Grisella Zevania Rizhona (22 tahun)
Wanita cantik yang dikenal dengan nama panggung nya sebagai Vania Rizh adalah seorang model terkenal.
Karirnya cukup bagus di usianya yang masih sangat mudah, dia juga jauh dari gosip miring dan sensasi. Vania menghilang dari jagat maya setelah berita skandal tentang dirinya dengan CEO dari perusahaan terkenal menjadi trending topik di kota Seoul.
Wanita itu menjadi sangat frustasi ketika melihat banyak hujatan dan kata-kata kasar di kolom komentar media sosialnya dan dia juga harus menelan pil pahit ketika menyadari bahwa dirinya tengah mengandung.
Jovanko Gavriel Leonardo (24 tahun)
Jovan menjadi CEO di perusahan milik keluarganya, walaupun usianya masih sangat mudah.
Jovan menjalin hubungan dengan wanita yang berprofesi sebagai model, tapi sayang nya hubungan mereka ditentang oleh keluarga Jovan.
Merasa di tolak dan tidak dihargai oleh keluarga Jovan membuat wanita itu menyusun rencana untuk mempermalukan keluarga konglomerat itu dengan menjebak Jovan
Percakapan keduanya setelah menghabiskan malam bersama.
"Oke kalau begitu gue anggap ini gak pernah terjadi dan lo tidak perlu tanggung jawab" ucap vania sambil menatap mata Jovan
"Maaf gue gak suka berhutang budi pada orang lain, jadi berapapun yang lo mau gue bakal bayar sekarang" ucap Jovan kembali menjauh dari hadapan vania
"Asal lo tau, gue bukan pela*cur tuan Jovan yang sangat terhormat" ucap vania dengan suara yang mulai meninggi.
"Lo gak perlu jual mahal di depan gue, gue bakal kasih apapun yang lo mau" ucap Jovan
"Sekalipun lo kasih semua harta kekayaan keluarga Lo ke gue, itu gak akan bisa membayar harga diri gue" ucap vania dengan tatapan tajam
"Jadi gue bisa simpulkan sekarang, kalau lo sebenarnya mau gue nikahin kan? hahaha jangan mimpi terlalu tinggi Vania. Mana mungkin gue mau menikah dengan orang yang sudah menjadi piala bergilir"ucap Jovan dengan tertawa mengejek
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tcstiania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Sebelum semua barangnya di keluarkan oleh security dari apartemen, Tasya memeriksa banyak sekali notifikasi yang muncul di layar handphone miliknya hingga akhirnya dia membaca berita tentang dirinya sendiri dan beberapa link yang orang sebarkan.
Wanita itu mengklik salah satu link dan terpampang nyata lah video mes*um nya, saking syok nya hampir saja dia menjatuhkan hp nya ke lantai. Tak ingin semua nya menjadi tambah rumit jika sampai pria yang sedang bersamanya sekarang tau, Tasya memilih untuk melarikan diri.
Tanpa mengatakan sepatah katapun wanita itu langsung pergi meninggalkan apartemen. Tasya mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju rumah papa nya, wanita itu tampak sangat khawatir dan panik. Bagaimana tidak kasusnya akan membuat saham GZR model turun drastis, dan GZR models merupakan sumber uang terbesar untuk keluarganya.
Saat wanita itu memasuki rumah, banyak sekali barang pecah yang berserakan di lantai. Bisa dipastikan semua kekacauan di rumah itu di sebabkan oleh Toni sang papa.
"Buat apa kamu balik kesini hah?"ucap Toni dengan nada bicara yang sudah mulai tidak bersahabat lagi
"Pa"ucap Tasya
"Stop panggil aku papa, sudah aku bilang biarkan saham itu menjadi milik zevania dan kita akan mencari jalan lain untuk mendapatkannya tapi kenapa kamu malah mengambil jalan mu sendiri ah?"teriak Toni pada anaknya
"Aku hanya ingin lima puluh persen saham itu menjadi milikku, aku tidak mau dia kembali dan merebut semuanya dari kita pa."ucap Tasya
"Kita bisa mencari jalan lain, tapi lihat sekarang semuanya menjadi kacau karena sikap kamu yang tidak sabaran."ucap Toni
"Pa maafin Tasya pa."ucap wanita itu memohon
"Memaafkan kamu itu gampang, tapi semua nya tidak bisa kembali seperti semula. Semua kekacauan yang kamu buat, melibatkan keluarga Leonardo dan yang pasti keadaan kita tidak akan baik - baik saja kedepannya."ucap Toni
"Aku akan memohon ampun pada Jovan pa, dia pasti mau mendengarkan aku."ucap tasya yakin
"Yah papa yakin kamu bisa melakukannya kalau saja anak dalam kandungan mu itu memang milik Jovan Leonardo."ucap Toni
"Anak itu benar-benar milik Jovan kan?"ucap papanya lagi, wajah Tasya langsung berubah saat di tanya seperti itu oleh papanya.
