NovelToon NovelToon
ELIMINATED

ELIMINATED

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Pembantu / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:243.9k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Kehidupan yang enggan berpihak? atau pernikahannya yang salah? apakah takdir lebih senang mempermainkan hidupku? atau memang tidak ada sedikitpun kebahagiaan yang tersisa untukku?

Saat aku mulai membuka hati.
Saat aku mulai jatuh cinta padanya.
Dia mengkhianati dan mencampakkanku seperti barang usang dan pergi dengan wanita lain.


Bagaimana kisah selanjutnya? yuk simak. jangan lupa tinggalkan jejak.

Cover by pinteres.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurigaan

Jakarta.

Tepat dua bulan Samudra pergi ke kalimantan. Harusnya hari ini Samudra sudah kembali tepat waktu. Namun kali ini rupanya Samudra telat pulang, Al sedikit merasa khawatir. Lalu ia meminta Raditya untuk menghubungi Samudra karena ponsel miliknya mati.

"Abang tidak bisa di hubungi Al," ucap Raditya.

"Semoga dia baik baik saja." Kata Al sedih.

"Sudahlah Al, abang pasti baik baik saja. Kau jangan khawatir." Raditya coba menenangkan.

"Hei, kau mau kemana sudah rapi?" tanya Aleah memperhatikan Raditya terlihat sudah sangat rapi.

"Aku mau ke kafeku sebentar, teman teman sudah menunggu di sana." Raditya menoleh ke arah Aleah, lalu menghampirinya dan duduk di tepi tempat tidur.

"Al..."

"Iya?" sahut Aleah.

Raditya terdiam cukup lama memperhatikan Aleah. "Ada apa?" tanya Al lagi.

Raditya menggelengkan kepalanya, tertunduk sesaat. "Tidak apa apa."

"lah..kau mau bicara apa?"

"Tidak ada Al." Raditya berdiri. "Aku pergi dulu sebentar."

Aleah menganggukkan kepalanya, memperhatikan punggung Raditya hingga hilang dari pandangannya.

"Kasian sekali kamu dit," gumam Aleah pelan lalu berdiri. Ia memutuskan untuk mengundang Alya ke rumahnya dan berbincang bincang dengannya.

****

Sesampainya Raditya di kafe, ia sudah ditunggu dua sahabatnya Dion dan Hasby. Mereka menunggu sejak tiga puluh menit yang lalu.

"Di, kapan lo balik?" sapa Raditya menepuk pundak Dion lalu duduk di kursi.

"Dua hari yang lalu, pekerjaan gue sudah selesai," jawab Dion. "Oya, apa kabarnya Al?"

"Baik baik saja," sahut Raditya menoleh ke arah Hasby yang sedari tadi hanya diam. "Lo dari mana? menghilang begitu saja."

"Gue ada urusan mendadak, sory gue nggak sempat kasih kabar." Hasby kembali terdiam sesaat lalu mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan gambar seorang pria yang tak lain Samudra. "Lo kenal Samudra?"

"Loh, ini abang gue!" sahut Raditya menatap foto di ponsel milik Hasby.

Mata Hasby terbelalak menatap Raditya tidaj percaya dengan pernyataannya baru saja. "Serius lo??"

Raditya mengangguk. "Itu benar, memangnya ada apa?" tanya Raditya.

"Tidak apa apa, gue cuma mau ikut gabung di perusahaannya." Hasby kembali memasukan ponselnya di saku baju.

"Oh gitu, ya sudah lo main saja ke rumah abang gue." Tawar Raditya.

"Boleh? bagaimana kalau sekarang?" usul Hasby. Ia ingin melihat langsung anak dan istri Samudra yang telah di jual padanya.

"Tapi abang gue belum balik dari Kalimantan." Jelas Raditya.

"Tidak masalah, kalau sudah tau rumah abang lo. Kapan kapan gue main tidak ke sasar." Alasan Hasby kepada Raditya. Karena ia sendiri tahu, Samudra saat ini tengah dalam di lema.

"Terserah lo!" sahut Raditya. Lalu menoleh ke arah Dion. "Di, lo gak ikut?" tanya Raditya.

"Gue ada urusan lain, kapan kapan gue main ke rumah lo lagi," jawab Dion.

'Oke!" sahut Raditya lalu berdiri di ikuti Hasby Nugraga

"Kita cabut ya!" Hasby menepuk pundak Dion lalu beranjak pergi meninggalkan kafe.

"Aku sebenarnya kangen, pengen banget ketemu kamu Al. Tapi cukup dari jauh saja aku memperhatikanmu." Gumam Dion pelan, menghela napas panjang lalu beranjak pergi meninggalkan kafe.

"Pak Dion!"

