Apa jadinya jika seorang Ustadz mencintai gadis yang di anggap hanya gadis biasa tapi ternyata penuh dengan rahasia dan yang paling penting dia adalah seorang Mafia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Kembali Beraktivitas
Setelah beberapa hari Tasya tidak kuliah akhirnya hari ini Tasya akan kembali kuliah, Tasya bersiap setelah sholat subuh Tasya sudah rapi dan hendak berangkat, selama di pesantren Tasya semakin tekun dan terbiasa menjalankan ibadah sholat
Tasya keluar dari kamar nya dan waktu masih menandakan jam lima pagi, Tasya keluar sudah rapi dan membawa tas dan leptop dan beberapa buku kuliah
" aku harus berangkat nih kalau nggak nanti bisa telat aku ke kampus nya karena pasti pekerjaanku numpuk di kantor " guman Tasya pelan
" terus aku berangkat dengan apa dong, ah nanti minta di jemput pak joko saja lagian jarak sini dan rumah pak Joko kan nggak jauh " ucap Tasya
Tasya melangkah pelan karena tak ingin mengganggu semua orang yang kelihatannya sedang sibuk beraktivitas di pagi hari
" loh,,!!udah rapi nak, udah mau berangkat " tanya Umi
" iya tante, biasa ada kerjaan pagi sebelum kuliah " jawab Tasya
"'emang kerjaan apa pagi-pagi begini" tanya Umi
" kerjaan di perusahaan ANASTA tante, kan Ana juga kuliah jadi Ana harus bekerja dulu ganti untuk saat kuliah tante " jawab Tasya
" oh,,,! terus kamu berangkat naik apaan jam gini belum ada kendaraan umum nak yang lewat " ucap Umi memberi tau
" Ana akan pesen gojek tante " jawab Tasya
" gak usah , biar tante suruh Fahmi yang mengantarkan kamu nak, kalau nunggu gojek pasti akan lama " ucap Umi
" nggak usah tante, lagian pak Fahmi masih mengajar ngaji di masjid, Ana nggak mau ngerepotin " tolak Tasya
" sudah,, tunggu sebentar biar Umi panggilkan " ucap Umi dan langsung pergi untuk memanggil Fahmi
" aduh gimana nih, kalau sampai nanti pak Fahmi tanya macam-macam aku harus jawab apa " ucap Tasya pelan
tak lama Tasya menunggu Umi kembali dengan Fahmi
" Ana kamu benar berangkat sepagi ini, " tanya Fahmi
" iya pak, biasanya juga begini pak, "! jawab Tasya
" ya sudah tunggu sebentar " ucap Fahmi dan pergi bersiap dan mengambil kunci mobil
Fahmi pun Akhirnya mengantarkan Tasya ke kantor dengan mobil
" Ana kamu biasa berangkat jam gini " tanya Fahmi sembari menyetir
" iya pak, tapi biasanya Ana berangkat jam lima jadi ini telat setengah jam pak" jawab Tasya memberi tahu
" emang nggak kenapa-napa kalo telat " tanya Fahmi
" ya nggak apa-apa sih pak kan yang penting kerjaannya selesai " jawab Tasya
" kalau pagi gini kamu ngerjain apa " tanya Fahmi
"'ya seperti mengambil setiap berkas dan membawa keruang bos, menyiapkan kertas-kertas ke meja para karyawan dan di tempat print, dan masih banyak lagi deh" jawab Tasya
" bagaimana kalau aku bantuin kamu, biar kamu cepat selesai " tawar Fahmi
" nggak.... nggak. . usah pak , " tolak Tasya
" emang kenapa "? tanya Fahmi
" ya kan kalau jam gini belum ada orang pak jadi Ana takut nanti terjadi fitnah pak" jawab Tasya yang tengah mencari alasan
" emang kalau berangkat berdua begini nggak jadi fitnah kan sama cuma berdua " ucap Fahmi
" ya nggak tau sih pak, kan bapak yang lebih tau, tadi Ana sudah berusaha nolak tapi tante bersikeras pak, jadi Ana nggak bisa nolak dong, ya kan kalau bapak tau akan jadi fitnah seharusnya bapak nggak anterin Ana" jawab Tasya dengan nada lucu sehingga membuat Fahmi tersenyum
