NovelToon NovelToon
Mengubah Takdirku Sendiri

Mengubah Takdirku Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Time Travel / Balas dendam pengganti / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:41k
Nilai: 5
Nama Author: Nita_001

--Lebih baik menyinggung Raja Neraka, daripada menyinggung Feng Yaorao--

Dunia mengenal Feng Yaorao, putri sulung keluarga Feng, sebagai gadis yang pemalu, lemah dan tidak berpendidikan. Mereka menganggapnya sampah tak berguna yang bisa ditindas sesuka hati. Namun, mereka tidak tahu bahwa setelah sebuah kemalangan merenggut nyawanya, jiwa gadis lemah itu telah digantikan oleh seorang Top Assassin berdarah dingin dari Abad ke -24.

Licik, kejam, dan pendendam. Feng Yaorao yang baru tidak akan membiarkan siapapun yang menyakitinya lolos begitu saja. Siapapun yang berhutang padanya, harus membayar dengan darah. Siapapun yang menghalanginya, akan berakhir di kuburan massal.

Mengandalkan insting membunuh yang tajam serta Ular Darah-- makhluk spiritual mistis di dalam tubuhnya yang bisa bertransformasi menjadi cambuk mematikan, dia siap membalikkan dunia kuno ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita_001, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 - Pertarungan Yang Tidak Mudah

Srak! Srak! Srak! 

Suara tebasan cambuk membelah udara dengan bunyi yang nyaring, melesat lurus bagai ular cobra yang lapar, membelah formasi pedang musuh dengan kecepatan yang mematikan, menggagalkan serangan mereka. 

Arghhh! 

Jeritan kesakitan pecah saat ujung cambuk itu merobek pakaian mereka dan melukai salah satu pria pembunuh. Namun, sebagai pembunuh bayaran dengan kemampuan bela diri tingkat tinggi, mereka dengan cepat menguasai keadaan. 

Alih-alih panik, mereka justru melompat mundur dengan gesit, menggunakan energi dalam mereka untuk menahan sisa serangan cambuk tersebut. 

“Hati-hati! Senjatanya aneh!” teriak pria pembunuh yang terluka. 

Ketiga pria itu langsung membentuk formasi, mengepung Feng Yaorao dari tiga arah yang berbeda. Bilah-bilah pedang mereka berkilau tajam di bawah sinar matahari yang menembus celah pepohonan, lalu mereka melompat maju menyerang secara bersamaan. 

Feng Yaorao menggertakkan giginya. Dia mengayunkan cambuk panjangnya membentuk barikade perlindungan di udara, yang memicu suara dentingan besi saat berbenturan dengan pedang musuh. 

Namun, tubuhnya sekarang hanyalah tubuh biasa yang tidak pernah berlatih bela diri. Setiap hantaman pedang musuh menyalurkan getaran yang membuat sendi-sendi tubuhnya berdenyut nyeri. Menghadapi tiga pembunuh bayaran tingkat atas dengan tubuh selemah ini benar-benar menguras energinya lebih cepat. 

Ketika salah satu pria pembunuh berhasil menerobos jangkauan cambuknya dan menebaskan pedang dari arah samping, Feng Yaorao mulai kewalahan. Tubuh kurusnya sungguh terlalu lemah untuk menopang teknik bertarungnya di kehidupan sebelumnya. 

Dipaksa oleh keadaan, Feng Yaorao dengan cepat menarik kembali cambuknya. Memanfaatkan tubuhnya yang kurus, dia merunduk untuk menghindari serangan pedang itu, lalu menggunakan kemampuan bela diri jarak dekatnya untuk membalas. 

Dengan gerakan memutar yang cepat, dia mencengkram pergelangan tangan musuh terdekat, memanfaatkan momentum berat badan pria itu untuk membantingnya ke tanah, sekaligus merebut pedangnya. 

Bugh! 

Meskipun dia berhasil menjatuhkan pria itu, energi dalam dari pembunuh lainnya langsung menghantam punggung Feng Yaorao melalui tekanan angin pedang, membuatnya terdorong mundur beberapa langkah dengan nafas memburu berat. 

Dia menstabilkan dirinya dan mengatur nafasnya yang terengah-engah.

Melihat Feng Yaorao mulai terdesak dalam posisi yang berbahaya, Chi Feng tidak bisa lagi hanya menonton dari belakang. 

“Nona Feng, aku akan membantumu!” teriaknya. 