Dion menoleh ke belakang, nampak Feri berlari menghampirinya

"Ada apa Fer?" tanya Dion.

"Ayahnya Al, masuk rumah sakit tadi pagi. Dan mereka membutuhkan biaya Pak." Jelas Feri.

'Lalu? masalahnya apa?" tanya Dion. "Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk membantu mereka?"

"Masalahnya biaya yang di butuhkan tidak sedikit Pak!" sahut Feri ragu ragu.

"Maksudmu? jelaskan!" kata Dion.

"Cuci darah. Ayahnya membutuhkan biaya besar untuk cuci darah." Jelas Feri.

"Kau ke rumah sakit sekarang, lunasi semua biaya cuci darah orang tua Al." Perintah Dion.

"Baik Pak!" sahut Feri.

Feri bergegas kembali ke rumah sakit setelah mendapatkan perintah dari Dion. Diam diam Dion melunasi semuanya dan mengatas namakan Samudra yang membiayai.

***

Sementara Al yang berada di rumah mendapatkan telepon dari ibunya dan mengabari kalau Ayahnya di rawat di rs lagi. Tetapi Al bisa bernapas dengan lega karena biayanya sudah di bayar oleh Samudra. Al terdiam cukup lama setelah mendapatkan telepon dari ibunya.

"Aneh, mengapa Samudra sulit di hubungi? tapi tiap orang tuaku sakit dia tahu dan membayar semua biayanya?" gumam Al pelan, ia merasa janggal dengan semuanya.

"Momy melamun?" sapa Ansell lalu duduk di samping Al, mendekapnya erat.

"Tidak sayang, aku cuma lagi pengen diem aja," jawab Al mencubit gemas hidung Ansell.

"Mom, tadi aku kenalan sama Bintang adiknya kakak Karin." Ungkap Ansell.

"Oya?"

Ansell menganggukkan kepalanya, tertawa kecil. Kebersamaan mereka terganggu dengan kedatangan Raditya dan Hasby.

"Al.." ucap Raditya.

"Kok mainnya sebentar," ucap Aleah lalu berdiri di ikuti Ansell.

"Al, kenalkan ini temanku Hasby Nugraha." Raditya memperkenalkan Aleah dan Ansell kepada Hasby.

"Aku temannya Raditya juga teman suamimu." Kata Hasby mengulurkan tangan.

Al menjabat tangan Hasby sekilas, lalu mempersilahkannya untuk duduk di kursi.

"Aku buatkan teh dulu." Al berlalu dari hadapan mereka, di ikuti Ansell dari belakang.

"Ansell putra Samudra? tapi wajahnya tidak serupa dengan orang tuanya?" tanya Hasby.

Raditya menghela napas panjang, lalu menceritakan siapa Ansell dan Aleah kepada Hasby tanpa ada yang terlewati.

"Bukan ibu kandung, tapi mau berkorban," ucap Hasby. Raditya mengangguk pelan.

"Apa aku sanggup mengatakan kepada Al, kalau dia dan Ansell sudah di jual padaku? rasanya aku tidak mungkin mengatakannya, dia bukan wanita seperti Marisa. Terlalu baik jika aku harus menyakitinya dengan mengatakan semua kebenaran itu." Gumam Hasby dalam hati.

1
Infinix Smart6
p
Infinix Smart6
o
Zuraida Zuraida
sam simuka badak
Zuraida Zuraida
kapan tu sisam kapret kena azab
Zuraida Zuraida
gimana kok al tau bahwa sisuami sudah menjualnya untuk hasby
Zuraida Zuraida
al itu terlalu baik plus terlalu buoduoh
Zuraida Zuraida
hasbi mana hasbi, kesel aku
Zuraida Zuraida
bilang saja semuanya bi
Zuraida Zuraida
bapak sialan, anaknya sekarang eh si bapak enakan ngadon mulu. amit amit deh kok aleah ampek mau dikawinin ame tu curut
NEYMAR JR
Wwo
teti kurniawati
biasanya nany bukan baby sitter
teti kurniawati
wah.. nyebelin sama wanita licik kaya gitu...
Jun hutapea
sangat bagus
Tri Widayanti
Hadir & nyimak dulu
𝕻𝖚𝖗𝖕𝖑𝖊ʸᵒᵘ❀
mampir...
Triana Mustafa
oh samudera...kasian sekali kau
Dasih Sunarti
itu ansel kenapa g bisa jln lagi y??

selamat buat dion dan al...
brasa masih gantung thor..
Dewi Ariyanti
😘😘😘👏👏👏
nuRRaffa
samawaya Al 😘lope² sekebon kebonnya...

ditunggu undangannya bwt raka sm barra ya
Lusiana_Oct13
Makasih juga thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!