NovelToon NovelToon
Miss Jomblo (Almira)

Miss Jomblo (Almira)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:582.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka July

Kalau biasanya tokoh utama itu cewek yang cantik dan cerdas, maka Almira berbeda. Dia memiliki wajah yang pas-pasan, dan kepintaran yang pas-pasan juga. Hidupnya hanya sebagai bayangan yang tak berarti.

cerita komedi anak SMA.

Kisah perjalanan hidup Almira, dari itik buruk rupa menjadi itik biasa aja.

...

Seharusnya ada gitu pangeran yang tetiba lewat buat nolongin Mira dalam keadaan kayak gini..

Tapi..

wussshhhhh..

cuma angin.

huhh

nasib!

"Neng," sapa seorang laki-laki yang langsung membuat hati Mira cerah seketika.

'apakah dia malaikatMu, Tuhan?' bathin Mira bahagia.

tapi,

"Ayo, Neng! Ragunan! Ragunan!"

'sial, itu cuma kernet bus yang lagi cari penumpang. Dikira gue monyet mau ke Ragunan?'

....

ig : kakajuly_3674

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka July, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Inikah rasanya?

"Ck, lebay!" ujar Ghani sambil memakai helmnya. Setelah melirik sepintas, adik Mira itu sudah berjalan menghampiri motornya, lalu menghidupkan mesinnya, dan pergi begitu saja.

Dari segimananya kalo gue lebay?

Apakah minta dijemput pacar termasuk dalam kategori lebay? nggaklah ya,

Abaikan!

"Baru tiga hari.. Masih manis-manisnya." ucap Shelia sambil membuka pintu mobil. "Papaaaa.. Buruaaann!!!"

Abaikan juga! Emang masih manis tuh hubungan gue sama Donny. Namanya juga baru jadian tiga hari.. ya masih manislah..

Sang Papa pun keluar dari dalam rumah lalu menoleh sekilas pada Mira yang sedang berdiri di depan teras. "Jupri kamu belum datang?"

"Bentar lagi." jawab Mira santai. Papanya selalu menyebut Donny dengan jupri. Yang artinya jemputan pribadi. Gitu sih katanya.

Papa hanya mengangguk lalu masuk ke dalam mobil menyusul Shelia. Tak membutuhkan waktu lama saat mobil papa pun berlalu dari hadapan Mira. Dan Mira yang saat ini masih berdiri di teras depan rumahnya.

Suara klakson terdengar saat sebuah mobil melintas di depan rumah Mira. Itu mobil bang Irwan, kakaknya Diva, yang pastinya lewat untuk berangkat kerja dan tentu saja ada Diva di dalamnya yang hendak pergi ke sekolah. Hanya sebuah klakson yang berisyarat 'permisi', atau mungkin 'duluan ya' untuk Mira yang masih setia di posisinya.

Mira gak marah walaupun Diva sama sekali tak menegurnya. Ah mereka masih diam-diam-an sampai detik ini.

Setelah mobil bang Irwan berlalu, maka tibalah saat motor sang pacar Mira yang datang.

Yup, pacar dong!

Mira gak jomblo lagi dong!

Dunia cerah euy, secerah hati Mira selama tiga hari ini. Makan bareng, pulang pergi sekolah bareng, nonton, ngemol, dll selayaknya remaja sebayanya pacaran. Kayaknya sih gitu. Itu yang Mira rasain. Dalam tiga hari Mira sudah nyobain sampai yang namanya pegangan tangan. Jangan salah, cuma pegangan tangan begitupun jantung Mira udah deg-degan parah. Hati berbunga-bunga, bibir auto senyam-senyum gak jelas dimanapun dia berada.

Inikah rasanya jatuh cinta???

Ehehehe.. Bahagiaaaaaa banget rasanya.

"Ntar pulang gak bareng ya. Gue mau main basket dulu sama anak-anak." kata Donny sambil menunggu Mira menaiki motornya. Satu hal yang belum berubah, yaitu panggilan 'gue-elo' tetap jadi panggilan diantara mereka.

"Iye, gue mau main dulu ke rumah Soli.."

"Jangan lama-lama mainnya.."

"Emang kenapa?"

"Belajar kali.."

"Yah, insya Alloh deh.."

Donny melajukan motornya dengan cepat seperti biasa. Melalui kemacetan yang tak seberapa arahnya bila menggunakan kendaraan roda dua. Hingga tak lama kemudian mereka sudah tiba di parkiran sekolah.

Pandangan mata Mira tak sengaja bersirobok dengan mata Diva di kejauhan. Ada sedikit tarikan di sudut bibir gadis itu yang menyiratkan kesinisan saat memandang Mira dalam beberapa detik saja.

