah menikah deng gadis cantik yang jadi tawananya dulu, karena rasa cintanya pada istrinya ia berubah dan beralih profesi menjadi pebisnis dan hidup bahagia. Namun setelah ia tua dan memiliki putri yang cantik jelita. Ternyata putrinya diculik oleh gengster kejam, Leon ingin menyelamatkan Chelia, ia dan Putranya Okan Wardana tidak tinggal diam, ia balik menculik adik sang gengster. Apakah Okan Wardana mengulang kisah orang tuanya, jatuh cinta pada gadis tawananya?

Follow @IG nata
Fb. Nata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sonata 85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang ke rumah orang tua

 PART 24

Pulang Ke Rumah

Saat subuh,  Jovita sudah terlebih dulu bangun, ia ikut membantu Ibu Buni, membereskan boxs makanan yang akan di antar pagi-pagi untuk langganan,  yang memesan nasi kotak.

“Saya sekalian ikut iya Pak,”

“Lah, mau kemana Non, bukannya kamu bilang ada preman yang akan menangkap mu?”

“Iya Bu, saya tidak bisa lama-lama di sini, aku takut,  mereka pasti menemukan  nomor taksi bapak,” kata  Jovita, ia tidak ingin melibatkan keluarga  itu, ia tidak ingin Pak Buni dan istrinya terkena  masalah karena ulahnya, karena ia tahu Leon kalau sudah marah tidak ada ampun.

“Baiklah,  bapak akan mengantar.”

Jovita pamit pada istri pak Buni, wanita itu sangat ramah, ia  memperlakukan Jovita dengan baik.

Pak Buni  mengantar Jovita ke tempat yang dia minta.

“Saya di sini saja Pak, di luar komplek, saya  akan berpura-pura olah raga dulu baru saya masuk ,” kata Jovita.

“Baiklah, semoga berhasil Nak, hati-hati kalau kamu ada ponsel nanti, hubungi bapak ini nomor bapak,”

Lelaki paruh baya  itu meninggalkan Jovita, setelah memberikan kartu nama istrinya.

Di komplek perumahan Hara, saat pagi sudah di buka, karena banyak warga yang melakukan olah raga pagi, saat Hara datang ia sudah mengantisipasi , ia datang memakai pakaian olah raga, jadi saat ia tiba di depan gerbang, para sekuriti tidak mencurigai , karena ia pura-pura berolah raga dan lari pagi, lalu ia  lari pagi hingga tiba di depan rumah keluarganya.

“Aku pulang bu, yah, adik-adik. Kakak pulang,”  ucap Jovita menarik napas berat.

Suasana rumah Jovita masih gelap, depan rumahnya garis polisi  masih terpasang.

Ia terpaksa memutar  lewat pintu belakang, dan masuk dari belakang juga,  ia  tidak mau dilihat tetangga, bahkan  kunci pintu belakang,   masih dapat menemukanya di tempat ia sembunyikan di tempat biasa di bawah pot .

Ia masuk, suasana di dalam rumah berbau anyir,  ia menyalakan lampu  dapur, suasana rumahnya sangat memperhatikan dan berantakan.

“Ibu, ayah.” Jovita menangis duduk memegang lututnya, kembali ke rumah itu mengingatkannya, pada hari naas di mana orang-orang yang di cintai dihabisi orang yang tidak punya hati.

Flash back

Sebelum Jovita di sekap Leon,  Jovita pulang kantor sudah larut malam,  karena pekerjaan di kantornya sangat menumpuk.

Jovita seorang desain drafter  di kantor ayahnya, karena proyek saat itu kejar target,  maka sebagai tukang gambar Jovita Lah titik startnya dimulainya proyek. Maka  itu, ia lembur sampai malam terkadang,  bersama team nya juga sering lembur.

“Belum pulang, Ta?” Kepala Ben mendongak ke dalam ruangan Jovita.

“Tanggung nih tunggu sebentar lagi iya,” sahut Jovita, matanya kembali  terfokus pada gambar di depan matanya.

“Ok aku tunggu di  bawah saja, iya,” Ben memilih menunggu di bawah,

Beni adalah tunangannya sejak dua tahun silam, kemampuannya di bidang kontraktor   menjadi pertimbangan pak Iwan untuk mengangkat jadi wakilnya,  Ben jago dalam membuat negosiasi, maka itu, ia sering  memenangkan  tender proyek besar senilai miliaran rupiah.

Ayahnya berniat menyerahkan perusahaan padanya dan Jovita, tetapi sayang rencana itu sudah terkubur bersama raganya, sebelum ia menyerahkan semuanya pada calon menantu.

