NovelToon NovelToon
Istri Untuk Iman

Istri Untuk Iman

Status: tamat
Genre:Duda / Ibu Pengganti / Beda Usia / Teen Angst / Tamat
Popularitas:221.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lavinka

Aiman adalah duda beranak satu. Iman kehilangan sosok istrinya, tepat seletah wanita itu melahirkan anak pertama mereka--Hassan. Kini, setelah anaknya berusia 5 tahun, sang ibu--Siti begitu getol mencarikan calon pendamping baru lagi, yang pastinya akan merangkap sebagai calon ibu dari cucunya.

Namun, setiap kali dijodohkan, Aiman selalu saja menolak dengan berbagai macam alasan. Tidak setelah fatimah datang di kehidupan mereka. Sosok wanita yang akan menjadi figur baru dalam hidup si duda.

Lantas, apakah Fatimah bisa menjadi istri, sekaligus ibu yang masuk ke dalam kriteria Aiman dan juga Hassan? Dan, bisakah Aiman menghilangkan bayang-bayang mantan istrinya yang telah tiada di dunia ini? Nantikan terus kisah kelanjutan mereka bertiga hanya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lavinka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Pria dengan kaos polos warna hitam kini sedang duduk di sebuah sofa panjang yang disediakan untuk para tamu. Matanya terus menatap awas dan penuh penilaian. Mencari celah di mana dan kapan ia akan beraksi.

"Ternyata, rumahnya bahkan tak lebih besar dari rumahku,” cibirnya penuh cemooh. “Lantas, kenapa Fatimah bisa memilih lelaki yang lebih kere dariku? Apa wanita itu tak ingin menjadi seorang ratu di dalam rumah tangganya?"

Pria itu adalah Dhani Wicaksono. Sahabat dari Fatimah Azzahra yang baru saja mengalami patah hati setelah tak dipilih untuk dijadikan masa depan dan justru memilih seorang duda beranak satu.

“Maaf, apa Anda mencari saya?” Aiman yang baru sampai segera bertanya terus terang. Dia bukanlah tipe orang yang suka berbelit-belit.

Aiman bahkan tanpa menunggu, segera duduk di sofa single yang terletak di samping kiri si tamu tak diundang tersebut. Duda beranak satu itu juga tak perlu menutupi perasaan herannya. Dia bahkan tak sedikitpun niatan untuk menawarkan minuman, atau sekadar bertanya ingin apa.

“Ini silahkan diminum. Maaf, adanya hanya teh dan air putih. Kami belum sempat berbelanja tadi.” See. Sang ibulah yang akan menyiapkan itu semua, tanpa diminta, dan tanpa disuruh. Akan tetapi, ini adalah tata cara menyambut tamu yang baik dan benar yang sesungguhnya.

Aiman sendiri akan melakukan hal yang sama, jika tamu yang datang ke rumahnya tidak memandang rendah, serta tatapan mencemooh kepada dirinya.

Ya, tatapan Dhani Wicaksono begitu merendahkan Aiman Baha Baseer yang notabenenya adalah si pemilik rumah. Bukankah seorang tamu seharusnya tahu bagaimana bersikap yang baik ketika sedang berkunjung ke rumah orang lain? Bukan justru menaburkan genderang perang seperti yang dilakukan oleh pria itu.

Tidak sopan. Itu adalah reaksi normal bagi setiap orang yang didatangi tamu. Duda beranak satu itu sempat terlintas di dalam pikiran untuk mengusir Dhani dari rumahnya. Namun, dia masih menunggu si tamu berbicara, lalu memberitahukan maksud dari kedatangan rivalnya.

“Mau sampai kapan kamu akan tetap diam seperti ini? Jika, memang niat Anda ke sini hanya untuk diam, sebaiknya pergi saja!” Bukan bermaksud mengusir, tetapi lelah sudah mulai menggerogoti tubuhnya.

“Oke, saya tahu mungkin kedatangan saya ke sini pasti sangat mengganggu waktu istirahat Anda. Tapi, saya bukanlah tipe orang yang suka menunda-nunda dalam mengambil keputusan,” jelas Dhani untuk mengawali pembicaraan ini.

“To the point saja!” suruh Aiman sedikit menguap. Rasa kantuk sepertinya mulai menyerang hingga tanpa bisa dicegah, dia kembali menguap.