"Kenapa bapak Senyum-senyum" tanya Tasya yang melihat Fahmi tengah tersenyum geli
" nggak apa-apa, lagi pengen senyum aja, emang kenapa manis ya senyumnya " tanya Fahmi percaya diri
" nggak.... tapi pahit "!!jawab Tasya dengan nada judes dan Fahmi pun kembali tersenyum, " Oh iya pak, perempuan yang kemarin siapa "? tanya Tasya
" oh itu Aisyah, emang kenapa " tanya balik Fahmi
" nggak apa-apa sih pak, tapi mbak Aisyah cantik, apa bapak nggak naksir gitu ? " tanya Tasya
" nggak....! aku kan naksirnya cuma sama kamu " jawab Fahmi
" masak sih..... hee.... terus kenapa kemarin bapak bilang seperti itu sama ustadz Rosyid " tanya Tasya
" kemarin itu ustadz Rosyid bermaksud menjodohkan aku dengan Aisyah, jadi aku kenalin kamu sebagai calon pendamping ku" jawab Fahmi
" oh.... kenapa bapak pilih aku, kan mbak Aisyah lebih tinggi ilmu agamanya dari pada aku, " tanya Tasya
" ya aku juga nggak tau, kalau itu kan urusan hati Ana, dan urusan hati nggak memandang itu, " jawab Fahmi
"begitu ya.....pak tapi maaf kalau di luar pesantren Ana belum siap memakai hijab, tetapi kalau kita sudah menikah Ana tidak akan pernah melepaskan hijab lagi" ucap Tasya dengan menundukkan wajahnya
" nggak apa-apa Ana, aku tau kamu pasti masih butuh waktu, aku tidak akan memaksamu " jawab Fahmi,. " kita sudah sampai, selamat bekerja Ana, " sambung Fahmi
" iya terimakasih pak, sudah berkenan mengantarkan Ana " jawab Tasya, " Assalamu'alaikum pak, bapak hati-hati " ucap Ana dan langsung turun dari mobil
" iya... Wa'alaikumsalam.... jawab Fahmi dan langsung melajukan mobilnya setelah Tasya turun
Tasya pun langsung masuk dan tak lupa menyapa pak Abu
" pagi pak Abu.. " sapa Tasya
" pagi Bu.". jawab pak Abu
" oh ya pak tolong belikan aku sarapan seperti biasa, dan sekalian bapak beli juga dengan teman bapak , ini uangnya " ucap Tasya sembari menyerahkan uang ratusan
" baik Bu, terimakasih, " jawab pak Abu dan hanya mendapat senyuman dari Tasya
*****
****
Setelah selesaikan pekerjaannya Tasya langsung ke kampus dengan di antar sama pak Joko yang sebelumnya di telfon Tasya, tak butuh waktu lama Tasya pun sampai di kampus, dan ternyata Sasha dan Ika juga baru berangkat
" Ana,,!!!!!! panggil Sasha dan menghampiri nya
" Hai ana, apa kabar kenapa kamu beberapa hari ini nggak masuk, kamu nggak apa-apa kan, " tanya Ika
" aku baik, aku lagi sibuk jadi aku nggak masuk, emang kenapa, " tanya Tasya
" ya nggak apa-apa sih tapi.... " jawab Sasha namun tak melanjutkan kata-katanya
" tapi kenapa, " tanya Tasya
" itu Enjel nyariin kamu, nggak tau juga sih mau ngapain, kamu tau nggak ternyata Enjel itu punya seorang kakak, dan kakaknya itu tampan sekali, semua mahasiswa terpana dengannya, dan dia selalu mengantarkan Enjel.. " ucap Sasha
" iya bener, aku aja mau kalau jadi kekasihnya.. hehe... tapi masih kalah sih sama pak Fahmi, " sambung Ika
" benarkah,..!? aku jadi penasaran, " ucap Tasya
" iya tunggu aja sebentar di sini, bentar lagi pasti mereka datang " ucap Sasha
mereka pun menunggu sembari duduk di bawah pohon yang tak jauh dari pintu gerbang, benar saja hanya lima menit mereka menunggu Enjel datang dan di antarkan kakaknya, semua mata terpana melihat kakak enjel namun berbeda dengan Tasya, Tasya malah terlihat seperti biasa dan malah sedikit kesal mengingat kejahatannya.
