NovelToon NovelToon
Cinta Tanpa Batas (Gadis Nakal Kekasihku)

Cinta Tanpa Batas (Gadis Nakal Kekasihku)

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sabina nana

Tama, cowok baik-baik, kalem dan jago olahraga yang jatuh cinta dengan Raina si gadis yang terkenal dengan reputasi buruknya. Suka dugem, mabok, merokok, bahkan gosipnya dia pun jadi sugar baby simpanan om-om.

Tama menghadapi banyak tantangan agar bisa bersama Raina. Teman dan keluarganya yang tak menyukai Raina, rumitnya latar belakang keluarga Raina, juga cintanya yang penuh gairah yang amat sulit dikendalikan oleh cowok itu.

Kisah mereka terajut sejak masa di bangku kuliah. Saat mereka lulus, Tama berjanji akan menikahi Raina satu tahun kemudian. Tapi dengan banyaknya pihak yang menginginkan mereka untuk berpisah, bisakah mereka bertahan? Apalagi mereka terpaksa harus berpisah demi mempersiapkan masa depan untuk bersama?

Author masih belajar, tetapi selalu berusaha memperhatikan ejaan dan penggunaan huruf kapital yang benar sehingga nyaman di baca. Silahkan mampir😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabina nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Kemana-mana

Almira berusaha menahan kegugupannya saat berdekatan dengan Tama. Meskipun ia tahu Tama terpaksa mau mengantarnya pulang, tapi ia mau tak mau bersyukur atas fakta bahwa Mamanya berteman dekat dengan Bundanya Tama.

Tama melangkah mendahului Almira menuju parkiran, sama sekali tak peduli dengan gadis itu yang tertinggal di belakang. Cowok itu kelihatan tergesa-gesa. Wajar saja, Tama pasti nggak mau ninggalin ceweknya lama-lama.

Almira sedikit berharap Tama akan mengantarnya dengan motor gede milik cowok itu, tapi harapannya pupus saat Tama membuka pintu mobil Arka yang terparkir tak jauh dari kafe.

Almira masuk ke mobil, dan Tama segera meluncur menuju rumah Almira. Entah kenapa, pikirannya sama sekali tak bisa lepas dari Raina sedetikpun.

"Tama, maaf ya jadi ngerepotin kamu." Almira mencoba membuka percakapan. Tama yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri, menoleh sekilas ke Almira.

"Oke. Nggak masalah kok."

Hening kembali. Tama terlihat tak berminat berbasa-basi dengan Almira. Gadis itu pun bingung harus bicara apa. Dua puluh menit bersama Tama yang begitu didambakan Almira, berlalu begitu saja.

 

Raina melirik jam di pergelangan tangannya. Tama sudah meninggalkannya tiga puluh menit yang lalu. Mengantar seorang teman, begitu kan katanya tadi? Perempuan?

Dengan alasan ingin ke toilet, Raina pun bangun dari duduknya dan menuju kamar kecil di sebelah barat bangunan kafe. Saat ia selesai membenahi riasannya dan sedang menuju kafe kembali, seseorang menghalangi langkahnya.

Meskipun suasana agak gelap, Raina mengenalinya sebagai Arsen. Sahabat Tama yang tidak pernah menyukainya.

"Disini elo rupanya," kata Arsen, seringai jahat terbentuk di bibirnya. Mendadak Raina merasa tak nyaman.

"Ada apa?" balas Raina. Berusaha berlalu dari situ, tapi lorong itu sempit dan sepi. Sama sekali tak ada orang yang lalu lalang di tempat ini.

"Gue pengen tahu aja, apa yang uda elo kasih ke Tama, sampai sobat gue itu tergila-gila sama elo?" Arsen mendesak Raina hingga gadis itu terjebak ke tembok, menghalangi akses gadis itu untuk melarikan diri.

"Itu bukan urusan elo." Jawab Raina dengan berani. Ditantangnya mata Arsen, tak berusaha menyembunyikan rasa tak sukanya kepada sahabat Tama yang satu ini.

