Penguasa Sejati yang dikenal sebagai Raja Beladiri yang bernama Xiao Yan yang telah membantai jutaan Iblis yang tak terhitung jumlahnya. Namun pada pertempuran akhir dia harus bertarung dengan Demon Lord dan mati bersama.
Xiao Yan terlahir kembali dimasa yang berbeda dan Dunia dengan budaya asing pada saat berumur 18 tahun. Dunia dimana Makhluk asing yang disebut Monster Abbys menyerang Bumi, peradaban sudah berubah dan dia memiliki seorang Adik yang bernama Xiao Xuan.
"Tidak memiliki Job tidak ada masalah untukku... Dewa, Iblis atau Monster sekalipun majulah. Aku akan membungkam semua orang dan berlajan sesuai dengan kendaliku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dimas upss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 - Ujian Nasional
Xiao Xuan akhirnya mendapatkan giliran dan maju melakukan pengetesan Mana, dia menyentuh Mesin pengukur dan semua datanya terungkap disana. Jumlah Mana 400 dan merupakan Seniman Beladiri level 2 menengah, namun setelah melakukan tes fisik dan memukul sebuah Robot tidak ada yang mengesankan sama sekali.
Job miliknya sebagai Penyihir memang lemah dalam kekuatan fisik namun perbedaannya cukup jauh, Xiao Yan yang melihat hal ini tidak puas sama sekali. Jika Adiknya bekerja lebih keras maka seharusnya dia bisa mendapatkan peringkat terbaik.
Walaupun tingkat kekuatan ini sudah bisa dikatakan sebagai jenius dan mengamankan nilainya untuk masuk Universitas namun Xiao Yan harus lebih mendorongnya lagi untuk berlatih.
"Hahaha... dua orang Seniman Beladiri level 2." Kepala Akademi tertawa dan dua Mentor lainya memberi selamat.
Xiao Xuan merasa tidak senang karena hanya bertahan 30 detik dengan niat membunuh para mentor. Walaupun dia sudah berhadapan langsung dengan Monster Abbys namun semuanya hanya berada di level satu, dia tidak bisa membayangkan jika dia harus berhadapan dengan Monster Abbys yang lebih kuat nantinya.
"Murid Xiao Yan sekarang giliranmu." Kata seorang Mentor yang memegang daftar Murid.
Xiao Yan masuk dan semua perhatian tiba-tiba tertuju kepadanya, adapun Murid yang berasal dari Akademi lain juga serius mengamatinya. Nama Xiao Yan sudah didengar langsung oleh mereka dan sebagai Murid terkuat di Akademi ini mereka ingin melihat seberapa jauh jaraknya.
"Silahkan melakukan Tes pengukuran Mana terlebih dahulu !" Kata Mentor itu dengan ramah.
Xiao Yan menyentuh Kubus itu dan data dirinya tiba-tiba keluar, semua orang dapat melihatnya dengan jelas dan bahkan ada yang tertawa dengan sangat keras. Nilai Mana milik Xiao Yan hanya seratus dan itu diambang Seniman Beladiri level 1 rata-rata.
"Hahaha... serius hanya seratus... apakah dia Pahlawan yang menyelamatkan kita semua waktu itu. Aku pikir Yun Shuang jauh lebih hebat dan mungkin dialah yang menyelamatkan kita semua." Tawa Murid menggema diseluruh tempat dan Xiao Yan tidak tersinggung sama sekali.
Xiao Yan berjalan kearah tiga orang dan salah seorang Mentor bernama Yang Die turun kebawah, "Adiknya sangat berbakat dan Kakaknya terlahir sebagai sampah tanpa Job. Kau bahkan tidak memiliki kelayakan untuk menjadi Seniman Beladiri level satu dengan Mana serendah itu."
"Hah... kau yakin berbicara seperti itu didepanku ?" Xiao Yan sedikit terprovokasi dan berkata, "Kau disini hanya ngebacot atau mengetesku ?"
Yang Die merasa jengkel dan Niat membunuhnya meledak, Kepala Akademi tidak berniat untuk menghentikannya dan justru lebih khawatir dengan nasib Yang Die. Walikota memberitahunya bahwa Xiao Yan ini sangat berbahaya, mendengar peringatan seperti itu dari orang terkuat di Kota justru memberikannya banyak rasa waspada.
Niat membunuh Yang Die sama sekali tidak menggerakkan Xiao Yan dan justru dia tersenyum dengan postur mengejek. Bahkan Murid lain bisa merasakannya dengan jelas dan keringat dingin bercucuran.
"Hm... didunia ini aku paling benci satu hal yaitu ketika ada seseorang yang mengarahkan niat membunuhnya kepadaku. Tapi karena ini hanya tes maka aku akan sedikit berbaik hati kepadamu." Xiao Yan mendesak Aura Sang Penguasa dan tiba-tiba suasana terasa sangat mencekam.
