Siena gadis sederhana yang bekerja di sebuah perusahaan besar terlibat sebuah perjanjian dengan pemilik perusahaan tersebut, dan menyeretnya ke dalam cinta segitiga yang di ciptakan oleh Rangga Wijaya, sepupu pemilik perusahaan yang bernama Sagara Abraham.
Akankah cinta Sagara Abraham berlabuh selamanya di hati Siena? atau berhenti di tengah jalan dan berpaling ke hati selanjutnya? Siapakah yang memenangkan hati Siena?
Cover by pinteres, edit by me
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
Di kantor.
Kinan yang sudah berada di kantor Sagara sengaja menunggu kedatangan Siena hanya untuk mempermalukannya di depan rekan kerja lainnya. Setelah hampir dua puluh menit menunggu, Kinan tersenyum lebar saat melihat kedatangan Siena dari arah pintu utama.
Sementara Siena yang tidak memperhatikan jalan karena banyaknya sapaan dari rekan kerjanya. Tidak menyadari kalau kaki kanan Kinan sengaja menghalangi langkah kaki Siena.
Alhasil, Siena hampir saja terjerambab jatuh ke lantai andai Dion datang terlambat.
"Siena!" pekik Dion dari arah belakang menarik baju Siena supaya terjatuh.
Namun hasilnya kancing kemeja yang Siena kenakan satu persatu terlepas akibat tidak kuat menahan beban tubuh gadis itu. Bersamaan di pihak lain, Sagara yang melihat kejadian tersebut, hendak membantu Siena, tapi sudah keduluan Dion. Ia hanya bisa berdiri termangu memperhatikan Siena dalam dekapan Dion yang menutupi pakaiannya yang terbuka.
"Kau sengaja mencelakai Siena!" tuduh Dion menatap tajam Kinan.
"Si, kau tidak apa apa?" Dion melepas jas nya lalu ia pakaikan ke tubuh Siena.
"Aku tidak apa apa," jawab Siena. "Terima kasih."
Siena mengalihkan pandangannya ke arah rekan kerjanya yang menyembunyikan tawa, lalu menoleh ke arah Kinan.
"Sepertinya kau butuh di reparasi otakmu, atau kau belum pernah merasakan sentuhan tanganku," ucap Siena marah.
"Cuih!" Kinan hanya menanggapi dingin ucapan Siena.
"Sudahlah, buang buang waktu meladeni wanita gila seperti dia. Ayo kita pulang, ganti pakaianmu." Dion merangkul bahu Siena lalu membawanya keluar dari kantor.
Sagara yang sedari tadi diam memperhatikan Dion membawa pergi Siena, hatinya berdesir panas. Hati kecilnya tidak terima Dion memperlakukan Siena seperti itu, sementara Sagara sendiri belum menyadari kalau dia telah jatuh cinta kepada Siena.
"Kau.." ucap Sagara pelan menatap tajam Kinan.
"Apa? aku tidak melakukan apa apa," jawab Kinan cuek. "Ceweknya saja berlebihan, mau jatuh saja harus pakai drama."
"Kemari kau.." Sagara menarik tangan Kinan lalu menyeret paksa gadis itu keluar dari kantornya.
"Lepas, sakit tahu!" bentak Kinan menepis tangan Sagara. "Kenapa kau bisa sekasar ini hanya karena wanita kampungan itu!"
"Pergi dari hadapanku, dan jangan pernah ganggu aku lagi," ucap Sagara menunjuk wajah Kinan.
"Hei, ada apa denganmu?" tanya Kinan. "Apakah kau sudah tidak mencintaiku?"
Sagara tersenyum tipis, mendekatkan wajahnya. "Aku baru menyadari, kalau aku sudah tidak mencintaimu sejak kau meninggalkanku. Selama ini aku telah membuang waktuku hanya untuk memikirkan wanita sepertimu."
"Saga? apa maksudmu?" tanya Kinan lagi.
"Yah, aku mencintai wanita lain." Kata Sagara menarik wajahnya kembali.
"Siena, kah?" tanya Kinan.
"Kau tahu jawabannya." Sagara tersenyum tipis menatap raut wajah Kinan yang berubah masam.
"Saga! kau tidak bisa memperlakukanku seperti ini!" bentak Kinan marah, menarik kerah baju Sagara.
Sagara menepis tangan gadis itu, dan menghempaskannya ke bawah. "Kenapa tidak? kau bisa meninggalkanku di hari pernikahan kita. Aku pun bisa melakukannya, kenapa kau tidak bisa menerima?"
Setelah bicara seperti itu, Sagara berlalu dari hadapan Kinan, menuju mobil miliknya yang terparkir di halaman. Sagara memutuskan untuk menyusul Dion dan menjemput Siena.
Sementara Kinan yang tidak terima dengan keputusan Sagara, memutuskan untuk menemui Nancy sahabatnya.
Hanya butuh waktu tiga puluh menit, Kinan sudah sampai di rumah Pak Subrata. Kebetulan Nancy ada di rumahnya. Kinan menyampaikan semua keluh kesahnya kepada Nancy dan Subrata.
"Kau tenang saja, aku sudah memiliki rencana untuk menghancurkan perusahaan Sagara dan aku akan merebutnya," ucap Subrata, tersenyum sinis menatap Kinan, putri sahabatnya.
"Bukankah lusa ada pameran berlian?" tanya Nancy menoleh ke arah Subrata.
"Kau benar, lihat saja nanti apa yang akan kulakukan di hari pameran berlian itu.." ucap Subrata pelan.
Di lain pihak.
Sagara yang sudah berada di rumah Siena, sikapnya berubah dingin kepada Dion yang biasanya hangat.
"Ayo ikut aku, kau harus bekerja karena hari ini sangat sibuk!" perintah Sagara seraya menarik tangan Siena supaya menjauh dari Dion.
"Kau tidak perlu bersikap kasar seperti ini!" Siena menepis tangan Sagara. "Aku tahu kewajibanku, kau tidak perlu membentakku!"
"Ga, kau itu kenapa? ada apa denganmu?" tanya Dion, alisnya bertaut menatap wajah Sagara tidak mengerti dengan perubahan sikap sahabatnya itu.
"Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan." Sagara menarik tangan Siena kembali, dan membawanya keluar dari dalam rumah.
"Ga, jelaskan! apa salahku!" Dion berjalan tergesa gesa menyusul Sagara dan Siena.
Sagara balik badan, menatap tajam Dion. "Apa kau tuli? sudah kukatakan tidak ada waktu untuk menjelaskan."
"Cukup! kalian tidak perlu ribut!" Siena mencoba menengahi. "Dion, sebaiknya kau pulang. Farel pasti sendirian di rumah."
"Baiklah Siena," jawab Dion.
Sagara menatap jengah Siena dan Dion, lalu masuk ke dalam mobil.
"Ayo cepat Siena!" perintah Sagara dari dalam mobil.
"Iya!" sahut Siena menoleh sekilas ke arah Saga yang sudah berada di dalam mobil. "Aku pergi dulu."
Dion menganggukkan kepalanya, memperhatikan Siena masuk ke dalam mobil.
"Ga, apa kau cemburu padaku?" ucap Dion pelan.
Jd saga,rangga dan arga ini bersaudara bgitu ??? Yg punya dendam ini para orgtua nya . Tp ank2 nya yg pda jd korban
Jd sedihhh krna rangganya meninggal ,
Rangga nya munculin lg aja thor biar hdp bhgia sma siena..
Aku udh ga srek sma saga krna ibunya skrg udh jahat..dan mlah skrg berpihak sma si melati..sma² jahat mreka