NovelToon NovelToon
Isekai Cheat Code: Kultivasi Instan Lewat Notifikasi Sistem

Isekai Cheat Code: Kultivasi Instan Lewat Notifikasi Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Fantasi Isekai
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: ujang Bonang@_@

**Sinopsis:**
Di dunia nyata, Arka mati tragis karena dikhianati. Bukannya ke akhirat, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh Tian, murid buangan Sekte Awan Hijau yang sedang sekarat karena disiksa dan difitnah.
Di dunia baru yang kejam ini, kekuatan adalah segalanya. Tepat saat Tian pasrah akan mati untuk kedua kalinya, sebuah layar holografis muncul di kepalanya dengan bunyi: *[Ding! Sistem Cheat Code Jagat Raya Aktif!]*
Di saat orang lain butuh puluhan tahun untuk bertapa, Tian cukup melihat notifikasi sistem untuk naik level secara instan, kebal dari serangan, dan menduplikasi jurus dewa. Berbekal kode curang ini, Tian bangkit dari pecundang menjadi penguasa tunggal jagat raya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ujang Bonang@_@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Alkimia yang Meremehkan**

*Hening.*

Suasana di dalam ruangan mewah di lantai lima Paviliun Phoenix Ungu mendadak mencekam, seolah-olah seluruh pasokan udara di dalam ruangan itu tersedot habis dalam satu tarikan napas. Keheningan yang tercipta bukanlah keheningan yang menenangkan, melainkan keheningan pekat yang biasa terjadi tepat sebelum badai petir menghancurkan sebuah daratan.

Tetua Mu Qing mematung. Matanya yang biasanya memancarkan kearifan seorang Master Alkemis Tingkat 3 kini melebar sempurna, menatap pemuda di hadapannya dengan tatapan yang campur aduk antara tidak percaya, syok, dan sedikit rasa ngeri. Di dalam benaknya, kata-kata Feng Tian barusan terus terngiang-ngiang seperti gema lonceng kematian yang tak kunjung berhenti.

*Menembus Ranah Inti Emas? Meratakan beberapa klan bangsawan sombong?!*

Mu Qing menarik napas dalam-dalam, berusaha keras meredam gejolak energi Qi di dalam tubuhnya yang mendadak menjadi tidak stabil akibat guncangan mental. Jantungnya berdegup kencang menembus zirah batinnya. Sebagai kepala pengelola Paviliun Phoenix Ungu sekaligus tetua yang telah hidup selama ratusan tahun di Ibu Kota Kekaisaran Azure, dia telah menemui ribuan jenis kultivator—mulai dari pangeran arogan, jenius tak tertandingi dari sekte besar, hingga para kultivator sesat yang kejam. Namun, dia belum pernah sekalipun bertemu dengan seorang pemuda yang dengan kultivasi sekilas hanya berada di Tingkat 6 Pengumpulan Qi, tetapi berbicara tentang menghancurkan klan bangsawan seolah-olah sedang berbicara tentang menginjak segerombolan semut di pinggir jalan.

Jika bukan karena fakta bahwa token giok ungu di atas meja itu memancarkan aura murni esensi es klan Mu—yang hanya dimiliki oleh Nona Besar Mu Ran—Mu Qing pasti sudah mengibaskan jubahnya dan melempar pemuda gila ini keluar dari jendela lantai lima. Di Ibu Kota Kekaisaran Azure, struktur kekuasaan telah mengakar selama ribuan tahun. Empat klan bangsawan besar memiliki fondasi yang begitu dalam, bahkan pihak istana kekaisaran pun harus berpikir dua kali sebelum menyinggung mereka.

*Apakah bocah ini benar-benar gila, atau dia sengaja memancing reaksi orang tua ini?* Mu Qing membatin, matanya menyipit, mencoba menembus kabut misteri yang menyelimuti Feng Tian. Namun, tidak peduli seberapa kuat indra spiritual Ranah Fondasi Dasar Tahap Akhir Puncaknya memindai, hasil yang didapat tetap sama: pemuda ini hanya memiliki fluktuasi energi yang sangat tipis. Sesuatu yang sangat tidak logis jika disandingkan dengan ketenangan mutlak yang dipancarkannya.

