NovelToon NovelToon
KITA Hanya MENIKAH

KITA Hanya MENIKAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Sary Bhieltha

" Mari kita menikah " ajak seorang wanita dengan wajah tanpa senyuman dengan satu gelas wine di tangannya.

" Jangan bercanda Rea "

" Aku serius , bukankah ini saling menguntungkan , aku membutuhkan anak darimu dan kau membutuhkan status pernikahan ini "

" Jangan gila , walaupun aku tertarik tapi aku tidak bisa mempermainkan ikatan suci pernikahan ,dan bagaimana bisa itu terjadi jika di antara kita tidak ada cinta "

" Kita hanya Menikah Gema " ucap wanita dengan mata sedikit sayu , namun terlihat tidak main-main dalam ucapannya.

" Beritahu aku secepatnya jika kau menyetujuinya " lanjutnya sambil beranjak dari kursi yang sudah menemaninya selama berada di dalam pesta yang menurutnya begitu membosankan , " apa kau serius Rea ? " ulang laki-laki di hadapannya.

" Aku serius dan kau tidak perlu khawatir , ini hanya sebuah pernikahan atas dasar saling menguntungkan tanpa komitmen dan tentunya tanpa cinta "

" Dan tanpa ikatan " tambahnya.

" Bagaimana dengan ke kekasihku" ujar laki-laki yang masih tampak bingung dengan rencana mengejutkan dari wanita karier yang berdiri di hadapannya sekarang , " kau hanya perlu menjelaskan pada dia Gema , tidak akan ada yang berubah dan kalian bisa terus melanjutkan hubungan itu "

" Pernikahan ini hanya sebuah status yang tentunya akan menguntungkanmu dan dia , dan juga aku yang hanya membutuhkan anak darimu "

" dan kita bisa segera mengakhirinya jika aku sudah melahirkan seorang anak dan kau sudah mendapatkan warisanmu " lanjutnya dengan siap beranjak dari hiruk-pikuk dan keramaian pesta.

" Bahkan aku akan memberikan 25% hartaku untukmu , jika kau mampu memberikan aku anak kembar laki-laki dan perempuan " tambahnya dengan ujung bibir yang sedikit terangkat.

" Baiklah aku setuju "

" Keputusan yang tepat Gema " sahutnya dengan begitu bahagia , " baiklah , aku akan menghubungimu jika sudah waktunya untuk kita membahas rencana pernikahan ini "

" Bagaimana jika kita saling jatuh cinta ? "

" Itu mustahil , aku tidak akan pernah jatuh cinta " jawabnya dengan ujung bibir yang kembali tersungging.

" Baiklah , ini terlihat sangat mudah "

" Tentu , sampai bertemu lagi dan aku akan segera mengirim surat perjanjian pernikahan ini padamu " ucap Andrean , perempuan yang sering di sapa Rea oleh teman dan orang-orang terdekatnya.
Hidupnya terlihat begitu sempurna , wajah cantik , tubuh yang bagus dan karier yang sukses, semua dia miliki kecuali cinta , satu kata yang begitu ia benci dan pernah membuatnya begitu kecewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sary Bhieltha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini tidak Benar

" Nona "

" Nona " ulang Maria pada perempuan yang termenung menatap keluar jendela , " emm ya " jawab Rea tersentak lalu bergerak berjalan menuju meja kerjanya , dengan Maria yang sudah duduk di kursi di hadapan mejanya , " apa yang terjadi Nona ? " tanya perempuan yang menjadi kaki tangannya itu.

" emm.. tidak aku baik-baik saja , Apa yang membuat kau datang ke ruang kerjaku Maria ? " tanya balik Rea sambil membenarkan mimik wajahnya yang terlihat jelas penuh dengan bermacam pikiran ,

Maria sudah bergerak membuka beberapa lembar berkas penting yang harus di bubuhi tanda tangan oleh wanita cantik itu , namun matanya tidak berhenti menatap penuh selidik " apa anda sakit ? " tanyanya lagi dan Rea menggelengkan kepalanya.

" Aku baik-baik saja Maria "

" Dimana lagi yang harus aku tanda tangani " tambahnya lagi dengan bulpen yang berada di sela jari-jemarinya.

