NovelToon NovelToon
Cintamu Bukan Untukku

Cintamu Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nana

Sudah 5 tahun sejak pernikahanku dengan Raymond. Di depan keluarga dan teman, kami adalah pasangan yang harmonis. Tapi ketika di dalam rumah kecilku, aku merasa hampa. Ini terasa seperti aku bermain sandiwara selama 5 tahun lebih. Aku pun tidak tahu apa yang salah dengan diriku sendiri kenapa aku masih memaksa diriku untuk bersamanya. Tapi satu hal yang pasti, suamiku mencintai statusnya sebagai suami bukan mencintaiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

Ray mengeratkan kepalan tangannya dan hampir saja kelepasan memukul adik sepupunya itu.

"gini bang, Sinta dulu sebelum menikah suka sekali shopping sama treatment. Dia selalu pegang uang, kartu, atau makanan favoritnya. Masa iya setelah menikah aku merampas itu semua dan menggantikannya dengan pisau dapur, sapu, pel, setrikaan dan lain-lain."

"tapi kan perempuan harusnya melayani suami."

"iya memang tapi nggak semuanya harus dipegang juga. kalau bisa sewa pelayan ya sewa lah jangan kayak orang miskin bang. Masa istri di rumah kerja, di kantor kerja juga. Itu kalau digaji semuanya bisa-bisa dia jadi orang terkaya di ibu kota."

Kevin melihat bibinya yang sedang sibuk tapi tetap terlihat ceria dan anggun. "istri dandan cantik dan bisa merawat diri itu sudah memanjakan mata suami. Istri bahagia itu sudah bisa membuat energi suami kembali penuh. Melihatnya bisa belanja, makan, main tanpa memikirkan uang dan pekerjaan itu sudah membuktikan bahwa suami sudah berhasil."

Ray tiba-tiba membayangkan bagaimana jika Llyn menyambutnya pulang dengan wajah segar dan bau parfum yang harum, bukan bau bawang atau asap. Bagaimana jika ia datang ke kantor dengan tampilan cantiknya untuk membawakannya makan siang, bukan untuk bekerja. Bagaimana jika... tapi semuanya sudah terlambat.

"bang, istri bukan robot untuk melayani kita dua puluh empat jam. Dia adalah sosok tuan putri yang kita ambil dari istananya yang dulu untuk menjadi ratu di istana yang kita bangun. Emang pernah denger cerita ratu ngepel? Ratu itu tugasnya mengatur urusan istana, bukan mengambil alih pekerjaan istana."

Kevin bangkit dari duduknya lalu menepuk bahu Ray. "oh iya bang, kalau sudah bangkrut nanti bilang aja ya, aku kasih posisi yang cocok sama keahlian kamu nanti di perusahaan."

Ray memicingkan matanya merasa tidak senang dengan kalimat terakhir itu. "kamu sama ayah sama saja."

Setelah itu, Ray kembali termenung lalu melihat sang ibu yang masih sibuk sendiri. Ibunya tanpa sengaja menoleh ke arahnya lalu tersenyum. Senyuman yang sangat teduh membuat hatinya tenang.

Ia bangkit lalu berjalan menuju dapur, menempel ke sang ibu seperti anak kecil berusia lima tahun. "bu aku bantu."

"mau bantu? bolehh..."

Ibu dan anak itu bekerja sama dan diselingi dengan gelak tawa.

Setelah kue itu selesai dibuat, Ray sedikit meringis saat baru merasakan perih di kulit tangannya.

"ya ampun, kok bisa sampai melepuh begini kamu nggak sadar? kena apa tadi? minyak apa panggangan?"

"nggak tau, nggak sadar."

"ck ada ada saja, cuci tangan dulu nanti ibu obati."

Ray duduk dengan patuh di sofa, menunggu sang ibu datang membawa obat untuknya. Tidak lama kemudian, ibunya datang lalu membersihkan luka, mengobati dan membalutnya.

"bu, perih."

"iya karena kamu baru pertama kali ke dapur itu wajar. Lain kali hati-hati."

"wajar?"

"iya, tentu saja wajar. Di dapur yang di pegang apa coba? pisau tajam. Yang dihadapi wajan panas, minyak atau air mendidih, api juga."

Ray terdiam lalu melihat punggung tangannya yang dibalut perban. Lalu teringat dengan tangan istrinya yang sering terlihat ada luka kecil. Ia tidak pernah berfikir luka sekecil itu rasanya bisa seperih ini.

"nak, dulu ibu juga sering jarinya teriris pisau, kena cipratan minyak sampai melepuh, kena oven, nggak sengaja pegang panci panas. Itu semua pasti pernah dirasakan sama orang yang ada di dapur, apalagi kalau dia baru pertama kali ke dapur."

Ray tiba-tiba menitikkan air matanya merasa gagal menjadi suami yang baik untuk Llyn. Ia pikir memberikan tempat tinggal dan uang yang banyak sudah cukup. Ia melupakan bahwa kasih sayang juga penting dalam sebuah hubungan. Jika saja waktu bisa diputar kembali, Ray memilih melupakan Lilian dan mencintai Llyn dengan tulus.

"bu, aku salah."

Ray memeluk sang ibu dan menangis untuk pertama kalinya setelah ia dewasa. "yang penting kamu sadar kalau sudah salah, nanti segera minta maaf kepada Llyn dan keluarganya. Ingat untuk menghormati apapun keputusannya setelah itu."

1
Fatmah Ajahra
𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒏 𝒔𝒖𝒂𝒎𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒖𝒔𝒂𝒉 𝒎𝒐𝒗𝒆 𝒐𝒏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!