"Haha... Rekan Muda Feng benar-benar suka bercanda dan memiliki selera humor yang... unik," Mu Qing akhirnya memecah keheningan dengan tawa hambar yang dipaksakan. Dia buru-buru mengambil teko dan menuangkan kembali teh spiritual ke cangkir Feng Tian untuk mencairkan suasana yang kaku. "Jiwa muda memang selalu penuh dengan semangat yang membara dan ambisi yang setinggi langit. Sifat seperti inilah yang terkadang dibutuhkan untuk menerobos belenggu takdir dalam kultivasi."

Feng Tian hanya tersenyum tipis, membiarkan cangkirnya terisi penuh kembali tanpa ada niat sedikit pun untuk memberikan penjelasan atau membela ucapannya. Di balik penyamarannya, matanya yang keemasan menatap cairan teh hijau yang berputar tenang. Bagi Feng Tian, biarkan saja lelaki tua ini menganggapnya sesumbar atau gila. Dunia kultivasi yang kejam ini dari dulu tidak pernah diatur oleh seberapa banyak kata-kata yang diucapkan, melainkan oleh seberapa besar kepalan tangan yang bisa dihantamkan. Ketika waktunya tiba, kenyataan akan berbicara lebih keras daripada argumen apa pun.

"Sistem," panggil Feng Tian dalam hati sambil menyesap tehnya yang hangat. "Periksa status energi batu spiritual yang kau deteksi di bangunan ini tadi. Di mana posisi tepatnya?"

**[Ding! Menjawab Pengguna. Konsentrasi energi batu spiritual tingkat tinggi terdeteksi berada di ruang bawah tanah paviliun ini, tersimpan di dalam formasi penyegelan kuno. Jumlah perkiraan: 50.000 Batu Spiritual Tingkat Tinggi.]**

**[Peringatan: Energi tersebut saat ini sedang digunakan untuk mengalirkan energi ke tungku pemurnian utama di lantai empat. Jika Pengguna ingin menyerapnya, disarankan untuk memicu situasi yang memaksa pengelola membuka segel formasi.]**

Feng Tian tersenyum batin. *Gila, lima puluh ribu batu spiritual tingkat tinggi? Itu setara dengan lima juta batu spiritual tingkat rendah! Klan Mu di Ibu Kota ini ternyata sekaya ini. Pantas saja Mu Ran bisa bertindak begitu royal di wilayah luar.* Target barunya kini sudah terkunci. Sambil memikirkan rencana untuk mendapatkan batu-batu tersebut, dia terus menikmati teh spiritual berkualitas tinggi yang disuguhkan.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama.

*Brak!*

Pintu kayu cendana tebal di ruangan lantai lima itu tiba-tiba diketuk dengan sangat kasar sebelum akhirnya didorong terbuka dari luar. Suara benturan pintu itu menggema keras di langit-langit ruangan yang luas.

Seorang pemuda tampan dengan jubah alkemis berwarna putih bersih melangkah masuk dengan tergesa-gesa. Di dada kirinya, terpasang lencana perak berbentuk tungku api dengan dua bintang yang berkilau—menandakan statusnya sebagai **Alkemis Tingkat 2**. Napasnya memburu, dan wajahnya yang biasanya tenang kini dipenuhi oleh lapisan keringat dingin dan kecemasan yang mendalam. Kultivasinya sendiri berada di Ranah Fondasi Dasar Tahap Awal, sebuah pencapaian yang luar biasa untuk pemuda seusianya di Ibu Kota.

"Mu Chen! Lancang sekali kamu! Apakah orang tua ini tidak pernah mengajarkanmu sopan santun?!" tegur Mu Qing dengan nada suara yang meninggi, memancarkan tekanan aura seorang sesepuh. Meskipun kata-katanya terdengar sangat tegas, ada kilat kekhawatiran yang tak bisa disembunyikan di matanya. Mu Chen adalah cucu kandungnya sendiri, seorang jenius alkimia yang menjadi harapan masa depan garis keturunan mereka di Paviliun Phoenix Ungu. Mu Chen bukanlah tipe orang yang akan bertindak ceroboh tanpa alasan yang sangat mendesak.

"M-Maafkan cucu, Kakek! Saya tahu saya telah melanggar aturan!" Mu Chen segera membungkuk sekilas, memberikan salam hormat dengan tangan gemetar. Matanya sempat melirik ke arah Feng Tian yang masih duduk santai memegang cangkir teh. Ada kilatan rasa ingin tahu sekaligus kejengkelan di mata Mu Chen saat melihat penampilan Feng Tian yang hanya mengenakan jubah abu-abu kusam murid luar. *Siapa pengemis ini? Mengapa Kakek menerimanya di lobi lantai lima yang sakral ini?*

Namun, Mu Chen segera mengesampingkan ego dan rasa penasarannya. Dia kembali menatap kakeknya dengan panik. "Kakek, situasi di lobi lantai satu bawah sudah benar-benar tidak terkendali! Formasi pelindung luar kita bahkan hampir diaktifkan secara paksa!"

