NovelToon NovelToon
TERJEBAK OBSESI

TERJEBAK OBSESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Duda
Popularitas:589
Nilai: 5
Nama Author: frj_nyt

update setiap tanggal genap

Lin Yinjia adalah mahasiswi biasa yang hidupnya sederhana namun hangat bersama keluarganya. Ketika adiknya mengalami kecelakaan dan terbaring koma, kehidupannya perlahan berubah. Demi membantu biaya pengobatan, Yinjia terpaksa mempertahankan perjodohan yang sudah diatur keluarganya dengan Gu Zhenrui, pewaris keluarga kaya yang arogan dan penuh kesombongan.

Di kampus, Yinjia harus menghadapi berbagai gosip, sindiran, dan pengkhianatan dari orang-orang yang dulu ia percaya. Ketika ia mulai menyadari bahwa tunangannya berselingkuh, Yinjia memutuskan untuk berhenti menjadi gadis yang hanya diam menerima semuanya.

Kesempatan datang saat ia diterima magang di sebuah perusahaan ekspor impor besar di Shanghai. Di sanalah ia bertemu Guo Linghe—presiden direktur perusahaan yang dingin, kaku, dan memiliki dunia yang sama sekali berbeda dari kehidupan Yinjia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frj_nyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertama Magang - 1

Lin Yinjia berdiri di depan gedung tinggi yang menjulang seperti dinding kaca raksasa di tengah Shanghai. Dari bawah, bangunan itu terlihat hampir tidak masuk akal—puluhan lantai memantulkan cahaya pagi dan lalu lintas kota yang tidak pernah benar-benar tidur.

Di dadanya ada kartu identitas magang yang baru saja ia ambil dari tas. Tangannya sedikit berkeringat. Ini benar-benar terjadi. Ia benar-benar diterima magang di perusahaan besar. Perusahaan ekspor impor terbesar di distrik bisnis ini. Perusahaan milik keluarga Gu.

Yinjia menelan ludah. Ia sebenarnya sudah tahu perusahaan ini milik keluarga Zhenrui sejak awal. Tapi tetap saja, saat berdiri langsung di depannya, perasaan gugup itu datang lagi.

“Tenang… cuma magang,” gumamnya pelan pada dirinya sendiri. Ia menarik napas panjang, lalu berjalan masuk ke dalam gedung.

Begitu pintu kaca otomatis terbuka, suasana di dalam langsung terasa berbeda dari dunia kampus. Lantainya marmer mengkilap. Langit-langit tinggi dengan lampu putih bersih. Orang-orang berjalan cepat dengan pakaian formal rapi—setelan jas, sepatu kulit, dan wajah serius yang seolah tidak punya waktu untuk hal kecil.

Yinjia tanpa sadar mengecilkan langkahnya. Di kampus, ia masih bisa terlihat santai dengan sweater longgar dan sepatu sneakers. Di sini…

Ia merasa seperti anak kecil yang tersesat di dunia orang dewasa. Ia mendekati meja resepsionis dengan hati-hati. “Selamat pagi,” katanya sopan.

Wanita di balik meja resepsionis mengangkat kepala dan tersenyum profesional. “Ada yang bisa saya bantu?”

“Saya… magang baru. Hari pertama.”

Resepsionis itu mengangguk. “Nama?”

“Lin Yinjia.”

Wanita itu mengetik cepat di komputer, lalu mengambil sebuah kartu. “Departemen logistik internasional. Lantai dua belas. Anda akan melapor ke manajer Song Jian.”

Yinjia mengangguk cepat. “Terima kasih.”

Ia menuju lift dengan langkah yang masih sedikit kaku. Lift itu besar dan penuh orang. Semua berdiri dengan tenang, menatap angka digital di atas pintu.

Yinjia masuk dan berdiri di sudut, berusaha terlihat seperti bagian dari tempat ini. Tapi jujur saja, ia merasa sangat tidak cocok. Tasnya sederhana. Sepatunya bahkan sedikit usang.

Dan semua orang di lift tampak seperti eksekutif penting. Lift berhenti di lantai dua belas. Pintu terbuka.

Yinjia keluar bersama beberapa orang lain dan langsung melihat papan nama besar di dinding. Departemen Logistik Internasional Ia menelan ludah lagi. Ini dia.

Ia mengetuk pintu kantor terbuka dengan ragu. Seorang pria sekitar tiga puluh lima tahun mengangkat kepala dari meja kerjanya. Wajahnya tajam, rambutnya disisir rapi, dan matanya terlihat seperti tipe orang yang tidak suka kesalahan.

