NovelToon NovelToon
CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Dark Romance / Pengkhianatan / Tamat
Popularitas:113.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Liora merasa dunianya runtuh dalam semalam. Baginya, Raka adalah pelabuhan terakhir, dan Salsa adalah rumah tempatnya bercerita. Namun kini, kenyataan pahit menghantamnya tanpa ampun; dua orang yang paling ia percayai justru menusuknya dari belakang dengan cara yang paling hina. Kepercayaan yang ia jaga setinggi langit, kini hancur berkeping-keping di bawah kaki tunangan dan sahabatnya sendiri.
Liora tidak pernah menyangka bahwa prinsip yang ia pegang teguh untuk menjaga kehormatan di depan Raka, justru menjadi celah bagi Salsa untuk masuk dan mengambil alih segalanya. Bagai sebuah ironi, Liora memberikan kasih sayang yang tulus, namun dibalas dengan perselingkuhan yang dilakukan tepat di belakang punggungnya.
Apakah Liora akan tetap diam dan pura-pura tidak tau atau ia akan membalaskan dendamnya kepada kedua manusia yang telah mengkhianatinya...
Penasaran ayok ikuti kisah selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 KEHANCURAN 1

Setelah mendengar apa yang dokter katakan Kevandra tidak lagi bisa menahan kemarahannya.

"Baik, kalau begitu saya permisi, Tuan. setelah pasien di pindahkan ke ruangan observasi anda sudah bisa menjenguknya." ucap sang Dokter, lalu pergi meninggalkan Kevandra.

Setelah kepergian Dokter tersebut, Kevandra melangkah mendekat ke arah dinding kaca. Ia menatap ibunya yang sedang terbaring lemah di atas brangkar rumah sakit.

"Siapa yang berani menyakiti Mama." desisnya dengan sorot mata yang tajam.

Ia mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.

Tiba-tiba suara pesan masuk mengalihkan perhatiannya dari amarah. Ia langsung membuka pesan itu.

Namun seketika amarahnya yang sempat teralihkan kembali memuncak saat kedua matanya melihat foto yang dikirim orang kepercayaannya.

"Untuk apa dia ke tempat ini? Bukannya dia mau bertemu sahabatnya." bisik Kevandra dengan suara rendah.

Ia menatap ponsel dalam genggamannya yang menampilkan foto Salsa saat masuk ke sebuah kamar hotel. Tangannya meremas kuat ponsel itu.

Tanpa ingin membuang waktu lebih lama, ia langsung menghubungi seseorang.

"Hallo, datang ke sini sekarang juga." perintah Kevandra dingin dan datar.

Setelah itu ia menutup panggilan tersebut tanpa menunggu jawaban dari seseorang di seberang sana.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara di tempat lain saat ini.

Di sebuah sudut kamar hotel. Salsa dan Raka sedang sibuk dengan aktivitas mereka.

Salsa yang sedang berada di pangkuan Raka sambil melingkarkan kedua tangannya di leher laki-laki itu. Sesekali ia menciumi jakunnya.

"Aku rasa Liora hanya wanita bodoh Raka. Padahal dia sudah tahu semua ini, untuk apa dia tetap diam."

Salsa tertawa renyah tawa yang terdengar mengejek.

"Bukankah itu konyol untuk seseorang yang mengetahui tunangannya selingkuh dengan sahabatnya sendiri, tapi masih diam saja." bisik Salsa, sambil mencium pipi Raka.

"Benar apa yang kamu katakan Sa! dia terlalu mencintaiku sehingga tidak berani mengatakannya langsung di hadapanku." balas Raka, dengan kepercayaan tingkat tinggi bahwa Liora sangat mencintainya. Ia berbisik tepat di samping telinga Salsa yang membuat gadis itu meremang.