Sebagai ahli bela diri yang memiliki energi dalam yang tinggi, Chi Feng melesat maju bagai anak panah dan langsung menerjang ke tengah pertempuran. Dengan tangan kosong, dia memblokir tebasan pedang dari pembunuh lain, memusatkan energi dalam pada kepalan tangannya untuk meninju lawan hingga terdengar suara patah tulang yang samar. 

Kehadiran Chi Feng seketika memecah konsentrasi kepungan musuh. Namun, dua pembunuh yang baru bangkit kembali tidak tinggal diam. Melihat pengawal target utama mereka telah bergerak, mereka menyerang secara bersamaan dari arah yang berbeda. Salah satu dari mereka mengayunkan pedangnya ke arah leher Chi Feng. 

“Chi Feng, merunduk!” teriak Feng Yaorao tegas. 

Tanpa ragu, Chi Feng menjatuhkan dirinya ke tanah. 

Tepat di atas kepalanya, cambuk Ular Darah melesat lurus, melilit pedang pembunuh itu lalu menariknya ke samping, memaksa arah tebasannya bergeser dan justru berbenturan keras dengan pedang rekannya sendiri. 

Tranggg! 

Percikan api memercik di udara, membuat serangan mereka gagal dan pertahanan mereka goyah. Celah fatal itu tidak disia-siakan oleh Chi Feng. Dari posisi merunduk, dia memusatkan energi dalamnya pada tangan kanannya, lalu menghantamkan tinjunya ke permukaan tanah. 

Bumm! 

Ledakan energi dalam menghancurkan tanah di bawah kaki musuh, menerbangkan serpihan batu dan debu yang membutakan pandangan mereka. 

Di tengah kabut debu tersebut, Feng Yaorao bergerak laksana bayangan. Mengabaikan rasa sakit di tubuhnya, dia melompat, memanfaatkan pundak Chi Feng sebagai pijakan untuk melesat lebih tinggi. 

Di udara, dia memutar tubuhnya dan pedang di tangan kirinya menebas titik-titik vital pembunuh pertama, sementara ujung cambuk di tangan kanannya meliuk tajam, menembus dada pembunuh kedua. 

Sedangkan pembunuh ketiga ditangani oleh Chi Feng segera setelah Feng Yaorao melompat menginjak pundaknya. 

Ahhh! 

Setelah pertarungan sengit yang menguras tenaga, jeritan menyakitkan akhirnya bergema di keheningan hutan. Ketiga pembunuh bayaran tingkat tinggi itu telah tumbang, tergeletak penuh luka di atas tanah dengan darah yang terus mengalir keluar dari luka mereka. 

Luka fatal akibat serangan kerja sama Feng Yaorao dan Chi Feng memastikan sisa nyawa mereka akan segera habis dalam hitungan menit. 

Feng Yaorao bukannya menunjukkan belas kasihan, tetapi dengan kehadiran Pangeran Cang Yao dan Chi Feng, dia harus segera menyudahi pertempuran ini sebelum kemampuannya terekspos lebih jauh. Meskipun tidak takut masalah, dia tetap akan menghindarinya jika perlu. 

Nafas Chi Feng terengah-engah. Dia menatap gadis cantik di hadapannya seolah-olah menatap monster. Dia benar-benar terkejut menyaksikan bagaimana seorang wanita yang dirumorkan sebagai ‘sampah tak berguna', justru bisa bertarung dengan insting setajam itu. 

Disisi lain, Pangeran Cang Yao hanya berdiri membeku, dengan kilatan keterkejutan di matanya yang tidak bisa disembunyikan

“Ahh! Darah! Banyak darah! Wah… Kakak Cantik, aku takut…” 

Setelah beberapa detik terdiam karena terkejut, naluri kekanak-kanakan Pangeran Cang Yao seolah tersengat. Dia berteriak ketakutan, lalu buru-buru berlari dan bersembunyi di belakang punggung Chi Feng, tubuh tegapnya gemetar, tampak sangat ketakutan seolah melihat hantu. 

“Tuan, tenanglah. Sekarang sudah aman,” Chi Feng segera berbalik untuk menenangkannya. Pada saat yang sama dia kebingungan. Kapan tuannya menjadi begitu takut pada darah? Selama bertahun-tahun mengikutinya, dia tidak pernah tahu sisi tuannya yang ini. Tapi mengingat kondisi mental tuannya bermasalah, dia tidak terlalu memikirkannya. 

Klotak… klotak… klotak… 

Saat mereka tenggelam dalam pikirannya masing-masing, tiba-tiba terdengar suara derap kaki kuda yang bergerak cepat dari arah jalan utama. Suaranya bergema serempak, menandakan jumlah orang yang datang tidak sedikit– setidaknya ada dua puluh atau tiga puluh ekor kuda yang sedang dipacu dengan kecepatan tinggi. 

