DISKRIPSI
Tersebutlah di Distrik Ahinan Dusun Be jie
ada sepasang suami istri yang telah dikaruniai seorang Anak perempuan yang bernama Mey Ling. Dan anehnya di punggung Mey Ling seperti ada tatto yang bertuliskan Lady Ma,seorang selir dari masa Dinasty Ming
.
Pada saat berumur 12 tahun anak ini bermimpi di ajak ke sebuah goa oleh sang nenek dan di wariskan harta karun. Tersebarnya berita itu membuat banyak pihak memburu harta ini.
Suatu hari berita ini sampai keKaisaran, yang menyebabkan Mey Ling menjadi rebutan para pendekar dan para Prajurit Kekaisaran. Untuk mencari harta karun banyak terjadi pertempuran dan pertumpahan darah. Merasa menjadi ujung tombak permasalahan ini, May Ling akhirnya melarikan diri dalam kegelapan malam di sebuah hutan bambu.
Tapi sesuatu telah terjadi ke pada May Ling
Apakah Itu??
Silahkan Reader baca kelanjutan kisah Mey Ling Reinkarnasi Lady Ma.
Reader akan di ajak bernostagia di Negara Tirai Bambu, Mengenal gunung yang indah...
Lembah yang seperti sorga atau Sungai yang airnya bening berwarna hijau seperti permandian bidadari Sorga.
💜💜💜💜💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjadi Murid Diyu Xing.
Bab.23
Malam ini Mey Ling sudah berada di
Lembah Neraka. Suasana di Lembah Neraka tidak begitu dingin malah Mey Ling merasakan suasana sedikit mistis. Ntahlah, Dia merasa ada sesuatu yang
membuat indra ke enamnya menuntun fikirannya mengarah ke sebuah lobang besar yang berisi tumpukan tulang belulang berada di sekitar sana. Dia melihat dari Mata bathinnya banyak
Roh penasaran.
Mey Ling berusaha memejamkan matanya, dan mengusir penglihatannya. Tapi tetap saja wajah-wajah itu seolah meraung dan meminta tolong untuk dibebaskan. Mey Ling tidak takut sama hal-hal begitu, karena dari kecil sering mengalami, yang Mey Ling pikirkan adalah, bagaimana cara membuat wajah-wajah yang Dia lihat bisa bebas dan
tidak mengganggu nya lagi.
"Mey Ling tidurlah....," Dia sangat kaget ketika mendengar suara yang sangat
dekat dengannya, seperti di telinganya.
Mey Ling reflek meloncat kmengambil
serulingnya. Dalam keremangan sinar
Lampu minyak Mey Ling merasa ada yang menatap nya.
"Nenekkkkk...," teriaknya keras, Dia tidak
takut tapi marah, sangat marah.
"Kenapa kamu berteriak, ini sudah
malam teriakan mu terdengar sampai
di atas Gunung," bentak Diyu Xing
merasa dirinya terganggu.
"Apa maksud Nenek mengganggu Aku
dengan memperlihatkan semua setan
disini," sahut Mey Ling dengan suara
tinggi.
"Mey Ling kamu adalah seorang Anak
yang mempunyai kelebihan. Indra ke
enam mu begitu tajam sehingga Kamu melihat wujud Makhluk Astral yang
orang lain tidak bisa melihatnya.
Jangan Kamu mengira Nenek yang
usil, tapi dirimulah yang Indigo,"
sahut Nenek membuat Mey Ling sadar.
"Maaf Nek, Aku baru sadar....," kata Mey
Ling merasa bersalah sama Diyu Xing.
"Tidak apa-apa tidurlah," sahut Diyu Xing
Lalu meninggalkan bilik Mey Ling.
Dengan susah payah Mey Ling berusaha memejamkan matanya sambil bibirnya komat kamit membaca Mantra pengusir
setan yang diajarkan oleh Gurunya sang
Pertapa Suci.
Walaupun cuma sempat lima Purnama saja, Mey Ling sungguh bangga pernah menjadi murid Pertapa Suci dari Gunung Himalaya itu. Banyak ilmu Agama, dan Ilmu strategi perang yang Mey Ling dapat pelajari dari nya.Sayang Kakek Guru meninggalkan dirinya disaat Dia sangat membutuhkan perlindungan.
Setelah lama bolak balik di tempat tidur Akhirnya bisa juga Dia tidur. Dalam tidurnya Dia bermimpi, berada di sebuah Istana yang megah, penuh dengan emas permata, hidupnya ada di antara Selir-selir Kaisar yang menderita dan penuh siksaan. Seorang Prajurit menyeretnya
di sepanjang lorong dan membawanya kepada Permaisuri yang duduk dengan
Anggunnya di sebuah Singgasana yang
sangat mewah, kemudian Permaisuri
dan Prajurit itu melemparkan dirinya ke sebuah Kamar gelap dan menyiksanya dengan sadis. Dia berteriak menangis menerima siksaan itu...
"Mey Ling, bangun!! Kamu pasti mimpi
buruk," kata Nenek menggoyangkan tubuh Mey Ling.
"Untung cuma mimpi," kata Mey Ling
meloncat bangun sambil mengatur
nafas yang memburu.
"Pagi Nek, Aku mimpi buruk," sahut
Mey Ling merasa ngeri mengingat mimpinya.
