Awal yang penuh dengan penderitaan dan perjuangan untuk Marsya yang hanya seorang pekerja di sebuah hotel.
Selama menjadi istri seorang Gilang Baskara, Marsya hanya dapat bersabar dan berdoa menghadapi sikap suaminya.
Ada satu titik balik dimana Tuhan menjawab doanya, suaminya itu perlahan mulai berubah. Tapi...
Satu minggu menjelang kelahiran anaknya, Marsya pergi mempersiapkan surat perceraian tanpa sepengetahuan Gilang.
Apa sebabnya?
Penasaran dengan kisah Marsya dan Gilang?
Simak selengkapnya. Jangan lupa masukkan ke dalam favorite kalian ya, agar jika aku update kalian bisa jadi orang pertama yang baca.
Thankyou readers tersayang author❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delfi Sofya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.23
“Kenapa bisa Marsya bersama dia, kenapa juga mereka berbicara seperti orang yang sudah mengenal lama?” Gumam Gilang bertanya-tanya.
Setelah selesai berbicara lewat telpon antara dirinya dan Doni masalah pekerjaan yang mengharuskan Doni menghubungi bosnya itu.
Gilang pergi mencari Marsya, ia takut wanita itu akan tersesat nantinya.
Seluruh tempat sudah ia datangi untuk mencari Marsya, hingga ia melihat istrinya itu sedang duduk di taman dan di hampiri seorang pria yang Gilang kenali.
Yang membuatnya kesal adalah laki-laki itu malah memegang pundak istrinya itu bahkan mereka duduk bersebelahan, berbicara seperti orang yang sudah mengenal lama.
“Tapi untuk apa juga aku marah hanya karena melihat wanita itu bersama dia.” Kata Gilang yang merasa bingung dengan perasaannya sendri.
“Awas saja nanti.” Katanya.
Gilang kemudian berjalan menuju arah Marsya saat ini.
“Sudah puas heh! Senang?” Tanya Gilang langsung begitu tiba di hadapan Marsya.
Pertanyaan Gilang yang menurut Marsya sangat membingungkan itu membuat Marsya mengerutkan dahinya dengan ekspresi yang terlihat bingung.
“I..Iya senang tuan.” Jawab Marsya.
Mendengar jawaban Marsya itu membuat Gilang semakin kesal “Oh jadi dia senang bertemu dengan lelaki itu.” Batin Gilang.
Si Gilang juga ngasih pertanyaan ambigu sih, coba bertanya yang jelas kek. Author jadi kesal juga kan jadi nya. Haha canda ya readers
Gilang menarik tangan Marsya berjalan menuju mobil mereka.
“Pulang sekarang!” Kata Gilang dengan dada yang bergemuruh karena kesal.
Marsya yang bingung melihat suaminya itu pun hanya pasrah mengikuti ke mana suaminya itu membawanya.
***
Sesampainya di mobil Gilang masuk dan menutup pintu dengan keras, sejenak ia menghirup oksigen yang ada untuk meredam amarah di dalam dirinya.
Marsya yang berada di samping Gilang, hanya duduk manis tanpa mengeluarkan satu kata pun.
Marsya takut jika ia berbicara yang ada malah membuat Gilang semakin jengkel padanya.
10 menit kemudian.
Setelah menetralkan emosinya, Gilang pun menjalankan kendaraan keluar dari area wisata kota itu.
Suasana dalam mobil tampak hening, belum ada yang mau bersuara.
Hingga mereka tiba di mansion, Gilang pun keluar meninggalkan Marsya yang masih berada di mobil.
Saat akan berjalan menuju kamar miliknya, Gilang berpapasan dengan Lily Baskara yang saat itu juga sedang berada di ruang tengah berdekatan dengan tangga menuju lantai atas.
“Loh, kalian sudah pulang? Dimana Marsya?” Tanya Lily Baskara saat menyadari Gilang datang sendirian tanpa ada Marsya di samping.
“Masih di depan. Gilang ke atas dulu mah.” Jawab Gilang sambil berjalan menaiki satu persatu anak tangga.
“Ada apa dengannya” Gumam Lily Baskara yang merasa aneh dengan tingkah dan mimik wajah anaknya yang tidak bersahabat.
Tanpa pikir panjang Lily Baskara pun berjalan menuju halaman depan untuk melihat menantunya itu.
***
Kembali pada Marsya.
Sebenarnya ada apa dengan mas Gilang? Apa aku melakukan kesalahan ya. Pikir Marsya dalam hati.
Marsya belum keluar dari mobil, ia sedang termenung sekarang memikirkan alasan apa yang membuat suaminya itu seperti kesal padanya.
Hingga lamunan Marsya buyar saat mendengar ketokan kaca mobil yang sontak membuat pandangannya teralih pada sosok yang sedang memanggil namanya dari luar kaca mobil.
“Mama.” Ucapan yang keluar dari mulut wanita cantik itu. Marsya pun keluar dari mobil itu.
“Kamu sedang apa disini, apa kalian bertengkar?” Tanya Lily Baskara.
“Apa Gilang bersikap kasar padamu atau memarahimu?” Lily Baskara terus menerus mencecar menantunya itu dengan berbagai pertanyaan.
“Tidak kok mah, Mas Gilang tidak melakukan apa-apa. Marsya tadi ingin istirahat sebentar di mobil karena Marsya merasa pegal di bagian kaki. Mungkin karena tadi terlalu lama berjalan dan berdiri.”
“Ya sudah. Sini mama bantu, biar kamu bisa istirahat di dalam.” Kata Lily sambil memapah menantu nya itu masuk.
Maafin Marsya ma, karena Marsya udah bohong sama mama. Mama orang baik, dan Marsya bersyukur memiliki mertua seperti mama. Batin Marsya.
Mereka sampai di ruang tengah yang ada di mansion itu, disana terlihat Kevin Baskara yang sedang duduk sambil melihat-lihat majalah.
“Loh, bukannya kalian tadi pergi untuk jalan-jalan? Kenapa cepat sekali kalian pulang?” Tanya Kevin Baskara sama seperti istri nya, ia juga bingung melihat menantunya yang sudah ada di mansion ini.
“Kami sudah pulang pah, Marsya juga merasa pegal jadi sudah tidak tahan ingin pulang.” Jelas Marsya.
“Lalu Gilang dimana?” Gantian sekarang Kevin yang bertanya karena tidak melihat keberadaan putranya.
“Mas Gilang sepertinya sudah di atas pah. Mungkin sekarang sedang beristirahat.” Jawab Marsya.
Kevin Baskara mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti.
Mereka bertiga pun bercerita sambil di temani dengan jus dan cemilan yang tadi di bawah oleh maid.
Sesekali juga terdengar canda tawa di ruangan itu.
Mereka terlalu asik bercerita, hingga melupakan Gilang yang saat ini sedang uring-uringan di kamar atas. Hahahaha
❤️
Jangan lupa vote, like dan komen ya kakak🙏
egois kamuuu...