Cerita bawang disisipi comedy
Kisah gadis muda dengan cinta pertama
Pernikahan yang diinginkannya berakhir bahagia, ternyata membawa penderitaan bagi Anaya. Laki-laki yang menikahinya, meninggalkan dengan benih yang sudah bersemi dirahimnya.
Apakah kesalahan yang sudah dilakukan Anaya, sehingga Raditya meninggalkannya. Dan mengirimkan pesan yang membuat Anaya kecewa.
Setelah dia mencoba melupakan, masa lalunya kembali. Menuntut sesuatu, apa yang harus dilakukannya.
Kembali ke masa lalu untuk mencari kebenaran?"
Inilah kisah ku, Anaya ayusita. Wanita yang jatuh cinta, tetapi mendapatkan derita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
epi 24 Baby Rania
***cinta baru bisa dipercaya jika keduanya jujur dan setia.
Cerita hasil imajinasi penulis, hanya untuk hiburan di waktu luang.
****
Happy reading ya***.
"Sakit sekali suster !" seru Anaya kepada suster yang berada di dalam ruangan tersebut.
"Ya melahirkan emang sakit bu, tapi buatnya enakkan bu ." goda suster tersebut, membuat Anaya menjadi tersenyum dan melupakan rasa sakitnya sesaat.
Nesum yang berada diruangan juga tertawa mendengar perkataan suster itu kepada Anaya.
Setengah jam kemudian, setelah melewati perjuangan yang luar biasa. Akhirnya terdengar suara tangis bayi yang kencang, Anaya meneteskan air mata harunya. Setelah mendengar suara tangisan anaknya pertama kalinya.
"Selamat ya bu, putri anda sangat sehat dan sempurna ." ucap dokter yang menangani persalinannya.
"Alhamdulillah!" seru Nesum sambil sujud syukur, atas proses persalinan Anaya yang lancar.
Setelah bayinya dibersihkan, kemudian suster tersebut menyerahkan bayinya kedalam pelukannya Anaya.
"Baby !" seru Anaya sambil memeluk dan memberikan ciuman dikening putrinya.
"cantiknya..!" seru Nesum dengan penuh kegembiraan.
"Sayang ini mama, hanya kita berdua disini sayang. Maafkan mama karena tidak bisa membawa papamu kembali ." bisiknya pada putrinya.
"Sini ada Nesum juga, jangan lupakan Nesum ya ." kata Nesum setelah mendengarkan bisikan Anaya pada putrinya tadi.
"Suster, bisa tunjukkan putri saya pada keluarga saya diluar ." pinta Anaya pada seorang suster.
"Bisa bu." jawab suster tersebut, dan kemudian membawa bayi Anaya keluar.
Sedangkan papa dan para tetangga yang menunggu Anaya diluar, menunggu dengan perasaan cemas.
Ketika pintu ruang bersalin terbuka muncullah suster dengan menggendong bayi mungil yang masih merah.
"Ini putri ibu Anaya." beritahu suster tersebut.
"Ini cucu saya ." ucap papa dengan penuh haru dan juga gembira.
"Ayu ya." kata tante Ana.
"Geulis ." ucap tante Rina.
"Cakep " ujar Zul
"Cantik ," kata Togar
"kalian sudah mengeluarkan semua kalimat saya bilang apa?" tanya Om seno.
"Beauty ." kata pak Ahmad sembari tertawa senang karena bisa menggambarkan tentang baby Anaya.
"Mas seno pikirkanlah." ledek tante Ana.
Sorot masing-masing mata mereka terfokus pada bayi mungil tersebut.
"Sudah cukup ya pak, bu.tidak bisa lama-lama diluar ruangan, bayinya masih rentan ." beritahukan suster tersebut.
"Ya suster, bagaimana dengan ibunya suster ?" tanya papa Anaya.
"Ibunya sehat pak, sebentar lagi masuk ruangan ." kemudian suster tersebut kembali masuk keruang bersalin dengan membawa baby Anaya digendongannya.
"Itu bayi yang dibawa Anaya selama 9 bulan kemana-mana?" kata Zul.
"Ya jelaslah, maksud lu apa Zulkifli !" kata Togar yang belum paham apa maksud ucapannya.
"Tak ku sangka begitu cantik, pasti sulit kita jaganya ." ucap Zul.
"Jaga dari apa Zul ?" tanya papa Anaya.
"Dari cowok-cowok brengsek !" ujar Zul spontan.
"Masih baby Zul . " ingatkan tante Ana.
"kan tidak selamanya baby tan...," kata Zul lagi.
"Itu masih lama Zul, ngak usah pikirkan sekarang ." kata Om seno sambil tertawa menatap Zul.
"Apa kata Zul benar juga, kadang-kadang jalan juga otakmu kawan ." puji Togar pada Zul.
"Betulkan apa yang kupikirkan Togar ?" kata Zul.
"Biar baby tidak di ganggu cowok brengsek, kita masukkan baby nanti ke klub karate, taekwondo atau tinju ." Togar mengeluarkan ide-idenya untuk si baby.
"Togar, baby Anaya mau kau jadikan tukang pukul ." kata pak Ahmad ketika mendengar idenya Togar dan Zul yang terlalu ekstrim.
"Ada-ada saja kau Togar ." ujar tante Rina dengan menggelengkan kepalanya.
\*
"Nay, selamat ya babynya sangat geulis ." ucap tante Ana.
"Ya Nay, cakep ," sambung Om Seno.
"karena anakmu cantik Nay, sulit nanti menjaganya dari mata lelaki hidung belang. maka abang rencana mau masukkan dia nanti karate ." kata bang Togar dengan semangat.
"Ya Nax, itu ide gw juga." sambung Zul.
"Tapi bang, anak Anaya baru 5 jam Nay lahirkan, hidung belang mana yang mau ganggu ?" tanya Anaya sambil tersenyum.
"Bukan sekarang Nay, nanti kalau sudah besar ." ucap Zul.
"kalau sudah besar. " kata Togar.
"kalau dah besar, nanti aja kita pikirkan bang. Sekarang Nay lapar bang ." kata Anaya pada Togar.
"Ok mama baru, abang cari makanan dulu keluar. Zul ayo..." kata Togar dengan mengajak Zul ikut bersamanya.
"Siapa nama babynya Nay, masa kita panggil baby terus?" tanya tante Ana.
"Ya Nay siapa namanya ?" tanya papanya juga.
"Rania putri ayusita . " ucap Anaya nama putri kecilnya.
***💞Next 💞***