NovelToon NovelToon
Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:641k
Nilai: 5
Nama Author: chantie lee

Apa jadinya kalau seorang cowok korea nyasar di Jakarta dan bertemu dengan seorang gadis nomanden yang baru ditinggal bangkrut orangtuanya?
Demi menghilangkan rasa depresi akibat kematian orangtuanya, Lee Seo Jun merencanakan liburan ke Jakarta dengan berbekal kenalan dari sepupunya. Apesnya ketika sampai di bandara, ia tak kunjung dijemput oleh tour guide dan harus berurusan dengan seorang gadis manja yang menempel terus padanya. Liburan yang direncanakan itu nyatanya berjalan kacau, hingga ia bertemu Amanda Salim, driver online yang mengantarnya keliling ibu kota.
Pengalaman apa yang mereka alami bersama? Akankah keduanya akan jatuh cinta jika masa lalu mereka terkuak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chantie lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 ADU URAT BERUJUNG PERHATIAN

Pekikan kencang dalam sebuah kamar mewah hotel bintang lima, sepertinya di pagi buta lantaran seluruh ruangan bernuansa remang-remang karena minimnya pencahayaan. Dua penghuni kamar itu yang masih terkantuk-kantuk pun terpaksa sadar demi adu mulut mempertahankan area kekuasaan.

***

Paska berteriak kencang saat menyadari sepasang kaki penuh bulu menindih kakinya, Manda reflek membuka selimut untuk memeriksa diri. Ia bernapas lega ketika menyadari masih mengenakan pakaian utuh, matanya

mendelik tajam pada sosok pria yang sedang mengucek matanya. Manda langsung memberikan tendangan maut tanpa ampun, namun pria itu hanya bergeser sejengkal karena efek tendangan itu.

“Sejak kapan kamu pindah ke sini?” Teriak Manda setelah meraih ponselnya dan meletakkannya di telinga Seo Jun. Pria itu masih bersembunyi di dalam selimut lalu menepis suara berisik dari indera pendengarnya. Manda mengerjapkan mata, tubuh atas pria itu hanya tertutup separuh, Manda cemas mungkin saja cowok itu keluar dari kamar mandi dan langsung naik ranjang.

“Jangan-jangan ini cowok masih bugil?” Manda bicara sendiri dengan nada geli. Ia mengintip pose tidur pria itu, sepasang bahunya terbuka yang bisa jadi dua kemungkinan antara pria itu hanya telanjang dada atau tanpa sehelai benang. Manda bergegas keuar dari dalam bed cover, ia parno harus berada dalam selimut yang sama dengan seorang pria. Manda kembali melirik Seo Jun yang tidur dengan muka tanpa dosa, disertai paduan suara dari

dengkurannya.

Manda memastikan waktu dari ponselnya, masih jam empat dini hari dan ia masih sangat ingin kembali tidur. Tetapi bagaimana dengan pria itu? Dibangunkan saja susah, apalagi disuruh geser tempat. Seorang gadis yang belum menikah tidak boleh satu ranjang dengan seorang pria, bahkan mereka belum dua puluh empat jam saling kenal. Masih bingung memikirkan solusi, serangan dari kaki Seo Jun kembali menindih. Kali ini tepat mengenai perut

gadis itu, membuat Manda merasa tertohok dan meringis kesakitan.

“Gila, nih cowok psikopat kali?”  Manda beringsut, sepertinya ia yang harus menyerah dan tidur di bawah. Ia menarik bantal dan tanpa sengaja sekaligus menarik selimut hingga tubuh seksi Seo Jun terpampang. Manda baru menyadari kelakuannya setelah selimut itu tergeletak sukses di lantai, ia mengerjap dan spontan menoleh pada Seo Jun. Jantungnya nyaris copot melihat potongan tubuh terbuka pria Korea itu, bayangan Manda berimajinasi bahwa tubuh kekar dan berwarna kulit condong putih itu seperti potongan seekor ayah utuh yang sudah dicabuti bulunya – polos tanpa penutup tubuh. Ia mengelus dada dengan lega, karena pikiran kotornya hanya ada dalam khayalan saja. Seo Jun ternyata masih mengenakan celana boxer.

