Mengisahkan tentang hidup seorang wanita muda yang bernama Najwa Febri Anggreani yang terpaksa menikahi lelaki tampan kaya raya. penuh lika liku dan melewati banyak ujian sebelum ahirnya mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.. banyak konflik dan banyak hal yang menguras emosi dan airmata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DSI 23
*Jangan katakan jika kau mencintaiku jika pada ahirnyakau hancurkan hatiku lagi dan lagi.*
Abee yang emosi mendengar percakapan Intan dan Najwa pun mencoba untuk mengendalikan dirinya, Abee menyadari jika dia belum berhak atas Najwa istrinya. Karena pernikhan mereka masih bersifat pribadi, jadi tak aneh jika ada seseorang yang mecintai Najwa selain dirinya.
Najwa dan Intanpun berpisah karena Najwa harus kembali kerumah sakit untuk melakuakan oprasi lagi.
"Tan sorry aku harus kembali ke Rumah sakit karna ada oprasi" ucap Najwa.
"Iya ibu dokter gak apa apa, lain kali kita bisa ketemu lagi kok" ucap intan sembari keluar dari resto.
Intan dan Najwa pun berpisah.
Najwa kembali ke Rumah sakit sedangkan Intan kembali ke kantornya.
Abee masih belum bisa melupakan percakapan Intan dan Najwa tentang seorang pria yang bernama Willy itu.
"Siapa si lelaki yang berani mencintai istriku" ucap Abee dalam hati.
"Sayang kamu kenapa si" ucap Maurent yang masih bergelayut di lengan Abee.
"Enggak kok sayang" ucap Abee.
Abee mengajak Maurent untuk pergi ke Mall untuk melupakan ucapan Intan tentang Willy.
Abee membelikan semua barang barang mahal untuk Maurent, sedangkan untuk istrinya hanya di berikan harapan yang tak pasti tujuannya.
Abee menonton film dibioskop bersama Maurent, disana Abee di beri minuman yang telah diberikan obat P**********g untuk menghancurkan nama baik Abee.
Abee yang mengetahui itu langsung izin ke toilet, namun Abee memilih untuk pulang ke rumah sebelum terjadi hal hal yang buruk.
Abee pulang dengan keadaan setengah sadar, dia berjalan sempoyongan lalu menjatuhkan diri di sofa ruang tamu.
Najwa yang baru pulang pun melihat keadaan Abee yang berantakan, lalu memapah tubuh suaminya kedalam kamarnya. Namun hal yang seharusnya terjadi maka terjadilah. Najwa hanya pasrah tanpa ada perlawanan ketika Abee mulai menjamah tubuhnya, Najwa sendiri tahu Abee berada di dalam pengaruh obat. Karena kasihan Najwapun pasrah menerima semua perlakuan Abee yang tanpa sadar itu.
Di keesokan harinya Najwa mencoba bangun dari tempat tidur, namun Najwa merasakan nyeri yang luar biasa di area bawahnya. Abee pun bangun dan sangat kaget mendapati mereka tanpa mengenakan pakaian lalu bertanya kepada Najwa apa yang telah terjadi.
"Na ada apa ini? kenapa kita seperti ini" ucap Abeesembari mencoba mengingat ingat kejadian semalam.
"Semalam kamu dalam pengaruh obat p**********g dan kamu melakukan itu kepadaku" ucap Najwa dengan mata berkaca kaca.
"Benarkah maafin aku" ucap Abee merasa bersalah.
"Iya aku tahu kok kamu juga gak sadar" ucap Najwa mencoba untuk bangun namun rasa nyeri dibagian bawahnya membuatnya susah untuk berjalan.
"Kamu gak apa apa? apa aku nelakukannya dengan sangat kasar" ucap Abee merasa bersalah.
Najwa hanya tersenyum, lalu mencoba untuk berjalan dengan sangat pelan hingga ahirnya sampai kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Abee melihat adabercak darah dia atas matras Abee tersenyum karena dia telah berhasil mendapatkan kesucian istrinya.
Abee mengingat bahwa dia diberi minuman oleh Maurent. Untung saja Abee langsung kabur jadi setidaknyadia selamat dari jebakan Maurent dan Roy.
"Kalian benar benar jahat" ucap Abee sembari mengepalkan tangannya.
Najwa yang telah keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah, karena susah untuk berjalan Najwa memutuskan untuk gak masuk kerja hari ini.
