NovelToon NovelToon
Suami Yang Di Tukar

Suami Yang Di Tukar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:161k
Nilai: 4.8
Nama Author: devi oktavia_10

Di hari Pernikahannya Kayla Sanjaya 25th di paksa menukar calon suaminya dengan calon suami kakak sepupunya, Apakah Nayla menolak atau menyerahkan calon suaminya untuk kakak sepupunya... Yukkk... Kepoin Karya baru author...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Aagggkkk.... Sialan, kenapa j*lang itu bisa menikah sama kak Rangga, harusnya gue yang menikah dengan kak Rangga, bukan j*lang itu! " Dewi mengamuk di kamarnya, saat melihat sosmednya, ternyata karyawan cafe Nusantara beramai ramai memposting dan mengucapkan selamat atas pernikahan Rangga dan Kayla, Dewi tidak terima tentang kebahagian dua insan itu.

"Kurang ajar, ini nggak bisa di biarin, gue yang selama ini berada di sambung kak Rangga, kenapa orang baru itu yang mendapatkanya."

Sretttt....

Pranggg.....

Pranggg.....

Pranggg....

Kosmetik yang tersusun rapi di atas meja sudah berserakan di lantai, ulah keberingasan Dewi yang mengamuk karena tidak terima Rangga menikah dengan Kayla, dia pikir waktu itu, Rangga hanya bercanda kepadanya, mengaku sudah menikah, nyatanya pikirannya salah, Rangga benar benar sudah menikah dengan wanita itu.

"Kenapa, kenapa kakak sangat kejam padaku, apa salah ku huaaa.... Hiks hiks hiks..... Padahal aku sangat mencintai kakak lebih dari segalanya, tapi kakak mengabaikan aku, kakak benar benar jahat, huuu....." Dewi berguling guling di kasur, lalu melempar bantal dan guling ke sembarang arah, dan juga menarik seprai dari kasur.

Tokkk....

Tokkk...

Tokkk...

"Dewi, bila pintunya, ada apa dengan mu?! " suara pintu di ketuk dari luar oleh sang ibu.

Dewi tidak perduli, dia terus meraung dan menjambak rambutnya.

Tokkk....

Tokkk....

Tokkk...

"Dewi, buka pintunya." sang ibu terus menggedor pintu kamar Dewi.

Ceklekkk....

Pintu terbuka dari dalam dan menampakan tampang Dewi yang acak acakan.

"Astaga, ada apa dengan mu nak, kenapa kamu kaya gini?! " pekik sang mama dengan penuh wajah khawatir.

"Mama.... Hiks hiks hiks.... Kak Rangga jahat ma." adu Dewi memeluk sang mama.

"Bu Leni mendengar keluhan sang anak hanya bisa menghembuskan nafas kasar, lagi lagi Rangga yang jadi masalah, padahal sudah berkali kali di nasehati, agar dia melupakan Rangga, namun anaknya ini sangat keras kepala.

" Mama nggak tau lagi cara menasehati kamu Wi, sudah di bilang dari dulu, Rangga itu tidak pernah menyukai kamu, dia hanya menganggap kamu sebagai adik saja, tidak lebih dari itu." ujar sang mama dengan nada yang terdengar sedikit kesal.

"Lihat gara gara keegoisan kamu, hubungan pertemanan abang kamu dan Rangga jadi renggang, apa kamu nggak kasian sama abang kamu ha.... Bisnis yang seharusnya di jalani oleh abang kamu bersama Rangga, jadi harus terhenti gara gara ulah kamu." kesal sang ibu.

Putranya sudah menceritakan masalah Dewi kepada dirinya.

"Kenapa mama menyalahkan ku, harusnya mama menyalahkan perempuan j*lang itu, bukan aku." pekik Dewi tidak suka.

"Sadar lah Wi, mau kamu meraung sampai langit ke tujuh, Rangga tidak akan pernah perduli, karena dia tidak pernah menyukai kamu, dan bahkan saat kamu mogok makan, dan akhirnya kamu di rawat di rumah sakit karena dehidrasi, apa Rangga perduli, apa dia datang membesuk kamu, nggak kan?!." ucap sang mama membuka fikiran sang anak.

Bu Lebi tidak pernah sedikit pun menyalahkan Rangga, karena dia tau, dari awal anaknya lah yang terus terusan mengejar ngejar Rangga, selalu menghalalkan cara agar Rangga tidak di dekati oleh wanita lain, setiap wanita yang mendekati Rangga, selalu di ancam Dewi, hingga wanita itu tidak pernah lagi mendekati Rangga.

Karena Rangga memang tidak menyukai wanita itu, Rangga hanya membiarkan saja apa yang di lakukan Dewi, dia tidak perduli sama sekali, namun di saat istrinya yang di ganggu Dewi, Rangga lansung beraksi, bahkan demi membela sang istri, Rangga rela kehilangan sahabat yang sudah bertahun tahun terjalin,

"Tapi ma, selama ini kak Rangga tidak pernah marah saat wanita wanita yang menyukainya aku ganggu, dia diam saja, tidak perduli dengan itu, bearti kak Rangga memang ada rasa sama aku, hanya saja Kak Rangga di kasih pelet sama wanita itu, makanya kak Rangga berpaling dari ku" ucap Dewi tetap kukuh dengan pendiriannya.

"Susah ngomong sama kamu Wi, lebih baik sekarang kamu rapikan kembali kamar mu, sebentar lagi papa mu pulang, jangan sampai papa mu melihat semua ini, kamu benar benar akan di kirim ke desa, dan di jodohkan oleh nenek mu di sana." ucap bu Leni meninggalkan kamar sang putri.