Manda berdiri di samping ranjang sambil melipat tangan, setelah tak sengaja menyibak fakta bahwa Seo Jun tidak bugil, ia merasa enggan untuk mengalah begitu saja. “Saatnya pembalasan!” Ungkap Manda penuh antusias, ia tak akan memberi ampun pada Seo Jun yang sudah menindihnya dua kali meskipun itu tidak disengaja. Manda lagi-lagi mengeluarkan tendangan, tubuh pria itu yang miring ke kanan memudahkannya untuk menggusurnya. Dua kali tending saja berhasil membuat Seo Jun menggelinding dan ambruk ke bawah.

Bruk! Dentuman suara jatuh itu bergegas membuat Manda mengintip korbannya dengan was-was. Ia tak menyangka akan membuat pria itu terjatuh, niatnya hanya memberi sedikit efek guncangan agar Seo Jun bangun.

Pria itu mengerjap sembari mengusap kepalanya, antara sadar dan separuh mengantuk ia merasa kesakitan. “Apa-apaan ini?” Ujar Seo Jun dalam bahasa ibunya.

“Kamu nggak apa-apa?” Manda menerjemahkan dalam bahasa Korea untuk mengecek keadaan Seo Jun. Ia sedikit merasa bersalah dan membenamkan separuh wajahnya dengan bantal sembari mengintip Seo Jun. Kali ini

ia sudah kembali menguasai ranjang jumbo secara paksa.

Seo Jun agak terheren, kantuk membuatnya linglung dengan keberadaannya. Ia mengira sedang tidur di kamarnya, dan lupa bahwa ia sudah berada di luar negeri. Setelah kesadarannya mulai terkumpul dan melihat Manda, kepingan ingatannya kembali menguat. Ia bergegas bangun dan mengira barusan terjatuh sendiri gara-gara ngelindur.

Manda enggan menggeser posisinya dan tak perhitungan bahwa Seo Jun akan kembali menjatuhkan diri di atas ranjang. Ia menolak tubuh pendaratan tubuh Seo Jun dengan kedua tangan sehingga pria itu oleng. “Kamu di

bawah aja atau di sofa! Aku yang duluan tidur di sini!” Pekik Manda dengan egoisnya.

Seo Jun mengernyitkan dahi, mereka sebelumnya tidur bersama dan gadis itu tidak protes. Kenapa sekarang ia berang dan sok berkuasa? “Geser sana, dari tadi kita barengan nggak ada masalah kok.” Seru Seo Jun setelah menerima operan ponsel untuk bicara.

Manda mendelik, “Mana boleh! Kita bukan pasangan, nggak boleh tidur bersama di sini.”

“Kalau gitu kamu yang di sofa saja!” Tolak Seo Jun dengan cepat. Tubuhnya sudah merasakan kedinginan plus kesakitan akibat terjatuh tadi, lalu sekarang disuruh tidur di tempat yang tidak berkualitas. Mana mungkin bos muda itu mau, seumur-umur dia belum pernah kesusahan sampai harus tidur di sofa.

Belum sempat Manda membalas, tiba-tiba pria itu menggusarkan hatinya dengan bersin beruntun. Pria itu bahkan menggosok hidungnya yang gatal dan mulai memerah. Manda meringis melihat itu, mereka terdiam lantaran Seo Jun sibuk menggigil dan Manda sibuk melototinya.

Sepertinya dia kena gejala flu, pasti karena tidur di kamar mandi tadi. Duh gimana nih? Batin Manda bertanya-tanya. Di satu sisi ia tidak tega menindas orang sakit, di sisi lain ia pun tidak mau terima disuruh tidur di sofa. Ia kembali berpikir harus ada win-win solution untuk menengahi masalah ini.

“Ya udah kamu tidur aja!” Ujar Manda dengan lembut, ia bergeser memberi tempat bagi pria yang tengah memangku tangan saking kedinginan.