Setelah usai dengan semua berkas yang sudah di tanda tangani , Maria merapikannya lalu bersiap beranjak dari dalam ruang kerja pemilik tempatnya bekerja , " oh maaf nona aku melupakan sesuatu " ujarnya saat menyadari ada sesuatu yang penting yang harus ia sampaikan.

Mendengar itu pandangan Rea kembali teralih padanya , " ada apa ? "

" Tuan Frans menghubungiku ... "ucap Maria , mata Rea membesar seketika dengan perlahan menelan paksa ludahnya

, " Paman Frans " sambung Rea cepat sebelum Maria sempat menyelesaikan kalimatnya ," ya Paman Frans Nona "

" Apa yang dia katakan padamu ? "

Dahi Maria sedikit berkerut dengan reaksi bossnya yang terlihat panik , " seperti biasa dia hanya bertanya tentang jadwalmu padaku "

" Lalu ? "

" Dia hanya menanyakan itu Nona , lalu menutup teleponnya "jelas Maria , dan Rea segera menarik nafasnya dengan wajah yang begitu legah , " emmm sepertinya tuan ingin bertemu anda nona , karena sebelum menutup telepon beliau meminta menghubunginya kembali jika anda memiliki waktu luang "

" Ini pertama kalinya aku benar-benar sangat takut untuk bertemu dengannya " gumam Rea dengan nafas yang kembali ia hela dengan paksa ,

Maria masih berdiri di tempatnya dengan dahi yang kembali berkerut , ia tidak paham dengan apa yang terjadi dan kenapa reaksi bossnya itu begitu aneh saat mendengar nama laki-laki yang ia tahu sudah seperti ayah sendiri untuk Rea , " saya akan mengatakan pada anda kembali jika tuan Frans kembali menghubungi saya nona "

" Ya kau konfirmasi padaku setiap kali dia menghubungimu Maria "

" Baik nona " jawab Maria tanpa kembali bertanya meski dirinya begitu penasaran pada apa yang sebenarnya sedang terjadi.

" Oh God , aku masih menganggap kalau pagi tadi benar-benar hanya mimpi " gumam Rea prustasi dengan bibir yang ia lipat akibat reaksi tubuh yang menandakan kalau ia sedang panik dan merasa tidak aman dengan kondisinya saat ini.

Drrrrtttt

drrrtttt " suara getar handphone yang berada tidak jauh darinya berhasil membuatnya terkejut , " menyebalkan , aku tidak suka berada di kondisi seperti ini " gumamnya sambil bergerak untuk mengambil benda pipih yang masih terus bergetar , " Devita " ucapnya kembali saat melihat nama perempuan itu tertera di layar handphonenya.

" Ya Dev " jawabnya pada panggilan Devita dengan berusaha untuk terdengar tetap tenang.

" Kau sibuk ? " tanya dari seberang.

" Sedikit , ada apa ? "

" Kau masih berhutang penjelasan padaku "

" Berhutang ? , oh astaga jangan bilang kau ingin melanjutkan pembicaraan kita tadi pagi "

" Tentu kau menutup teleponku secara sepihak Rea " cercah Devita dengan nada kesal , Rea tersenyum ia lupa kalau perempuan yang sedang berbicara bersamanya di telepon saat ini adalah perempuan yang paling ingin tahu tentang apa yang ia lakukan , " kau seperti seorang ibu Dev " ucapnya dengan tertawa.

" Aku memang sudah menjadi seorang ibu Rea " balasnya ketus , namun membuat Rea menjadi semakin tertawa , " sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan padamu " sambungnya lagi.

" Apalagi yang ingin kau tanyakan padaku " ujar Rea dengan sisa tawanya.

" Apa kau bersama Gema tadi malam ? "

Deg " jantung Rea kembali berdebar saat penyebab permasalahannya tadi pagi kembali di bicarakan.

" Rea ? "

" emm..ya Dev "

" Tentu aku bersama Gema , bukankah kau sendiri tahu kalau kami pulang bersama dari rumahmu tadi malam "

" Ya aku tahu , tapi sepertinya dia tidak pulang tadi malam Rea " jelas Devita yang berhasil membuat kepala Rea berdenyut karena pusing , " aku kira kalian bersama sepanjang malam " tambahnya yang berhasil membuat tubuh perempuan itu semakin lemas karena seperti kehilangan tenaga.