Dhani menyeringai. “Tinggalkan Fatimah! Dia bukanlah wanita yang pantas untuk menjadi istrimu. Karena dia hanya mencintaiku!”

Kedua kelopak mata Aiman yang hampir saja menutup, tiba-tiba terbuka lebar. Dia memandang wajah Dhani dengan pandangan menilai, lalu membiarkan sejenak kebisuan ini menemani sunyi.

Aiman berdecih. “Apa jawaban yang diberikan oelh Fatimah masih kurang jelas untuk Anda, Mas Dhani?” Setiap untaian kata yang terucap dari bibirny penuh penekanan seolah apa yang baru saja didengarnya adalah sebuah lelucon.

Lelucon yang sama sekali tidak ada lucu-lucunya.

“Aku sangat tahu perasaan Fatimah kepadaku. Dia itu hanya malu dan mungkin tidak enak kepada keluarga Anda. Duda beranak satu yang pastinya terliaht sangat menyedihkan di hadapan semua orang dan aku juga tahu, Fatimah ini pasti hanya kasihan, atau iba saja kepada dirimu.”

Aiman mengepalkan kedua tangannya erat. Dia lalu mencoba rileks, agar tidak terpancing dengan ocehan dari si rival gila–yang mungkin merasa tersaingi– dari pulau tidak jelas itu.

“Maaf Mas Dhani yang terhormat. Mungkin, Anda yang seorang pekerja kantoran ini pasti merasa sangat terintimidasi dengan kehadiran seorang PNS seperti saya. Tapi, bukankah Anda ini harusnya lebih selektif lagi dalam berbicara?”

“Saya akan berkata sopan kepada orang yang memang layak menerimanya,” jawabnya, sambil tersenyum menyeringai sinis.

“Maksudnya … saya ini tidak layak?”

“Ya, karena Anda ini adalah seorang 4nj1ng yang hanya bisanya menggonggong untuk mendapatkan perhatian mere–”

Bugh!

...****************...

Rekomendasi novel temen

1
White Rose
duh, sayang banget sama sama aisyahh.. disuurh nikah lagi malah melengos. kakak kandungku jg meninggal dua bulan lalu, suaminya sangat menyayanginya. kasihan melihat dia mengurus tiga anak laki laki seorang diri..
White Rose
teringat kejadian di ruang ICU rumah dikotaku, semua dokter perawat dan bidan dibikin menangis saat kejadian haru, seorang wanita meninggal karna melahirkan. kami disana menangis terharu saat melihat suaminya mendoakan istrinya. suaminya org yg paham agama, dia dosen di sekolah tinggi agama kalo nggak salah
Machacy
Mungkin maksudnya Hamba Allah ya, manusiakan umat Nabi.
Intan Permata
semangat terus buat mu thor
Lavinka: Terima kasih, Kak☺️☺️
total 1 replies
Fitri Yani
up LG Thor makin penisirin
Jumi Saddah
👍👍👍👍👍👍👍💯
Maulana ya_Rohman
lanjut lagi thor....
waaupun gak comen di setiap bab nya😁
Lavinka: terima kasih, Kak.
total 1 replies
Byviiamriana
huftt
Byviiamriana
Sudah kuduga
Maulana ya_Rohman
akhirnya selesai sudah maratonnya ...☺️☺️☺️😔... walaupun gak comen di setiap bab nya...😁😁😁😁😁
Lavinka: terima kasih, Kak. 🥰🥰🥰
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
biang keroh dari semua mslh ini adlh Trisha😠😠😠😠😠
Maulana ya_Rohman
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
kenapa ada bawang😭😭😭😭😭😭😭
Maulana ya_Rohman
masih nyimak thor......
Byviiamriana
Yaaa, Mau gmn lagi. klo seandainya mencintai dua pria sekaligus, cinta itu kn buta🥲
Byviiamriana
🤣
Byviiamriana
Lebih baik menyatu dengan alam karena menyatu denganmu Walahu'alam
Byviiamriana
Aku bingung mo jawab apa🤣
Byviiamriana
Aaa ucul banget sih. jadi support system.
Byviiamriana
Segera Terkejut?🥹 Kalo gak segera namanya bukan terkejut, Kak🫠
Byviiamriana
Ngerasa lebih tinggi dari Dhani🫠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!