NovelToon NovelToon
Jodoh Kedua

Jodoh Kedua

Status: tamat
Genre:Duda / Janda / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bunda RH

Nazwa Kamila, seorang perempuan cantik yang pernah gagal dalam pernikahannya lantaran ia tidak bisa memiliki keturunan. Keluarga suaminya yang terlalu ikut campur membuat rumah tangganya hancur. Hubungan yang ia pertahankan selama tiga tahun tidak bisa dilanjutkan lagi lantaran suaminya sudah menalaknya tiga kali sekaligus.

Kehilangan seorang istri membuat hidup seorang Rayhan hancur. Ia harus kuat dan bangkit demi kedua buah hatinya yang saat itu usianya masih belum genap dua tahun. Bagaimana pun hidupnya harus tetap berjalan meski saat ini ia bagaikan mayat hidup.

Suatu hari takdir mempertemukan Nazwa dan Rayhan. Akankah mereka berjodoh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bermain bersama

Keesokan harinya.

Rayhan terbangun karena bunyi alarm di handphone-nya. Ia segera beranjak dari tempat tidur setelah mengumpulkan kesadarannya. Setelah iru ia pun pergi ke kamar mandi.

Nazwa baru saja bangun. Ternyata ia sedang datang bulan. Jadi ia tidak shalat Shubuh. Setelah selesai mandi, Nazwa membereskan kamar dan tempat tidurnya. Setelah itu, ia pergi ke kamar si kembar untuk membangunkan mereka.

Si kembar mandi bergantian. Sekarang mereka sudah bisa mandi sendiri. Nazwa membereskan tempat tidur mereka. Setelah mereka selesai mandi, Nazwa memakaikan baju seragam, lalu menata rambut mereka.

"Nany, tolong foto kami!"

"Mana i-padnya?"

"Pake handphone nany saja. I-padnya dicas di kamar Oma.

"Baiklah."

"Tolong nanti kirim ke Papa."

"Oke."

Nazwa mengira mungkin Papa mereka yang minta. Padahal sebenarnya mereka sengaja agar Papa dan Nany lebih sering berkomunikasi.

Nazwa pun mengambil gambar mereka dari handphonenya dengan tiga pose yang berbeda.

"Sudah."

"Nanti jangan lupa kirim ke Papa ya, nany."

"Ok cantik."

"Terima kasih, nany."

"Sama-sama."

Setelah selesai sarapan, mereka berangkat ke sekolah. Saat perjalanan ke sekolah, Nazwa mengirim foto mereka kepada Rayhan. Kebetulan Rayhan baru saja selesai sarapan, dan handphone-nya ada di atas meja. Seketika Rayhan tersenyum melihat handphone-nya. Sebenarnya ia terkejut mendapat pesan dari Nazwa. Ia mengira Nazwa memang ingin memberitahu Rayhan penampilan si kecil hari ini. Padahal mereka berdua sedang dikerjai si kembar. Bi' Laili yang berada di kursi seberang mengerutkan kening melihat senyum Rayhan.

"Lama sekali dia tidak tersenyum seperti ini. Apa mungkin den Rayhan menemukan obat hatinya." Batin Bi' Laili seraya tersenyum.

"Bi', lihatlah Anggi dan Anggun cantik ya?" Rayhan menunjukkan foto mereka kepada Bi' Laili.

"Wah iya, MasyaAllah mereka kelihatan semakin berisi dan sangat terurus ya, den?"

"Iya, nany mereka kali ini sangat telaten bi'."

"Oh ya?"

"Bibi' jadi penasaran sama nany si kembar. Apa orangnya sudah tua, den?"

Rayhan menjawab pertanyaan Bi' Laila dengan menunjukkan foto mereka ketika jalan-jalan kemarin.

"MasyaAllah, masih muda toh. Cantik sekali, den. Apa sudah menikah?" Bibi' penasaran.

"Sudah." Jawab Rayhan singkat tanpa embel-embel.

"Sayang sekali." Lirih Bi' Laila.

"Kenapa bi'?"

"Eh tidak, tidak apa-apa. Hehe.... "

Rayhan pun segera kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap berangkat ke kantor. Ia melakukan pekerjaannya dengan lancar hari ini.