" Tapi itu tidak mungkin terjadi , dia pasti bersama Bella tadi malam " sambung Devita yang bergumam dengan penyangkalan yang ada di pikirannya,

" Dari mana kau dapat kabar kalau Gema tidak pulang tadi malam huh ? " .

" Paman Frans menelepon Reall pagi-pagi sekali dan kebetulan aku disana , apa dia tidak menelponmu ? padahal aku sudah mengatakan padanya kalau terakhir kali Gema bersamamu "

" Ternyata kau penyebab masalahku pagi ini " gumam Rea pelan.

" Apa yang kau katakan Rea , aku tidak mendengarnya "

" Tidak , aku tidak mengatakan apapun dan paman Frans memang menelponku tadi pagi hanya saja aku tidak menyadari panggilannya "

" Ya teleponku saja kau abaikan Rea "

" Bukan mengabaikan Dev , aku sudah terlambat "

" Ya ya aku tahu "

" Padahal aku sangat berharap kalau Gema bersamamu tadi malam " tambah Devita yang terdengar kecewa dari seberang , dan berhasil membuat jantung Rea kembali berdegub, namun ia tetap mencoba untuk terdengar sesantai mungkin , " kau memang gila Dev , sebaiknya aku tutup teleponmu sebelum bicaramu semakin gila " ujarnya tertawa dengan jantung yang berdetak tak menentu , andai saja Devita berada di hadapannya saat ini akan sangat yakin kalau perempuan itu akan langsung menyadari bahwa saat ini ada yang tidak beres dari sahabatnya.

" Ntah mengapa aku begitu suka saat kau bersama Gema seperti tadi malam "

" Dev hentikan , Gema sudah memiliki kekasih "

" Seandainya ia tidak memiliki kekasih , apa kau mau Rea ? "

Deg

Jantung Rea benar-benar di buat tidak menentu sepanjang hari ini , tanpa ia sadari kalau dirinya sudah mengulum bibirnya bersama pipih yang bersemu merah , " bicaramu semakin ngelantur Dev " .

" Aku bertanya Rea , kalau saja Gema tidak bersama Bella apa kau mau dengannya ? "

" Tentu tidak , bukankah kita sudah menjadi teman " jawabnya dengan jantung yang terus berdebar tidak menentu , " Dev , maaf aku harus menutup teleponmu karena ada pertemuan bersama klien yang menantiku ".

" Baik-baiklah ,berhati-hatilah Rea dan hubungi aku segera jika kau tidak lagi sibuk "

" Tentu , sampaikan salam rinduku pada Rania "

" ya , bye Rea "

" Bye Dev " balasnya sambil menghela nafas , ia seperti baru saja menghadapi klien besarnya yang selalu berhasil membuatnya tidak percaya diri ,dan kali ini kondisi itu kembali terjadi hanya karena sebuah obrolan telepon dari sahabatnya.

" ini tidak benar " ucapnya saat menyadari ada yang salah dengan dirinya.

~

Gema menyandarkan tubuhnya di sisi kursi lalu kembali duduk dengan tegak , berulang kali ia terus melakukannya sambil memikirkan jalan keluar dari permasalahannya saat ini , " aku harus bicara pada ayah " ujarnya sambil bergerak bangun dari tempat duduknya , lalu bergegas keluar dari ruang kerjanya menuju tempat dimana ayahnya berads saat ini.

~

Klek

Pintu baru saja terbuka secara tiba-tiba dan tanpa permisi terlebih dahulu , namun sang pemilik ruangan sudah sangat tahu siapa yang baru saja datang.

Ujung bibir yang terangkat ia tahan sebelum menegakkan tatapannya pada seseorang yang sedang berdiri di ujung pintu , " apa kau datang untuk bernegosiasi " katanya dengan semburat senyum smirk.

Lelaki paruh baya itu masih terlihat menakutkan ketika begitu serius , " ini tidak adil ayah " ucap Gema mendekat.

" Ini sudah sangat adil , dan aku telah membuat kau menjadi lelaki yang bertanggung jawab "

" Kami tidak melakukan apapun , sungguh ayah "

" Dengan tidur berdua , kau kira aku akan percaya hemm "

" Baik tidak denganku , tapi kau pasti tahu perempuan seperti apa Rea " ucap Gema yang berhasil membuat Frans terdiam seketika , " jika seperti ini kau menjatuhkan harga dirinya ayah ".

