"Aku ingin mengakhiri semua nya"
Kalimat itulah yang selalu menempel dalam fikiran Anindita. Sampai saat ini ia belum mengetahui alasan kandas nya hubungan nya dengan Vano.
Hingga disuatu tempat, ia bertemu dengan pengusaha muda tampan bernama Fernan Wiratama,tak lain adalah Kakak dari Vano Wiratama. Dan takdir berkata lain Anindita harus selalu bersama Tuan Muda Fernan. Karena apa? Penasaran? Ikuti kisah nya.
Akankah Anindita bisa melupakan sang mantan kekasih? atau malah terjerat cinta dengan tuan muda tampan?
Up : setiap hari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Surat Perjanjian Pra Nikah.
"Gin." Fernan melirik sekertaris Gin.
"Baik Tuan Muda. "
Oh nama nya Gin? Gin doang? Tidak ada kelanjutan nama lagi? Gin dan jun mungkin? Haha. Dan apa tadi? Hanya dilirik Tuan nya saja dia langsung mengerti perintah Tuan nya? Batin Anindita heran.
Gin merasa sejak tadi ia di perhatikan oleh Anindita, ia langsung berdehem. Anindita refleks menegakan kembali wajah nya.
Gin memberi Amlpop besar berwarna coklat kehadapan Anindita. Ia meletakan di atas meja di hadapan Anindita.
"Silahkan di baca Nona. "
Anindita mengernyitkan halis nya.
Apa ini?
Perlahan Anindita mengambil amlpop nya ia membuka nya dengan sangat hati-hati.
Ditarik nya kertas putih ke hadapan nya. Ia mulai membaca nya dengan sangat teratur seketika mata nya melotot.
Apa-apaan ini. surat perjanjian Pra nikah? Batin Anindita.
Perjanjian pernikahan
Pihak pertama : Fernan Wiratama.
Pihak kedua : Anindita Valency.
Aturan :
1.Pihak kedua harus menjalankan tugas sebagi istri dengan baik dan benar tanpa bantahan.
2.Pihak kedua tidak boleh mencampuri urusan pribadi pihak pertama, terutama urusan pasangan wanita.
3.pihak kedua harus meminta izin terlebih dahulu terhadap pihak pertama, kemana pun pergi.
4.Aturan perjanjian bisa di rubah sesuai persetujuan pihak pertama.
Anindita menelan ludah nya kasar. Sebentar lagi ia akan memasuki kandang macan. Ia tidak menyangka akan menikah dengan seseorang yang sangat berkuasa di negri ini. Sebisa mungkin ia menahan kekesalan nya atas apa yang telah di baca nya. Isi perjanjian semua nya sesuai persetujuan pihak pertama. Pihak pertama lah yang lebih berkuasa atas surat perjanjian ini. Jika bukan karna kebaikan si nenek Grand Ma yang cantik itu aku tidak akan menerima perjodohan ini. Pikir Anindita
Anindita menatap kedua orang yang ada dihadapan nya. Sangat mengerikan. pikir Anindita.
"Saya harap anda tidak melanggar isi perjanjian ini Nona. " Ucap sekertaris Gin dengan sorot mata penuh perintah tanpa bantahan.
" Baik. "
" Saya menerima perjodohan ini bukan karna saya menyukai mu. " Menatap nya dengan tatapan sinis" Tapi karna saya menghargai Grand Ma saya. Saya harap kau jangan berbangga diri. " Ucap Fernan dengan percaya diri nya.
Apa kata dia? Saya Berbangga diri? Haha percaya diri sekali anda ini Tuan. Batin Anindita.
" Saya juga menerima perjodohan ini karna rasa trimakasih saya pada Grand Ma anda Tuan, karna beliau sangatlah baik terhadap kehidupan panti asuhan kami. " menjawab dengan meremaskan ujung baju. Menahan kegugupan.
Cih. Bahkan diapun menerima bukan karna menyukai ku. Berani sekali gadis ini. Batin Fernan.
Nyali anda besar sekali Nona. Batin Gin.
____** ____
Dirumah Utama Wiratama.
