Menikah bukan karena terpaksa, bukan karena keinginan orangtua, bukan karena adanya hutang, juga bukan karena keuntungan bisnis semata. Tetapi karena ....
Kaili adalah seorang gadis yang memiliki keterbatasan, yaitu tidak bisa melihat. Kaili terpaksa menikah dengan Presdir Lee yang terkenal akan kekejamannya.
Tak ingin membantah Sang Daddy, Presdir Lee terpksa menikahi Kaili yang sama sekali tidak dia cintai. Ketika menikahi Kaili, ternyata Presdir Lee telah menikah lebih dulu dengan kekasihnya yaitu, Yuki. Pernikahan keduanya diketahui oleh semua anggota keluarga dari pihak Presdir Lee. Bahkan, Tuan Shilin merestui keduanya.
Lantas, kenapa Tuan Shilin menikahkan kembali Putranya dengan seorang gadis buta seperti Kalii? Misteri apa yang sebenarnya dia sembunyikan?
Lalu bagaimana sulit kehidupan Kaili selanjutnya? Akankah Presdir Lee mau menerima Kaili sebagai istri? Akankah tumbuh benih-benih cinta antara keduanya?
Sekuel : My Boss Is My Husband
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IBPD BAB 24
Setelah memasukkan Kaili kedalam buthub. Lee kembali ke ranjang, kemudian melepaskan seprei yang telah berlumur noda. Kaili, gadis itu sudah biasa mengalami Dismenore setiap bulannya. Namun, sejek tidak bisa melihat, Kaili sering teledor dan melupakan jadwalnya.
"Tuan," panggil Kaili didalam sana.
"Ada apa lagi?" Tanya Lee.
"Emh, itu Tuan, saya sangat membutuhkannya saat ini." Ujar Kaili pelan karena malu.
"Tunggulah sebentar, aku akan mengambilkannya untukmu." Jawab Lee mengerti apa yang dimaksud oleh Kaili.
Keluar dari kamar, Presdir Lee masuk kedalam lift menuju lantai empat dimana kamarnya berada.
Ting!
Lift terbuka, dan Kaili segera keluar. Berjalan sebentar, berulah presdir tiba didepan kamarnya.
Ceklek!
Perlahan Presdir Lee masuk kedalam kamarnya. Di ranjang, Yuki tengah terlelap begitu nyenyak. Menuju Kamar mandi, Presdir Lee membuka lemari disana satu-persatu. Hingga akhirnya dia menemukan apa yang sedang dia cari. Pembalut, dia merasa lega ketika menemukannya.
Sebelum keluar dari kamar, tak lupa Presdir Lee mengambil sebutir obat pereda nyeri yang akan dia berikan kepada Kaili. Tak ketinggalan, Presdir Lee juga mengambil obat pereda nyeri untuk dadanya.
Begitu mendapatkan semua yang dia cari. Lee segera keluar dari kamarnya. Menuju lantai dasar.
Tok! Tok! Tok!
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Lee sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Emmh, saya baik-baik saja, Tuan." Jawab Kaili pelan hampir tak terdengar. "Apa itunya ada?" Tanya Kaili.
"Ini, ambillah pembalutmu," ujar presdir Lee memberikan pembalut itu ke tangan Kaili yang menjulur ke luar.
"Terima kasih banyak, Tuan." Ucap Kaili tulus. "Oh iya, Tuan. Bisakah tolong saya untuk mengambil pakaian," pinta Kaili memohon.
Huffff
"Tunggu sebentar," jawab Presdir Lee langsung menuju lemari, lalu mengambil piyama lengkap dengan dalaman.
"Ini, pakaianmu." Ujar Lee kembali mengulurkan pakaian milik Kaili.
"Terima kasih, Tuan." Jawab Kaili lagi.
Begitu selesai dengan segala urusannya, Kaili segera keluar dari dalam kamar mandi.
"Apa perutmu masih nyeri?" Tanya Lee lembut.
"Iya, Tuan. Tapi masih bisa saya tahan." Jawab Kaili membaringkan tubuhnya disamping Presdir Lee.
"Ini, minumlah obat pereda nyeri ini." Tawar Lee memberikan sebutir pil dan segelas air putih kepada Kaili.
"Darimana Tuan mendapatkannya?" Tanya Kaili bingung.
"Jangan banyak bertanya, cepatlah diminum obatnya. Aku tidak bisa tidur karena kau terlalu berisik." Kesal Lee.
"Baik, Tuan." Jawab Kaili segera meminumnya.
"Bagiamana, apa sudah mendingan?" Tanya Lee dengan raut wajah khawatir.
"Saya baru saja meminumnya, bagaimana mungkin akan sembuh secepat itu, Tuan." Jelas Kaili.
"Berbaringlah, aku akan mengurut perutmu yang nyeri." Ucap Lee santai.
"Ma-maksud Tuan apa?"
"Kubilang aku akan mengurut perutmu. Jangan berpikir aneh dulu, aku hanya melakukan apa yang Mommy inginkan." Jelas Lee cepat.
"Tidak perlu, Tuan. Setelah minum obat, nyerinya akan perlahan mereda." Tolak Kaili lembut.
"Jangan membantahku! Aku tidak ingin jadi anak durhaka!" Bentak Presdir Lee membuat Kaili menelan salivanya bersusah payah.
"Ba-baiklah, Tuan." Jawab Kaili akhirnya mengalah.
"Ada apa dengannya? Kenapa malam ini dia sangat baik kepadaku? Apa dia kemasukan?" Batin Kaili heran, walau heran, Kaili tetap menyingsing bajunya. Kemudian tepak tangan kekar yang terasa hangat dan menenangkan memutar di perut datar Kaili.
"Hemm, nyaman sekali. Telapak tangannya memberikan rasa nyaman dan tenang seperti telapak tangan Ayahku. Apakah Tuhan menghadirkannya sebagai pengganti Ayahku?" Batin Kaili sambil terpejam menikmati elusan telapak tangan Presdir Lee yang mampu meredakan rasa nyerinya. Hingga tanpa disadari, Kaili telah terlelap begitu nyenyak.
"Kenapa gadis ini membuatku seperti ini? Daya tarik apa yang ada padanya? Kenapa aku ingin selalu melindunginya? Aku harus secepatnya menghilangkan perasaan ini, perasaan ini tidak boleh dibiarkan. Kau hanya obat bagiku, tidak lebih dari itu." Batin Presdir Lee segera memejamkan matanyaenyusul Kaili yang telah lebih dulu menuju alam mimpinya.
greget ihkkkk😡
happy ending buat pasangan Lee - Kaili..
tapi sad ending buat Shilin - Aeri.. 😭😭😭
ya walopun emang Aeri udah cukup berumur dan memang mungkin sudah waktunya pulang, tapi tetep aja nyesek bacanya kak..,😭😭😭
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰🤩😍
mslh yuki aja blm selesai kok dh tamat
krn pd kejadian itu kai pergi sm tuan garod