Ekspresi Chi Feng seketika berubah tegang. Feng Yaorao melirik tajam ke arah ketiga pembunuh yang tergeletak di tanah, lalu menoleh pada Chi Feng dan berkata, “Chi Feng, pastikan mereka mati, lalu lemparkan mereka ke balik semak-semak. Cepat!”

Feng Yaorao tidak membantu karena dia benar-benar kelelahan. Sedangkan walaupun Chi Feng juga lelah, dia memiliki energi dalam yang besar, jadi sangat mudah baginya memindahkan tubuh-tubuh para pembunuh yang kekar. 

“Baik,” jawab Chi Feng tanpa ragu. Dia bergerak cepat, menghantam titik vital para pembunuh yang masih hidup, memastikan mereka benar-benar sudah mati, lalu melempar tubuh mereka ke balik rimbunnya semak-semak. 

Sementara itu, Xiao Bai– anjing putih kecil yang pengertian– dengan lincah menutupi noda darah di tanah menggunakan cakaran tanah dan helaian rumput. Gerakannya terlihat lucu, membuat ketegangan mereka sedikit mencair oleh kecerdasannya. 

Setelah semua jejak tersamarkan dan suara derap kaki kuda semakin mendekat, mereka segera menyelinap ke balik rimbunnya semak-semak untuk bersembunyi. 

Feng Yaorao tidak tahu apakah mereka yang datang musuh atau bukan. Jika itu musuh Pangeran Cang Yao lagi, dia lelah dan tidak ingin bertarung lagi, terutama karena dia tidak bisa memastikan apakah akan menang semudah pertarungan tadi. 

Tak lama kemudian, pasukan yang mereka nanti akhirnya tiba. Mereka adalah sekelompok prajurit yang mengenakan baju zirah lengkap dengan persenjataannya, berkuda dengan tergesa-gesa seolah tengah memburu pemberontak. 

Namun, saat pasukan berkuda itu semakin dekat, mata Feng Yaorao menyipit mengenali wajah pria yang memimpin pasukan itu. Alisnya yang tegang perlahan rileks, lalu seulas senyuman hangat tanpa sadar terukir di bibirnya. 

Sepupu!

Orang yang memimpin pasukan itu tidak lain adalah Qin Yuyan, sepupu Feng Yaorao dari pihak keluarga ibunya. 

Di seluruh Kota Kekaisaran, Qin Yuyan adalah pria tampan peringkat teratas yang dikenal luas oleh masyarakat sebagai ‘Pria Berwajah Giok'. Meskipun dia memilih untuk tidak memiliki kekuasaan atau pengaruh politik di istana, dia adalah pria yang paling dikagumi oleh para wanita muda. 

Meskipun dia tidak memiliki kekuasaan dan pengaruh secara langsung, dia memiliki seorang Kakek–Adipati Qin– yang kedudukannya hanya dibawah Kaisar dan sangat dipercaya olehnya. Dia sendiri juga pemilik sebuah restoran–Restoran Yipin– yang dikenal sebagai restoran termewah dan terbaik di ibu kota. 

Yang terpenting dari semuanya, Qin Yuyan adalah pria yang lembut dan sopan, dengan temperamen yang baik. Selain itu, di era dimana pria berkuasa biasa memiliki banyak Selir, tiga generasi keluarga Qin terkenal setia dan hanya memiliki satu pasangan seumur hidup mereka. 

Meskipun dalam ingatan Feng Yaorao hubungannya dengan mereka tidak terlalu dekat, Qin Yuyan selalu memperdulikannya dengan tulus dan sering berkunjung ke Kediaman Perdana Menteri untuk melihat keadaannya, begitu pula dengan Adipati Qin sendiri. 

Melihat Qin Yuyan membawa pasukan sebanyak itu keluar kota, Feng Yaorao segera menyadari satu hal– hilangnya dirinya selama beberapa hari ini pasti telah diketahui oleh semua orang, dan sepupunya ini tengah mencarinya dengan panik. 

Karena yang datang adalah keluarganya, dia tidak perlu bersembunyi lagi. 

Feng Yaorao menarik nafas dalam-dalam, mencoba menyembunyikan kelelahannya, lalu melangkah keluar dari semak-semak menuju ke tengah jalan. 

Pangeran Cang Yao dan Chi Feng yang juga mengenali Qin Yuyan segera keluar dan mengikuti dari belakang. 

