NovelToon NovelToon
Ice Breaker!

Ice Breaker!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: blackblue_re

"Slebor banget sih jadi orang?" -Delta

"Emang kayak elo? Udah jalan kek Putri Keraton, muka kayak es batu, mana galak lagi. Gak akan ada cewek yang mau sama lo, gue jamin!" -Alpha

Alpha si cewek slebor dengan bentuk super abstrak. Baju berantakan, rambut diikat asal-asalan dan yang paling penting, dia manusia paling kikir sedunia!
Delta dengan sifat batu dan antisosial, tidak ada yang boleh menyentuhnya karena bisa ditebasnya habis-habisan, wajah dingin dengan aura mencekam di sekitarnya membuat semua orang tidak mau berinteraksi cowok itu.

Hingga Alpha membalikkan semuanya.

"Gue bakal buat lo jatuh cinta sama gue! Ingat itu baik-baik!" -Alpha

"Ogah." -Delta

Ngalahin Sang Raja Es? Emang bisa?

Ice Breaker started

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blackblue_re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 | Follow Me

"Woy! Buka pintu oy!!!" teriak Chiko gedar-gedor pintu rumah gue. Mager bergerak, gue berteriak. "Buka sih buka aja go block! Paan sih tereak segala kek ibu-ibu bunting kena tetanus aje lu!"

Cklek

"Eh, iya juga ya kok gue dodol sih?" gumam Chiko celingukan sana-sini. "Yuk ah, buruan. Katanya lo mau belajar bareng? Ujian noh udah dekat."

"Eleh, iya deh mak! Cerewet amat lu, gue kepret congor lo tau rasa."

"NGOMONG APA LO HAH?!"

"Eh kagak, kagak, ampun."

Tadi siang setelah tahu nilai ulangan gue yang makin hari makin anjlok, membuat gue down sendiri padahal mau ngajak Saga belajar bareng tapi dianya lagi gak bersahabat. Jadi gue putuskan buat belajar sama Chiko untungnya dia termasuk murid pinter dan mau ngajarin mahkluk ras kolot kayak gue.

Boro-boro belajar, pegang lembar soal aja tangan gue udah gemetaran.

"Oh yaa ntar pas belajar makanannya kudu banyak yah?" pinta gue.

"Tinggal minta sama Saga kuy!"

"Ngapain sama Saga, bukannya belajarnya di rumah lo?"

"Di rumah Saga, kan Luffi udah bilang tadi."

Gue yang tadinya mau naik motor jadi buru-buru ngibrit. Ah, kampret lah malah ketahuan kalau gue lagi hindarin Saga.

"Kenapa lo? Jaga jarak sama sahabat lo sendiri?"

"Eh... Gue—"

"Udah kali, masalah sepele gak usah dibesar-besarin. Justru gue sama Luffi mau bikin kalian baikan. Gue tahu Saga pengen banget bercanda lagi sama elo kayak biasa." Chiko memamerkan senyum paling lebarnya.

"Ck, au ah!"

"Yeh dibilangin juga."

"Oke deh, gue ngalah. Ntar gue yang minta maaf, gue aja gak tahu masalahnya apa."

"Berarti kalian berdua bukan benar-benar sahabat," timpal Chiko membuat mata gue spontan menatap dia kebingungan.

"Maksudnya?"

"Sahabat itu, orang yang gak akan pernah canggung buat kita ajak bicara. Karena lo pernah ngerasain jatuh bangun barengan. Lo sadar, tanpa dia lo kehilangan. Bukan sebagai pacar, tapi sebagai keluarga."

"Uh... Gue belom ngerti Ko."

"Lo nganggap Saga lebih dari sahabat lo. Sampai perasaan lo ngebuat hubungan kalian kayak gini."

Gue cuma mengesah pelan sambil garuk-garuk telinga.

"Tentang janji itu... Lo udah pernah tanya sama Saga?" tanya Chiko lagi, gue menggeleng pelan. "Gak ada jawaban, dia lupa."

"Lebih baik... Lupakan aja, Al. Jalanin kayak biasa aja," ujar dia memalingkan muka.

"Hubungan kalian lebih baik diperbaiki, bukan dibuat rumit dengan hal yang belum tentu pasti 'kan?"

"Iya deh iya, Chiko cerewet bat hari ini beneran."

.

.

.

"Samlekom! Saga, Aa datang nih!" teriak Chiko membuat telinga gue pengang seketika, melihat lama ke arah panci di dapur Saga. Lalu geleng-geleng kepala.

"Kenapa lo Al?" suara Luffi yang sibuk maen ludo sama Saga.

"Enggak. Pengen nampol pala Chiko pake tuh panci," jawab gue.

"Ah berisik ae lu Mungky, gue cekek juga lo lama-lama," ucap Chiko gak terima. "Eh brada nama gue bukan Mungky!"

"Terus?"

"A-Aisyah bojoku cinta, pa-pada Jamila–"

Prang!

"Diem kagak?" marah Chiko, gue lari terbirit-birit menghindari dia. Menuju lantai atas, lalu sembunyi di dalam kamar yang pintunya gak dikunci.

"Mati gue dicekek sama si curut. Astetew," hela gue dengan napas tersenggal sembari bersandar di pintu. Mengitari seisi kamar yang dominan dengan warna merah dan hitam.