"Nggak, aku nggak mau ke desa, apa apaan papa mengusirku! " kesal Dewi tidak terima.

"Klau tidak mau, ya sudah. Rapikan kamar mu ini, dan setelah itu bersihkan diri kamu." ucap sang mama dengan tegas, walau di rumah itu ada pekerja, namun bu Leni tidak akan mengizinkan pekerjanya untuk membersihkan keonaran yang di buat oleh sang putri, biar lah putrinya sendiri yang mengerjakannya siapa suruh membuat ulah, tanggung sendiri resikonya.

"Kenapa nggak suruh bibi aja, ma." rengek Dewi.

"Belajar bertanggung jawab dengan kekacauan yang kamu buat sendiri, nggak ada yang menyuruh kamu melakukannya." tegas sang mama.

"Ck. Mama ngeselin, mama nggak sayang aku. " rajuk Dewi bersungut sungut kesal, bu Leni hanya menaikan bahu acuh, tidak perduli dengan kekesalan sang putri, dia berlalu begitu saja dari kamar sang putri.

"Rapi kan seperti semula, jangan sampai kurang satu apa pun, papamu smangat jeli penglihatannya, jangan sampai kamu di suruh menyapu pekarangan rumah selama seminggu oleh papamu." ucap sang ibu memperingati Dewi.

"Astaga, kenapa sih orang tua gue sadis bangat, nggak perduli klau gue lagi sedih." kesal Dewi yang mulai membersihkan kamarnya dengan tidak bersemangat.

"Bu, saya bantu neng Dewi ya bu." ucap pekerja di rumah itu dengan sopan kepada bu Leni.

"Tidak usah mbok, biarkan saja dia bertanggung jawab dengan kekacauan yang dia buat, jangan biasakan dia di manja, semakin menjadi anak itu lebih baik mbok kerjakan kerjaan yang lain aja, klau tidak sudah selasai, mbok bisa istirahat." titah bu Leni.

"Baiklah bu, mbok istirahat aja, soalnya semua kerjaan sudah selesai." ucap si mbok dengan sopan.

Bu Leni mengangguk, dan dia juga kembali ke kamarnya, si mbok juga kembali ke ruang belakang, di mana tempat dia beristirahat selama ini, ini lah yang membuat si mbok bertahan lama kerja di rumah itu, walau anak perempuannya sedikit egois, namun orang tuanya sangat baik dan pengertian kepada pekerjanya, memanusiakan para pekerjanya, dan setiap anak anak mereka membuat kekacauan di rumah, pasti di suruh bertanggung jawab untuk membersihkannya sendiri tanpa melibatkan para pekerja.

Sementara di tempat lain, Rangga dan Kayla sudah berada di bandara, mereka akan pergi ke Paris untuk berbulan madu.

"Sayang, kamu hati hati di negeri orang, klau Rangga macam macam sama kamu, tlp mama saja nanti mama akan memberi dia hukuman." ucap nyonya Lastri.

Rangga yang mendengar ucapan sang mama hanya memutar malas.

"Klau nggak di macem macemin, kapan mama dapat cucu." sahut Rangga dengan santainya.

Pukkk....

Kayla lansung memukul lembut tangannya suami yang bisa bisanya ngomong seperti itu kepada orang tuanya.

"Ahhh... Benar juga." nyonya Lastri pun ikut terkekeh mendengar ucapan sang putra, tidak sadar dengan wajah menantunya yang sudah memerah seperti kepiting rebus, karena menahan malu.

Bersambung....

1
Tutik Sekawan
Lumayan
Heny
Maka nya pk su jng sakiti hati ibu negara susah merayu nya
Heny
Ternyata rangga orang kaya gmn y klau mantan nya tau
sumanto baik 🐊: pasti brab urusannya haha 😄
total 1 replies
Heny
Smg kayla dan rangga bahagia
Heny
Ada y mempelai ditukar sableng emang
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Yuliati Soemarlina
pphnya Nia kan andre..ardi pphnya rangga..thor salah nulis mulu..jd pengertiannya juga beda...
Yuliati Soemarlina
bacanya harus fokus nih..banyak kata" yg salah ngetik jadi beda artinya
Yuliati Soemarlina
alhamdulillah nia sdh sadar...jd baik ke kayla
Yuliati Soemarlina
thor umur bayinya 3 bln kali bukan 3 thn...salah" aja nulisnya..
Yuliati Soemarlina
saran thor..mohon teliti dlm menulis..sblm ditayangkan cek kembali..ke balik" nulisnya harusnya ami jadi arum..
Yuliati Soemarlina
kel & calon suami yg ga punya perasaan..
THAILAND GAERI
kamu sama loe bedanya apa?
Aghitsna Agis
di bab 84 bilang nia dan juan nengok kayla dan bapanya nia j7ga sam nengok ibunya nia nga datang sakit terus dibab 85 kok tiba2 bapaknya nia datang sama ibunya terus juan jadi ngejar ita kan juan suaminya nia thor jadi gimana ini mohon penjelasannya
Aghitsna Agis
kok jadi pa ardi kan ayahnya nia pa andre dan ratih jadi ratna ad7h
Aghitsna Agis
kok jadi rayna bukannya ratih ya
Kasih Sklhqu
terimakasih Thor ditunggu karya berikutnya 🙏🙏
Aghitsna Agis
itu tuan aali aoa nga hapal ya.oengantijya.7tu saudaranya andre
Aghitsna Agis
rangga adain pesta besar aja biar nyesel tuh dikira misk8n
Aghitsna Agis
aih udah taman trs ita dan juan gimana akgir ceritanya jasi expart thor mks
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!