" Dia sungguh wanita yang memiliki martabat , lalu kau membuatnya menikahi anakmu dengan alasan yang tidak masuk akal , itu sungguh menyakitkan untuknya ayah "

" Jangan pikirkan aku , tapi setidaknya pikirkan Rea , dia pasti ingin menikah dengan laki-laki yang benar-benar dia cintai dan mencintainya "

Frans benar-benar di buat terdiam saat ini , rencananya terasa mulai kacau saat menyadari posisi Rea , dan tidak ada yang salah dengan apa yang di katakan oleh anaknya , " seandainya aku pun tidak jadi menikahimu dengan Rea , aku pun juga tidak akan pernah merestui hubunganmu bersama perempuan itu " ucap Frans tajam yang kini berbalik membuat Gema yang terdiam , " aku tahu ayah , tapi setidaknya jangan membuat Rea terjebak dalam hal ini " balas Gema lemah sebelum akhirnya bergerak keluar dari dalam ruangan.

Kedua sisi bibir Frans melengkung dengan sempurna saat putra satu-satunya pergi meninggalkan ruang kerjanya , " setidaknya saat ini aku tahu , bahwa yang ada di pikirinmu adalah Rea " ucapnya dengan penuh bahagia.

1
Ayu Puspita Irzal
baru install ini lagi,, lngsung ke sini,, semoga cerita ini berlanjutt ya kak.. sehat2 kkak author nya.
Bahagia
besok udah 1 tahun terakhir up dan aku baru baca lagi sekarang part barunya karena baru aku install lagi di aplikasi, soalnya aku nunggu up kamu kak, tp gak ada² KA itung banget kamu up berapa kali dalam 1 tahun😔jujur cerita kamu itu satu-satunya yang aku tunggu-tunggu dan nantikan di noveltoon, makanya aku uninstall apk ini, dan sekarang baru aku install lagi soalnya tiba² banget ke ingat sama cerita 1 ini, up atau gak, eh ternyata up ya walaupun 3 episode.....please kak kalau bisa harus di selesaikan dong,,,,,tp jangan terlalu lama jarak up nya sampai bertahun-tahun 🥹🥲
Jingga Pelangi
setelah setahun baru up..eh ini udah 2026 udah sethn juga blm up. lgii🤣🤣
eL
Bener-bener harus sabar bgt ya ngikutin cerita ini 😅 ngikutin dr tahun kapan sempet hiatus baca MT jg,smpe skrg 2026 mulai nongol aktif lg d MT. Teteepppp harapp sabarr menantiii update an yg entah kapaann 😌
t_ara
semoga kakak author berbaik hati mau segera menyelesaikan cerita ini, telat bgt aku bacanya krn baru aja instal NT lagi, terima kasih up nya
Ririe Handay
sabar dulu ya laena....
Ririe Handay
itu bukan anak mu gema yang di perut bella
Ririe Handay
ketinggalan....
terima kasih kak😍
Mimi Rismayani lestari
kapan up lagi ini cerita nya thor. tiap hari ngintip blom nambah bambah lagi episode nya
eL
Think smart dong gem. Bella hamil hampir bersamaan dg rea. Ap iya itu anakmu?sedangkan kalian jrg bertemu
eL
Pasti leana
eL
Paman frans sepertinya mengetahui sesuatu yg tidak mgkn dia sampaikan kepada gema kecuali ketika dia melihat atau mengetahui dg mata kepalanya sndri. Ahhh setelah sekian lama akhirnya aku melanjutkan membaca kembali novel ini meski harus membacanya dr awal lg 😄 kangen reagema
lilis nasiha: aku baca lagi di bln april 2026..setelah 1,5 th aku uninstal uplikasinya
total 1 replies
Anonim
Lanjut upnya
frasela utami
min kpn up ny setahun skali kah
Senja Febrianifsfyiyyhhu
keren
Inisial YR
aelahhhh hiatus lagiiii
Inisial YR
kapannn ini upp nya thorr
Iim fendiwasa
sangat bagus Thor , semangat Thor
guest1054071097
/Smile/
Upik Firo
Kapan UP lagi thor..??? akankah menunggu 2th lagi... 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!