Mira dan Diva saling diam sudah tiga hari ini, tepatnya setelah Donny meresmikan bahwa Mira adalah pacarnya. Bukan inginnya Mira untuk diam kepada Diva, tapi dari Diva nya sendiri yang selalu abai setiap kali Mira menegur, maka Mirapun tak bisa memaksa.

Hhhh.. mau sampai kapan lo begini sama gue, Div?

kan bukannya kita tuh bagai artis dan kacungnya ya?

Tetiba gue kangen kembali saat masih menjalani karir sebagai seorang bayangan..

"Gak usah dipikirin!"

Donny mengusap singkat kepala Mira lalu menggandeng tangan Mira menuju kantin. Masih 20 menit sebelum bel masuk berbunyi.

"Udah sarapan?" tanya Donny setelah mereka tiba di kantin.

"Udah. Lo mau makan? Ya udah gue temenin."

"Udah makan roti tadi di rumah."

"Trus kesini mau apa?"

"Beli minum."

"oke." Mira sudah terbiasa dengan kata-kata Donny yang singkat itu. Karena ada saatnya Donny akan bicara banyak dan terlihat cerewat.

Mira belajar untuk mengenal pribadi Donny lebih lanjut seiring dengan resminya hubungan mereka.

---*---

Bel istirahat baru aja berbunyi, Mira sedang memasukkan bukunya ke dalam tas.

"Dan di hari ketiga ini, gue masih gak percaya kalo elo... pacarnya Donny." suara Soli terdengar datar tapi sarat akan keheranan.

"Kudu percaya." sahut Mira.

"Mira pacaran sama Donny itu serasa kiamat sudah dekat." sambar Pramita yang duduk tepat di belakang Mira.

"Gak perlu nyangkutin masalah pacaran gue juga, kiamat emang udah deket kali, Pram."

"Nah itu.. Terasa semakin dekat aja deh rasanya.."

"Elo kepengen banget kiamat nih?"

"Lah, kepengen gak kepengen juga kiamat mah udah pasti terjadi kali, Mir." nada suara Pramita naik satu oktaf. "Lupa sama pelajaran agama??"

"Lo berdua kenapa kudu bahas kiamat deh?" sela Soli. "Perasaan lagi bahas Donny, yang sayangnya pacarnya si Mira saat ini."

"he, kenapa harus ada sayangnya?" protes Mira, tapi gak diindahkan oleh kedua temannya.

"Berarti Donny adalah kiamat buat Mira." Pramita menyimpulkan.

"Kok gitu? Elo berdua temen gue bukan sih? Kenapa seakan gak mendukung gue? Ini gue pertama kalinya punya pacar loh. Pertama kalinya ada yang naksir." entah bener entah enggak, "Dan kalian malahan begitu.."

"Itu karena lo belom kasih gue sama Pram traktiran." tohok Soli dengan mantap. "Masa jadian gak traktir-traktir."

"betul." seru Pram mendukung Soli.

"Oh gitu ya?!" Dan rupanya Mira yang lugu dan polos adalah sebuah kenyataan yang gak bisa ditutupi. "Yaudah, nanti pulang sekolah gue traktir bakso ya?!" cengirnya lebar.

"Masa bakso?" sahut Pramita. "Ka-ef-ci dong!"

"jeh dia nawar."

"Mekdi kalo gak." usul Soli.

Wah..ternyata berat juga ya pajak jadian.. Dan kenapa harus ada peraturan kayak gitu sih?

siapa yang menciptakan? gue mau protesss..

"Geprek di perempatan. Terima, atau gak sama sekali!" putus Mira yang dibalas senyum lebar dari kedua sahabatnya itu.

---*---

Jam istirahat belum berakhir. Tapi Mira sudah kembali ke kelas, meninggalkan kedua sahabatnya yang masih asik ngobrol di kantin dengan teman-teman yang lain.

Niat Mira tuh mau rebahan sejenak di mejanya. Leyeh-leyeh mumpung belum bunyi bel masuk. Tapi baru beberapa saat Mira duduk di kursinya, seseorang mengetuk kepalanya ringan.

Mira mendongak, ada Ryo yang sudah duduk di kursi depan Mira. "Apa? Kapan lo dateng? Kok gak ada suaranya?"

Yang ditanya hanya cengengesan gak jelas.

"Gila di kelas sendiri aja sana,"

"hehe.."

Mira memutar bola matanya. "Lo pasti ada maunya kan?"

"Iya banget. Lo emang seorang cenayang sejati."

"gue dukun."

"Wow-"

"Udah, buruan bilang lo mau apa?"