"Ck ck ck, liar juga elo. Pantesan Tama yang minim pengalaman soal cewek bisa takluk sama elo. Elo kasih servis yang sama kayak elo nyervis sugar daddy elo itu ya?" ejek Arsen. Raina mengepalkan tangan, menahan dirinya untuk tak menampar cowok di hadapannya ini.

"Udah gue bilang, bukan urusan elo. Sekarang elo minggir sebelum gue teriak," desis Raina. Arsen terkekeh mendengarnya.

"Teriak aja. Disini temen-temen gue semua. Kita lihat aja mana yang bakal lebih dipercaya sama mereka. Gue, atau cewek jalang macam elo!"

Selesai mengucapkan itu Arsen memiting lengan gadis itu, berusaha mencumbu Raina. Raina berontak, menggigit bahu Arsen, membuat cowok itu tambah murka. Tanpa belas kasihan Arsen menampar Raina, lalu kembali memerangkap gadis itu di antara dinding dan tubuhnya.

Raina berusaha menjerit, sebelum Arsen kemudian membekap mulutnya. Raina tak berhenti memberontak, hingga akhirnya ia berhasil menyikut perut cowok itu sekuat tenaga. Arsen memekik kesakitan, sumpah serapahnya berhamburan untuk Raina.

Keributan itu menarik perhatian beberapa pelayan dan para pengunjung kafe akhirnya mengerubungi keduanya. Arka datang tak lama kemudian, melihat Arsen terbungkuk memegangi perutnya dan pacar adiknya berdiri tak jauh dari situ.

Raina berdiri disana dengan gaun dan rambut yang kusut. Sudut bibirnya nampak memar. Namun tak ada airmata, gadis itu memandang Arsen dingin.

"Ada apa?" tanya Arka. Raina tak mampu membuka mulut, masih shock dengan kejadian yang baru saja menimpanya. Ia tak menyangka sahabat Tama tega melakukan perbuatan kurang ajar kepadanya.

"Cewek jalang itu ngegodain gue, Bang. Tama keluar sebentar, dia langsung mepetin gue. Gue udah bilang ngga mau, tapi dia malah ngamuk ke gue. Terpaksa gue tampar dia biar dia ngelepasin gue," ucap Arsen tanpa ragu.

Orang-orang yang berkerumun di sana mulai bergumam, beberapa terang-terangan menghujat Raina. Yang pasti tatapan mereka berubah drastis, tak ada sorot ramah, yang ada hanya menghakimi. Wajah Raina mulai pias.

"Bener gitu kejadiannya, Ra?" tanya Arka pada Raina. Raina yang semakin pucat, hanya bisa menggeleng. Lidahnya kelu. Dalam hati berharap bumi terbelah dan menelannya saat itu juga.

"Elo nggak percaya sama gue, Bang?" protes Arsen. Arka berbalik ke arah Arsen lagi, bingung harus memihak siapa.

Tepat pada saat itu Tama muncul, dan darahnya serasa mendidih melihat keadaan Raina. Arsen langsung mendapatkan pukulan telak di rahangnya, membuat cowok itu tersungkur. Belum puas, Tama mendaratkan tendangan ke perut Arsen sebelum Arka berhasil memisahkan adiknya yang kalap itu.

"Elo apain cewek gue, hah? Bajingan!" maki Tama.

"Cewek jalang elo yang ngerayu gue duluan! Gue udah nolak tapi dia mepet ke gue terus! Kenapa elo marahnya sama gue? Tanya tuh cewek elo!" sahut Arsen, sambil mengelap bibirnya yang berdarah. Sialan si Tama.

"Elo pikir gue percaya?" Tama berkata.

"Jadi elo lebih percaya sama cewek elo yang bekas simpanan om-om itu daripada gue, sahabat elo dari SMA? Elo mau ngerusak persahabatan kita demi cewek jalang ini?! Udah nggak waras elo ya?" balas Arsen.

Tama tak tahan lagi. Didorongnya badan Arka yang sedari tadi menahannya, dan menerjang Arsen bagai banteng yang mengamuk.

