NovelToon NovelToon
Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rosma mossely

Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊


Menjalani sebuah pernikahan kontrak??

Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?

Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.

Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."

Semua orang, : "...."

Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?

Ikuti terus ya.

Like,vote,dan comment.
😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22.Ditinggalkan.

Namun tiba-tiba saja dia mendapatkan tatapan simpati dari Mark,yang duduk didepan.

Jane mengernyit kebingungan.

Belum sempat dia bertanya,suara Carlos langsung meninggi mengejutkannya.

"Apa kau tidak mendengarkan ku? Aku katakan turun sekarang,berengsek!!"

Tubuh Jane terlonjak kaget.Terlebih ketika mengetahui bahwa dialah yang dimaksud oleh Carlos.Wajahnya seketika berubah menjadi pucat.

Perlu diketahui bahwa Jane sangat buruk dalam menghapal arah.Itulah sebabnya dia sangat menyukai hidup didesa selama ini.

Sekarang Carlos ingin memintanya turun disini...?

"Aku tidak tahu jalan pulang,kalau kau lupa." Kata Jane dengan pelan.

Dia lebih suka dipukul tanpa alasan daripada ditinggalkan ditempat yang asing,oke.

Lagipula,Carlos baru saja mengumpatinya kan?

"Aku tidak peduli.Cepat turun sekarang atau aku menyeret mu keluar dari mobil ini." Ancam Carlos.

Ponsel yang ada ditangannya kembali bergetar,dan Carlos sangat gugup akan hal itu.Dia mengangkat panggilan itu kembali,lalu wajahnya mengeras karena marah.

"Lakukan yang terbaik,jika ada yang salah dengannya,maka kalian bisa melupakan untuk hidup tenang." Setiap kata diucapkan dengan penuh penekanan,yang membuat orang lain merasa merinding.

Dan ketika panggilan itu diakhiri,tubuh Jane seketika ditarik dengan kasar,lalu didorong keluar dari pintu mobil.

Bug.

Pintu mobil ditutup,lalu mobil pergi meninggalkan Jane yang masih terjerembab dijalan aspal yang keras.

Huh,

Jane tercengang.

Dia menatap tidak percaya kearah mobil yang sudah menghilang ditelan padatnya lalu lintas.Lalu dia...Jane menatap para pengemudi yang menatapnya dengan aneh.

Ada yang memandangnya dengan nakal,ada yang mencibir,dan ada juga yang merasa sangat iba.

Apakah mereka menyamakannya dengan wanita murahan,yang dilemparkan ke pinggir jalan oleh para sugar daddy yang baru saja menikmati tubuh mereka?

Jane mengabaikan tatapan aneh dari orang-orang itu,lalu mulai bangkit dari posisinya.Didetik itulah Jane menyadari bahwa dia sama sekali tidak membawa tasnya,bersamanya.

Astaga!!

Bajingan!!

"Carlos sialan! Bajingan hina,binatang melata!!!! Setidaknya tinggalkan tas ku bersama ku,sialan!!" Teriak Jane dengan sekuat tenaga.

Bagaimana caranya dia bisa kembali sendirian,jika dia saja tidak membawa ponsel dan dompet bersamanya?

Bagaimana dia akan memesan taxi online jika tidak ada ponsel atau apapun untuk membayarnya? Belum lagi,Jane bahkan tidak tahu alamat rumah keluarga Benjamin.

Ini adalah kesialan ganda.

Ingin sekali Jane memukul kepala Carlos berulang kali,untuk melampiaskan kekesalannya sekarang ini.

Namun apalah daya...Jane hanya bisa menggigit bibirnya dengan erat-erat.Lututnya yang terlebih dahulu menghantam aspal,tampak berdarah karena terluka akibat menghantam permukaan aspal yang tidak rata.Jane melangkah dengan tertatih-tatih entah kemana,menyusuri jalanan yang padat.

Cahaya matahari terakhir baru saja tenggelam,lampu-lampu jalanan mulai menyala satu per satu.Membuat bayangan tubuh Jane memanjang,memenuhi jalan.

"Tuan,tolong antarkan saya kekediaman keluarga Benjamin.Saya akan membayar Anda disana.Saya menantu baru keluarga Benjamin." Ucap Jane dengan lirih,kepada supir taxi tua yang baru saja dihentikannya.

Namun,penolakan kembali dihadapi oleh Jane.Bahkan kali ini,penolakan itu terdengar sangat menohok hati. "Nona, kau itu sangat cantik.Tapi sayang...sudah gila.Jika kau adalah menantu dari keluarga besar seperti Benjamin,maka aku adalah ayah mertua mereka.HAHA..."

Supir tua itu tertawa terbahak-bahak.

Bahu Jane merosot seketika.Ini sudah ketiga kalinya dia menghentikan taxi dan mendapatkan penolakan yang serupa.

Akhirnya,Jane memilih duduk dipinggir jalan raya.Dia tidak berani lagi berteduh di emperan toko,karena akan diusir kembali.

Jane duduk dengan wajah nelangsa.Tenggorokannya sudah sangat kering,minta diisi dengan air minum.Akan tetapi...dimana dia bisa mendapatkannya?

"Carlos Benjamin.." Ucap Jane dengan penuh penekanan.

Berdoa saja agar hari ini dengan cepat berlalu,jika tidak...

Cling.

Cling.