Sore harinya, Mami menelpon Rayhan untuk memberitahu jika hari ini Mami dan Papi akan pulang ke Surabaya karena besok pagi ada acara syukuran tedak siten cucu mereka yang di sana, yaitu putri dari Rifka dan Erlangga. Sekalian mereka akan mengunjungi kedua orang tua Mami. Mami sengaja tidak mengajak Rayhan, karena sejak kepergian istrinya, ia jarang mau berkumpul dengan orang, meskipun itu keluarganya sendiri.

"Anak-anak akan ikut, Mi?"

"Tentu saja."

"Sama Nany-nya?"

"Iya."

"Mami nggak ngajak Ray?"

"Memangnya kamu mau ikut, bang?"

"Ray lama tidak bertemu Oma dan Opa."

"Ya sudah kalau memang mau ikut sekalian Mami pesan tiket."

"Iya Mi."

Mami pun mengakhiri panggilannya.

"Alhamdulillah ya Allah.... " Ucap Mami, sangat bersyukur.

"Mi, senang banget kayaknya. Ada apa?"

"Rayhan mau ikut ke Surabaya."

"Tumben?"

"Ish Papi nggak ngerti juga. Udah jangan tumban tumben. Yang penting putra kita akan kembali ke sedia kala.Jangan lupa Pu, pesan enam tiket untuk besok pagi."

"Oke, istriku."

Karena besok akan pulang ke Surabaya, malam ini Rayhan pulang ke rumah Mami. Ia akan menginap di sana.

Setelah makan malam Nazwa mempersiapkan barang-barang si kembar yang akan dibawa besok.

"Jadi Bu Salsa sebenarnya orang Surabaya? Ibu dulu bilang kalau aku diadopsi dari sebuah panti asuhan di Surabaya. Sayang sekali Ibu dan Ayah tidak pernah mengajakku berkunjung ke sana sejak aku diadopsi." Batinnya, sambil memasukkan barang ke dalam koper.

Sedangkan Anggi dan Anggun saat ini sedang bermain dengan Papanya di balkon. Mereka sedang bermain ular tangga. Mendengar suara tawa mereka, Nazwa pun tertarik untuk menghampirinya. Tanpa sadar ia tersenyum melihat kebahagiaan si kembar.

"Nany.... "

"Eh iya?"

"Sini main!"

"Kalian saja!"

"Ayolah, kita mainnya beregu. Kakak sama Nany, Anggun sama, Papa." Pinta Anggun.

"Tapi.... "

Rayhan memberi kode kepada Nazwa dengan mengangukkan kepalanya. Nazwa pun akhirnya duduk bersama mereka. Ia tidak ingin mengecewakan si kembar.

"Yang kalah hukumannya apa?" Sahut Anggun.

"Yang kalah hukumannya terserah yang menang." Sahut Anggi.

Mereka pun mengulang permainan. Tawa Anggi dan Anggun tak dapat ditukar dengan apa pun. Keseruan mereka terdengar sampai ke kamar Oma. Oma yang penasaran pun keluar dari kamarnya.

Melihat kebahagiaan mereka, Oma semakin berharap Nazwa bisa menjadi bagian dari keluarga mereka.

"Mi... "

"Ssstt... jangan keras-keras. Lihat mereka, Pi!"

"Iya, Papi sudah lihat."

"Mereka seperti keluarga bahagia ya, Pi?"

"Iya Mi. Ato masuk Mi, nanti mereka lihat."

"Iya iya."

Mereka masuk kembali ke kamar.

Kembali ke permainan. Ternyata yang kalah adalah Papa dan Anggun.

"Yah, kita kalah Pa."

"Mau gimana lagi? "

" Sekarang, Papa dan Adek harus cari kita. Ayo cepat merem dulu hadap tembok."

Anggi mengajak Nany untuk bersembunyi. Mereka bersembunyi secara terpisah agar tidak ketahuan. Anggi bersembunyi di balik guci besar, sedangkan nany bersembunyi di di bawah kolong meja yang tertutup taplak.

Papa dan Anggun pun mulai mencari mereka setelah hitungan ke 20. Anggun pun dengan mudah mendapati Anggi.

"Kena!"

"Ahahaha... "

"Papa, cepat cari nany!"

