NovelToon NovelToon
CENAYANG PALSU

CENAYANG PALSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Iblis
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.

Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.

Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Kenapa Dengan Dosenku

Damon melangkah masuk ke dalam gedung kampus, Kaisar Muchen mengiringi langkah kakinya menuju ruangan dosen.

Hantu Kaisar Muchen mengambang disisi Damon.

"Apa dosenmu sudah datang?" tanya Muchen tiba-tiba muncul dari arah pintu masuk ruangan dosen, diiringi bunyi Ting... Ting... Ting... dari dua belas Liu Gioknya tapi diam tak bergoyang.

"Arghhh... Jangan mengagetiku terus-terusan, aku bisa terkena serangan jantung..." sahut Damon saat melihat penampakan Kaisar Muchen di depannya.

Damon hampir-hampir terjungkal jatuh akibat kemunculan Kaisar Muchen yang acapkali membuatnya kaget.

Kaisar Muchen menatap datar, dingin sembari memiringkan kepalanya ke kiri. Ia memutar badannya dari posisi kepala terbalik ke bawah menjadi berdiri tegak.

"Ada apa denganmu, bukannya kau sudah terbiasa dengan ku?! " kata Muchen dengan kedua tangan dilipat di dada.

"Yah, tapi aku belum terbiasa saja melihat penampilan mu yang menyeramkan itu. Bisakah kau mengubahnya lebih modern seperti gaya sekarang ini." tegas Damon.

"Oh?! Begitu, ya?!" sahut Muchen lalu berpikir serius. "Bagaimana kalau dengan ini?"

Muchen menjentikkan kedua ujung jarinya, dan sekejap saja penampilan nya berubah modis. Ia mengenakan kemeja panjang warna hitam dengan celana panjang hitam dengan sepatu melayang-layang dibawah celananya.

Damon tertegun, raut wajahnya membeku kaku, sejenak terpana dengan penampilan Kaisar Muchen yang baru. Ia melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala kaisar.

Ketika pandangan matanya tertuju diatas kepala Kaisar Muchen, pandangannya berhenti.

"Tidakkah kamu bisa menanggalkan mahkota emas mu itu, agak menggangu jika berbunyi "Ting". kata Damon sembari tersenyum.

" Oh...?! " Kaisar Muchen meraba-raba kepalanya yang masih mengenakan Mahkota Emasnya. "Tapi aku tidak bisa meninggalkan mahkota kebesaran ku ini. Bagaimanapun juga, ini adalah simbol status ku sebagai

Kaisar Langit dulunya."

"Tapi... Tidak cocok jika dipadu padankan dengan penampilan modern akan terlihat aneh jika kamu masih memakai Mahkota itu, Kaisar." sahut Damon.

"Yah, baiklah..."

Kaisar Muchen menjentikkan jarinya lagi. Seketika itu juga penampilannya berubah kembali seperti semula.

"Sepertinya aku lebih cocok dengan penampilan lamaku, aku merasa nyaman saja dengan diriku yang ini." lanjutnya.

"Baiklah, terserah padamu saja, asal kamu tidak lagi muncul tiba-tiba didekatku, kau ubah saja cara kehadiran mu itu supaya aku tidak terkejut kaget, dan tidak terkena serangan jantung akut, Kaisar." kata Damon sambil memperagakan contoh orang yang kaget-kagetan pada Muchen.

"Okey..." jawab Muchen sembari membentuk jari telunjuknya dan jari jempolnya seperti huruf O besar kemudian dia menghilang dalam hitungan detik. "Weeerrr..."

Damon melanjutkan tujuannya, ia hendak melangkah masuk ke ruang dosen untuk menemui dosen pembimbing skripsi nya yang tidak kelar-kelar, ia dorong pintu geser ruangan itu ke kanan.

Tiba-tiba... Semilir angin berhembus ringan menerpa pundaknya seketika Damon merasakan hawa aneh yang tidak asing baginya, hawa iblis bercampur bau dupa menyengat serta ada aroma manusia tercium kuat.

"Sreeek..."