Mendengar hal itu, alis putih Mu Qing langsung bertaut rapat. "Tenang dulu, Mu Chen. Ceritakan dengan jelas, siapa yang berani membuat keributan di bawah? Apakah mereka tidak tahu bahwa hari ini Paviliun Phoenix Ungu sedang menggelar persiapan perjamuan untuk asosiasi?"

"Itu... Tuan Muda Kedua dari Klan Wang, Wang Chen!" Mu Chen menjawab dengan suara setengah berteriak karena panik. "Dia tidak datang sendiri, Kakek! Dia membawa satu skuadron pasukan pengawal elit militer klan Wang. Saat ini, dia sedang mengamuk dan mengacaukan lobi utama karena melihat sebuah kereta kencana mewah milik kakaknya, Tuan Muda Wang Jin, ditinggalkan begitu saja dalam keadaan hancur dan retak tepat di depan pintu gerbang utama paviliun kita!"

Napas Mu Chen tertahan sejenak sebelum dia melanjutkan dengan cepat, "Wang Chen menuduh bahwa Paviliun Phoenix Ungu sengaja menyembunyikan pelaku kriminal yang telah menyerang kakaknya dan mempermalukan nama besar Klan Wang di jalanan utama kota! Dia menuntut agar kita menyerahkan pelaku tersebut dalam waktu tiga puluh menit, atau dia akan menggunakan otoritas militernya untuk menyegel tempat ini sementara waktu atas tuduhan melindungi buronan!"

Mendengar nama "Klan Wang", atmosfer di dalam ruangan langsung jatuh ke titik beku. Klan Wang bukanlah klan sembarangan. Mereka adalah raksasa militer di Kekaisaran Azure. Kakak tertua Wang Chen, Wang Jin, adalah seorang komandan muda yang terkenal kejam dan memiliki kultivasi Ranah Fondasi Dasar yang solid. Menyinggung satu anggota Klan Wang sama saja dengan memicu kemarahan seluruh faksi militer di Ibu Kota.

Tetua Mu Qing merasa kepalanya mendadak pening. Namun, saat dia mencoba mencerna informasi tersebut, sebuah ingatan mendadak melintas di benaknya. Penjaga gerbang bawah tadi sempat melapor bahwa Tamu Agung mereka datang dengan membawa sebuah kereta perang militer yang mewah namun dalam kondisi rusak parah di beberapa bagian dinding kayunya.

Mu Qing perlahan memutar lehernya yang terasa kaku, menatap lurus ke arah pemuda berjubah abu-abu yang masih dengan santai meniup permukaan tehnya yang beruap.

"Rekan Muda Feng..." Mu Qing menelan ludah dengan susah payah, suaranya terdengar agak serak. "Jangan katakan padaku... bahwa kereta kencana militer yang rusak parah di luar gerbang itu... adalah hasil perbuatanmu?"

Mu Chen yang mendengar ucapan kakeknya langsung tersentak. Matanya membelalak lebar, menatap Feng Tian seolah-olah sedang melihat makhluk asing. *Jadi bajingan yang dicari oleh Klan Wang adalah bocah Pengumpulan Qi ini?!*

"Oh, kereta yang itu?" Feng Tian meletakkan cangkir tehnya di atas meja kayu cendana dengan ketukan pelan yang ritmis. Dia mengetuk-ngetuk jarinya yang ramping dengan raut wajah tanpa dosa, seolah-olah sedang membicarakan cuaca hari ini. "Benar. Pemilik sebelumnya—siapa tadi namanya? Ah, Wang Jin atau semacamnya—dia benar-benar tidak tahu sopan santun di jalanan. Keretanya hampir menabrak jalan setapakku, dan dia bahkan menyuruh pelayannya untuk mencambukku."

Feng Tian mengulas senyum tipis yang tampak sangat menawan namun menyimpan kedinginan yang menusuk tulang. "Jadi, sebagai sesama kultivator yang baik hati, aku hanya memberikan sedikit pelajaran berharga tentang tata krama jalanan. Aku mematahkan beberapa tulang pengawalnya, merusak sedikit dinding keretanya agar sirkulasi udaranya lebih baik, dan menjadikannya kusir gratisan untuk membawaku masuk ke kota selama beberapa mil. Sayangnya, mentalnya terlalu lemah; dia pingsan di tengah jalan sebelum kami sampai di sini."