"Pasti Kamu bermimpi menjadi Lady
Ma, mimpi itu akan selalu membayangi jalan Hidupmu sampai Kamu bisa memutuskan jalan yang Kamu pilih,"
kata Diyu Xing. Mey Ling hanya menunduk tidak mengerti apa maksud Nenek Diyu Xing. Ingatannya masih di sekitar mimpinya. Sering sekali
Dia bermimpi disiksa orang.
"Keluarlah hari sudah Pagi, Kamu bisa
Mandi di Sungai sambil menangkap
ikan atau melihat pemandangan di
Lembah. Setelah Kamu puas dan bisa beradaptasi, Nenek baru akan mulai
mengajari Kamu semua Ilmu Silat warisan dari Lembah Neraka," jelas
Nenek Diyu Xing.
"Ya Nek Aku mengikuti perintah Nenek,"
sahut Mey Ling mengikuti Nenek keluar.
Mey Ling sangat kagum melihat Sungai
dan pemandangan di pinggir Sungai dan
Sepanjang mata memandang terlihat
Pohon persik dan beberapa jenis pohon
seperti Binahong, daun Dewa, Samsit,
Mahkota Dewa dan Gingseng merah, sepertinya Nenek Diyu Xing senang berkebun. Di situ juga terlihat Pohon
pisang dan bermacam Sayuran yang tumbuh subur.
Sehabis menjelajahi pemandangan
yang berada di Lembah Neraka Mey
Ling lalu terjun ke Sungai. Pantulan pinggir tebing yang berwana merah membuat air sungai seperti darah. Sungguh luar biasa!!. Mata Mey Ling sangat terpukau melihat semua itu.
Sambil melatih Ilmu ginkang nya Dia
mulai terjun ke Sungai berenang.
Setelah puas barulah Dia naik ke atas dengan Ikan di tangan. Tapi tiba-tiba Mey Ling melepaskan ikannya ke
Sungai. Dia ingat penglihatannya tadi
Malam yang sangat mengerikan.
Semua Wajah minta tolong padanya, lebih baik Dia tidak makan Daging atau Ikan karena Dia takut dikejar oleh Roh binatang itu.
"Mengapa Ikannya Kamu lempar lagi ke
Sungai?" tanya Nenek heran.
"Aku takut dikejar Roh ikannya," katanya
sambil tertawa.
"Baguslah!!, tapi apa Kamu juga akan
melepaskan pembunuh keluargamu?"
pancing Diyu Xing.
"Nyawa harus ditebus dengan nyawa,"
sahut Mey Ling dengan mata merah.
"Bagus!!, apakah Kamu tahu siapa yang
menjadi musuhmu?" tanya Diyu Xing.
"Kekaisaran, Prajurit dan...," bayangan
Fang Yin terlintas di otaknya. Dia yakin bahwa Fang Yin adalah salah satu penyiksanya.
Awas Kamu Fang Yin, Aku akan datang
dan membuat Kamu menderita seperti yang Kamu telah lakukan ke padaku. Bathin Mey Ling kesal.
"Nenek, Aku merasa semua yang berada
di Istana menjadi musuhku," kemudian
Mey mengakui di setiap mimpinya ada
di Istana.
"Apakah Kamu melihat Aku berada di Istana atau di tempat lain yang menjadi musuhmu?" tanya Diyu Xing ingin tahu. Tentu saja Dia harus hati-hati dengan Mey Ling. Seandai nya Dia adalah salah satu musuh Mey Ling tentu Dia akan mengurungkan niatnya untuk mengambil Mey Ling sebagai muridnya.
"Nenek tidak ada di istana atau di manapun juga, berarti Nenek bukan musuhku," sahut Mey Ling berbohong. Baginya berbohong kepada musuh tidaklah berdosa.
"Syukurlah!! berarti Nenek tidak rugi menjadikanmu murid Nenek, disini
Kamu akan berlatih Ilmu putih yang
telah di kolaborasi dengan Ilmu sesat. Orang lain tidak akan tahu Kamu dari aliran sesat, asal sebelumnya Kamu bertempur memakai Ilmu warisan
Nenek Gong Li terlebih dahulu," kata Nenek serius.
"Ya Nek Aku akan selalu mengingat
semua Perintah Nenek," sahut Mey Ling.
Naiklah Kamu di atas Batu besar itu
dan mulai menghidupkan Cakra di
dalam tubuhmu," perintah Nenek Diyu
Xing sambil menunjuk batu lempeng
yang sangat besar yang berada tidak
jauh dari tempatnya berdiri.
"Maaf Nenek, Kakek Pertapa Suci
pernah mengajarkan Aku Ilmu
Kundalini yang menghidupkan Cakra
di dalam tubuhku," sahut Mey Ling.
"Syukurlah, sekarang Kamu olah itu
dan hidupkan Cakra ke tiga, setelah
itu masukan Ilmu Sinkang perlahan
lahan keseluruh tubuhmu," kata Nenek.
"Apakah Aku harus mengganti bajuku,
karena tadi Aku berenang," tanya Mey
Ling memegang pakaiannya.
"Tidak usah, bajumu akan kering sendiri
karena sebentar lagi batu itu akan kena
Matahari Pagi. Kalau tidak salah, Kamu
akan berhenti berada di sana sebelum Matahari condong ke Barat.
*****
tahta, waria, Echa ja yak😜😜
akupun punya Mey..jurus seribu akun🙈🙈🤭