Tangannya mulai bergerak menyelusup ke dalam baju Salsa, menjelajahi area tertentu yang membuat gadis itu mendesah dan menggeliat kecil di pangkuannya. Perlahan ia membuka pakaian Salsa dan dirinya sambil terus mencumbui tubuh gadis itu dengan intens.

"Ahh... Raka..." desahnya pelan menikmati sentuhan laki-laki itu.

Kini keduanya sedang berada di kabut gairah mereka, tanpa menyadari bahwa ketenangannya akan terusik oleh seseorang yang sudah merencanakan ini semua.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di sisi lain, Kevandra saat ini sedang memberi perintah seseorang.

"Pastikan kalian menjaga ruangan ini, jika sampai kalian lalai saya yang akan menghabisi kalian." perintah Kevandra, dengan sorot mata tajam dan nada suara yang dingin.

"Siap, Tuan! sesuai perintah anda, kami akan menjaga ruangan ini." jawab bawahan tersebut dengan menunduk.

Setelah memberi perintah, ia langsung bergegas pergi meninggalkan rumah sakit, untuk menuju alamat yang asistennya kirim.

Ia mengendari mobil dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota yang sunyi di malam hari. Pikirannya berkecamuk memikirkan apa yang menimpa Ibunya, dan kini di tambah istrinya sedang bersama siapa di tempat itu?

Selama perjalanan hanya keheningan dan aura yang mencekam yang kini menyelimuti Kevandra, hingga dua puluh menit berlalu.

Ia sampai di hotel tersebut, tidak ingin membuang waktu lagi dan menerka-nerka apa yang Salsa lakukan. Ia langsung keluar dari mobil.

Menutup pintu mobil kasar, dengan langkah tegas dan raut wajah yang dingin ia mulai melangkah memasuki pintu utama.

Tiba-tiba saja sang asisten menghampirinya. "Tuan, istri anda berada di lantai lima dan di kamar 503." lapornya dengan menunduk hormat.

Setelah mendapatkan informasi yang ia butuhkan tanpa menjawab sapaan dari asistennya, kini Kevandra melanjutkan langkahnya.

Sementara Rio hanya bisa mengikuti langkah bosnya dari arah belakang.

Di sudut lain hotel, seorang wanita cantik sedang memegang gelas jus dan meminumnya dengan anggun, yaitu Liora, ia sedang mengamati Kevandra yang baru saja tiba, semua tidak ada yang luput dari pandangannya.

"Bagaimana apa kita akan mulai sekarang?" tanya seorang pria tampan yang kini berada di sampingnya.

"Tunggu beberapa saat lagi! mungkin mereka sedang sibuk dengan aktivitasnya, bukankah tidak baik mengganggu orang yang sedang bercinta." Sarkas Liora, dengan kilatan mata yang tajam.

"Kamu gila! di saat seperti ini masih memikirkan hal seperti itu." ucap pria itu dengan tatapan tidak percaya dan menggeleng pelan.

"Tentu saja, biarkan mereka menikmati setiap detiknya sebelum semuanya hancur." jawab Liora dengan nada acuh tak acuh.

"Terserah deh gimana mau kamu, Lio." ucap pria itu pasrah.

Sementara kini Kevandra melangkah menuju kamar yang istrinya berada, hingga beberapa menit kemudian ia sudah berdiri tepat di depan pintu kamar 503.

Jantungnya mulai bergemuruh hebat saat ia menatap pintu itu.

"Rio! Dobrak pintu itu." perintah Kevandra dingin.

"Baik, Tuan."

Sang asisten melangkah maju dengan sekali tendangan pintu itu terbuka dengan suara keras dan terbuka dengan kasar.

Seketika pandangan Kevandra terkunci pada dua sosok yang kini tengah bergelung dengan selimut tanpa sehelai benang pun.

Di dalam sana, Salsa dan Raka yang sedang menyatukan tubuh mereka. Langsung di buat terkejut saat kedatangan Kevandra yang secara tiba-tiba tanpa mereka ketahui.

"Brengsek, wanita murahan." makinya saat kedua matanya menatap Salsa dengan tajam.