Raina menyadari orang-orang di sana tak lagi ramah padanya. Mereka menatapnya dengan tatapan yang sering ia dapatkan, merendahkan. Tiba-tiba saja ia melangkahkan kaki, mulanya berjalan, lalu segera saja ia berlari menjauh dari sana.

Menepis kasar air mata yang turun tanpa permisi. Raina berlari menuju jalan raya. Dan berhenti di sebuah halte bus tak jauh dari sana. Seharusnya aku tahu di mana tempatku, batin Raina. Bersama dengan Tama adalah sesuatu yang terlalu indah. Dan seharusnya ia sadar sesuatu yang terlalu indah tak akan pernah berlangsung selamanya.

Satu tetes airmata meluncur, disusul bertetes-tetes lagi. Isakan yang menyertai tangisannya tak lagi bisa ditahan oleh gadis itu. Raina berdiri di halte bis, memeluk dirinya sendiri, menangis. Seolah memahami perasaannya, hujan pun turun, seakan ikut menangis bersamanya.

Tiba-tiba seseorang melingkupi tubuhnya dengan sehelai jaket kulit yang aromanya sangat dikenal Raina. Disusul kemudian sepasang lengan kokoh yang merengkuhnya dalam dekapan hangat. Tama.

"Aku udah bilang, jangan kemana-mana. Tetap di sampingku, dan aku akan jagain kamu."

 

*plis komen dong, apa yang kalian suka dari Tama-Raina? pengen tahu pendapat teman-teman semua.

1
shabiradelta
masih blm mood baca cerita Laine tolong kasih rekom novel kayak gini
Sri Nurjannah
udah Thun 2026 blm update² juga ka🥺
Sri Nurjannah
love you tama😍
ada kah didunia nyata lelaki seperti mas tama😁
Sri Nurjannah
inalillahi ko aku seneng ya kakek Suryo meninggoyy wkwk
Sri Nurjannah
ayok bang Eneng mau ko wkwkwkwk
Sri Nurjannah
ajab tuh kake Suryo Krena zalim kepada cucumu sndri
sukurinnnn
Sri Nurjannah
dri Thun brph ya aku baca ini novel tp gk pernah komen dan like 😁maaf ya ka
,seru dan terlalu bagus😍
sedih bnget jdi Raina dan Tama😭
mungkin ini udah brpa x aku baca ulang.gk pernah bosan, apa kabarnya ka?buat karya tulis mu yang sebagus ini lg dong ka 🙏
Irizka RA Yusuf
selalu menangis baca awal part ini
Irizka RA Yusuf
visualnyaa nggak pas kak, penggambaran untuk Tama kulit gelap macho
Irizka RA Yusuf
hadeeh panas panas panas, pusing pusing pusing
Irizka RA Yusuf
hadir kembali 😍😍😍
shabiradelta
di akhir tahun pingin baca lagi
shabiradelta
komentar terbanyak juga di novel ini soalnya aku jarang komentar berapa puluhan novel yg sudah tak baca hanya novel ini yg banyak tak komentari karena seringnya baca
shabiradelta
tak terhitung lagi baca novel ini semuanya terasa masuk ke ceritanya ...ad lagi GK ya cerita kayak gini yg bisa di baca sampai puluhan kali tapi masih ingin baca lagi dan lagi 😍😍
Sekar Melati
aku kembali lagi kak after 2021-2025 aku dah nungguin segini lamanya 😭, kakak dimana kpn lanjut part berikutnya??aku bakal stay nungguin💪 semangat
Aisha: kirain aku aja yg nengok novel ini di Desember 2025...
total 1 replies
Bee mi amore
sampai Oktober 2025 loo sy tunggu...hayo lanjut
Bee mi amore
kerasa bangetttt 😍
Bee mi amore
tamaa😍😍😍😍😍
Bee mi amore
dari semua Novel di NT yg aku baca,, Novel ini kayaknya yg paling sering aku baca ulang.gak tau kenapa rasa ceritanya dapet banget..msh blm bs move on sm kisah mereka.to sayang kok gak smp end yaa
Bee mi amore
baca lg utk yg ke banyak kali saking sukanya sm cerita ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!