Saat melihat Tasya hanya diam saja dan tidak memberikan respon apapun, membuat Toni yakin kalau anak dalam kandungan Tasya bukan milik Jovan Leonardo. Toni semakin murka, karena masalah yang mereka hadapi semakin rumit karena Tasya telah menipu keluarga Leonardo
"Jawab Tasya!"ucap Toni membentak
"Bu bukan."ucap Tasya gugup
"plak (di tampar) Anak sialan, kamu membuat keadaan semakin rumit. Apa bayi itu milik pengacara? Jika itu milik nya, segeralah pergi dan minta pertanggung jawaban dari nya."ucap Toni
"Pa, tapi aku tidak mau menikah sama dia pa."ucap Tasya
"Hah apa? Kamu yang sudah memilih jalan yang rumit seperti ini, jadi sebaiknya kamu terima dan jalani saja. Ikut papa, sekarang kita ke rumah pengacara itu."ucap Toni tegas
"Aku tidak mau pa, apa papa rela aku nikah sama bandot tua itu."ucap Tasya membuat papa nya semakin murka dan langsung menyeretnya keluar dari rumah menuju mobil
"Bandot tua? Disaat kamu memutuskan untuk tidur dengan nya kenapa kamu tidak berpikir kalau dia itu bandot tua, kenapa sekarang baru kamu sadar?"ucap Toni
"Aku terpaksa melakukannya pa."ucap Tasya merengek
"Waktu itu kamu bisa terpaksa kenapa sekarang tidak bisa? Aku tidak pernah menyuruh kamu menjual diri kepada pengacara itu. "ucap Toni geram
"Papa memang tidak menyuruh ku, tapi aku begini juga karena papa. Apa bedanya kita, papa juga menikah dengan Tante Voni hanya demi hartanya kan?"ucap Tasya dengan suara keras dan syukurnya mereka berada di dalam mobil sekarang
"Sekarang kamu berani menyalahkan aku atas semua kesalahan yang kamu lakukan. Aku melakukan semua itu juga karena aku ingin kamu hidup lebih layak, bukan kah selama ini kamu menikmati fasilitas yang aku dapat dari ibu tiri mu itu?"ucap Toni
"Yah kamu memang selalu benar papa, dan lihat lah aku adalah cerminan dari mu."ucap Tasya
"Tapi sifat ****** mu itu berasal dari ibu mu."ucap Toni, yang kembali mengingat masalalu nya
"Jangan pernah papa menghina mama!"ucap Tasya
"Kamu masih membela wanita yang sudah meninggal kan kita, demi bersama dengan pria kaya?"ucap Toni
"yah karena dia ibu ku, jadi papa tidak berhak menghinanya di depan ku."ucap Tasya
"Aku tidak berniat menghinanya, aku hanya mengatakan sebuah fakta."ucap Toni
Beberapa saat kemudian mobil milik Toni terparkir di depan rumah milik pengacara yang bernama Agus Nilo. Rumah itu tampak di jaga ketat oleh beberapa orang bodyguard, dan di dalam mobil Toni tampak terus memaksa Tasya untuk turun, tapi anaknya itu tetap tidak mau mengikuti perintah sang papa.
"Pa, lebih baik aku gugurkan saja anak ini dari pada aku harus menikah dengan pria tua itu."ucap Tasya
"Apa kamu sudah gila, anak ini tidak bersalah dan kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat nya hadir."ucap Toni geram
"Aku tidak mau nama ku hancur, dan jadi bahan bulian karena menikah dengan pria tua yang sudah bau tanah."ucap Tasya terus merengek
"Video mes*um kamu dengan Agus Nilo sudah tersebar di jagat maya, jadi apa yang mau kamu pertahankan. Sebaik apapun imej yang kamu tampilkan nanti, itu tidak akan pernah mampu menutupi kesalahan kamu di masa lalu dan orang akan tetap memandang kamu rendah."ucap Toni
"Beri aku kesempatan untuk berpikir pa."ucap Tasya
"Tidak ada waktu lagi, papa tidak ingin anak ini lahir di luar nikah dan menjadi bahan bulian orang di luar sana. Silahkan, jika kamu tetap ingin berada di dalam mobil."ucap Toni kemudian meninggalkan anaknya sendirian di mobil, dan Tasya hanya bisa memandang papa nya yang sudah memasuki rumah Agus Nilo sang pengacara.
Toni masuk ke dalam rumah dan di sana sudah tampak Agus Nilo bersama istrinya yang sedang duduk di sofa dan mereka pun mempersilahkan Toni untuk duduk.
Walaupun begitu wajah Agus Nilo tampak panik karena takut Toni akan menghajarnya. Awalnya Agus tidak membiarkan mobil Toni masuk ke area rumahnya tapi istrinya kekeh untuk membiarkan mereka masuk sehingga Agus pun akhirnya mengalah.
"Malam tuan, apa ada keperluan yang sangat penting sehingga membawa tuan malam - malam datang kesini?"ucap Ros istri pengacara
"Maaf mengganggu waktu kalian, saya yakin kalian pasti sudah tau alasan kedatangan saya kesini. Saya hanya berharap tuan Agus mau bertanggung jawab atas kehamilan anak saya dan atas nama Tasya saya ingin memohon maaf pada anda nyonya."ucap Toni tanpa mau berbasa basi terlebih dahulu
#rev