Sekelebat bayangan perempuan muncul dari dalam ruangan dosen lalu lenyap. Damon sempat menoleh ke arah sosok itu, tapi ia tidak menemukan siapa-siapa di sekitarnya. Hanya ada dirinya seorang disana.

Bulu kuduk Damon langsung berdiri tegak, ada rasa ngeri bercampur satu dalam dirinya bahkan dia merasakan hawa itu sangatlah kuat menakutkan.

Damon mengusap pelan bagian tengkuknya yang meremang, sekali lagi ia memastikan pandangan matanya ke sekeliling tempat dia berdiri. Kosong. Sepi. Tidak ada seorangpun bersamanya. Dengan cepat-cepat, Damon berjalan masuk ke dalam ruangan dosen.

Tampak seorang dosen laki-laki sedang duduk sendirian, menghadap komputer kerjanya.

Damon segera memberi salam hormat kepada pria itu.

"Selamat pagi, Mr. Oyunchimeg..." sapanya sambil agak membungkuk.

Mr. Oyunchimeg tidak merespon, sorot matanya tertuju serius pada layar komputer kerjanya.

Damon yang merasa diabaikan jadi penasaran terhadap sikap dosen pembimbing nya itu.

"Tidak biasanya, Mr. Oyunchimeg mengabaikan orang lain jika menyapanya, dia selalu membalas sapaan orang lebih ramah dari orang lain bahkan dia akan tertawa ramah saat menyambut orang lain."

Damon membatin dalam diamnya, ia agak ragu-ragu meneruskan langkah kakinya, tapi ia bertekad bulat, dan mendekati meja kerja dosen pembimbingnya itu.

"Maaf, Mr. Oyunchimeg... Saya datang kemari hendak menemui anda, untuk menanyakan kelanjutan tugas skripsi saya yang mangkrak..." kata Damon dengan hati-hati, ia menengok ke arah meja kerja dosennya.

Alangkah terkejutnya Damon ketika dia melihat layar komputer di depan Mr. Oyunchimeg tidak menyala, tapi anehnya jari-jarinya bergerak aktif pada tuts-tuts keyboardnya.

"Mr. Oyunchimeg... A-anda baik-baik saja..." kata Damon mulai cemas. Ia memberanikan dirinya menyapa dosen pembimbingnya itu.

Lagi-lagi tidak ada suara jawaban dari Mr. Oyunchimeg, ia masih terpaku diam di depan layar komputer kerjanya.

Damon mencoba menyentuh pundak Mr. Oyunchimeg. Tiba-tiba lampu di ruangan itu padam seketika.

"Aduh...?!" gumam Damon celingukan, sebab ia tidak dapat melihat apa-apa di sana. "Kenapa lampunya tiba-tiba mati???"

Lalu terdengar suara tawa cekikikan dari arah meja kerja Mr. Oyunchimeg.

"Mr. Oyunchimeg... apa yang terjadi?" tanya Damon terkaget-kaget.

Dan sekelebat cahaya tajam bergerak cepat ke arah Damon.

"Awas, Damon!"

Damon yang belum menyadari apa-apa, cuma tersentak kaget dan diam saja saat tubuhnya ditarik cepat oleh sesorang yang datang tiba-tiba.

"Hati-hati, Damon. Cakar iblis dapat melumpuhkan ingatan bahkan membutakan penglihatan jika kau terkena sabetannya!"

Suara Kaisar Muchen terdengar keras dari arah belakang Damon.

"Gunakan mata batinmu, Damon! Dan lihatlah sisi lain orang di depanmu itu!" kata Muchen.

"Apa yang terjadi pada dosen pembimbingku?" tanya Damon yang masih belum tersadar itu.

"Dia terkena pengaruh iblis mimpi, Succubus penghuni ruangan dosen ini." sahut Muchen yang masih menarik kuat-kuat ujung kerah kemeja Damon.

"BRAK...!" Kaisar Muchen melempar tubuh Damon menjauh dari jangkauan kibasan cakar-cakar Mr. Oyunchimeg.

Tubuh Damon berubah seketika, ia mengenakan jubah hitam pemburu iblis, sedangkan di genggaman tangan kanannya, dia memegang senjata prisma berbentuk pedang berujung dua lancip warna putih.