Jane mendongakkan wajahnya.Hatinya terasa dingin ketika melihat dua orang gadis muda yang baru saja melewatinya sembari cekikikan.Didepan kaki Jane tergeletak dua koin,yang baru saja dilemparkan oleh keduanya.

Jane memandang kedua koin itu dengan linglung.Tidak lama kemudian,koin-koin yang sama kembali berjatuhan didepannya.

Satu.

Dua.

Tiga....

"Tidak! Aku tidak..." Namun tidak ada yang peduli.

Orang-orang yang berlalu lalang itu hanya sekedar membuang uang koin dari kantong mereka,karena menganggap koin itu terlalu berisik.Dan hal yang berisik itu lebih baik diberikan kepada 'pengemis' elite yang membutuhkannya.

Kenapa disebut pengemis elite..? Karena meskipun Jane mengenakan gaun yang sederhana tetapi bahan dan kualitasnya adalah yang terbaik.Dan ketika melihat seorang pengemis menggenakan pakaian yang bagus untuk mengemis,tentu saja namanya adalah Pengemis Elite.

Tapi Jane...dia berulang kali menelan ludahnya sendiri.Dia yang dikenal sangat sulit untuk menangis,kini tidak bisa tidak berkaca-kaca ketika melihat kondisinya sekarang.

.....

Mobil baru saja berhenti,lalu Mark dengan sigap membukakan pintu untuk Carlos.

Carlos keluar dari dalam mobil,sembari menggendong Camelia yang pucat pasi ke dalam rumah.

"Bersihkan mobil dari bau obat,aku tidak suka." Perintah Carlos sebelum meninggalkan Mark dan mobilnya.

"Baik,Tuan Muda." Jawab Mark dengan patuh.

Dia kemudian menutup pintu penumpang,tempat yang baru saja dilalui oleh Carlos.Namun tubuh Mark seketika membeku karena melihat sebuah tas familiar,yang tergeletak dipojokan tempat duduk.

"Astaga!!!" Mark buru-buru meraih tas tersebut dan mengecek isinya,dan benar saja.

Mark menepuk keningnya dengan pelan.

"Sial ! Ini sudah malam." Keluhnya kesal.

Sementara itu....

Carlos yang baru saja menapaki anak tangga,langsung dihadang oleh Flowy.

"Dimana Jane? Bukankah kau pergi ke kediaman Kakek bersamanya hari ini?" Tanya Flowy.

Tatapan tajamnya tertuju kearah Camelia yang tengah memejamkan kedua matanya didalam pelukan Carlos.

"Wanita ini sungguh pintar.Kau baru saja pergi sebentar,dia sudah bunuh diri.Benar-benar..."

"Flowy...tutup mulut mu." Peringat Carlos dengan tegas.

Rahangnya mengetat ketika marah.

Hemp.

Flowy memilih pergi dari hadapan keduanya dengan wajah kesal.

Carlos mengabaikannya,lalu kembali melangkah menuju kamar Camelia.

Sesampainya dikamar,Carlos meletakkan Camelia dengan lembut diatas kasur dan menyelimutinya.Ketika Carlos hendak bangkit dari posisinya,Camelia tiba-tiba menahan lengannya.

"Kak..."

"Tidurlah,jangan berbuat yang aneh-aneh lagi." Kata Carlos dengan tenang.

Tidak ada sedikitpun kehangatan dimatanya.

Camelia terdiam sembari menunduk.

Melihatnya begitu patuh,Carlos segera bangkit dan keluar dari kamar Camelia.

Carlos melangkah dengan terburu-buru.Sedikit rasa bersalah dan cemas terukir diwajahnya.

Jika bukan karena Flowy yang mengingatkannya,Carlos pasti sudah melupakan keberadaan Jane.

Tap.

Tap.

Tap.

Carlos menuruni dua anak tangga sekaligus.Langkah kakinya cepat.Membayangkan Jane yang belum kembali membuatnya merasa cemas.

Meskipun Jane kuat,tetapi biar bagaimanapun dia tetaplah seorang wanita.

Di lantai pertama,Mark tengah menunduk menghadapi omelan Flowy.

"Huh, hanya karena wanita bermuka dua itu,kalian meninggalkan Jane sendirian di tempat yang bahkan dia sendiri tidak tahu dimana?"

1
Noveni Lawasti Munte
kalo sampe Jane gampang luluh sama Carlos awas ja tak siram muka Jane pake kopi susu😤
Rosma mossely: Serem amet buk.🙏
🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ren_iren
suka karakter flowy, galak2 tp perhatian...
Herli Yani
masih kurang badas cewe nya thorr
Rosma mossely: Terimakasih kak, atas dukungan dan saran.
Saya akan terus meningkatkan karakter Jane,agar sesuai dengan ekspetasi para pembaca.Tapi...kita buat dia kuat dan bangkit secara bertahap ya.
Dukung dan ikuti terus kelanjutan ceritanya Kak.😁🤭🙏
total 1 replies
Noveni Lawasti Munte
si mawar ditamatin dlu Thor....Jane jngan gampang baper dong telan ja semua mentah2 jgan pake hati
Rosma mossely: Lagi otw say...🤭🙏

Karakter Jane nya secara bertahap tumbuhnya ya.😁
Terimakasih buat semua masukannya.
Dukung terus ya...🙏
total 1 replies
Herli Yani
buat kuat dong thor cewe nya masa lemah bnget gregetan jdi ya aku pengen tak tapol bapak nya
Rosma mossely: Siap boss ku.!!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!