NovelToon NovelToon
Main Hati

Main Hati

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:378.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dee_K

Perhatian!!
Novel ini mengandung banyak garam yg akan membuat anda darting😅. Namun juga mengandung banyak gula tapi tidak membuat diabetes😅. Novel penuh emosi dan diakhiri dengan kebucinan. Selamat membaca!!

****
"Bagaimama kalau aku kepincut dengannya, Bi?" Kesal Livy pada Febian, suaminya.

Febian baru saja mengatakan pada istrinya kalau pria itu akan mencari seorang sopir pribadi sekaligus bodyguard untuk Livy. Pasalnya akhir-akhir ini Febian sering sekali melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Jadi, dia tidak punya banyak waktu untuk istrinya.

"Itu tidak akan mungkin, Sayang! Karena di sini hanya ada namaku." Ucap Febian sambil menunjuk dada istrinya.

Ucapan adalah doa. Ternyata ucapan Livy kala itu menjadi kenyataan. Entah alasan apa yang melatar belakangi Livy sampai main hati dengan Dewa, sopir pribadi sekaligus bodyguard'nya.

****

Jangan lupa follow akun ig author @dee_k9191 untuk melihat visual tokoh2 dari novel ini ya guys!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 23 ~ Bersikap Dingin

Weekend tiba. Seperti yang diucapkan Livy tempo hari kalau hari ini ia akan berkunjung ke rumah orang tuanya. Tentunya bersama sang suami.

Febian sejak tadi tampak murung saat melihat istrinya tengah bersiap-siap untuk pergi. Karena memang Livy meminta untuk menginap sehari di rumah orang tuanya.

“Bi, kamu kenapa sih sejak tadi kelihatan nggak bersemangat seperti itu?” tanya Livy menghampiri suaminya yang sedang berdiri di balkon kamarnya.

“Nggak apa-apa, Sayang. Aku hanya sedikit pusing dengan pekerjaan. Apa sudah siap?” jawab Febian.

“Sudah. Ayo kita berangkat! Aku sudah nggak sabar ingin bertemu dengan dua keponakanku yang lucu.” Jawab Livy dengan mata berbinar.

Febian tidak mempedulikan ucapan istrinya yang membahas tentang dua keponakannya. Sedangkan Livy yang melihatnya semakin penasaran pada Febian. kenapa suaminya itu terkesan tidak suka dengan anak kecil. Apa itu alasan Febian tidak menginginkan seorang anak dari pernikahannya.

Livy melepas gandengan tangan Febian saat mereka berdua sudah keluar rumah dan bertepatan di sana ada Dewa yang sedang mencuci mobil Livy. sedangkan Dewa sendiri hanya mengangguk ramah menyapa dua majikannya.

“Biar aku yang bawa tasnya, Bi!” ucap Livy tak ingin membuat suaminya curiga kalau dirinya sedang menjaga hatinya untuk pria lain.

Kini Febian dan Livy sudah berada di dalam mobil Febian mulai melajukan mobilnya menuju kediaman mertuanya. selama dalam perjalanan Livy banyak membicarakan tentang dua keponakannya yang sudah lama sangat ia rindukan. Dan lagi-lagi Febian menanggapinya dengan datar. Memang selama ini Livy jarang sekali mengamati rekasi suaminya jika membahas tentang anak kecil. Dan baru kali ini Livy melihat reaksi Febian yang sesungguhnya.

Livy akhirnya memilih diam karena tidak mendapat tanggapan apapun dari suaminya saat membicarakan Ethan dan Kiara. Mungkin setelah ini ia akan mencari tahu tentang alasan Febian yang terkesan tidak suka dengan sosok anak kecil yang mungkin saja membuat pria itu tidak menginginkan seorang anak.

Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah megah milik kedua orang tua Livy. kedatangan Livy dan Febian tentunya disambut hangat oleh Abi dan Reno. Khususnya Abi yang sudah lama merindukan anak perempuannya itu. terlebih saat terakhir mereka bertemu dalam keadaan tidak baik-baik saja.

