Seorang perempuan berparas cantik nan manis menjadi barista disebuah cafe,sikapnya yang ramah serta ceria membuat para pengunjung begitu menyukainya.
Ya,dia adalah Kei seorang perempuan muda berusia 23 tahun yang mengadu nasib ke kota besar demi memperbaiki ekonomi keluarganya.
Hingga suatu saat ia dihadapkan oleh situasi yang membuatnya harus memilih antara mempertahankan cintanya atau menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak ia harapkan untuk menjadi pendamping hidupnya.
Tetapi karena suatu kondisi tertentu membuat Kei harus menerima menikah kontrak dengan seorang laki-laki kayak bernama Nick agar masalahnya dapat selesai.
Akankah pernikahan sebatas tinta diatas kertas yang ia jalani dapat berubah menjadi cinta sejati??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rindu Setia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lembar Baru
Beberapa bulan sudah aku berada disini dan memutuskan untuk ikut bekerja dengan Nia disebuah kantor asuransi terbesar di kota itu. Meski posisiku hanya sebagai karyawan kontrak yang hanya berperan merapikan berkas-berkas tak terpakai di gudang,namun aku bersyukur dengan ini aku bisa memulai hidup baru.
"Kei tolong copy kan dokumen ini dan bawa keruangan pak Burhan dilantai 4"
pinta salah satu karyawan di kantor itu
"Baik Bu"
Aku mengcopy semua dokumen itu dan membawanya menuju lantai empat,sesampai diruangan pak Burhan yang merupakan manager di kantor tersebut aku meletakkan semua berkas itu dimeja ya secara rapi.
"Kei, tolong bawa tumpukan kardus berisikan map itu ke gudang,setelah itu tolong kamu pilah dan urut kan sesuai tanggal pembuatannya"
ucap Pak Burhan kepadaku
"Baik pak"
Aku mengangkat dua kardus yang cukup besar itu dan segera membawanya pergi dari ruangan Pak Burhan. Sesampai didepan lift aku bingung untuk menekan tombolnya,karena tanganku memegang kardus tersebut.
Tiba-tiba ada sosok laki-laki yang membukakannya untukku,aku segera masuk kedalam
"Dilantai berapa tujuan anda nona?"
tanya laki-laki itu kepadaku
"Lantai satu pak"
sebutku dengan muka yang terhalang oleh kardus tersebut
Sesampai dilantai satu aku keluar dan tak lupa mengucapkan terima kasih.Saat aku berjalan beberapa langkah aku seperti tak asing dengan suara laki-laki tersebut. Aku mencoba mengingat-ingat siapa namun tak terlintas sama sekali ingatan itu.
"Ahh sudahlah,mungkin hanya perasaanku saja"
gumam ku dalam hati
Aku meletakkan kardus itu diatas meja yang ada didalam gudang dan menyusunnya sesuai dengan permintaan Pak Burhan. Tak terasa waktu cepat berlalu aku hampir tiga jam berada dalam gudang dan sibuk dengan berkas-berkas berdebu tersebut. Aku keluar dan pergi ke toilet aku melirik jam tangan berwarna coklat dipergelangan tanganku yang telah menunjukkan pukul 16.30.
Aku segera pergi ke loker mejaku dan mengemas barang-barang ku, Nia sudah menelfon dan menungguku di lobby. Aku segera pergi menemuinya sebelum ia mengeluh karena terlalu lama menungguku. Benar apa kataku ia pun memasang wajah cemberutnya dan berdiri di samping meja satpam sambil menatap tajam kearahku.
"Keiiii... kebiasaan deh"
teriaknya yang memenuhi ruangan itu
"Husst kamu jangan teriak-teriak Nia,disini rame"
ucapku yang sambil menutup mulutnya dengan tanganku,aku merangkulnya dan segera mengajaknya keluar sebelum ia kembali berteriak-teriak.
Seperti biasa kami pulang mengendari motor matic milik Nia,menyusuri kota yang ramai di jam pulang kerja seperti ini. Sesampai dirumah aku menghubungi ibu dan adikku yang berada di desa,aku rindu sekali kepada mereka. Aku menceritakan tentang hari-hariku disini. Namun setiap aku menelfon ibu selalu bertanya tentang Nick,sebenarnya aku tidak ingin membahasnya namun apa boleh buat. Lagi-lagi aku terpaksa membohongi ibu dengan mengatakan bahwa Nick baik-baik saja dan sedang berada diluar kota untuk urusan pekerjaan,untunglah ibu selalu percaya kepadaku.
