Chen Khu adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, hidup bahagia di sebuah desa terpencil dikaki gunung Wutan. Keluarga Chen merupakan keluarga petani yang terkenal ramah bagi penduduk desa. Chen Khu bocah berusia 7 tahun, yang suka membantu. Meskipun usianya terbilang masih muda, tetapi dia cukup ringan tangan untuk membantu sesamanya. Dia bercita-cita, suatu saat jika sudah besar nanti, dia ingin menjadi seorang tabib agar bisa membantu orang - orang miskin yang sakit. Akan tetapi semua tidak berjalan seperti apa yang diimpikannya, sampai suatu malam ketikan sekelompok pendekar aliran hitam datang menghancurkan desanya. kedua suadarax dibunuh dengan kejam, ayahnya di tangkap untul di jadikan budak, sedangkan ibunya tewas ketika berusaha menyelamatkan dia dan adiknya. Satu hal yang tetap ada dalam pikirannya yaitu, tato KALAJENGKING MERAH yang ada di lengan pendekar yang membunuh ibu dan saudaranya. Dengan berlinang air mata dan sekuat tenaga dia berlari kedalam hutan gunung Wutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khalid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#23. Menuju Kota Tainan
Melihat Pimpinan mereka sudah tidak bernyawa, kawanan perampok itu marah besar, merasa bahwa panah tadi berasal dari rombongan yang mereka incar merekapun menjadi semakin beringas.. seseorang yang mengambil alih pimpinan langsung memberi aba - aba..
"Serang mereka...jangan sisakan satu pun yang hidup.. " teriaknya lantang..
Para perampok segera melompat dari tebing dan pertarungan jarak dekatpun terjadi.. para pengawal yang hanya berada pada level 2 dan 3 mulai kewalahan, disamping kalah jumlah, kemampuan kawanan perampok ini juga diatas kemampuan mereka bahkan pimpinan mereka sekarang hampir mencapai pendekar level 5..
Tapi ada hal aneh yang membuat mereka terkejut.. setiap ada pendekar yang sudah terdesak sebuah anak panah menembus jantung atau leher dari musuh mereka. Meskipun merasa ada yang ganjil tapi saat ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkannya..
Satu persatu anggota kawanan perampok menemui ajalnya, situasi menjadi berbalik.. sekarang para pengawal sudah menguasai medan pertempuran.. Sisa - sisa perampok yang masih bisa menyelamatkan diri mencoba untuk kabur..tapi satu persatu dari mereka juga terjungkal dan terbunuh.. tinggal beberapa saja yang mampu menyelamatkan diri.
Pertarunganpun berhenti.. Pimpinan pengawal segera mengecek bawahannya.. Ternyata 12 orang pendekar level 2 dan 3 orang pendekar level 3 tewas dalam serangan itu.
" Keluarlah.. !! aku tau kamu yang membantu kami " teriak pimpinan pengawal tersebut sambil mengelilingkan pandangannya.
Kemudian terlihat seseorang turun dari atas tebing dengan perlahan - lahan.
"Kalian... kuburkanlah saudara - saudara kita yang tewas " ujarnya sambil berjalan kearah pemuda yang baru saja turun dari tebing.
"Anak muda.. Aku mewakili saudara - saudaraku berterima kasih, kamu sudah membantu kami mengatasi perampok - perampok itu, kalau tidak karena bantuanmu, kami pasti sudah terbunuh disini.. ".
"Maaf tuan.. aku sedang berburu tapi tersesat di daerah ini, kemudian aku melihat ada sekawanan perampok yang akan menghadang perjalanan tuan - tuan, jadi aku hanya mencoba membantu sebisaku.. "
"Oh..Iya.. namaku Wang Chou, aku adalah pimpinan pengawal rombongan ini.. kalau boleh tau anak muda, namamu siapa..? "
"Namaku Chen Khu.. kalau boleh tau, tuan - tuan mau kemana.? "
" Kami akan mengantar rombongan saudagar ini ke kota Tainan " jawab Wang Chou
" Kota Tainan..?? kebetulan aku juga ingin ke sana, bolehkan aku ikut dengan rombongan anda senior.? " Ucap Chen Khu penuh semangat.. dia menemukan tujuan pertamanya..
"Kamu boleh ikut kami, aku lihat kemampuanmu memanah bisa ikut membantu kami dalam perjalanan ini " ucap seorang pria yang mengenakan pakaian mewah yang terlihat sangat mahal.
"Perkenalkan.. namaku Yin San.. aku membawa beberapa pedagang dalam rombongan ini, kami sepakat akan memberikan ucapan terimakasih kami, karena anda sudah membantu kami " sambung Yin San sambil menyerahkan sekantong koin perak.
" Terimakasih tuan.. tapi saya dijinkan ikut rombongan ini saja sudah lebih dari cukup " ucao Chen Khu mencoba menolak pemberian Yin San.
" Tidak anak muda.. kamu harus menerima ini.. kami kalangan pedagang akan membayar jasa yang telah kami terima " Ujar Yin San.
Chen Khu menoleh pada Wang Chou dan Wang Chou memberi tanda dengan anggukan kepala pada Chen Khu untuk menerima pemberian Yin San.
"Baiklah.. aku menerimanya,terima kasih " jawab Chen Khu sambil memberi hormat.
"Pengawal.. apakah kita sudah bisa melanjutkan perjalanan..?? Yin San kemudian bertanya pada Wang Chou..
"Setelah mereka menguburkan saudara kami yang tewas, kita akan segera melanjutkan perjalanan tuan, karena hari sudah hampir gelap.. kita sudah harus sampai di perbatasan desa Gansu sebelum malam tiba " jawab Wang Chou dengan penuh hormat.
"Aku akan menunggu dikereta sampai kalian selesai menguburkan rekan - rekan kalian " ujar Yin San lalu berjalan kembali ke kereta yang ditumpanginya.
Hari sudah hampir gelap ketika rombongan itu sampai di perbatasan desa Gansu. Rombongan tersebut kemudian berhenti didepan penginapan yang cukup ramai.. Para pedagang yang berjumlah 9 orang kemudian turun dan langsung memesan kamar masing - masing untuk beristirahat, sedangkan para pengawal tetap menjaga kereta - kereta barang milik mereka. Chen Khu ikut bersama pengawal - pengawal itu, sebenarnya bisa saja dia menyewa kamar untuk beristirahat, tapi dengan pakaiannya yang sudah lusuh tentu saja itu akan memancing perhatian orang banyak.
harta rampasan perang dibahas tiap kali mwnang, mosok gak pwenah ambil harta rampasan tapi reeus menwrus keluarkan koin dlm jml besar buat ganti rugi... padahal murid sekte kere...