Febian juga bersikap ramah pada kedua mertuanya. di ruang keluarga mereka semua berkumpul. Raffael dan Jelita beserta dua anaknya juga ada di sana. Livy lah yang paling heboh sendiri, karena dia sejak tadi tak henti-hentinya menjaili Ethan dan juga mencium-cium pipi gembul Kiara.

Febian sendiri tampak terlibat obrolan dengan Reno membahas tentang pekerjaan. Juga bertanya tentang kabar besannya. Sedangkan Jelita yang sejak tadi melihat interaksi Livy dan suaminya tampak sangat aneh. Terlebih pada Febian yang seperti sengaja menghindar dari celotehan anak-anaknya.

Malam harinya setelah makan malam bersama keluarganya, Livy masih menikmati waktunya bersama kedua keponakannya. Sedangkan Febian berada di teras rumah sedang menerima panggilan dari seseorang. Bukan menerima tepatnya. Tapi menolak beberapa kali saat orang itu terus menghubunginya. Wajah Febian sangat masam. Dia kemudian menon aktifkan ponselnya lalu masuk ke daam rumah.

Febian bilang pada istrinya akan istirahat lebih dulu karena kurang enak badan. Dan membiarkan Livy sibuk bercengkrama dengan keluarganya.

“Kamu temani suami kamu sana, Vy! Febian sepertinya butuh kamu.” Ucap Abi.

Livy yang masih asyik dengan Ethan terpaksa mengiyakan ucapan Mamanya. Dia beranjak kemudian menyusul suaminya masuk ke dalam kamar.

“Kamu sakit, Bi?” tanya Livy sudah bergabung di atas ranjang bersama Febian.

Febian yang sejak tadi posisinya membelakangi, kini berbalik badan. Hatinya sangat tenang melihat wajah teduh istrinya. Setelah itu Febian menarik Livy ke dalam pelukannya. Kenapa dia sangat takut sekali kehilangan Livy. bagaimana jika suatu saat nanti Livy mengetahui kebohongannya selama ini, lalu wanita itu meninggalkannya.

Livy yang berada dalam pelukan Febian merasa ada yang aneh dengan sikap suaminya malam ini. pelukan yang ia rasakan sangat berbeda dari biasanya.

“Ada apa, Bi?” tanya Livy.

“Nggak ada apa-apa, Sayang. Aku hanya ingin seperti ini. aku sangat merindukanmu, Sayang.” Jawab Febian semakin mengeratkan pelukannya.

Livy pun ikut membalas pelukan itu walau hatinya terasa sangat hambar. Entahlah, kenapa malam ini dia justru merindukan Dewa yang sedang di rumah sendirian.

Febian mengurai pelukannya. Kemudian pria itu menatap bibir merah muda istrinya yang sudah lama ia rindukan. Tak lama kemudian Febian mendaratkan bibirnya di sana. Menciumnya dengan lembut, mereguk kenikmatan yang selalu membuatnya candu.

Cukup lama sepasang suami istri itu saling membelitkan lidah. Hingga berakhir keduanya tanpa memakai sehelai benang pun yang menutupi. Seperti biasa, Febian menjamah seluruh tubuh Livy dengan manja. Bahkan Livy juga sempat terhanyut. Namun di saat Febian sudah dalam mode on fire siap melesatkan senjatanya, pria itu dengan cepat mengambil bungkusan kecil dari dalam saku celananya yang sudah tergeletak di lantai. Ternyata Febian sudah menyiapkan semuanya.

Livy segera mendorong tubuh suaminya dengan kasar setelah Febian memakaikan alat pengaman dan siap melesatkannya.

“Sayang?” tanya Febian dengan tatapan bingung bercampur dengan hasarratnya yang sudah berada di ubun-ubun.

Mata Livy merah menatap suaminya. dia sudah muak dengan keadaan ini. dia merasa seperti seorang pela cur yang sedang malayani pelanggannya saat sedang berhubungan badan dan menggunakan pengaman.

Tanpa menjawab, Livy mengambil bajunya yang berserakan di lantai dan berlari masuk ke kamar mandi.

Brakkk

Livy membanting pintu kamar mandi dengan kasar. Dia segera menyalakan kran shower dan terduduk di bawah sana sambil menangis tersedu.