Malam itu aku dan beberapa teman serumah Nia mengundang teman kantor lainnya untuk mengadakan acara BBQ sederhana didepan rumah,kami saling bercanda dan bernyanyi bersama. Salah satu teman Nia yang bernama Andrew datang membawa beberapa botol minuman alkohol. Kami semua menikmatinya hingga aku sendiri yang tidak meminumnya,tetapi Andrew memaksaku untuk meminumnya untuk menghargai yang lain. Akhirnya dengan terpaksa aku mengikuti perintah Andrew dan meminum beberapa gelas. Karena tidak pernah mengkonsumsi minuman ber akohol akhirnya aku tepar begitu saja. Nia mencoba membangunkan ku namun aku tidak menanggapinya,dengan dibantu beberapa teman perempuan lainnya Nia membawaku kekamar.
"Astaga Kei kenapa kamu minum sampai seperti ini"
ucap Nia yang samar-samar masih bisa ku dengar.
Pagi itu CEO perusahaan tempatku bekerja meninjau satu-persatu kinerja karyawan,dengan didampingi Pak Burhan ia menyelusuri setiap ruangan yang ada di kantor. Hanya saja pagi itu aku belum berada disana karena kesiangan,aku masih dalam perjalanan ketika CEO itu sampai dimejaku.
"Kenapa meja ini kosong? Dimana penghuninya?"
teriaknya kepada Pak Burhan
"Dimana Kei?"
teriak Pak Burhan kepada orang-orang diruangan itu
Seketika laki-laki yang disebut CEO itu menoleh kearah Pak Burhan
"Ke-iii katamu??"
"Iya pak,ini meja milik Kei salah satu karyawan kontrak disini"
ucap Pak Burhan kepadanya
"Dimana dia??"
tanya laki-laki itu lagi
salah satu temanku mengatakan bahwa aku terlambat
"Bawakan data karyawan itu ke kantorku sekarang dan jika nanti dia sudah datang suruh segera menghadap keruangan ku"
Teriak laki-laki tersebut
"Baik Tuan"
ucap Pak Burhan yang mengekor dibelakangnya
Sesampai didepan kantor aku segera berlari menuju mejaku,aku terduduk dengan nafas tak beraturan. Aku melihat ponsel dan mendapati delapan panggilan tak terjawab dari Nia. Aku segera menghubunginya kembali
"Tut Tut"
namun belum sempat Nia menjawab ia justru malah sudah berada di belakangku
"Keiiii...."
"Astaga Nia,kamu mengagetkanku saja"
"Kei kamu dalam masalah besar, barusan CEO kantor kita meninjau para karyawan. Dan kamu tahu,aku dipanggil Pak Burhan karena katanya direktur marah sebab kamu tidak berada diruangannya saat itu"
ucap Nia dengan mata yang seolah-olah melotot akan keluar
"Maaf Ya,tapi kenapa kamu tadi tidak membangunkan ku ??"
"Aku sudah hampir ingin mencekik mu karena tidak segera bangun,aku sendiri hampir terlambat karena berusaha membangunkan mu"
"Ya Maaf,mungkin karena semalam aku terlalu banyak minum alkohol"
"Kamu itu tidak pernah minum alkohol kenapa harus meminumnya,akhirnya sekarang kamu sendiri yang repot. Bahkan nafas mu saja sekarang masih berbau alkohol"
"Maaf Bu Nia saya memotong pembicaraannya,Saya hanya ingin memberitahu Kei bahwa ia harus segera menghadap keruangan CEO"
ucap salah satu temanku
"Hmmm ya"
Nia menghela nafas dengan tatapan yang sinis tertuju padaku
"Oh ya,kamu segera pergi kesana sebelum Pak Burhan kembali marah-marah kepadaku"
ucap Nia sambil mendorongku.
Aku pergi menuju lantai delapan,dimana tempat ruang CEO itu berada. Diperjalanan menuju kesana hatiku berdetak dan rasa takut terus memburuku. Aku takut jika akan mendapatkan teguran bahkan kemungkinan buruk aku akan dikeluarkan dari kantor ini. Sesampai didepan ruang CEO aku mengumpulkan semua keberanian ku untuk masuk. Saat aku akan mengetuk pintunya tiba-tiba Pak Burhan mengejutkanku
"Kamu dari mana saja Kei??"