*Uhuk! Uhuk!*

Tetua Mu Qing langsung tersedak air liurnya sendiri hingga terbatuk-batuk hebat. Wajah tuanya berganti warna dari merah menjadi pucat pasi. *Merusak sedikit? Menjadikan Tuan Muda Wang Jin sebagai kusir gratisan?!* Itu bukan lagi sekadar memberi pelajaran, itu adalah tindakan menginjak-injak harga diri Klan Wang di depan umum dan meludahi wajah mereka di tengah jalanan Ibu Kota!

Sementara itu, Mu Chen berdiri mematung dengan mulut terbuka lebar. Dia menatap Feng Tian seperti sedang melihat seorang pria mati yang sedang berjalan.

"Kau... kau benar-benar gila! Kau merampas kereta perang Wang Jin dan menjadikannya budak kusir?!" Mu Chen berteriak dengan suara yang melengking, kehilangan seluruh ketenangan sebagai seorang alkemis jenius. "Apa kau sudah bosan hidup? Wang Jin adalah komandan pasukan muda yang didukung oleh jenderal kekaisaran! Dan adiknya, Wang Chen, yang saat ini sedang mengamuk di bawah, bukan hanya sekadar tuan muda klan, tapi dia adalah Alkemis Tingkat 2 yang dilindungi secara hukum oleh Asosiasi Alkemis Kekaisaran! Kau telah memancing kemarahan seekor naga raksasa yang bisa menelanmu hidup-hidup dalam satu kedipan mata!"

"Mu Chen! Jaga ucapanmu di hadapan Tamu Agung!" bentak Mu Qing dengan keras untuk menghentikan kecerobohan cucunya. Meskipun di dalam hatinya sendiri, keringat dingin sudah mengalir deras membasahi seluruh punggung jubah hijaunya. Skala masalah ini telah membengkak melampaui apa yang bisa ditoleransi oleh Paviliun Phoenix Ungu sendirian. Jika mereka melindungi Feng Tian, mereka akan berhadapan dengan Klan Wang dan berpotensi merusak hubungan dengan Asosiasi Alkemis karena status Wang Chen. Namun, jika mereka menyerahkan Feng Tian, mereka akan mengkhianati perintah Nona Besar Mu Ran dan menodai kehormatan Token Penatua Kehormatan. Ini adalah buah simalakama yang sangat mematikan.

Tepat di saat Mu Qing sedang tenggelam dalam dilema yang menyiksa, sebuah suara mekanis yang akrab dan dingin mendadak bergema di dalam kesadaran spiritual Feng Tian.

**[Ding! Kondisi terpenuhi. Memicu Misi Acak Tersembunyi: Tamparan Wajah di Paviliun Phoenix Ungu.]**

**[Deskripsi Misi: Tuan Muda Kedua Klan Wang menggunakan statusnya sebagai Alkemis Tingkat 2 untuk menekan Paviliun Phoenix Ungu dan berniat membunuh Pengguna. Tunjukkan pada dunia apa arti dari kejeniusan yang sesungguhnya!]**

**[Pilihan 1: Tetap berada di lantai lima, bersembunyi di balik perlindungan formasi Klan Mu, dan membiarkan Tetua Mu Qing menggunakan koneksi politiknya untuk menyelesaikan masalah ini secara damai. Hadiah: 500 Poin Sistem, 10 Batu Spiritual Tingkat Menengah.]**

**[Pilihan 2: Turun ke lobi lantai satu, hadapi Wang Chen secara langsung, dan tunjukkan siapa 'Sultan' serta 'Penguasa' yang sebenarnya dalam dunia Alkimia dan kekuatan! Hancurkan kesombongannya hingga ke akar-akarnya! Hadiah: 5.000 Poin Sistem, Teknik Pemurnian Jiwa Kuno 'Teknik Pemurnian Api Sembilan Surga' (Peringkat Surga), dan 1x Tiket Undian Premium Sistem.]**

Mendengar opsi yang diberikan oleh sistem, sudut bibir Feng Tian perlahan terangkat, membentuk sebuah kurva senyuman yang sangat dingin dan sarat akan aura intimidasi. *Bersembunyi? Menjadi pengecut di balik punggung seorang tetua tua?* Itu sama sekali bukan gaya hidup seorang Feng Tian sejak dia mendapatkan sistem kode curang ini. Di kamus hidupnya, kata "mundur" sudah lama dihapus. Terlebih lagi, hadiah untuk Pilihan 2 terlalu menggiurkan. Teknik tingkat Peringkat Surga dan tiket undian premium adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli bahkan dengan jutaan batu spiritual.