“Udah tahu kedinginan kok tidur nggak pake baju!” Jiwa feminim Manda hanya bertahan sesaat, ia kembali cerewet lantaran pria yang ia yakini akan demam itu masih tak punya inisiatif menutupi tubuh bagian atasnya sebelum kembali tidur.

Seo Jun tidak menjawab, setelah Manda bergeser, ia langsung rebahan dan menarik selimut. Matanya kembali terpejam, lalu ia mulai menggigil. Manda panik dibuatnya, ia mulai menjulurkan tangan dan meraba dahi pria itu untuk memastikan kecurigaannya.

“Tuh kan, apa aku bilang. Jangan panggil aku Amanda Salim kalau kamu nggak demam gara-gara tidur di sana. Eh, demam beneran, trus gimana sekarang?” Manda menatap wajah polos pria itu, sepertinya ia sudah kembali terlelap dengan cepat.

Manda mengingat lagi barang bawaannya mungkin terselip obat-obatan, nyatanya di tasnya tidak satupun perlengkapan medis meskipun itu hanya sebuah minyak angin. Ia mulai menggerutu, kualitas tidurnya sangat terganggu gara-gara pria itu. “Kalau tahu kayak gini mending aku tidur di mobil aja, lebih nyaman nggak ada yang ganggu. Sekarang musti gimana ini? Masa aku harus keluar beli obat jam segini?”

Manda menggigiti bibirnya sembari terus memikirkan solusi, tapi ia kembali melirik Seo Jun yang tertidur dengan damai, bahkan setelah benar-benar terlelap pria itu tidak menggigil lagi. Kondisi itu membuat Manda sedikit tenang dan mulai egois, “Baguslah kalau gitu, ditinggal tidur paling sembuh.”

Niat untuk menjadi suster dadakan pun dibatalkan, kini Manda lebih tergoda untuk memikirkan cara berbagi ranjang tanpa berdempetan. Senyumnya mengembang lebar, sepertinya ia sudah menemukan ide brilian. Manda menjentikkan jarinya kemudian bergegas mewujudkan imajinasinya, ia jamin idenya ini akan membuatnya kembali tidur nyenyak tanpa perlu ditindas pria itu lagi.

***

1
Heza Leddy
Luar biasa
Heza Leddy
Sangat keren, & karya author nya sllu paling keren yg pernah sy temui, good 👍👍👍❤️❤️❤️🙏
Nasra sabira Hilya
kira2 Sol Jun kmn
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
TongTji Tea
wkwkwk
Slamet Subagio
bagus
Farly Rembet
ggggg
Anis Sobikun
buset tor ada orang ga punya malu bngt tuh si sofie amit amit deh
Fa Rel
bagus bgt nw novel
Melisa Nainggolan
.
Keiyza
bagussssss banget
Femilia Dee
jiwa missqueen meronta ronta...🤑🤑🤑🤑🤣🤣🤣
Satya David
ditunggu lanjutanya ya segera tq
Lhynaa Crystalinne Ully
ceritanya judulnya apa yah?
Lhynaa Crystalinne Ully
di tunggu season 2 yah thor,keren banget.
Esther Hartomo
di platform lain yang pakai koin, menyulitkan pembaca, banyak yang kecewa. disini pake kuota, kalau yang membaca banyak kan kuota yang masuk banyak juga kan?
Tara
Daebak.. Wah keren kak.. I Love Korea guy.. Sopan sekali.. 🥰.. Here little gift kak 🎁
Tara
O.. Seandainya.. Aku disitu. Uda aku Bawa ke penghulu😉🥰🤗🤭. Here little gift kak🎁
Tara
Alo kak aku mampir. Langsung follow n give 5 🌟juga kasih 🎁. Click Fav n like. Punten follow back ya kak. Semoga sehat selalu. Semangat!! 🤗🌹🙏
Syamsiah
Ditunggu season ke 2 yah thor, bagus bangett
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!