Jovita adalah wanita humble dan ceria, ia tidak pernah membuat  batas pada teman sekantornya,  ia tidak pernah merasa ia adalah anak pemilik perusaan.

Itu juga yang menjadikanya jadi wanita idaman di kantornya, ia ramah, pembawaannya yang selalu ceria, dan yang terpenting ia tidak sombong, cantik,  pintar.

Ben  mengantarnya pulang, kalau biasanya Beni selalu mampir setiap kali mengantar Jovita pulang . Namun, kali ini, ia tidak mampir, mungkin kalau malam itu, ia  mau menerima ajakan Jovita untuk minum teh sebelum pulang mungkin penyekapan Jovita tidak akan terjadi, karena ada Beni.

“Aku lelah, langsung pulang iya” Ben melirik Jovita.

“Gak mau minum teh dulu samaku?”

“Lain kali”

“OK,” ucap Jovita.

Ia memilih lewat  pintu belakang takut mengganggu tidur keluarganya. Namun saat ia ingin lewat belakang lampu teras belakang mati.

Jovita mengurungkan niatnya lewat pintu belakang,

Ia  lewat pintu depan, tangannya menekan tombol lampu, tetapi  tidak menyala.

Ia menyerah dan lebih baik membiarkannya mati lampu malam ini,  Jovita tipe orang yang tidak tegaan , bisa saja,  ia membangunkan asisten rumah tangga atau ia membangunkan supir untuk mengganti , tapi ia tidak akan mau mengganggu orang lain yang sedang tidur untuk hal yang kecil seperti itu.

“Biarkan sajalah, besok saja, aku capek,” ujar Jovita membuka pintu, tapi saat ia membuka pintu  tanpa mengeluarkan  suara,   ia datang dengan cara berjinjit pelan ,   agar tidak membangunkan kedua orang tuanya.

Ia menuju dapur dulu untuk  minum,  sebelum di lantai atas kamarnya ada di atas, tetapi saat ia minum di dapur, ia mendengar ada suara krasak-kusuk dan ia mengintip

‘Ada maling di rumah kami’  Jovita menundukkan kepalanya di sofa ruang tamu,  ada seseorang memakai penutup kepala masuk ke kamar ayah dan Ibunya, kamar kedua orang tuanya di lantai satu, dekat pintu masuk,  maka saat  lelaki berpakaian hitam itu masuk ke kamar kedua orang tuanya ia bisa melihat jelas.

Hingga hal mengerikan itu terjadi , pintu itu dibuka,  kedua suami istri itu sudah  tertidur pulas.

Tanpa ada peringatan atau aba-aba, ia mendengar ….

Dooor … Dooor ….!

Dua suara  tembakan terdengar dari kamar orang tuanya, lutut Jovita langsung gemetaran,  tubuhnya menggigil tidak cukup sampai disitu

Manusia berbaju hitam itu memasuki kamar kedua adik laki-lakinya sepasang anak kembar itu ....

Door…!

Door ….!

 Jovita menutup  mulutnya dengan kedua tangannya, ia masih bersembunyi di balik sofa, ia juga melihat lelaki itu memasuki kamarnya.

Tidak ingin mati, Jovita menunduk kearah gudang,  ia ingin melarikan diri, tetapi saat ia ingin berlari, tiba-tiba ia merasakan tangan kokoh menangkap tubuhnya, lalu menyumpal mulutnya dengan sapu tangan yang sudah di olesin obat bius.

Hanya itu yang ia ingat, hingga ia berakhir di gorong-gorong busuk bersama orang yang  ia yakini menghabisi keluarganya.

Lelaki yang bernama Leon atau Naga, yang ia duga melakukan pembunuhan keji itu.

Flash-on,

Saat ini ia duduk sesenggukan, ia menahan kesedihannya , terkadang ia berpikir apa yang di alaminya hanya mimpi,  ia berpikir kalau ia pulang akan menemukan kedua orang tuanya,  masih menunggunya duduk di teras depan rumah mereka.

Jovita tersadar,  kalau ia tidak bisa lama-lama, ia tau pasti Leon akan mencarinya sampai ke rumah,  saat ini, ia hanya perlu uang  dan kartu.

Tapi saat ia membuka lemari, barang –barang berharga tidak ada lagi,  uang di brankas juga tidak ada yang tersisa, ia menyadari kalau semua  harta keluarganya  habis tidak ada yang tersisa lagi, bahkan lemari ibunya di bongkar,  surat-surat berharga lenyap.

“Apa nyawa keluargaku tidak cukup baginya, apa ia juga akan mengambil harta keluargaku juga,” Jovita, duduk lesu putus asa, kerena apa yang ingin ia ambil benar-benar tidak ada lagi.

