Ini Kisah tentang Kehidupan di dunia yang begitu keras membuat perjalanan mereka berliku-liku, berawal dari perjodohan bisnis master Renanta dan Tuan Muda Aska Bettran, Kemudian lahirlah penerus muda mereka, Mahendrick Bettran dan dua buah hati kembar mereka Keynard Alvaro Bettran dan Keyla Alvara Bettran,
Ketika Season dua di mulai Perjalanan Cinta Raja bisnis Mahendrick Bettran dengan seorang wanita berdarah USA, cinta yang berliku-liku, mampukah mereka bertahan atau justru akan berpindah ke lain hati..
Baca Kisah cinta mereka dalam Novelku, "My Wife Of The Plane"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zepthy Bharata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23.
Hari ini adalah hari dimana aku akan keluar dari rumah sakit, aku tersenyum senang, bagaimana tidak, bau obat obatan yang menyengat membuatku pusing, lebih pusing dari pada harus mencium bau darah.
Nata :
" Hemm, Sil apakah hari ini aku akan keluar dari rumah sakit, , , ,
Sisil :
" Ya begitulah, Nata kamu akan pulang kerumah barumu, , , ,
Nata :
" Rumah baru apa, aku akan pulang kerumah ayah, , , ,
Aksa :
(Muncul tiba tiba dari balik pintu bersama Rio) "Rumah baru yang kusediakan, atas suruhan mama dan papa", , ,
Nata :
" hembz, kenapa tidak pulang kerumah papahku saja?, , (menghela nafas kasar).
Aksa :
" Kamu mau ketahuan jika hubungan kita tidak harmonis, , , ,
Aku menggeleng, bagaimanapun aku harus mengikuti kata katanya ,ya iya karena dia adalah suamiku, , yang kata katanya harus kuturuti, ,
Aksa :
" Segeralah berkemas, kita akan segera pulang, , ,
Nata :
" Apakah aku bisa mengajak Sisil tinggal, , ,
Aksa :
" Tentu saja, karena Rio juga akan bersamaku, ,
Aku tersenyum, kukemasi barang-barangku dibantu dengan sisil, entah sejak kapan barang barangku yang ada dirumah sakit ini begitu banyak, sampai sampai tas dan koperku penuh , ,
Selesai berkemas, Sisil dibantu Rio membawa barang-barangku, dokter juga memakaikan gendongan tangan, awalnya aku menolak toh yang terkena tembakan bahuku dan tanganku hanya bengkak, kenapa harus dipakaikan gendongan, , , Tapi karena melihat tatapan tajam Aska aku tidak berani membantah lagi, , ,
'Cih sial, alat ini menyusahkanku, aku tidak akan mati cuma karena terkena tembakan murahan itu, , , batinku.
Aku melangkahkan kakiku disamping Aska, sedangkan Rio dan Sisil berada dibelakang, , ,
Aku memulai pembicaraan dengan Aska, untuk menutupi rasa Canggungku, , ,
" Emm, ngomong-ngomong bagaimana dengan Riska, , ,
" Wanita itu sudah mati, , ,
" Apakah kamu membunuh wanita?, , ,
" kalau iya kenapa? , , ,
" ti, ti, tidak, a-ku cum-a ta-kut kamu membunuhku, , ,
Aku berkata dengan menunduk, agar Aksa pecaya jika aku sedang ketakutan, batinku bergejolak sebenarnya tidak ada rasa takut sedikitpun menyelinap dibenakku, bagaimanapun aku sudah lama terjun dalam dunia Aksa walau Aksa tidak tau, , ,
" Aku tidak akan membunuhmu, asal kau tidak ikut campur urusanku, dalam semua hal termasuk wanita, , ,
Aku menatap kaget Aksa, bagaimana tidak aku seorang istri dilarang mengurusi urusannya tentang perempuan, , ,
" Ka, Kamu gila, aku istrimu lo , kamu jangan main main dengan perempuan lain, , ,
" Apakah kamu takut kehilanganku, , ,
" Tidak aku hanya tidak ingin melihat kaumku, kaum wanita banyak yang tersakiti, seperti mudahnya kamu membunuh Riska, ,
" Bukan aku yang membunuhnya!, , ,
" Lalu, , ,
" Rio yang membunuhnya, , ,
Aksa menatap Rio dan Rio menundukkan pandangannya, kemudian Aksa kembali melangkah kedepan dengan aura tegasnya,
Aku melihat mata Aksa, disana terpampang raut kekecewaan terhadap jawabanku, , apa jawabanku salah, seharusnya tidak bukankah dia sendiri yang tidak menginginkan aku mengganggunya, , ,
*******
Kami telah sampai didalam mobil, Rio dan Sisil memasukkan barang barangku kedalam bagasi, ,
Awalnya aku meminta untuk duduk dibelakang bersama sisil, tetapi Aska menolak dia ingin dirinya yang duduk disampingku, , ,
" Aku mau duduk sama Sisil dibelakang, , , ,kata kata tersebut terlontar dari mulutku,
" Tidak boleh, kamu duduk dibelakang sama aku dan Kamu Sisil duduk didepan samping Rio, , ,
" Tapi kenapa, , ,
" tidak kenapa kenapa, i don't like being denied (aku tidak suka dibantah), , ,
" dasar bos yang sombong, , , gerutuku sambil menutup pintu kasar, , ,
Awwww, pekikku ketika tanganku terasa nyeri, bergaya seperti ini hanya agar terlihat lemah, ,
Kulirik sisil yang memutar bola mata jengah, dan kukedipkan sebelah mataku kepadanya, , ,
.
.
.
.
.
Fighting : berantem alias gelut
Fitting : Fase pengepasan ukuran baju yg akan dipesan