Hiiiiieeekkkkk! 

Pihak pasukan berkuda jelas tidak menduga akan ada seseorang yang tiba-tiba muncul di tengah jalan. Mereka terpaksa menarik tali kekang kuda mereka dengan kasar hingga menimbulkan kekacauan riuh di barisan belakang pasukan. 

Para prajurit yang awalnya hendak memaki seketika bungkam melihat wanita berbaju merah yang berdiri tegak di depan mereka, mereka menatapnya dengan takjub. Sungguh… betapa cantiknya wanita ini! 

“Rao'er?... Sepupu!” 

Qin Yuyan adalah yang pertama tersadar. Dia memanggil nama kecil Feng Yaorao, langsung melompat dari kudanya dan berlari menghampirinya. Matanya tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. 

Dia tahu sepupunya cantik, tetapi dia tidak pernah menyangka gaun merah menyala yang dikenakannya akan membuat auranya tampak begitu megah nan anggun. 

“Rao'er, kau kemana saja selama beberapa hari terakhir ini? Tahukah kau betapa khawatirnya kami? Kami pikir sesuatu yang buruk terjadi padamu! Apakah kau terluka?” Qin Yuyan mencengkram kedua bahu Feng Yaorao, suaranya bergetar penuh kecemasan. 

Melihat kekhawatiran yang tulus di mata Qin Yuyan, ingatan Feng Yaorao tiba-tiba terlempar pada sosok kakak laki-lakinya di kehidupan sebelumnya. Rasa perih menghantam dadanya, membuat matanya mulai berkaca-kaca. 

Rasa bersalah kembali menghantuinya. Jika bukan karena tindakan keras kepalanya di malam terkutuk itu, kakak laki-lakinya tidak akan mati demi melindunginya. 

“Aku baik-baik saja, Sepupu. Tidak ada yang terluka,” sahutnya dengan suara yang sedikit serak, berusaha keras menahan emosi yang bergolak di dalam dadanya. 

1
Ayu Padi
keren
Ayu Padi
lanjut Thor..ditunggu up ny...lebih baik Feng yourou masuk ke marga ibu ny aj Thor jadi Qin yourou..
Siti Hawa
thoor kok aku masih pnasaran dengan sosok laki laki kuat betopeng yg misterius, yg menyelamatkan feng yourou waktu kluar dari hutan berksbut itu thoor..
Ayu Padi: pangeran Cang Yao...bener GK Thor...penasaran siapa nti yg jadi pasangan Feng yourou ??
total 2 replies
marlaina marliana
mawar merah untuk mu kaka
semangat 💪💪💪 Ditunggu updatenya❤❤
marlaina marliana
feng yaorao kamu membuat ku kagum .
ini baru dirimu yg sesungguhnya tegas, disiplin dan harus kejam tanpa ampun pd musuh 💪💪💪
justFlio
bagus thor..yukks lanjutkan sampai tamat
justFlio
semangat..bagus ceritanyaa👍👍👍
justFlio
ditunggu UP nya thor🙏🙏
Rhyzca Ayu
Di tunggu balas dendam mu yao'er💪💪😍😍😍☕☕☕semangaat tho❤
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mulai seru ini semoga bab selanjutnya makin seru ya say
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Pa Muhsid
terlalu santai jadi alur ceritanya lammmbat
marlaina marliana
aissssss keluarga sialaan..... kapan aku bisa bejek-bejek ayah biadab bin laknat itu😡😡😡
Sribundanya Gifran
lanjut thor
marlaina marliana
mampus loe jalang.
lanjut..... lanjut lagi seruu bingit
marlaina marliana: di fizo ya kak
total 3 replies
marlaina marliana
menunggu pembalasan yg menyakitkan, untuk ayah biadap, tp jgn kelamaan ya.... 🙂. oh ya jgn lupa nona segera rampas kembali semua perhiasan dan hartamu yg telah dirampas pelakor dan anaknya 💪💪💪💪💪. saya punya parutan kelapa yg super besar bisa buat membantu menghancurkan muka. apalagi yg bermuka dia 🤣🤣🤣🤣💪💪💪
Widhi_Wisesha
🤦nemu fans dadakan sesuai zamannya😅
marlaina marliana
pengen ku cacah samapai halus muka perdana menteri sm selirnya itu. disiksa sampai menderita 😡😡
marlaina marliana: 🙊🙊🙊🤣 hihihihi
total 2 replies
marlaina marliana
selalu bikin penisirin...
semangat yaorao💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!