‘Tapi Leon tidak akan melakukan ini, dia bukan seorang pria yang kekurangan uang’ Jovita membatin.

Saat ia mencari dan mengobrak abrik lemari penyimpanan ibunya, ia berharap mendapatkan sedikit uang untuk pegangan untuk pelarian,  tetapi lagi lagi ia sangat kecewa pakaian ibunya kosong, ia duduk selonjoran tidak menghiraukan kalau tepat di kamar itulah  kedua  orang tuanya, dihabisi bahkan  noda dara itu sudah mengering berubah warna hitam.

“Oh ibu, bantu aku, aku harus hidup untuk membalas perlakuan keji ini pada kalian,” ujar Jovita menyingkirkan buliran air yang menganak sungai di pipinya.

Ia  berdiri lagi,  menuju kamarnya, ia mengingat bahwa ayahnya pernah memberinya card, ia belum pernah menggunakannya, nominalnya tidak sebanyak di kartu atm-nya, tetapi setidaknya ia punya pegangan saat ini, itu harapan satu-satunya saat ini, ia buru-buru menuju kamarnya, tetapi ia mendengar suara pintu pagar rumahnya di buka, dengan hati-hati ia menunduk, mengintip  melihat Leon dan orang-orangnya datang, dan di temenin dua  orang sekuriti komplek.

“Iya ampun  dia tau kalau aku di sini, aku harus  bisa lari darinya.” Jovita bersembunyi, karena tidak sempat lagi untuk melarikan diri.

                              

“Nanti suruh orang untuk membersihkan ini. Saya ingin segera menempatinya,”pinta Leon.

Jovita masuk kedalam boks besar penyimpan barang-barang lama.

Leon memasuki kamar Jovita.

Leon seperti dukun, ia tahu kalau  Jovita ada di kamarnya, bahkan ia tau kalau Jovita bersembunyi dalam boks besar itu .

Ia tersenyum sinis melihat boks.

‘Dasar anak kecil … dalam boks tubuh kamu muat’ Leon masih menatap box berwarna putih itu.

Karena tubuh Jovita Hara mungil,  makanya ia muat dalam box, tetapi saat ia masuk buru-buru, ia tidak menyadari kalau rambut panjangnya menyembul keluar.

Ia hanya meringkuk seperti ular dalam Boks,  keringat sudah mulai membasahi pakaiannya, karena   ia tidak dapat pasokan udara dalam boks.

Bersambung ….

Bantu Vote iya kakak ikut lomba

tekan like dan tanda hati iya kakak. Baca  juga karyaku yang lain.

-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)

-Menikah dengan Brondong (ongoing)

-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

-The Cursed King(ongoing)

1
Anggye syahab
ini cerita kapan updatenya kak..sudah tahun 2026
rarr
nma mc cweny Jovita ap hara thor
falea sezi
hmmm ikan sama kek bapaknya tukang celup ternyata
falea sezi
pelakor nie kaila
falea sezi
makan tuh orang gila dlu qm lebih Bianca dari hara sono nikahin biar kalian sama2 gila/Curse/
falea sezi
halah dlu qm belain Bianca dripada hara ampe hara minggat
falea sezi
anehhh skg di cari uda nikah aja lu ama Bianca anak manja biar hara dpet berondong kaya bukan laki tua bodoh kayak qm
falea sezi
laki tolol mending hara ma lainnya aja
falea sezi
males tokoh utama menjijikan
falea sezi
salsa habis ngapain ma Leon hmmm abis enak enak padanya
Ida Nuryanti
Luar biasa
Nadhia aryani Wijaya
ini ada yg di hapus ya kak episode nya jadi gak nyambung episode nya
Septi Zetro
hara kenapa sih...
sudah tau dulu leon mafia dan sekrang sudah gak mau ngingat2 masalalu..
seharusnya paham dengan apa yg dilakukan leon..
sering kecewa dengan sikap hara..

terus kok ada cerita tunangan sama beni bagaimana thor padahal dari kecil sudah dijodohkan dgn toni
Mon Lisa
Biasa
Mon Lisa
Kecewa
Barry Slange'an
kebetulan aq asli kalimantan..tepat nya kalteng..
Mr.VANO
cari la teman yg bawak positif...
karna klu teman negatif akan susa untk membersikanny.
Mr.VANO
setanggu itu piter masih lemah klu di adapkan istri melahirkan
Mr.VANO
tindakan om piter sdh tepat ..
Mr.VANO
klu aku puny uang byk byk byk,aku mau buat rmh sakit.ke selamatan dl baru administrasi ,klu untk org tdk mampu gratis..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!