"Maaf pak saya terlambat karena kesiangan!!"
jawabku pelan
"Aku tidak masalah jika kamu terlambat,tetapi kenapa harus hari ini ?? Disaat agenda CEO meninjau kinerja kalian!! Sekarang ayo masuk dan sebisa mungkin kamu meminta maaf kepadanya agar tidak memberimu SP dan semacamnya"
ucap Pak Burhan panjang lebar
"Tookkk tok,permisi tuan saya datang dengan Kei yang ingin meminta maaf karena keterlambatannya"
ucap Pak Burhan kepada laki-laki yang duduk membelakangi meja
"Hmmm aku hanya ingin tahu alasannya datang terlambat hari ini"
ucap laki-laki itu
"Ma..maafkan saya pak,karena kecerobohan saya yang tidak bisa on time datang ke kantor"
dengan penuh rasa takut aku mencoba untuk mengatakannya
"Ya sudah kamu silahkan keluar"
Aku keluar dengan perasaan lega,aku berjalan kembali ke mejaku dengan rasa takut yang sirna.
"Kenapa Tuan membiarkannya pergi?"
tanya Pak Burhan kepada laki-laki itu
"Sudah cukup lama wanita itu bekerja disini!!"
ucap laki-laki itu sembari membalikkan kursinya
"Kurang lebih enam bulan tuan"
"Dia bekerja sebagai apa disini?"
"Dia hanya karyawan kontrak yang bertugas menyusun arsip dan berkas di gudang Tuan"
"Kalau begitu mulai sekarang angkat dia sebagai sekretaris pribadiku"
"Tetapi tuan,bagaimana bisa dia berada diposisi setinggi itu dengan latar pendidikan yang hanya sampai sekolah menengah atas"
"Lakukan saja perintahku"
"Baik Tuan,kalau begitu saya permisi"
Sesampai aku dimeja handphoneku berdering dan ternyata itu adalah Pak Burhan
"Ada yang bisa saya bantu pak?"
"Segera datang keruangan saya"
"Tut tutt tutt"
Pak Burhan langsung menutup telfonnya,aku lun segera pergi menuju ruangannya. Sesampai disana pak Burhan memintaku untuk duduk didepannya.
"Kei,karena selama bekerja disini kinerjamu begitu baik dan saya lihat kamu begitu bertalenta. Saya ingin mengangkat mu sebagai sekretaris pribadi CEO kantor ini"
ucap pak Burhan yang mengagetkanku bagai disambar petir. Bagaimana tidak,aku yang hanya lulusan SMA dan berstatus karyawan kontrak tiba-tiba diangkat menjadi sekretaris seorang direktur di perusahaan sebesar ini.
"Bisakah bapak ulangi apa yang barusan bapak ucapkan?"
pintaku padanya
"Iya Kei kamu ingin kuangkat menjadi sekretaris CEO di kantor ini"
"Tapi saya hanya lulusan SMA pak,mana mungkin saya bisa melakukannya"
"Sudah kamu tidak perlu khawatir,justru ini permintaan dari CEO kita sendiri. Mungkin ia ingin melihat kinerjamu yang semakin hari semakin baik"
Kabar aku diangkat menjadi sekretaris pribadi CEO itu sampai hingga ke telinga para karyawan,tak juga tukang sapu halaman kantorpun juga mendengarnya. Ada yang berkata aku berada diposisi tersebut karena menghasut pak Burhan,ada pula yang berbicara bahwa aku mengguna-guna pak Burhan hingga membuatku berada diposisi sekarang ini.
Namun disisi lain Nia dan beberapa teman serumahku mencoba menguatkanku karena hanya mereka yang tahu bahwa aku tidak melakukan semua yang mereka katakan.
laki laki selalu tersandung harta,tahta dan wanita ya.....🙏🏻🙏🏻🙏🏻
clara perempuan tak punya aclak.
Nick...lelaki bejat tak bermoral dan tak berperi kemanusiaan.
Sori Thor...terbawa alor ceritamu
makasih ya Thor boleh menikmati karyamu