Keluarga Wiratama berkumpul di Ruang keluarga.
Kepala pelayan mengetok pintu kamar Fernan.
" Masuk. " ucap Fernan stelah menelphone seseorang.
" Tuan besar ingin bertemu dengan anda Tuan Muda. Beliau menunggu anda di ruang keluarga. " Ucap pak sam hormat.
" Tunggu saya 10 menit. "
" Baik Tuan Muda. " pak sam mengangguk hormat meninggalkan Fernan yang sedang duduk di pinggir ranjang.
Fernan menuruni anak tangga satu persatu. Terlihat papa, mama dan Vano sedang menunggu nya. Fernan duduk di sofa depan Papa dan Mama nya.
"Ada yang ingin Papa sampaikan nak." Ucap papa menatap Fernan.
"Ya, Ada apa?. "
" Tadi pagi Grand Ma menelphone papa. Besok dia akan pulang ke sini. " ucap papa Wiratama.
Fernan terdiam. Karna dia tahu Grand Ma nya sudah memberi tahu nya.
Berbeda dengan Vano dan Mama. Mama yang sedang membaca majalah seketika menutup majalah nya. Dan Vano yang sedang Fokus pada ponsel nya, langsung menegakan wajah nya menoleh pada papa nya.
" Yang benar pah? Grand Ma akan pulang besok? " tanya mama dengan mata berbinar.
" Ya. Grand Ma pulang karna Fernan akan menikah lusa. Apa itu benar nak?" Tanya Papa dengan raut wajah sedih. Karna papa nya sendiri tahu dari Grand Ma bukan dari anak nya sendiri.
"Ya. " Ucap nya santai.
" Apa! " Tanya mama dan Vano kaget.
" Kau akan menikah Kak Fernan? Dengan siapa? Sejak kapan kau punya kekasih selain Gilsya? " tanya Vano beruntun karna terlalu syok mendengar Fernan akan menikah. Setahu nya Fernan belum pernah membawa wanita kerumah selain Gilsya.
Mama mengangguk menyetujui pertanyaan Vano. Tanda ia ingin segera tahu jawaban dari sang anak.
" Jangan kau sebut nama nya lagi! " Ucap Fernan dingin. Tapi terlihat guratan sedih dan kecewa di wajah nya karna terlalu banyak menyimpan memory indah nya dengan sang mantan kekasih. Bagaimana tidak, sehari sebelum Fernan diputuskan oleh Gilsya, ia sudah menyiapkan kejutan nya untuk melamar sang ke kasih.
" Baiklah. " Ucap Vano pelan.
" Tapi apa memang benar kamu akan menikah lusa nak? Tanya mamah lembut.
" Ya, kalian akan tahu wanita nya setelah nanti di hari pernikahan ku. "
Wanita nya? Bahkan kak Fernan tidak mengatakan dengan kata calon istriku. Apa dia tidak mencintai wanita yang akan di nikahi nya? Lantas mengapa bisa menikah? Batin Vano penasaran.
" Terus siapa yang akan mengurus pernikahan mu? " tanya papa.
" Grand Ma sudah menyiapkan semua nya. Kalian bisa tanyakan langsung pada Grand Ma. " Ucap nya segera berdiri meninggalkan mereka menuju ruang kerja.
Semua terdiam dengan pikiran nya masing-masing. Mamah melirik Fernan yang sudah tak terlihat lagi. Segera ia membuka suara.
" Apa papa tahu wanita yang akan menikah dengan Fernan? "
" Papa tidak tahu mah, yang pasti perempuan itu lah yang dijodohkan oleh Grand Ma. "
"Sejak kapan Grand Ma mencampuri kak Fernan tentang urusan Wanita?" Gumam Vano pelan. Ia tahu sejak dulu Grand Ma tidak pernah mencampuran urusan pasangan Fernan dan Vano. Tapi tidak untuk sekarang. Sejak Fernan merasa patah hati hingga membuat nya frustasi dan akhir nya mengakibatkan dampak buruk terhadap Fernan, sifat nya yang dingin dan cuek terhadap wanita manapun, Grand Ma tidak ingin Cucu kesayangan nya seperti itu terus. Grand Ma akan melakukan apapun untuk kebaikan dan kebahagiaan Cucu nya. Dan hanya Anindita lah menurut Grand Ma yang akan membuat Cucu nya bahagia.