"Sistem, konfirmasi pilihan. Aku memilih Pilihan 2," jawab Feng Tian dalam hati dengan nada tegas.

Feng Tian perlahan berdiri dari kursi empuk kayu cendananya. Gerakannya begitu santai dan tenang, sangat kontras dengan situasi darurat yang sedang digambarkan oleh Mu Chen. Dia merapikan lipatan jubah abu-abunya yang kusam dengan gerakan yang sangat elegan, memancarkan aura seorang bangsawan agung yang tersembunyi di balik pakaian seorang pelayan.

"Tetua Mu Qing, tidak perlu memasang wajah semenakutkan itu," ucap Feng Tian dengan suara yang tenang namun memiliki daya tembus yang aneh, membuat kepanikan di hati Mu Qing sedikit mereda secara misterius. "Karena badai ini berakar dari tindakan saya, maka saya pulalah yang akan menghentikannya. Paviliun Phoenix Ungu tidak perlu terseret ke dalam lumpur ini."

Feng Tian berjalan melewati Mu Chen yang masih mematung, lalu berbalik sekilas di ambang pintu ruangan. Matanya yang keemasan berkilat di balik penyamaran, memancarkan rasa percaya diri yang mutlak seolah-olah dia adalah penguasa tertinggi dari seluruh tempat ini.

"Mari kita turun dan menemui Tuan Muda Wang yang agung dan terhormat itu," kata Feng Tian, nadanya terdengar seperti seorang guru yang hendak memeriksa tugas muridnya. "Aku sangat penasaran untuk melihat... seberapa keras dan nyaring gonggongan seekor anjing dari Klan Wang di tengah kemegahan Ibu Kota Kekaisaran ini."

Tanpa menunggu tanggapan atau kepastian dari kakek dan cucu klan Mu yang kini membeku seperti patung es karena syok mendengar kata-katanya, Feng Tian melangkah keluar ruangan. Kedua tangannya terlipat dengan santai di balik punggungnya saat dia berjalan menuju tangga melingkar, siap memberikan sebuah pertunjukan "tamparan wajah" yang tidak akan pernah dilupakan oleh seluruh penghuni Ibu Kota Kekaisaran Azure.

> **💬 Catatan Penulis (Author's Note):**

> **WADUH, BARU NYAMPE UDAH JUALAN MASALAH!** 🤪🔥 Sifat santai tapi mematikan Feng Tian emang gak ada obatnya! Wang Chen yang sombong bakal dapet kejutan instan dari 'murid miskin' kita di lantai bawah. Siap-siap denger bunyi *PLAK* yang estetik di bab berikutnya, karena Feng Tian udah resmi milih opsi buat ngeratakan kesombongan klan Wang! 💥😎

>

1
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
is good 😍😍
Hadi Hadi
mantap 💪💪
Hadi Hadi
semangat 😍😍👍👍👍
Sri Dewi: makasih udah nyemangatin
total 1 replies
Hadi Hadi
mantap 💪💪💪
Hadi Hadi
up up up
Hadi Hadi
sikat
Gege
makin kesini, cerita asli 300 kata, catatan othornya 1000 kata..🤭🤣
Sri Dewi: maaf ya autor lagi sibuk sibuknya ini juga yempetin curi waktu tar deh di bonusin
total 1 replies
Muhammad Ridwan
before🤣
Muhammad Ridwan
anggota tubuhnya
Muhammad Ridwan
semangat....
Hadi Hadi
bantai 😍😍😍
Gege
jangan lupa Thor tradisinya dunia kultivator, bunuh lalu harta rampasan.. 🤭
Sri Dewi: siap kk
total 1 replies
Gege
sudah 19 bab warisannya masih belom menunjukkan kualitas dan kemampuannya yang warbyasaaah.. 🤭
Hadi Hadi
semangat 👍👍👍
Hadi Hadi
😍is good 👍👍👍
Hadi Hadi
bantai 💪💪💪
Hadi Hadi
up up up up 💪💪💪😍😍😍
Hadi Hadi
bantai 💪💪💪
Hadi Hadi
bantai thor 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!