Tampak tubuh Damon melayang di udara, seperti terjun bebas ke belakang.

"Damon... Sekarang..." kata Muchen.

Damon tersentak sadar, ia segera menyadari bahaya besar sedang mengincar nyawa nya, dengan sigap, dia mengayunkan senjata tajam miliknya sembari merapal mantra.

"Langit Bersatu...!" teriaknya lantang. Dan sekejap saja, langit-langit di ruangan dosen bergetar pelan.

"Gruduk... Gruduk... Gruduk..."

Seisi ruangan dosen ikut bergoyang-goyang seperti lindu kemudian muncul cahaya terang benderang dari arah pedang Agni milik Damon.

"Hiyaaaat....!" Pedang terayun kuat, menebas setiap kibasan cakar-cakar maut dari Mr. Oyunchimeg yang terarah cepat ke arah Damon.

Damon berkelit lincah, tubuhnya berpindah-pindah cepat, menghindari serangkaian serangan cakar maut milik Mr. Oyunchimeg yang membabi buta.

Dalam kegelapan, tubuh Damon bergerak lincah diantara sempitnya ruangan dosen yang sunyi. Kilatan cahaya terang dari arah kedua senjata mereka berpenjar terang menyilaukan mata, tapi menjadi penerangan bagi penglihatan mereka.

Damon terbantu melihat setiap arah gerakan lawan saat menyerangnya dari kibasan cahaya yang keluar pada gerakan cakar-cakar Mr. Oyunchimeg serta ayunan pedang miliknya, tiap pedang Agni prismanya terayun kuat maka akan ada sinar terang muncul dari arah pedang itu.

Ajang kejar-kejaran terjadi di antara mereka, membuat ruangan dosen jadi gegap gempita oleh pijar sinar dua senjata milik keduanya.

Bau asap mulai tercium kuat, menyengat hingga mengubah warna udara di ruangan dosen jadi mengepul putih. Lalu berkabut tipis, dan serangan-serangan maut milik Oyunchimeg terhenti tiba-tiba.

Damon mematung diam, sorot matanya waspada menatap tajam ke arah depan, ia mengedarkan pandangan matanya ke seluruh area sekitar tempat nya berdiri. Tidak ada tanda gerakan milik lawan, hanya ada kesenyapan di sekitar Damon.

Ia meningkatkan kewaspadaannya terhadap serangan Mr. Oyunchimeg.

Suasana berubah senyap, keheningan merambat masuk, membuat bulu kuduk merinding kuat.

"Mana dia...?" tanya Damon dengan waspada sembari mengarahkan pedang berujung ganda warna putih miliknya ke arah depan, dan nafasnya terengah-engah. "Apa dia pergi, dan mengaku kalah?"

Damon melihat arah sekitarnya, penuh waspada, dan ia semakin menajamkan penglihatannya.

Tiba-tiba suara tawa cekikikan kembali terdengar, kali ini lampu di ruangan dosen menyala merah. Dan di depan sana, tampak sosok Mr. Oyunchimeg sedang bergelayut di tembok sambil menyeringai lebar pada Damon.

1
Katarina Samuel
gak bisa ngalahin nih 👍
Katarina Samuel
pil obat penyembuh jiwa aja damon aku saranin ke psikiater atau ke pemuka agama disana biar hantunya keusir dari hidupmu
Katarina Samuel
ini paling ditakutin ketemu dewa beneran gak sih
Katarina Samuel
damono damono
Katarina Samuel
dah megap megap kalau aku mimpi kayak gini damon
Katarina Samuel
kasihan juga jadi damon kalau aku sih bisa pindah alam
Katarina Samuel
lebih nyebelin dari kaisar
Katarina Samuel
sulit bayangin tinggal dihunian seseram ini
Katarina Samuel
👍
Katarina Samuel
hantu paling ngeselin
Katarina Samuel
apes dah si damon
Katarina Samuel
🤣🤣🤣 ya aelah damon damon
Katarina Samuel
konyol sih
Katarina Samuel
serem juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!