Tanpa sengaja pelindung aktif dan bahkan Kepala Akademi sekilas merasakan gambaran bayangan rasa haus darah yang mendominasi. Yang Die tidak bergerak dari tempatnya dan keringat dingin bercucuran sangat deras, rasa intimidasi ini adalah sesuatu yang dimiliki oleh seorang Grandmaster Seni Beladiri yang berada di level 7 atau mungkin lebih kuat lagi.
Xiao Yan menepuk pundak Yang Die dan berkata, "Kau bahkan tidak bisa berdiri tegak didepan sampah ini."
Yang Die menampar dirinya sendiri dan membungkuk, "Tolong maafkan saya !"
Xiao Yan berdiri didepan robot pengukur kekuatan dan merasa jika dia memukulnya terlalu keras maka robot ini akan hancur. Xiao Yan menjentikkan jarinya dan Qi Divine yang dahsyat meledak, robot itu tidak mampu menampung daya hancur dari Qi Divine dan hancur berkeping-keping.
Semua orang tidak percaya dengan kejutan besar ini dan bahkan Kepala Akademi tidak dapat mengukur besar kekuatan Xiao Yan. Ujian Nasional dimaksudkan untuk mengukur batas Seniman Beladiri itu sendiri dan kekuatan ini sudah diluar jalur.
"Apakah aku bisa pulang sekarang Kepala Akademi ?" Tanya Xiao Yan sambil merapikan pakaiannya.
"Itu... tes ini dimaksudkan untuk mengukur kekuatan Individu dan kau sudah keluar dari jalur. Setelah tes ini aku yakin kau bisa diterima di Universitas manapun atau bahkan bergabung dengan Militer, tapi kami harus memastikan sebarapa kuat dirimu yang sekarang dan bisakah kau menjawabnya dengan jujur ?" Tanya Kepala Akademi dengan penasaran.
Xiao Yan mengusap lehernya dan berkata, "Walaupun aku seniman beladiri level 2 tapi kekuatan tempurku sangat tinggi. Setidaknya orang yang layak bertarung denganku adalah Seniman Beladiri level 4 dan 5."
Mendengar pernyataan ini membuat semua orang berpikir jika terlalu berlebihan, namun Yang Die dan Kepala Akademi tidak berani mengabaikannya. Mereka merasakannya secara langsung dan jika benar maka Xiao Yan akan menjadi peringkat pertama di seluruh Negara Bintang.
"Baiklah... kau bisa pergi dan kami akan mengumumkan hasilnya nanti dalam tiga hari kedepan." Kepala Akademi mempersilahkan Xiao Yan pergi.
Xiao Yan mengangguk dan berjalan pergi bersama dengan Adiknya. Namun sebelum dia sampai pintu keluar Xiao Yan berhenti sebentar, "Kenapa diam... bukankah kalian sebelumnya tertawa dengan keras, ayo tertawa lagi dan pada akhirnya kalian sendiri yang menjadi badutnya."
Mereka semua sangat marah namun tidak ada yang berani menjawab, kekuatan mengerikan itu dapat menghancurkan mereka dan lebih baik untuk tidak memprovokasi Xiao Yan lebih jauh. Mereka berdua pergi bersama ke Kantin dan Xiao Yan memberikan Tombak yang dia buat untuk Adiknya.
"Kakak... bisakah kau membawaku ke Dungeon level 2 dan mengawalku, tapi hanya kita berdua saja yang akan pergi !" Kata Xiao Xuan dengan sungguh-sungguh.
"Dasar bodoh... aku harap dimasa depan kau tidak akan memikirkan hal semacam itu. Apakah kau pikir dengan meniru diriku kau bisa mendapatkan hasil yang sama, apa yang paling penting dalam Raid adalah keselamatan. Bentuklah tim yang tangguh dan lakukan observasi tentang Monster Abbys yang akan kau lawan. Tidak ada masalah jika kau kabur dari Monster karena apa yang penting adalah hidupmu sendiri, nyawamu hanya satu dan ketika kau sudah mati yang tersisa hanya tulang belulang." Kata Xiao Yan dengan tegas.
"Aku akan mengingatnya dengan baik." Xiao Xuan menghargai saran Kakaknya.
"Jika kau ingin memulai maka taklukan Dungeon level 2 terlebih dahulu dan bawa Tim Hunter Grup Xiao yang berpengalaman." Xiao Yan tidak ingin melarang Adiknya dan memberikan kesempatan sesuai dengan kemampuannya saat ini.
Jangan biarkan pembaca yg budiman ke tang wkwkwkwkwkkkkkk