Bisa-bisanya Rayhan menuruti perkataan Anggun. Ia pun mencari keberadaan Nazwa. Anggi dan Anggun pergi pelan-pelan kembali ke kamarnya. Saat Rayhan melangkah di samping meja, Nazwa berusaha menutup mulutnya. Namun ternyata ia dikejutkan oleh cicak yang merayap di kaki meja. Sontak Nawa mendongak dan kepalanya ke jedug mengenai meja.

"Au!"

Mendengar suara Nazwa, Rayhan pun berjongkok dan memeriksa kolong meja. Dan tiba-tiba saja lampu mati.

"Nazwa."

Baru kali ini Rayhan memanggil namanya.

"Iya Pak, ini saya."

"Sshh duh sakit." Rintihnya sambil memijat kepalanya.

Sontak Rayhan meraba dengan tangannya. Dan tidak sengaja ia meraba pipi Nazwa. Pipi yang lembut dan halus seperti pipi seorang bayi. Bawa pun terkejut dengan sentuhan Rayhan.

Lampu pun menyala kembali. Rayhan segera menurunkan tangannya.

"Astagfirullah... Ao cepat keluar!"

"I-iya Pak."

Rayhan meninggalkan Nazwa. Namun ia masih meraba tangan kanannya yang beberapa detik-detik lalu menyentuh pipi Nazwa.

"Ya Allah perasaan apa ini?" Batinnya.

Si kembar keluar dari kamarnya dan menghampiri nany.

"Nany, kenapa?"

"Hehe... nggak pa-pa cuma ke jedug meja tadi. Sudah ayo tidur. Besok kita akan melakukan perjalanan."

"Iya nany."

Sampai di kamar, Nazwa memijat kepalanya dengan ujung rambutnya.

...****************...

1 part lagi nanti siangan ya kak

1
Kas Mi
aku reader bru thor..jdi msih bingung silsilah keluarga..🤭
Dian
lanjutt
Kas Mi
salam kenal..aku bru bca kryamu thor🤭
Bunda RH: salam kenal juga kak, makasih ya 😍🙏
total 1 replies
Ning Suswati
duhhh pak bos ngidam, rasain gimana rasanya ngidam, semua terasa gk nyaman, enak kalau ada makanan yg diinginkan, bisa masuk dg lancar,
Bunda RH: hehe biar tahu rasa
total 1 replies
deeRa
Aku baca dulu yaak, review menyusul😊
Bunda RH: makasih kak 🙏
total 1 replies
lee zha
luar biasa ....
Ning Suswati
pucuk dicinta ulampun tiba, 🤣🤣🤣🤣
Bunda RH: cie cie 😄
total 1 replies
Ning Suswati
hhhhhh jalannya mami akan tambah mulus sdh ada berita sampai dikampus bahwa rania tunangannya fajri, segera beraksi🤔
Ning Suswati
ada2 saja kalau gosip sih bisa cepat menyebar kaya virus aja
Ning Suswati
kok kaya gk ada orang lain lagi, sekeluarga jadi nikah sama keluarga, ini kayanya rania mau jadi calon berikutnya
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Mampir dan dukung karyaku, yuk!

‎- TRUST ME

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Ning Suswati
penyatuan orang2 kaya, semuanya serba mudah, tapi di keluarga papi zaki, mereka tdk membedakan kasta dan tdk pilih2 menantu
Ning Suswati
dasar anak memalukan masa masalah laki2 ortu harus turun tangan, dasar anaknya yg gila, memaksakan kehendak
Ning Suswati
alangkah bahagianya ortu punya anak banyak dan semua nurut dan berhasil semua
Ning Suswati
yg seneng banget nih ya bang rendra, selamat sekoga sampai acara nya dilancarkan.
Ning Suswati
si rendra bagus banget, sambil menyelam minum air, dapat bonus banyak
Ning Suswati
cihuiiii rendra kacian deh lho, elifnya belum nongol, jadi selimpungan kaya nya
Ning Suswati
pergi keturki kali ya mau ketemu sama kakek nya
nazwa
Ning Suswati
gk usah drama2 koma/kritis segala macam abis melahirkan dong, perasaan gk ada2 koma2an abis melahirkan
Ning Suswati
adakah orang tua seperti kehidupan mami dan papi di dunia nyata, apakah mereka titisan nabi🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!