"Ini kamar Saga, yah?" gumam gue memerhatikan tumpukan baju yang berantakan di dekat lemari, tas dilempar ke mana-mana, baju seragam di atas kasur.

What the?

Aneh bat gue asli!

Poster di kamar dia rock and roll semua, lah ngapa di atas kasurnya ada boneka segala? Kumal pula, ish.

Gue mengambil boneka beruang berwarna cokelat dengan tulisan teddy di tengahnya, ada rasa sakit lama yang membuat tangan gue tiba-tiba menghempas boneka itu.

Semua terjadi gitu aja, gue terkejut. Perasaan apa tadi? Belum sadar sepenuhnya, pintu kamar Saga terbuka.

"Ngapain lo di kamar gue?"

"Ah-eh, g-gue..." gue tergagu sambil meremas jari-jari tangan, mencari alasan yang masuk akal.

"G-gue cuma sembunyi, Ga! Eh---?" kaget gue saat Saga mendekat membuat gue terpentok dinding di sisi kamarnya, gak ada jalan lain karena di kiri gue lemari. Dengusan kasar terasa di pipi gue, Saga makin mendekat.

"Apa yang lo cari di sini?"

"Hah?"

"....." dia diam tanpa bicara sepatah pun sedangkan wajah kami saling bertatapan, gue meneguk ludah sambil memberi jarak.

"NGAPAIN LO DI SINI HAH?!"

Gue tertegun, udah 2 tahun sejak ketemu Saga lagi baru pertama kali ini gue dibentak sama dia. Mata gue panas seketika, persetan dibilang cengeng.

"Gue cuma sembunyi sialan! Gue gak nyari apa-apa di sini! Apa lagi buat ngambil boneka jelek lo itu!!" dada gue bergemuruh, rasanya mau meledak.

"Keluar lo dari sini!" hardik dia menunjuk pintu kamar.

"Saga, oy! Dia cewek, Ga!" ucap Luffi menengahi, menatap gue yang sekarang beneran nangis.

"Pip, Koh, gue pulang. Bye."

Gue ngambil tas lalu berniat pulang naik ojek. Luffi dan Chiko sempat membujuk gue, tapi kalau udah nangis gini siapa yang mau ngikutin ucapan mereka dengan pikiran jernih.

Saga sialan.

Brukh!

"Apaan sih halangin jalan gue?!" marah gue dengan intonasi tinggi, cowok di hadapan gue menatap dengan muka dinginnya.

Kenapa si tembok ada di sini, sih?

"Nangis, yah," ucap dia berlalu dengan wajah yang tetap gak berubah.

Dia ngejek apa gimana sih? Muka dia gak bisa ditebak. Arrghh.

"Huaawwh!!!" gue nangis kejer membuat si tembok mendelik cepat dengan keheranan, para warga mulai berbisik ria.

"Gak usah nangis segala! Gue yang dituduh!" gertak dia, gue makin nangis sampai terduduk di aspal.

"Jahat!"

Warga mendekat, sekilas gue lihat mereka lagi berdebat dengan Delta. Sampai gak lama kemudian cowok itu mendekat dengan wajah gak ikhlas.

"Ikut gue."

×××

1
Ginan Velony A. Artantha
sedihnya sampe nangis kejer.
Sukses selalu thor
Qaisaa Nazarudin
wkwkwk ngakak aku..Mampir thor🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️
Ran Aulia
👍👍👍😂😂😂😩😩😩😩😍😍😍
Wahyu Setiadi
nangis kejer akoohh
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
banjir Thor bantal ane tanggung jawab,,bikin nangis gw lu Thor... nyesek bgt,,,dr awal ketawa pas dah mau end mlh kejer...
Casvanya Lee
author bener2 deh udah bikin aku nangis seharian ku kira alpha bakalan pergi beneran, kk author pinter membulan balikkan hati ku huuhuhuuuh untung aja happy end.... padahal ini cerita udah lama tapi aku baru baca sekarang bnr2 good job ceritanya... aku juga udah baca cerita kk author yg lainnya sukses trs ya makin banyak karya nya😍💪
Indriani Zein
ini nih novel yg akk cari, to the point gak berbelit² dan eps nya cuma sedikit tapi memuaskan 👍👍, keren bgt dah thorr,, semangat buat author 👍👍💪
Indriani Zein
baru paham kalok bintang itu cowok 🤦
Indriani Zein
suakit sumpah 😭
Rya_1212
z♡
Rya_1212
Rya_1212
Rya_1212
Rya_1212
Rya_1212
Alee
mirip kelas w :v
ErNa Pujiastutie
aku baru Nemu ini novel,,aku baca seharian sambil ini itu,,ngakak sedih ngakak galau trs d bikin suuuueeeddiiiihhhh,
tapi gila keren kak karya mu👍👍👍👍❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
tukang nyimak
ruwet obrolanya,, pd rebutan tanya jawab,, aduhhh aku butuh pahamex hey paramex
tukang nyimak
mereka ada di fase,, siapa aku,, dimana aku,, oy bayar utang lo pura2 amnesia
tukang nyimak
aku mah rajin nyimak sajaaahh.. entah mudeng gk nya ya pura2 nyimakk sajaahhh.. palaku udah mumet nampung pikiran real of the my life😵😵😵
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!