Najwa menelfon Asistennya Suster Dewi untuk memberitahu bahwa hari ini tidak bisa masuk.
"Halo Sus" ucap Najwa
"Iya dokter" ucap Dewi dari balik telfon.
"Sus hari ini saya gak bisa masuk, saya ada urusan pribadi, " ucap Najwa. Tolong kamu bicarakan dengan Dokter Riana untuk menggantikan saya hari ini. ucap Najwa kemudian.
"Baiklah Dokter" ucap Dewi lalu menutup telfonnya.
Abee masih duduk di atas tempat tidur Najwa, Abee hanya memandangi Najwa tanpa berkedip.
"Kamu kenapa Kak ngelihatin aku seperti itu" ucap Najwa sembari mendekati Abee.
"Kamu cantik" ucap Abee memuji kecantikan Najwa.
"Cantikan kekasihmu" ucap Najwa dengan memalingkan muka.
Abee memeluk Najwa dari belakang, lalu mengatakan" kamulah yang tercantik, terima kasih karena kamu telah menolongku semalam" ucap Abee.
Najwa hanya mengambil nafas panjang. Kapan si Abee akan menyadari tentang besarnya perasaan Najwa kepadanya, Ataukah Abee hanya menganggapnya sebagai mainan saja. Sudah hampir satu tahun usia pernikahan mereka, namun Abee masih saja menyiksa hati dan fikiran Najwa. Najwa hanya berkorban untuk kebahagiaan Abee lelaki yang teramat di cintainya itu.
Najwa berniat untuk menjauhi Abee, dia tak ingin menjadi penghalang kebahagiaan buat Abee. Walaupun Najwa telah memberikan segalanya bahakan Najwa pernah mempertarukan nyawanya untuk Abee.
Najwa memilih menyimpan semua rasa sakit di hatinya sendiri. Jika hati Najwa sudah tak tahan memendam dia hanya mampu menangis.
"Kamu kenapa" ucap Abee masih memeluk tubuh Najwa.
"Enggak apa apa" ucap Najwa. Usia pernikahan kita sudah mendekati satu tahun sebentar lagi kamu akan terbebas dari semua ini" ucap Najwa mencoba mengingatkan Abee.
Seketika Abee melepaskan pelukannya , entah kenapa kata kata Najwa seolah menusuk hati Abee yang terdalam, apakah Abee sanggup jika harus kehilangan Najwa wanita yang sangat di cintainya itu.
Abee tak berkata apapun, hatinya sakit tak terasa bulir putih keluar membasahi wajah tampan Abee, Abee bangkit lalu pergi kekamar mandi. Disana Abee menumpahkan semua peraasannya, Dia sedih mengingat ucapan Najwa, apakah Najwa berniat untuk meninggalkannya?
Najwa hanya mampu menangis, hatinya sakit. Lelaki yang sangat dia cintai ternyata lebih memilih wanita lain daripada dirinya. Najwa menertawakan kebodohan dirinya yang begitu mencintai lelaki yang tak pernah mencintaiya. Najwa keluar kembali kedalam kamar dimana seharusnya dia berada.
Abee yang baru keluar dari kamar mandipun mencari keberadaan Najwa.
Abee keluar dari kamar lalu mengetuk pintu kamar Najwa namun tak ada jawaban.
"Na keluarlah buka pintunya" ucap Abee dari luar kamarnya.
Najwa tak menjawab hatinya benar benar sakit karena merasa menjadi orang paling bodoh di dunia ini.
Keesokan harinya Najwa bangun dengan mata sembab, dia bangkit dari tempat tidurnya dan pergi kekamar mandi untuk menyegarkan diri.
Najwa pergi tanpa menyiapkan sarapan hatinya masih terasa sakit. Najwa memilih untuk tidak perduli lagi dengan Abee untuk melindungi hatinya dari rasa sakit yang mendalam.
Abee yang mendengar suara mobilpun keluar mencari Najwa, namun Najwa telah pergi meninggalkan rumah untuk bekerja.
Terima kasih buat kalian yang selalu setia mendukungku, maaf kalau susunan katanya masih sangat berantakan karena aku masih dalam tahab belajar.
Janan lupa ya tinggalin jejak disini seperti Like, komen dan juga vote seikhlasnya. Karena dukungan kalian adalah motivasi untuk author.
Mari untuk saling mendukung..
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
masa pemindahan dokter tampa rekomondasi dr dirut Rs nya..??
ya tanya dnk k bagian atas nya
maaf ya..🙏🙏