"Wanita itu pasti sangat special dan cantik. Sehingga Grand Ma memilih nya." Ucap mama tersenyum.
"Ya, siapapun piliha Grand Ma, semoga membuat Fernan bahagia." Ucap papa.
"Ya, dan pasti nya harus selevel dengan keluarga kita pah. Padahal mama hanya menginginkan Gilsya yang akan menjadi menantu kita. "
"Gilsya yang meninggalkan Kak Fernan mah. Jadi dia tidak pantas untuk jadi keluarga Wiratama." Ucap Vano kesal mengingat Gilsya.
"Tapi mama yakin Gilsya meninggalkan Fernan ada alasan nya. "
" Ya, alasan nya hanya ingin kebebasan. " Ucap Vano dingin.
" Sudahlah jangan berdebat siapapun wanita yang akan menjadi istri Fernan kita harus menerima nya dengan baik. " Ucap papa menengahi perdebatan.
" Ya, Tergantung. " Ucap mama melipat kedua tangan nya di depan dada nya.
Papa dan Fernan hanya menggeleng pelan melihat tingkah mama yang tidak pernah berubah.
*anin berkali berbohong tapi tidak disalahkan
*fernan berbohong langsung disalahkan dan tidak mudah dimaafkan fernan hadir mengemis dulu baru dimaafkan
*anjn tinggal dengan lelaki lain tidak disalahkan
*fernan bawah karina tinggal dirumahnya, (anin juga ada disitu) dianggap kesalahan besar tidak mudah dimaafkan dan harus mengemis maaf dulu
*anin salah paham lihat fernan pelukan dengan karina kesalahan fernan dan harus mengemis maaf dulu baru dimaafkan
*fernan lihat anin pelukan dengan devan bukan kesalahan
kesalahan anin dan fernan banyak yang sama tapi karena pemikiran yang egois dan munafik oleh authornya jadi semua yang dilakukan fernan kesalahan fatal tapi semua yang dilakukan anin bukan kesalahan dan dibenarkan
kalian bangga buat novel yang kelihatan sekali kemunafikannya kayak gini, ini sama saja kalian bangga memamerkan pola pikir dan imajinasi kemunafikan kalian sendiri
* pelakor kalian laknat tapi pebinor kalian puja2 bahkan kalian spesial kan bisa berkali kontak fisik dengan istri orang (munafik)
* karina diajak fernan tinggal dirumah kalian laknat tapi anin kabur dari rumah dan tinggal dirumah lelaki lain bahkan anak panggil anin mama mereka tingg kayak sebuah keluarga kalian benarkan (munafik)
* fernan tidak tegas pada karina kalian laknat tapi anin tidak tegas pada devan dan vano kalian benarkan (munafik dan murahan)
* intraksi fernan dengan wanita lain kalian bela tapi intraksi anin dengan pria lain kalian benarkan bahkan pelukan kalian benarkan (munafik)
*anin salah paham fernan pelukan dengan karina kalian buat anin tegas pergi dan fernan harus mengejar dan mengemis maaf tapi saat fernan melihat anin pelukan pada devan kalian buat fernan kayak orang bodoh Terima begitu saja (munafik)
*saat anin tidak percaya fernan, maka fernan salah karena tidak bisa menjaga kepercayaan tapi saat devan tidak percaya anin tetap devan salah karena harus saling percaya (munafik)
*fernan membohongi anin adalah kesalahan fatal, fernan dihukum, dan harus mengemis maaf pada anin tapi anin membohongi fernan dibenarkan
* dan masih banyak lagi kemunafikan dalam novel ini yang dibela oleh author
Thor jadi novelis wanita jangan egois benar semua kesalahan anin dibela dan dibenarkan semuanya, tapi giliran fernan buat salah, dilaknat habis2an, jadi wanita dewasa sedikit jadi bisa buat novel adil