Ryo menarik nafas sebentar, "Besok bawain baju gue yang ketinggalan di rumah Tante gue dong.. Plisss..."

Mira memandang Ryo jengah. "Kenapa mesti gue yang ambilin?"

"Ya kan elo yang lebih dekat ke rumah Tante Wirda,"

"Ya tapi kan lo punya motor. Biasanya juga lo bolak-balik kesana kan?!"

Ryo menopang dagunya. "Tapi hari ini gue sibuk."

"Dih, sok iya banget nih bocah."

"Seriusan gue sibuk.. Ntar ada les-"

"Gak ada. Hari ini kita gak ada les."

"Denger dulu kali, Mir. Gue kan bukan cuma les bahasa Inggris doang kayak lo. Masih ada les-les yang lain."

"Ya apa salahnya lo mampir sebentar-"

"Pliiiissss.... Miraku sayang... Pliiiiss.."

Mira memandang Ryo dengan sebal. Dalam hati sebenarnya Mira merasa lega juga, karena Ryo berubah hanya di hari pertama Mira resmi berstatus pacar Donny. Saat itu Ryo hanya menyunggingkan senyum ketika berpapasan dengan Mira. Dan Mira merasa sedikit tidak nyaman dengan perubahan Ryo. Di satu sisi karena Mira tau tentang perasaan Ryo terhadap dirinya, lalu di sisi lain Ryo adalah teman yang asik menurutnya.

Tapi kemarin, Ryo sudah kembali seperti biasa. Selalu menggoda dan mengajak debat Mira, seolah pilihan Mira terhadap Donny yang otomatis menolak Ryo tidak pernah terjadi. Dan itu sungguh membuat perasaan Mira terasa lega.

"baju apa sih, Yo? Segitunya lo maksa gue.."

"Baju seragam basket buat tanding besok, Mir."

"Kalo seumpamanya gue lupa?"

"Gue putusin pertunangan Selena sama kucing kampung punya lo."

Mira menghela nafas. Oke, baiklah.. Ini demi merubah keturunan Si Ciko. Eh, yang kemaren naksir Selena tuh Ciko apa Jainudin sih? Dan Selena tuh bukannya sok jual mahal ya?

"Yaudah.. Ntar malem gue ke rumah Tante lo."

"Yeeeee!!!!" sorak Ryo sambil mengangkat kedua tangannya.

Dan tanpa Mira sangka, Ryo telah mengecup cepat pipi kiri Mira.

Itu membuat Mira menganga sempurna. Gue.. dicium..

Refleks Mira memegang pipinya tanpa sadar. Dia menghayati, meresapi, dan mengingat lagi tadi rasanya kayak apa.

"APA-APAAN LO?!!"

Suara teriakan seseorang menampar kesadaran Mira seketika.

Gila. gue lupa kalo gue udah punya pacar. Dan parahnya, gue juga lupa kalo yang nyium gue barusan itu bukan pacar gue...

Gila. Gila. Gila.

Gue kudu ottoke?

"Don.." suara Mira mengambang gak jelas. Dia gak tau juga harus ngomong apa.

Apa ini artinya gue selingkuh?

•••

1
anna
kok aku baru ketemu novel sekeren ini ya😍👍
xiara
keren banget novel nya lucu, sedih, drama semua ngalir walau agak dipaksa cerita selsai t p novel nya bagus bangeetttt☺☺☺
Kaka July 💜: jangan lupa baca lanjutannya 🥰
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
tuh kan ahire g jd tunangan tp lansung ijab
Marhaban ya Nur17
kadang polos ama oon beda tipis kali yyyy
Marhaban ya Nur17
glowing
Marhaban ya Nur17
g ada lawannya se mira wkwkkw
Marhaban ya Nur17
kebiasaan deh klo lg serius pas ahir kalimate ngwkwk wkkwkw
Marhaban ya Nur17
gw ngakak mele
Marhaban ya Nur17
cieee mira
Marhaban ya Nur17
Dennis berarti musuh dalam kain lap wkwkwk
Marhaban ya Nur17
wkwkwk gw mau serius baca tp pas ahir kalimat selalu ae berubah jalur wkwkkw
Marhaban ya Nur17
jeng jeng
Marhaban ya Nur17
kocak 😀 keren bahasa e thor 👏👏👏
Marhaban ya Nur17
farnoooo wooiiii
Marhaban ya Nur17
yg metong kaya e bukan athar deh 🙄
Marhaban ya Nur17
muka e gesran bang wkwkwk
Marhaban ya Nur17
sapa se itu ???
Marhaban ya Nur17
wkwkwkw
Marhaban ya Nur17
belvita wkwkwkkw Buah vita kali
Marhaban ya Nur17
wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!