Ia melangkah mendekat ke arah Raka dan langsung menariknya dari tempat tidur.

BUGH!!

Satu bogeman mentah mendarat di rahang Raka.

"Kurang ajar kalian." Marah Kevandra. Ia kembali melayangkan pukulan bertubi-tubi ke wajah Raka.

Dari arah lain, Liora melangkah sambil tersenyum tipis dari arah belakang seorang laki-laki setia mengikutinya. Ia melirik ke berbagai sudut koridor hotel lalu memberikan anggukan kecil.

Hingga tiba di ambang pintu ia langsung merubah raut wajahnya menjadi kecewa dan terluka.

"Ra-ka..." ucap Liora dengan suara bergetar.

Setetes air mata jatuh di kelopak matanya, saat ia melihat Raka babak belur di hadapan Kevandra.

Sementara Salsa yang masih berada di tempat tidur langsung menarik selimut sampai ke atas hingga menutupi sebagian wajahnya.

Dari arah lain berbagai kamera dan wartawan memotret dan menyorotinya dan juga Raka.

Ia mendengar suara bidikan kamera dari berbagai arah. Terus memotretnya dan Raka tanpa henti.

Suara bisikan-bisikan dan cemoohan memenuhi kamar tersebut.

"Wah! ini kedua pasangan selingkuh ternyata." ucap salah satu wartawan.

"Ayo liput mereka ini akan menjadi berita terhot, seorang pengusaha muda seperti Tuan Kevandra ternyata masih bisa diselingkuhi istrinya."

Suara keras seseorang dari kerumunan itu dengan nada memprovokasi.

Di sisi lain, Liora semakin terisak melihat kejadian itu.

"Ap-aa yang kalian lakukan." lirihnya.

Ia membekap mulutnya dengan kedua tangannya seakan tidak bisa berkata-kata.

"Ini bukanya Liora dari keluarga Prayudha, ternyata dia juga di selingkuhi tunangannya, bahkan dengan sahabatnya sendiri."

Salah satu dari mereka yang ternyata orang suruhan Liora, untuk membuat suasana semakin memanas di kamar hotel tersebut.

Diam-diam Liora tersenyum miring menanggapi semua kejadian itu.

1
Ririn Nursisminingsih
Halah bikin gregeten bacanya mosok ular menang😄😄
Ririn Nursisminingsih
kavindra jg jadi CEO bodoh kmu disekingkuhin
Jing_Jing22: Maki dia kak🤭 makasih sudah mampir di karyaku. Semoga berniat mampir di karya yang lain ya kak🥰
total 1 replies
Tati Hartati
kevandra kamu terlalu baik🤣
Pengabdi Uji
owahalaahh cokk ku deg2an td kirain bkal gmna trnyta emg sdh rencana
Pengabdi Uji
waduhh posisinya di balik pinter juga bliau
Pengabdi Uji
apaa rencananya deh jd deg2an aing
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
wakwao apakah itu
T28J
good job 👍
Mingyu gf😘
haha😄😄😄 gak tahu aja kamu lio,kalau mereka udah sengkokol🤭
Mingyu gf😘
si kulkas udah mulai bucin
Mingyu gf😘
haha mampus😆😆
Mingyu gf😘
waowwx teenyata raka snagat beebakat menjadi hantu😄
THE GIRL COOL😑
lebih dari cukup👍👍👍
THE GIRL COOL😑
huuuuu pelakorrr💪
THE GIRL COOL😑
gpp abai kan saja... nikmati sampai puncak pelepasan tiba🤣
THE GIRL COOL😑
gue kepanasan!!!
M. T🌻
keren liora💪
~SasMaya ✧
ahh.. Liora sengaja ternyata
~SasMaya ✧
waduhhh 🫣
~SasMaya ✧
aku kira bakal kepergok sama salsa,.

syukur kalau Liora yang pergi duluan. 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!