Sementara itu Febian hanya mengusap wajahnya dengan kasar saat melihat reaksi kemarahan istrinya. Pria itu mengenakan celananya dan segera menyusul istrinya.

“Sayang, apa yang kamu lakukan?” teriak Febian menghampiri istrinya yang sedang terduduk dengan guyuran air dalam keadaan masih telan jang.

“Pergi kamu! Aku bukan jal***g yang membeimu kepuasan dengan alat pengaman.” Teriak Livy namun suaranya sudah melemah.

Febian tidak bisa berkata-kata. Pria itu ikut basah-basahan sambil memeluk istrinya yang sedang terisak.

“Maafkan aku, Sayang! Maafkan aku!” lirih Febian masih mendekap tubuh Livy.

Livy tidak menyahut. Tubuhnya sudah melemah. Bahkan saat Febian sudah menggendongnya membawa masuk ke dalam kamar, Livy tidak menolaknya.

***

Keesokan paginya Livy terbangun lebih dulu. Dia melihat suaminya masih tidur memeluknya dari belakang. Dia ingat semalam Febian lah yang memakaikan baju untuknya. Entah kenapa tidak ada rasa terenyuh sedikitpun dengan perlakuan suaminya yang seperti itu. terlebih Febian tidak mengatakan apapun kecuali hanya meminta maaf.

“Kamu sudah bangun, Sayang?” tanya Febian terkejut saat merasakan pelukannya kosong.

“Aku mau pulang sekarang!” ujar Livy dengan datar dan segera masuk ke dalam kamar mandi.

Biarlah Livy bersikap dingin seperti ini pada suaminya. dia hanya ingin tahu sebesar apa upaya Febian mengenai permasalahannya selama ini.

.

.

.

*TBC

Happy Reading!!

1
MFay
waktunya mereka bahagia 😢
Sulaiman Efendy
SAKIT, UDH PASTI, TPI SALAH LO MNYIA2KN LIVY, DN BODONYA ELO, KNP KASIH LIVY SUPIR YG MSH MUDA.. UDH TAU ISTRI LO, MANJA, BUTUH BELAIAN, BINAL, DN YG PSTI LIVY KURANG IMAN... TPI SEMUANYA IBARATKN NASI TELAH MNJADI BUBUR, TINGGAL DIBERI TOPING DN DINIKMATI... ELO JUGA MSH BISA MNCARI WANITA PENGGANTI LIVY..
Curut Gila
bagus
Curut Gila
jadi galau😭😭😭 terima kasih ceritanya KK👍👍
pipi gemoy
👍🙏☕
Kaizar Kaizar
terimakasih thor sukses selalu dimanapun dirimu berada
~°•●Dee_K●•°~: mksih kk🤗🤗
total 1 replies
Aisyah Dwika
karya yang sangat baik
ema sukmawaty
keren thor
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Lanjut
Crystal
Istri orang mksutnya, bukan suami orang. Kan Livy cwe😄
Maryana Fiqa
terimakasih banyak Thor 🙏🙏,, bagus banget ceritanya
~°•●Dee_K●•°~: sama2 kk..
mmpir ke karya othor yg lain dong kk😁🤗
total 1 replies
Isabell Serinah
lanjut lagi plseeee 👍😭😭
cerita ni terbaik
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Cahyani Sutopo
sad ending😭😭😭
terimakasih kak dee_k atas karya2nya,, semoga suksess terus dengan karya2 barunya,, 👍🥰💪
Ana
makasih kaka 🥰🥰
Alhamdulillah selesai juga kisah livy
meskipun diwarnai dengan kesedihan atas pergi nya papa reno
sukses terus ya ka karya karya nya🥰 👍
DiNa Yuliana
seediiiiih reno harus meninggal....jafi inget kisah cinta reno sma abi dlu...
Neneng cinta
😭😭😭
❤ Nadia Sari ❤
Thanks thor 😘
kiky
di tunggu bonchapnya Thor
Ana
🥺🥺🥺🥺semoga papa reno Baik-baik saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!