“Ya?”

“Saya… Lin Yinjia. Magang baru.”

Pria itu menatapnya beberapa detik. Lalu berdiri. “Aku Song Jian. Manajer departemen ini.” Nada suaranya datar dan profesional.

Yinjia langsung berdiri lebih tegak.Song Jian menunjuk beberapa meja di ruangan.“Kita punya empat magang bulan ini. Kamu yang terakhir datang.”

Di salah satu meja, tiga mahasiswa lain menoleh melihatnya. Seorang perempuan berkacamata. Seorang pria dengan rambut rapi.

Dan seorang pria lain yang terlihat sangat percaya diri.

Song Jian melanjutkan, “Magang di sini bukan tempat bermain. Jika kamu membuat kesalahan kecil sekalipun, dokumen bisa merugikan perusahaan miliaran yuan.”

Yinjia langsung mengangguk cepat. “Saya mengerti.”

Song Jian menunjuk meja kosong di dekat jendela. “Itu mejamu.”

Yinjia berjalan ke sana dengan hati-hati. Mejanya kecil, tapi bersih. Ada komputer, beberapa dokumen, dan telepon kantor. Ia duduk perlahan.

Perempuan berkacamata di meja sebelahnya tersenyum kecil. “Halo. Aku Li Wen.”

“Lin Yinjia.”

“Jangan terlalu tegang. Hari pertama semua orang begitu.”

Yinjia tertawa kecil. “Kelihatan sekali ya?”

Li Wen mengangguk tanpa ragu. “Sedikit.”

Pria yang duduk di depan mereka ikut menoleh. “Aku Zhao Ming. Jangan khawatir. Song Jian memang selalu terlihat seperti ingin memecat orang.”

Yinjia hampir tertawa. Suasana mulai terasa sedikit lebih ringan.

Namun sebelum percakapan mereka berlanjut, suara Song Jian terdengar lagi. “Semua magang, ke ruang rapat.”

Mereka langsung berdiri. Ruang rapat berada di ujung koridor. Begitu mereka masuk, layar besar sudah menyala dengan grafik dan angka.

Song Jian berdiri di depan meja panjang. “Departemen kita menangani pengiriman internasional untuk lebih dari lima puluh negara. Kalian mungkin hanya magang, tapi pekerjaan kalian tetap berhubungan dengan dokumen nyata.”

Ia menatap mereka satu per satu. “Kesalahan kecil bisa membuat kontainer tertahan di pelabuhan.”

Yinjia menelan ludah lagi. Song Jian membagikan beberapa berkas. “Kalian mulai dengan data pengiriman bulan ini. Cek ulang semua dokumen.”

Yinjia menerima berkasnya. Isinya penuh angka, kode negara, dan jadwal kapal. Ia belum pernah melihat dokumen logistik sebesar ini.

Song Jian berkata lagi, “Jika ada yang tidak kalian pahami, tanyakan sebelum membuat keputusan sendiri.”

Mereka kembali ke meja masing-masing. Yinjia menatap layar komputer dan membuka file pertama. Matanya bergerak cepat membaca baris-baris data. Awalnya ia sedikit panik.

Tapi setelah beberapa menit, ia mulai menemukan pola. Nomor kontainer. Kode pelabuhan. Tanggal pengiriman. Ia bahkan tanpa sadar mulai menuliskan catatan kecil di kertas.

Li Wen meliriknya. “Kamu cepat juga.”

Yinjia mengangkat bahu. “Mungkin karena aku takut salah.”

Beberapa jam berlalu tanpa terasa. Kantor itu penuh suara keyboard, telepon, dan langkah kaki. Tidak ada yang berbicara keras. Semua orang terlihat sibuk.

Sekitar pukul sebelas, Song Jian berjalan melewati meja mereka. Ia berhenti di belakang Yinjia. Yinjia langsung menegakkan punggung.

Song Jian melihat layar komputernya. Matanya bergerak cepat membaca. Beberapa detik berlalu. Lalu ia berkata singkat, “Catatanmu benar.”

Yinjia hampir tidak percaya. Song Jian jarang memuji orang. Ia hanya mengangguk sedikit lalu berjalan pergi.

Li Wen berbisik pelan, “Wow.”

“Apa?”

“Itu pujian.”

Yinjia menatap layar komputernya lagi. Ia tidak menyangka hari pertamanya berjalan sebaik ini. .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!