" tuh kan Ana cakep kan", ucap Sasha
" iya aku mau dong.... " sambung Ika
" dasar kalian... lihat yang bening sedikit aja udah pada ngiler.. ucap Tasya dan pergi meninggalkan mereka
" Ana..... ! tungguin dong, " ucap Sasha dan Ika dan langsung mengejar Tasya
" ternyata enjel adiknya Vito, keliatannya Vito sayang banget sama enjel, berarti sekarang aku tau kelemahan Vito terletak pada Enjel " batin Tasya
Setelah dua jam mengikuti pelajaran akhirnya Tasya dan teman-temannya sudah selesai juga dan hendak pergi ke kantin untuk makan, merekapun memesan makanan dan segera duduk di bangku yang masih kosong, saat mereka menunggu makanan datang Fahmi menghampiri mereka dan ikut duduk di sana
" Assalamu'alaikum, boleh saya ikut duduk " ucap Fahmi
" eh pak Fahmi,,, boleh kok pak Silahkan, ucap Ika pelan Fahmi pun duduk di depan Tasya
" tumben pak Fahmi makan di kantin " batin Tasya
" Ana gimana kerjaan mu lancar, "? tanya Fahmi
" lancar kok pak, " jawab Tasya
" nanti kamu habis dari kampus kerja lagi" ? tanya Fahmi lagi
" iya pak, " jawab Tasya
" kamu pulang jam berapa " tanya Fahmi
" sekitar jam empat pak, emang kenapa, "'tanya Tasya
" nggak apa-apa " jawab Fahmi
makanan pun datang dan mereka langsung melahapnya namun tidak dengan Fahmi, Fahmi hanya memesan minuman saja,
" kenapa sih pak Fahmi lihatin aku seperti itu jadi grogi deh aku, pak jangan liatin seperti itu dong, tatapan pak Fahmi begitu menusuk jantungku " gerutu Tasya dalam hati
" ba.... bapak nggak makan " tanya Tasya
" enggak, tadi sudah sarapan, " jawab Fahmi dan hanya mendapat anggukan dari Tasya
saat mereka tengah asik makan tiba-tiba Enjel datang dan mencari gara-gara
" eh gadis kampung datang juga, kemana aja loh, apa lagi sama om-om lagi, " tanya Enjel sinis namun Tasya hanya diam dan terus memakan makanannya
" Hai anak kampung kamu tuh tuli atau gimana sih,? nih rasain, makan tuh makanan, " ucap Enjel dengan menuangkan minuman Tasya ke dalam piring makanan Tasya
" Enjel kamu tuh keterlaluan " bentak Sasha yang duduk di sebelah Tasya
" iya,, aku memang keterlaluan " jawab Enjel
Tasya masih saja diam dia masih sabar dengan kelakuan Enjel
" eh ada pak Fahmi di sini, oh ya pak Fahmi saya kasih tau ya, lebih baik bapak jauhin cewek kampung ini, bapak tau nggak dia itu gadis pemuas om-om, mungkin kemarin dia nggak berangkat karena lagi kerja sampingan di hotel Asri " ucap Enjel namun tidak berpengaruh dengan Fahmi malah membuat Fahmi menjadi kesal
" apa maksudmu Enjel, " tanya Fahmi
" iya pak semua itu benar, waktu itu aku pernah lihat dia masuk hotel Asri, dia kan orang susah mana mungkin dia bisa masuk sana " jawab enjel dan membuat Fahmi bertanya-tanya dalam hatinya
" masak iya sih Ana seperti itu, " batin Fahmi
" Hai gadis susah apa kamu nggak malu deketin pak Fahmi,, dia kan orang kaya, atau jangan-jangan kamu mengincar hartanya lagi " tanya Enjel sinis
" buat pak Fahmi lebih baik jauhin nih cewek susah, jangan sampai harta bapak habis di pelorotin sama dia" ucap Enjel
" sudah Enjel.... bentak Sasha
" ngapain kamu belain dia" tanya Enjel sinis
" iya aku belain Ana, karena Ana lebih baik daripada kamu, kamu tuh orang yang tak layak ada di sini " bentak Sasha
" kamu berani sama aku." ucap Enjel dan langsung ingin menampar Sasha, namun tangan Enjel ditangkap Tasya
" aku Terima kamu hina aku, tapi aku nggak akan pernah biarin kamu nyakitin orang-orangku , dan satu lagi kalau pak Fahmi deketin aku itu karena pak Fahmi sendiri bukan aku, dan aku tidak akan pernah mengharapkan sesuatu yang sudah aku miliki , camkan itu, " ucap Tasya dengan nada tinggi
" Sasha, Ika, pak Fahmi lebih baik kita tinggalin nih domba betina" ajak Tasya
mereka pun langsung pergi meninggalkan Enjel yang masih tak percaya bahwa Tasya berani padanya
" awas kamu Ana aku akan balas semua ini, aku nggak akan biarin kamu hidup tenang " ucap Enjel setelah mereka pergi
ORG YG HEBAT BELADIRINYA AKN MMPUNYAI INSTING YG KUAT JIKA ADA BAHAYA MNGANCAM, MSKI ITU SERANGN MNDADAK DARI BLAKANG, TPI TASYA SRING KCOLONGN. DARI VITO, JONES, DN TRAKHIR EVAN & RIDWAN.
AIRIN MMG HRS DILATIH KERAS AGAR JDI WANITA KUAT & TANGGUH, TPI LIAT JUDUL NOVEL CINTA UNTUK AIRIN, DITIAP BABNYA KYKNYA AIRIN MSH BLM TANGGUH, MSH KCOLONGN..